kasihan

Yola mengendarai mobilnya dengan pelan, dia sedang mabuk jadi harus hati-hati. Yola mampir membeli roti dan aneka makanan instan, bahkan membeli martabak manis dan telur karena kepikiran Langit sedang kelaparan saat ini.

Setelah membeli semua yang ingin dirinya beli, jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Yola masuk ke lokasi gang sempit dan kumuh, mobil hanya bisa masuk sampai parkiran kotor.

"Buset, untung aja alam bawah sadar Yola bisa bawa mobil. Gue anak miskin mana bisa naik beginian, untung aja selamat." Gumam Yola merasa lega.

Yola berjalan membawa keresek besar, dia mencari pintu nomor 7 yang merupakan milik Langit di buku aslinya. Bertamu di pagi buta begini memang gila, tapi Yola harus bergerak cepat.

"Ini gimana kalo gue diusir ya?." Batin Yola mulai ragu.

Yola berdiri di depan pintu nomor 7, terlihat sangat sepi dan itu membuat Yola merinding. Setelah menguatkan hati, Yola mulai mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu.

Tok..Tok..Tok...

Tok...Tok..Tok..

Yola mengetuk pintu berkali-kali, tidak ada sahutan ataupun pergerakan membuka pintu. Yola mulai putus asa dan berniat pulang, tapi suara tapak kaki dari dalam membuat Yola tersenyum cerah.

"J-jangan bilang salah kamar?." Batin Yola mulai pesimis.

Gorden dari jendela terlihat tersibak sedikit, Yola tau Langit sedang mengintipnya. Yola berusaha berdiri dengan tatapan polos, berusaha bertingkah tidak mencurigakan dan Langit mau membukakan pintu.

Ceklak

Jantung Yola berdebar, dia mulai merasa takut dan berpikir untuk pulang saja setelah memberi makan. Ternyata Langit itu tinggi dan tatapannya menusuk, bibirnya benar-benar pucat dan sedikit hitam seperti pecandu rokok.

"Siapa Lo." Ucap Langit dingin.

"Maaf, gue mimpi lo mati kelaparan jadi gue dateng bawa makanan." Ucap Yola ngawur.

"Lo mabuk? lo tau alamat gue dari siapa." Langit mulai merasa curiga, matanya melirik keluar mengira ada orang lain yang membuntuti Yola.

"Gue beneran ngga jahat kok." Yola merasa kepalanya pusing.

Yola meletakan kresek hitam dan putih besar di lantai, dia duduk berjongkok karena merasa kepalanya pusing. Langit mengamati dengan heran, siapa juga yang tidak curiga saat mendapatkan tamu aneh pagi-pagi buta.

"Lo kesini naik apa?." Hanya Langit.

"Mobil, gue terus terang aja ya. Jujur gue tau kalo lo punya penyakit paru-paru parah. Gue Dateng kesini emang bener karena tadi gue mimpi lo mati kelaparan, intinya gue emang sengaja dateng dari rumah kesini." Ucap Yola.

"Terus kenapa? lo mau ngancem gue?." Langit mulai waspada.

"Ngancem buat apa?." Yola mulai merasa meriang.

"Gue ngga kenal lo dan lo tiba-tiba bilang tau tentang penyakit gue. Lo dateng pagi-pagi buta, menurut lo gue bakal percaya gitu aja." Langit berucap penuh logika.

"Akhh iya deh gue nyerah, gue pengen adopsi lo." Jujur Yola.

"Gila, pergi lo dari sini." Langit hendak menutup pintu.

Yola buru-buru menahan dengan kaki dan tangannya, persetan kalo tulangnya patah. Dia tidak boleh menyerah disini, dia harus menyelamatkan karakter malang ini.

"Gue hidup sendirian, gue sebatang kara, gue ngga mungkin angkat lo jadi adek. Makanya gue mau adopsi lo jadi anak gue, gue bakal bayarin biaya pengobatan lo sampe sembuh. Biaya sekolah dan biaya makan juga bakal gue tanggung, sebagai gantinya lo harus jadi keluarga gue. Gue bakal bikin surat kontrak resmi ke notaris kok." Ucap Yola.

"Sebenernya lo siapa?." Langit menatap menakutkan.

"Nama gue Yolanda Viani, kita bakal kenalan nanti. Intinya plis mending kita buat surat kontraknya sekarang dan lo anterin gue pulang, gue rasanya mau mriyang." Yola merasa akan sakit setelah ini.

