"Ga, kenapa kamu tidak istirahat saja? Nanti jahitannya lepas lagi loh..." sambut Tantri, saat melihat Arga yang sedang menuruni anak tangga. " Arga udah mendingan kok mah" ujar Arga yang tangannya disambut oleh Tantri dan menuntunnya. " Iya Arga, benar kata Mamamu... sebaiknya kamu istirahat, jangan naik turun tangga dulu, kalau bisa kamu tidur aja dibawah. dikamar anak-anak" ujar Arya menyarankan putranya. Mereka tidak mau terjadi apa-apa dengan putra bungsunya itu .
" Oh yah... Tadi mama sudah hubungi mas Angga, nanti sore sepulang kerja dia mau kesini" ujar Tantri sambil tersenyum. Tapi tidak dengan Arga mendengar nama kakaknya dipanggil hatinya seperti diremas, sakit hatinya mengalahkan sakit yang ada diperut bagian bawahnya. " Bilang sama Angga, jangan bawa wanita itu!" tolak Arya tidak suka. Cepat sekali putranya itu menikah lagi. Padahal Arya berencana membuat Angga kembali rujuk dengan Raisa mengingat mereka sudah memiliki dua orang anak.
" Papah gimana sih? Mereka kan sudah menikah, sewajarnya Angga membawa istrinya kesini, kerumah orangtuanya. Papah jangan egois ah... Jangan karena kita tidak suka kita mengorbankan perasaan Angga anak kita." ujar mama yang sudah mulai menerima Hani sebagai menantunya.
Sedangkan Arga sama sekali tidak perduli dengan urusan Angga maupun istri barunya, yang dia pikirkan saat ini nasib keponakannya Rangga dan juga Angel, di usia mereka yang masih kecil sudah harus menerima kenyataan bahwa orangtuanya berpisah, tentu saja mereka akan kehilangan sosok dan juga kasih sayang seorang ayah. Memikirkan itu hatinya berdenyut. Jika Raisa dia tidak terlalu memikirkannya. Hanya Saja Arga berdoa untuk kebahagiaan wanita itu. semoga Wanita itu mendapatkan jodoh yang terbaik dan mau menerima dan menyayangi kedua keponakannya.
"Ga, Arga," panggil Mama sambil mentowel putranya. Karena tidak mendengar panggilannya, membuat Arga kaget. " Malah melamun" ujar Tantri. " Maaf mah Arga gak denger, tadi mamah ngomong apa?" Tanya Arga lagi, membuat Arya tersenyum. " Kamu lagi mikirin apa ga?, sampai mamah kamu ngomong panjang lebar kamu ga denger." Tanya Arya. Seperti melihat ada beban pikiran diwajah putranya. " Arga kepikiran sama keponakan Arga pah" Ujarnya sendu. Wajar Arga kepikiran karena keponakannya masih kecil-kecil.
" Semua ini sa…
Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar
bab 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments