“Apa... ini bukan mimpi buruk, kan? Siapa gue sebenarnya?” Tanaya tak tahu kenapa jiwanya dipindahkan. Mampukah ia bertahan dalam tubuh yang bukan miliknya, di antara kepercayaan kuno dan hukum suku yang mengikat? Di dalam tubuh baru dan dunia yang liar, ia harus belajar bertahan hidup, mengenali siapa musuh dan siapa yang akan melindunginya. Sebab, di balik setiap legenda purba... selalu ada jiwa asing yang ditarik oleh waktu untuk menuntaskan kisah yang belum selesai. 📚 Happy reading 📚 ⚠️ DILARANG JIPLAK!! KARYA ASLI AUTHOR!!⚠️ Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyx Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri"/>
Di terik matahari yang semakin naik...
Suara minyak daging berderak lirih saat irisan tipis umbi perlahan dimasukkan ke dalam wajan batu. Panasnya membuat minyak berkilau, dan aroma gurih segera menyebar di udara.
Beberapa wanita yang semula sibuk memotong daging dan mengaduk panci besar tanpa sadar menoleh, tertarik pada bunyi dan wangi yang berbeda dari biasanya.
“Sudah, Bi. Cukup segitu,” ucap Tanaya lembut sambil duduk di samping Bibi Bunka. Matanya fokus mengamati irisan umbi yang mulai mengapung, warnanya berubah keemasan.
“Gorengnya sebentar saja, nanti terlalu keras.”
“Ah, begitu caranya?” Bunka mengangguk-angguk kagum.“Wah… baiklah. Sini wadahnya, Bibi yang angkat.”
Tanaya segera menyerahkan wadah besar yang telah dialasi daun lebar. Bunka dengan cekatan meniriskan umbi-umbi itu, suara renyah kecil terdengar saat potongan-potongan tipis jatuh bertumpuk.
Tanaya tersenyum, lalu mengambil satu potong kripik. Ia meniupnya pelan agar tidak terlalu panas, kemudian menyodorkannya ke depan bibir Bunka.
“Bibi coba dulu ya,” katanya ceria. “Aku ingin yang pertama mencicipi masakan ini bibi.”
Bunka tertegun sejenak, lalu tertawa kecil.“Ah… kau ini, manis sekali, Naya. Baiklah, Bibi coba.”
Ia perlahan menggigit kripik itu.
Krak.
Baru satu gigitan, matanya langsung melebar.
Rasa gurih minyak daging berpadu dengan manis alami umbi—renyah, hangat, dan asing, tapi sangat nikmat.
“Naya…”Bunka perlahan menoleh, suaranya tertahan kagum.“Ini… enak sekali.”
"Benarkah bibi?"Binar tanaya.
Bibi Bunka langsung mengangguk tegas"Tentu! Rasanya gurih… tapi juga ada rasa manisnya. Anak-anak pasti menyukainya. Kau hebat sekali nak..."tuturnya.
Ia kembali mengambil satu kripik umbi lagi dan mengunyah nya pelan, kepalanya sampai bergoyang pelan seolah menikmati apa yang baru saja ia rasakan.
Beberapa wanita lain yang mendengar itu spontan mendekat, wajah mereka penuh rasa penasaran.
“Apa itu?”
“Bolehkah kami mencoba juga?”
Tanaya langsung mengangguk antusias. Ia kembali menurunkan irisan…
Transmigrasi Tanaya Zaman Purba
|Maina?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments
Lala Kusumah
ih si maina teh yg cewek dgn si rua bukan ya , kok lupa 🤔🤔🤔
2025-12-28
1
Lala Kusumah
kapan update lagi Thor, ditunggu yah 🙏🙏🙏
2025-12-31
1
Astrid Fera
bikin karakternya lbih kuat dong jngan ceroboh kyg gini,,,
2025-12-28
4