Selena

Selena

CHAPTER 01

Malam itu terasa sepi dan sunyi—tidak ada kehangatan disekitar.

Selena menggigil, tangannya mengerat pada selimutnya dengan usang.

Matanya menatap memohon—penuh harap pada pintu gudang, tangannya memukul lemah dan bergetar

"Ayah ... Tolong buka pintunya." Suaranya hampir bisikan samar yang dibawa angin.

Ia sudah dikurung digudang selama 7 hari. Oleh ayahnya—Wirya Wiranata, Selena dituduh menjatuhkan Karina—adik tirinya dari tangga.

Bukan hanya itu, tuduhan yang sangat kejam terjadi pada Selena sebelumnya.

Tak ada yang mempercayainya.

Tubuhnya gemetar, tangannya tergeletak dilantai. nafasnya perlahan melambat dengan air mata perlahan menetes untuk terakhir kalinya

Selena berharap di kehidupannya keadilan untuknya ditegakkan. Dia bersumpah akan membuat mereka—Karina dan Evelyn, adik dan ibu tirinya membalas semua perbuatan mereka.

Nafas Selena melambat, kepalanya terkulai lemas. Hingga menghembuskan nafas terakhir terkunci di gudang.

Ditinggal, dilupakan dan dalam kondisi Hina.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

alarm berbunyi, mata coklat terang milik Selena terbuka dengan terkejut dan bingung.

ia melirik kamar sekitar—ini bukan gudang tempat dimana ia dikurung oleh ayahnya.

Perlahan Selena bangun dari kasur, menatap tak percaya. Menatap tubuhnya yang terpantul dicermin—menatap tak begitu percaya.

Selena mencubit, menampar pipinya. Ini sakit—ia tidak bermimpi dihidupkan kembali.

Seolah kehidupan sebelumnya hanyalah seperti mimpi buruk.

"Ya tuhan.. Terimakasih." bisiknya bersyukur, hampir meneteskan air matanya.

Dengan tekad kuat, Selena menegapkan diri. Berganti pakaian—dia sudah siap memulai kisahnya, merubah nasibnya menjadi lebih baik.

Ia kembali dikehidupan sebelumnya—waktu ini dan hari ini adalah hari setelah Selena dimarahi ayahnya karena meninggalkan Karina dikampus sendirian tanpa memberikan tumpangan.

Kini Selena siap memutarkan balik fakta kebohongan Karina. Ia akan memulai balas dendam sekarang.

Selena menuruni tangga—bersiap memulai, ia tak akan membiarkan orang-orang mengendalikan dirinya kembali.

Diruang makan ada ayahnya—Wirya Wiranata sedang menyesap kopinya ditemani istri barunya dan putri tirinya, Evelyn dan Karina.

Evelyn diduga cinta pertama Wirya sejak masuk sekolah menengah atas—pernikahan nya dengan Ana, ibu Selena membuat hubungan mereka berakhir.

Selena pikir ayahnya mencintai tulus mendiang ibunya—terlihat cara ayahnya dulu sangat mencintainya. Dulu mereka bertiga bahagia dengan satu putri mereka, setelah Ana meninggal dunia—masa lalu Wirya kembali—memicu emosi lama dan kerinduan yang tak disangka kembali.

"Selamat pagi ayah." Sapa Selena tanpa melihat mereka bertiga. Hanya menarik kursi dan duduk disana.

Wirya menurun korannya, mengangguk samar. "Sudah menyesali perbuatanmu Selena?" Tanya Wirya penuh harap, ia tak mau kedua putrinya memiliki masalah lagi.

Secara otomatis Selena menaruh alat makannya. Karina menatap pandangan Selena dengan waspada, menghitung setiap reaksi Selena agar bagaimana ia membalasnya dengan baik.

Sementara Evelyn sesekali melirik Selena, meletakan tangannya di lengan Wirya sebagai bentuk sentuhan menenangkan.

Seperti ibu yang bijak.

Selena berdeham, mereka mengharapkan ledakan. Jika ledakan amarah—ketidaksetujuan memberikan mereka celah sempurna untuk membalas layaknya korban.

Tangannya dengan lembut memegang lengan Karina. "Karina, adikku. Maafkan kakak ya karena meninggalkan mu kemarin. Kakak berjanji akan menjadi kakak yang terbaik untukmu mulai hari ini."

Suara Selena manis, seperti layaknya rasa bersalah. Membuat Karina—Evelyn dan Wirya terkejut—tak biasa mereka melihat sifat Selena yang pengertian dan lembut.

Selena berpura-pura terkejut dengan reaksi mereka, hampir halus memainkan perannya. "Kenapa kalian terkejut? Aku salah karena menelantarkan adikku. Aku mengakui kesalahanku." tanyanya berpura-pura bingung dengan senyuman tipis.