"Lo dateng sendiri dan sekarang minta gue anterin?." Langit menatap penuh benci.

"Plis lah, lagian tawaran gue ga rugiin lo kan? gue bakal jaga rahasia kok suer, gue cuma butuh keluarga aja." Yola merengek.

"Darimana lo tau tentang penyakit gue, tentang alamat gue tinggal?." Langit sepertinya marah.

"Duhh gue pernah liat lo nunggak bayar pengobatan di rumah sakit beberapa waktu lalu. Gue nyuruh orang buat ngikutin lo, makanya gue tau sekarang." Yola ngarang.

"Lo bisa kasih gue kontraknya sekarang." Sepertinya Langit benar-benar butuh uang.

Yola buru-buru menelpon pengacaranya, untuk segera membuatkan surat adopsi untuk Langit. Langit mendengarkan semua yang dikatakan oleh Yola.

"Semua surat adopsi bakal jadi besok, apa lo punya data diri?." Tanya Yola, masih menelpon, Langit mengangguk sebagai jawaban.

Yola menyelesaikan telepon dan semuanya selesai, untung saja Yola tau jika Yola asli selalu meminta ini itu pada pengacaranya yang royal.

"Dingin banget, Ibu nginep disini dulu ya nak." Yola sudah menggigil.

"Menyusahkan." Langit mempersilahkan masuk.

"Hey yang sopan sama orangtua." Yola sudah siap menjadi Ibu-ibu.

Yola langsung melompat ke kasur lantai dan bergelung selimut, wangi parfum laki-laki yang menenangkan. Yola langsung tertidur lelap begitu saja, Langit menatap dengan heran. Dia membuka kresek yang dibawa Yola dan memakan isinya. Dia memang kelaparan, setiap malam dia selalu menahan lapar. Karena uangnya hanya cukup untuk berobat jalan dan membeli sarapan saja.

Pagi hari berikutnya, Yola bangun kesiangan. Dia bangun jam 10.00 siang dan tidak melihat Langit di sekitarnya. Yola mencari kesana kemari bahkan ke kamar mandi, tapi Langit tidak ditemukan dimana-mana.

Yola duduk termenung diatas kasur, meminum air mineral dan merasa kepalanya sakit. Dia membuka ponselnya, merasa terkejut karena ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal.

Ada juga pesan yang masuk, ternyata itu nomor Sky. Sky terlihat marah karena Yola memblokir nomornya, bahkan Yola tidak ada dirumah saat Sky datang pagi tadi.

Entah kenapa jantung Yola jadi berdebar tak karuan, dia jadi takut dituduh selingkuh. Sepertinya dia harus buru-buru membawa Langit pulang kerumahnya, dia harus segera menghadapi kemarahan Sky.

"Padahal gue yang mulai, tapi kenapa sekarang gue panik ya?." Batin Yola merasa gugup.

Tak lama kemudian, pintu terbuka dan Langit masuk ke dalam. Yola melihat Langit membawa dua bungkus nasi, dia memberikan satu pada Yola. Yola makan dengan lahap meskipun lauknya hanya tempe orek dan mie goreng.

Langit terkejut, padahal mobil yang dibawa Yola sangat mewah dan mahal. Tapi Yola makan makanan murah dengan lahap, Langit yang tadinya merasa malu jadi merasa sedikit senang.

"Oke udah kenyang nih, ayo kita pulang ke rumah sesungguhnya nak." Ucap Yola, tenaganya sudah kembali terisi.

"Gue bakal nyusul besok." Lirih Langit.

"Kenapa?." Heran Yola.

Melihat Langit yang nampak berpikir, Yola jadi ikut berpikir. Dia akhirnya meminta pengacaranya untuk membawa berkas ke kost saja, dia tidak mau menunda lagi karena Sky sudah kebakaran jenggot saat ini.

"Lo nunggak biaya kost ya?." Tebak Yola.

Deg.

Langit tersentak, menutupi rasa malu dengan wajah datarnya. Yola mengeluarkan uang yang ada di dompetnya, masih ada dua juta dan dia berikan pada Langit.

"Ini, bayar tunggakannya. Kenapa bingung? kan sekarang ada Ibu kaya raya disini." Yola sombong.

Langit terkejut, merasa harga dirinya terluka. Tapi dia memang membutuhkan uang saat ini, jadi dia menerima uang dari Yola dan pergi membayar tunggakan sewa sekaligus pamit.

