Hari-hari di rumah sakit berjalan lebih cepat daripada yang Emily kira. Setelah tiga hari beristirahat penuh, tubuhnya mulai terasa lebih segar. Pucat di pipinya perlahan memudar, meski dokter masih menyarankan perawatan lanjutan.
Pagi itu, Emily duduk di tepi ranjang dengan semangat berbeda. Ia menatap jendela besar kamar rawat yang memantulkan cahaya matahari. Hatinya sudah bulat—ia tidak ingin terus-terusan berada di sini.
Saat Albert masuk membawa sekotak makanan sehat yang ia pesan khusus dari restoran ternama, Emily langsung membuka percakapan.
“Albert…” ucapnya hati-hati.
Albert, dengan jas hitamnya yang rapi meski baru saja keluar dari rapat daring, meletakkan makanan di meja. “Hm?”
Emily menarik napas. “Aku ingin kembali kuliah.”
Albert menghentikan gerakannya. Sejenak, ruangan terasa membeku.
“Kuliah?” tanyanya pelan, nada suaranya seperti ujian yang berat.
Emily mengangguk. “Ya. Aku tidak bisa terus-terusan absen. Kalau aku ketinggalan materi, aku akan menyesal. Lagi pula aku sudah merasa lebih baik.”
Albert menatapnya lama, wajahnya tanpa ekspresi. Hanya sorot matanya yang tajam, seakan bisa menembus hati Emily.
“Tidak bisa.”
Emily terbelalak. “Kenapa tidak? Aku baik-baik saja sekarang!”
Albert mendekat, menatapnya lebih dalam. “Kau pikir hanya karena merasa lebih baik, kondisimu sudah pulih? Tubuhmu masih lemah, Emily. Aku tidak akan mengizinkanmu mengorbankan kesehatanmu hanya untuk mengejar kuliah beberapa hari.”
Nada tegasnya membuat Emily kesal. “Albert, kau tidak mengerti! Kuliah itu penting bagiku. Aku tidak mau dosen dan teman-temanku menganggap aku sembarangan. Aku ingin tetap dianggap serius.”
Albert menghela napas panjang, lalu duduk di kursi dekat ranjang. Suaranya menurun, tapi tetap tegas.
"Kau ingin dianggap serius? Maka buktikan dengan menjaga dirimu sendiri. Bagaimana orang lain akan menghargaimu jika kau tidak bisa menjaga kesehatanmu?"
Kata-kata itu membuat Emily terdiam. Tapi hatinya masih menolak.
“Aku tidak suka merasa terjebak di s…
Time Travel: Kali Ini Aku Akan Mengalah
Episode 40
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Nana Niez
bukannya pesta pernikahan mereka sdh besar besaran masa g tau kl Albert sdh nikah sih,, ante sekali
2026-01-15
0
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
giliran sama lakinya berani lawan ama keluarganya meneng
2026-03-03
0