“Raya!” Suara Arlan menggema memecah keheningan rumah. Bukan suara lantang yang marah, melainkan suara berat yang sarat kekecewaan, kepedihan yang menusuk hingga ke relung jiwa. Raya berdiri mematung di ambang pintu kamar Langit, tangan kirinya masih memegang erat kemeja Langit yang baru saja ia lipat. Jantungnya berdebar kencang, seolah siap meledak kapan saja, seiring setiap detik yang terasa seperti jarum jam raksasa yang menusuknya.
Arlan melangkah mendekat, tatapannya kosong, namun menyimpan badai yang jauh lebih ganas dari yang pernah Raya lihat selama ini. Matanya merah, bengkak, jejak tangisan yang baru saja terjadi. “Jadi… ini kebenarannya?” Suaranya nyaris berbisik, tetapi setiap suku kata terasa seperti hantaman palu godam di dada Raya, menghancurkan sisa-sisa pertahanannya. “Langit… bukan anakmu. Bukan darah dagingmu.”
Raya menunduk. Tidak ada kata yang mampu keluar dari tenggorokannya. Kebenaran itu telah terucap, oleh bibir Arlan sendiri, dan kini ia harus menghadapi konsekuensinya yang pahit.
“Kenapa, Raya?” Arlan memegang bahunya, mencengkeramnya sedikit keras, seolah ingin mengguncang semua kebohongan keluar dari dirinya. “Kenapa kau sembunyikan ini dariku? Kenapa baru sekarang aku tahu? Semua ini… semua ini palsu?”
Raya mendongak, matanya berkaca-kaca, memohon belas kasihan. “Aku… aku takut, Arlan. Takut kau akan meninggalkanku. Takut kau akan membenci Langit. Takut segalanya akan hancur… kita.” Suaranya tercekat di tenggorokan, perih.
“Hancur?” Arlan tertawa miris, tawa yang menusuk hati Raya bagai belati tumpul. “Bukankah sudah hancur, Raya? Pernikahan kita, fondasinya dibangun di atas kebohongan. Anak yang kita besarkan bersama, yang kupuja seperti anak kandungku… dia bukan anakmu. Lalu, siapa dia? Siapa ayah biologisnya? Kenapa ini semua bisa terjadi? Dari mana dia berasal?!”
Pertanyaan terakhir itu memicu kilatan di mata Raya. Sebuah pertahanan naluriah sebagai seorang ibu muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam. “Dia anakku! Dia tetap ana…
Bukan Darahku, Tapi Jantungku: Anakku, Anak Mantan Suamiku?
Janji di Tengah Badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments