4. Hari pertama ospek

Dua minggu sudah Lavanya di Jakarta, ia sungguh bosan tidak ada yang ia kenal di sini selain keluarga suaminya,.setiap hari Lavanya pergi ke rumah Freya hanya untuk bermain dengan oliv dan membantu menjaga oliv hingga sore.

Hari ini adalah hari pertama Lavanya menjadi maba dan akan melaksanakan ospek di kampus, ia berangkat lebih awal setelah sholat shubuh ia sudah bersiap.

Di hari pertama ini Lavanya memilih untuk menaiki ojek online dari pada harus membawa kendaraan sendiri, Lavanya juga tidak melihat sang suami sedari kemarin, namun ia cukup bodo amat dengan suaminya tersebut.

Selama dua minggu tinggal bersama tidak ada interaksi sama sekali dari keduanya, Lavanya yang memilih untuk menghindari Sambara dan Sambara yang sibuk dengan urusan bisnis dan juga urusan kampusnya.

Lavanya tiba di kampus pukul enam pagi, sudah banyak sekali para maba yang sudah berada di kampus, entah mereka datang jam berapa.

"Lavanyaaaaa" teriak seorang perempuan berambut sebahu .

Lavanya mencoba untuk mencari orang yang memanggilnya, hingga ia menemukan teman SMA yang juga berkuliah di kampus yang sama dengan Lavanya.

" Bening" panggil Lavanya saat melihat temannya.

Lavanya dan Bening adalah teman sekelas waktu SMA, walaupun tidak terlalu dekat seperti teman Lavanya yang lain,kadang hanya betegur sapa saja.

" Kamu kuliah di sini juga?" tanya Lavanya menghampiri Bening.

" enggak sih van, aku di sini jadi OB" jawab Bening bercanda.

" bisa saja kamu, jurusan apa?" tanya Lavanya.

" Manajemen bisnis, kalau kamu?" .

" Wihh sama dong,aku juga manajemen bisnis" .

" Syukur dech, aku udah ada temen jadi enggak plangah plonggoh sendiri" jawab Bening.

"Ya sudah yuk kita ke lapangan " ajak Lavanya.

Namun saat ingin beranjak Lavanya bertemu dengan adik iparnya, siapa lagi kalau bukan Kiran.

" hai kakak ipar" sapa Kiran pada Lavanya .

Bening tampak bingung saat kiran memanggil Lavanya dengan sebutan kakak ipar, setau Bening Lavanya adalah anak pertama.

" kakak ipar?" tanya Bening.

Lavanya langsung mengalihkan menyangkal pertanyaan Bening, " ouhh Ning kenalin ini teman aku, Kiran namanya, dia suka bercanda manggil aku kakak ipar" jawab Lavanya berbohong.

" Oalah, salam kenal aku Bening temen sekelas Vanya waktu SMA" jawab Bening mengulurkan tangannya.

" Kiran" jawab Kiran menerima uluran tangan Bening.

" Ke auditorium yukk... takut keburu di mulai acaranya" ajak Lavanya.

".kalian duluan aja ,gue masih nunggu temen gue" balas Kiran.

"okey kalau gitu kita duluan yaa... " sahut Lavanya.

Kiran menganggukan kepalanya, Kiran menatap kepergian sang kakak ipar dan juga temannya itu, Kiran merasa kasian dengan kakak iparnya itu, yang harus menikah dengan kakaknya yang bahkan lebih mementingkan pacar nya dari pada istrinya.

" Woy nunggu sapa loe?" tanya Seseorang yang menepuk bahu Kiran dari belakang.

" Anj*r kaget" pekik Kiran saat mengetahui sang kakak yang menepuk bahunya dan di sampingnya terdapat Aurora yang terlihat menggatal dengan Sambara.

" ngapain loe disini? bukannya masuk" tanya Sambara kembali.

" Nunggu vio " jawab Kiran singkat, karena ia tidak suka melihat sang kakak yang bermesra dengan Aurora, padahal ia sudah punya istri.

" Sayang aku ke dalam dulu ya... udah di tunggu sama Grace " pamit Aurora yang melihat tatapan tidak suka dari Kiran.

" Iya sayang, besok kota ketemu lagi yaaa" balas Sambara.

Sambara dan Kiran melihat kepergian Aurora, Setelah itu mereka menunggu lama vio datang dengan segala atributnya.

