Wakarui: The Beginning Of Darkness
Disuatu dimensi berlapis emas yang bernama narak.
Absolute tartarus seorang prajurit dari ras absolutian yang berasal dari planet the kingdom, sedang memikirkan rencana untuk mendapatkan kembali giga battle nizer dan tregear eye yang telah dicuri oleh dua orang Ultraman yang dia ambil dari masalalu yaitu Ultraman belial dan tregear versi isotop pararel.
Karena setelah pertarungan besar melawan para ultra untuk merebut tanah cahaya gagal.
ia akhirnya terpental masuk ke sebuah portal.
Namun akhirnya berhasil kembali ke narak dan kemudian menghidupkan kembali absolute diavolo.
Ia kemudian mulai mencari mereka ke berbagai dimensi dan planet
termasuk ke planet bumi.
Namun ia tau jika belial dan tregear bisa berubah atau merasuki manusia ia akhirnya terpaksa harus menyamar untuk mencari mereka disana.
"Bumi yaaa, tempat dimana para manusia rendahan tinggal"
"ucap tartarus"
ia kemudian menyilangkan tangannya dan mengeluarkan cahaya emas yang sangat terang dan perlahan cahaya itu mengecil dan memudar .
pada akhirnya ia berhasil berubah menjadi manusia biasa dengan tubuh wanita berambut ungu bergelombang.
"sempurna"
"ucap tartarus"
Ia lalu mulai melanjutkan perjalanan nya menyusuri gang perkotaan yang sepi sembari memikirkan nama samaran untuk nya.
Ia kemudian memasuki sebuah perpustakaan terbesar yang ada dikota tersebut yang bernama library city amevile sama seperti nama kota tersebut yang bernama kota amevile.
karena sudah larut malam penjaga perpustakaan berniat untuk menutup nya namun saat ia mematikan lampu tiba tiba saja tartarus dalam wujud manusia datang tanpa permisi.
"permisi nona ... Perpustakaan akan saya tutup silahkan kembali besok pagi"
"ucap penjaga perpustakaan itu dengan sopan.
Namun ia hanya menatap penjaga perpustakaan itu dengan tatapan sinis.
tanpa banyak bicara ia langsung membunuh penjaga perpustakaan itu dengan kekuatan listrik merah miliknya dan kemudian melanjutkan perjalanan nya untuk menyusuri ruang perpustakaan itu.
Ia lalu mulai membuka satu persatu buku yang ada dirak dan tanpa sengaja ia melihat sebuah buku dongeng tua yang sudah berdebu.
Ia lalu membuka buku itu dan mulai melihat halaman demi halaman.
dan saat ia membuka halaman Tengah ia lalu melihat sebuah gambar penyihir dengan rambut hijau tua yang panjang dan mengerikan.
"penyihir?"
"tanya tartarus"
ia lalu mulai membaca halaman itu untuk mengetahui siapa penyihir itu.
Namun ia tersenyum saat mengetahui jika penyihir itu memiliki sifat yang licik dan tenang sama seperti dirinya.
"hah sebaiknya aku menggunakan nama penyihir ini sebagai nama samaran"
"ucap tartarus"
Ia lalu menggunakan nama penyihir yang bernama Darcy itu sebagai nama samaran nya.
Ia lalu keluar dari perpustakaan dan mulai melanjutkan perjalanan nya menyusuri kota dimalam hari.
Saat ia sampai didekat lautan,ia melihat seorang gadis kecil dengan rambut ungu cerah sedang menangis dikursi taman.
"apa yang dia lakukan,bukankah seharusnya manusia beristirahat saat hari sudah gelap seperti ini"
"ucap Darcy"
ia lalu menghampiri gadis kecil itu dan mulai bertanya padanya .
"hei bukankah manusia seperti mu harusnya beristirahat"
"tanya Darcy"
"huhh si-siapa kau"
"tanya gadis kecil itu dengan sedikit gemetar"
"namaku Darcy aku penduduk baru kota ini*
"jawab Darcy dengan wajah yang sinis"
"kau bukan hantu kan?"
"tanya gadis itu"
"ah sudahlah menangis tidak akan menyelesaikan masalahmu"
"ucap Darcy"
"aku.... sedih karena keluarga ku tidak ingin mengakuiku"
"ucap gadis itu sambil bersedih"
"sudah lah "
"ucap Darcy"
"humm aku kecewa karena keluarga ku pilih kasih padaku"
"ucap gadis itu"
"hhuhhhh"
"ucap Darcy sambil menghela nafas"
"mau kah menolong ku"
"tanya gadis itu"
"hah menolong?"
"ucap Darcy"
"iya keluarga ku bilang hidup ku tidak berguna dan tidak akan ada yang peduli padaku maukah kau menjadi satu satunya Kaka yang peduli padaku untuk membuktikan pada mereka jika masih ada orang yang sayang padaku"
"ucap gadis itu"
"hahhh itu terlalu mustahil"
"ucap Darcy"
"kumohon"
"ucap gadis itu sambil memohon"
"baiklah tapi ada syaratnya""
"ucap Darcy"
"hah syarat? Apapun itu aku akan lakukan!"
"ucap gadis itu"
"kau harus siap jika harus mati"
"ucap Darcy"
"baiklah..."
"ucap gadis itu"
"bagus"
"ucap Darcy"
"oh ya nama mu siapa..."
"tanya gadis itu"
"namaku Darcy"
"jawab Darcy"
"baiklah kalau begitu namaku wakarui wakasih"
"ucap gadis itu"
Setelah itu wakasih membawa Darcy pulang ke rumah dengan perasaan gembira dan memperkenalkan nya pada Kaka kakanya yang lain.
"ini Kaka baruku namanya Darcy"
"ucap wakasih"
Namun Darcy hanya diam seolah ingin menghemat energinya.
mereka yang melihat nya langsung berkenalan meskipun tatapan Darcy agak mengerikan.
anehnya lagi Darcy menolak untuk berjabat tangan dengan alasan jika tangan nya kotor.
ia lalu masuk ke kamar wakasih dan duduk disamping jendela.
"Kaka tidak mengantuk"
"tanya wakasih"
"tidak"
"ucap Darcy"
Keesokkan harinya Darcy merasa heran karena wakasih tidak ada dikasurnya.
Ia lalu berjalan keluar kamar sambil mencarinya.
namun ia terkejut ketika melihat wakasih sudah sekarat dengan pisau yang menancap diperutnya.
"ka-ka..."
"ucap wakasih sambil menahan sakit"
"apa yang kau lakukan"
"tanya Darcy"
"aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku yang tidak berguna ini"
"jawab wakasih"
Dengan cepat Darcy Langsung memeluk nya dan mengambil pisau yang tertancap diperutnya secara perlahan"
"kau jangan panik"
"ucap Darcy"
Ia lalu membawa nya ke rumah sakit karena tau dari beberapa seijin jika manusia sakit maka mereka akan pergi ke rumah sakit dan beruntung nya gadis malang itu masih selamat.
> *to be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
mary dice
ceritanya bagus cuma kenapa kalimat langsungnya terpisah 🤔
2026-03-16
2
naraya
lanjut min seru soalnya 🤭
2026-03-18
1