Wirya berdeham, mengangguk puas dengan sikap Selena yang tampak pengertian dan tidak memperpanjang masalah. "Iya, ayah senang kalian bisa akur."

Evelyn segera berdeham, mengangguk kaku dengan senyum dipaksakan. "Ya, ibu juga senang." sahutnya setuju, meletakan tangannya di lengan Selena lembut. "Kami berusaha menjadi yang terbaik untukmu sayang, aku juga berusaha menjadi ibumu yang baik begitupun Karina."

Evelyn tampak gugup mengatakannya, seperti seorang ibu tiri yang berusaha mendapatkan hati seorang anak kecil.

Segera Karina mengangguk, menyempurnakan drama ibunya. Sentuhannya ringan memeluk Selena dengan mudah

"Aku memaafkan kakak, lain kali jangan seperti itu ya kak Selena? Aku hanya ingin pulang bersama denganmu." ucapnya manis—selena hanya mengangguk, berpura-pura hubungan tiri ini sempurna

"Tentu saja adikku tersayang." Selena mengelus rambut lembut Karina meski matanya menunjukkan rasa dendam dan tidak suka secara terang-terangan.

Karina dan Evelyn tahu bahwa Selena hanyalah sandiwara—berpura-pura hubungan mereka membaik, layaknya sebuah keluarga

Mereka berdua entah bahwa sikap baik Selena pertanda baik atau buruk.

Jika buruk, mereka bisa mempertimbangkan menjadi 'Korban yang baik' namun jika Selena menjadi baik kepada mereka? Itu butuh rencana ulang untuk membuat semuanya sempurna.

Saat makan malam selesai, Selena bangkit. Mencium pipi Wirya dan Evelyn. Diam-diam wanita itu meringis jijik dicium putri tirinya.

Wirya terkekeh senang, mengelus pipi Selena dengan bangga. "Itu baru anak ayah. Akur lah dengan adikmu ya?" pesannya yang langsung diangguki oleh Selena.

"Tentu ayah! Aku akan menjaga adikku dengan sangat baik."

Diam-diam Karina cemberut mengapa Selena begitu bersikap baik? Wajah cemberut itu langsung dilihat oleh Evelyn—Evelyn melotot, memperingati Karina untuk tetap bersikap baik.

Dengan segera Karina tersenyum, menggandeng tangan Selena "Aku suka kakak Selena! dia baik dan juga pengertian ayah, jangan khawatir. Dia tidak akan menyakitiku, aku sepenuhnya percaya padanya."

Wirya mengangguk puas—senang dengan ikatan persaudaraan mereka. "Ya baiklah, pergilah. atau kalian akan terlambat ke sekolah"

Karina mengangguk, menggandeng tangan Selena—menariknya keluar dari rumah dengan langkah ceria seolah mereka benar-benar akur dan memiliki ikatan saudara yang sangat baik.

Saat sampai didepan pintu rumah, Karina melepaskan tangannya dari lengan Selena. Seolah melihat orang yang tak dikenal.

"Kenapa kau bertingkah baik kepadaku?" tanya Karina dengan bingung, matanya penuh menyelidiki pada Selena

Selena berbalik sebelum sampai dimobil, hanya tersenyum miring. "Kalian bersikap baik dihadapan ayahku, maka aku juga akan bersikap baik dengan kalian berdua dihadapan ayahku."

Mata Karina melotot tak percaya, benar dugaannya. Selena memang berpura-pura baik dihadapan ayah tirinya agar terhindar masalah.

"Kau licik sekali bersikap baik kepadaku dan ibuku hanya mencari perhatian dari ayahmu." Sahutnya dengan kesal, kedua tangannya terkepal erat.

Karina melangkah mendekat, hingga masuk kedalam mobil bersama Selena. Dengan enggan ia duduk bersebelahan dengan Selena. Ia benci bagaimana berbagi dengan Selena.

"Oh, kau mengatakan aku licik?" Selena memakai kacamata hitamnya, sebelah kakinya disilangkan dengan anggun.

menoleh menatap Karina dengan senyuman tipis yang mengejek.

"Aku hanya memulai apa yang sudah kalian berdua mulai, sayang." Selena bersandar puas, tak hanya ini. Selena sudah membuat rencana matang untuk mempermalukan mereka berdua.

Episodes
1 CHAPTER 01
2 CHAPTER 02
3 CHAPTER 03
4 CHAPTER 04
5 CHAPTER 05
6 CHAPTER 06
7 CHAPTER 07
8 CHAPTER 08
9 CHAPTER 09
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHARGER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
CHAPTER 01
2
CHAPTER 02
3
CHAPTER 03
4
CHAPTER 04
5
CHAPTER 05
6
CHAPTER 06
7
CHAPTER 07
8
CHAPTER 08
9
CHAPTER 09
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHARGER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!