Tidak lama kemudian pengacara datang, Yola harus menunggu Langit kembali lebih dulu. Setelah Langit selesai melunasi tunggakan, kini surat adopsi mulai di tandatangani.

"Akhirnya......." Batin Yola lega.

Drrttt

Drtttt

Deg.

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

mampus kau Yola 🤣🤣🤣
bakalan di smake down sama sky 🤣🤣🤣🤣
terus digoreng, lalu di geprek disambelin diurek urek..aakhhh mantabbbb

2026-04-08

0

Dede Mila

Dede Mila

ini si Yola umur berapa Thor 🤦🤦🤦

2026-06-05

0

Erna Masliana

Erna Masliana

lucu y maksa banget jadi emak🤣🤣

2026-02-01

2

lihat semua
Episodes
1 pengenalan alur
2 masuk novel
3 mengubah alur
4 kasihan
5 amarah
6 galau level max
7 luluh
8 keputusan berat
9 sarang serigala
10 asma
11 nyaris terlambat
12 tsunder
13 apa karena Yola?
14 mulai terbiasa
15 plot cerita asli
16 perasaan aneh
17 wali stres
18 mediasi penuh ancaman
19 drop out
20 transplantasi paru-paru
21 kabar yang ditunggu
22 will you marry me
23 sekolah = masalah
24 caper
25 parasit
26 makan aja
27 rumor busuk
28 tersangka palsu
29 terlalu romantis
30 dalam bahaya
31 survive sendiri
32 masih saja salah
33 wedding photos
34 janji suci
35 main-main
36 keluarga
37 iri dengki
38 busuk hati
39 masuk plot asli
40 efek butterfly
41 provokasi
42 tokoh penting
43 seperti liburan keluarga
44 aura bapak-bapak
45 mulai berdamai
46 balas budi
47 konflik alay
48 semakin aneh
49 pengakuan
50 pecundang
51 go public
52 honeymoon [1]
53 honeymoon [2]
54 honeymoon [3]
55 honeymoon [4]
56 honeymoon [5]
57 kok gosong
58 bos muda
59 nyaris kecolongan
60 dukungan
61 keputusan sidang
62 the first experience
63 Merry Christmas
64 cypress family
65 universitas glory star
66 ospek
67 masalah pertama
68 Langit & Guntur
69 dipermalukan
70 saling menerima
71 benih cinta?
72 trend
73 mulai curiga
74 mendesak
75 canggung
76 hamil
77 baby twins
78 pertemuan dua keluarga
79 tamat
80 info buku baru
Episodes

Updated 80 Episodes

1
pengenalan alur
2
masuk novel
3
mengubah alur
4
kasihan
5
amarah
6
galau level max
7
luluh
8
keputusan berat
9
sarang serigala
10
asma
11
nyaris terlambat
12
tsunder
13
apa karena Yola?
14
mulai terbiasa
15
plot cerita asli
16
perasaan aneh
17
wali stres
18
mediasi penuh ancaman
19
drop out
20
transplantasi paru-paru
21
kabar yang ditunggu
22
will you marry me
23
sekolah = masalah
24
caper
25
parasit
26
makan aja
27
rumor busuk
28
tersangka palsu
29
terlalu romantis
30
dalam bahaya
31
survive sendiri
32
masih saja salah
33
wedding photos
34
janji suci
35
main-main
36
keluarga
37
iri dengki
38
busuk hati
39
masuk plot asli
40
efek butterfly
41
provokasi
42
tokoh penting
43
seperti liburan keluarga
44
aura bapak-bapak
45
mulai berdamai
46
balas budi
47
konflik alay
48
semakin aneh
49
pengakuan
50
pecundang
51
go public
52
honeymoon [1]
53
honeymoon [2]
54
honeymoon [3]
55
honeymoon [4]
56
honeymoon [5]
57
kok gosong
58
bos muda
59
nyaris kecolongan
60
dukungan
61
keputusan sidang
62
the first experience
63
Merry Christmas
64
cypress family
65
universitas glory star
66
ospek
67
masalah pertama
68
Langit & Guntur
69
dipermalukan
70
saling menerima
71
benih cinta?
72
trend
73
mulai curiga
74
mendesak
75
canggung
76
hamil
77
baby twins
78
pertemuan dua keluarga
79
tamat
80
info buku baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!