" Kiran maaf ,macet banget tadi" ujar Vio saat baru saja datang.

" Kak Bara" sapa vio pada Sambara.

" Ya... atribut kalian lengkap?" balas Barra.

" lengkap kak"

" lengkap" sahut Kiran dan Vio bersamaan .

" Ya sudah san gabung sama yang lain, gue mau cek kondisi dulu" pinta Sambara pada sang adik.

Kiran dan Vio kemudian menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan Sambara sendiri, namun saat melewati Sambara, Kiran membisikan sesuatu pada Sambara.

" Jangan lupa, istri loe juga di sini, tiga hari loe gk pulang kan" bisik Kiran pada sang Kakak.

Sepeninggalan Kiran, Sambara tampak sedikit termenung hingga akhirnya teman- teman motornya datang.

Sambara memang ikut geng motor hanya untuk senang- senang saja, lebih tepatnya komunitas motor sport nya yang kebetulan mereka satu kampus .

" Woyy bro.. pagi- pagi udah ngelamun bae" tegur Vilas.

" Anj*ng kaget gue, kalian dari mana?" sahut Sambara.

" Habis nolongin maba pingsan, kayaknya asam lambung dia, mana cantik lagi" balas Vilas.

" Jangan loe godain baru juga pertama masuk dia" sahut Sambara.

" Selagi dia jomblo mah Gas aja bro, mana cantik banget lagi, tinggi, putih gila pas gue gendong wangi banget, sangking wanginya nih parfumnya masih nempel di baju gue" jawab Dipta yang menggendong maba tersebut.

Sambara mencium Wangi baju Dipta, Sambara tidak asing dengan parfum yang menempel di baju Dipta,itu seperti bau Parfum sang istri.

Selama tinggal bersama Sambara sering mencuri- curi untuk masuk ke dalam Kamar Lavanya, tanpa di ketahui oleh Lavanya sendiri.

Ia sering mencuri ciuman sang istri yang candu,namun ia gengsi dan masih menyangkal perasaannya.

" Nama mabanya siapa?" Tanya Sambara.

" Kalau gak salah Lavanya, gue saranin kalau dua atributnya kurang lengkap jangan di hukum bro,kasian dia tetap maksa ikut pembukaan hari ini" sahut Dipta yang tadi melihat wajah ketakutan Lavanya saat ia lupa membawa topi.

" Gue ke sana dulu bro, mau cek yang lain juga" Sambara kemudian berlalu meninggalkan teman- temannya.

Saat di depan auditorium Sambara melihat Sang istri bersama dengan adiknya dan juga pacar sang adik yang tak lain adalah Vio.

" Udah pakai aja, muka loe juga pucet gitu, kalau loe pingsang lagi bisa- bisa gue sama Kak Bara di ceramahin sama Mama" ujar Kiran memaksa sang kakak iparnya.

" enggak usah gapapa kok, ini kan salah ku tadi Bening juga lagi coba minta izin ke panitianya" tolak Lavanya.

" Gapapa kak, pakai saja, atau mau gue temenin ke rumah sakit, muka loe pucet bangat " sahut Vio yang telah mengetahui hubungan Lavanya dan juga Sambara.

" panggil Vanya aja, enggak usah aku beneran gapapa kok" sahut Lavanya.

Sambara yang mendengar permasalahan sang istri ia menuju ke mobilnya, seingat sambara topi sang istri tertinggal di mobilnya saat ia mengantarkan sang istri mengambil almamater kampus.

Saat sampai di mobil benar saja topi milik Lavanya jatuh di dalam mobilnya, Sambara kemudian berlari kembali ke auditorium.

Saat sampai Bening teman Lavanya juga sudah berada di sana membawa roti untuk Lavanya.

" Nih" Sambara menyodorkan topi milik Lavanya .

Bening yang mengetahui di depannya ini adalah Sambara Lakeswara ia sedikit heboh, Ketua BEM di kampus serta pengusaha yang cukup sukses di usia muda.

" Tadi ada ojol yang nganter, nama loe Lavanya kan?" ucap Sambara saat sang istri hanya diam dan tidak mengambil topinya.

" oh.. iya terima kasih kak" sahut Lavanya.

Setelah itu Sambara pergi ia hanya mengawasi sang istri dari jauh dan menanyakan kabar Lavanya dari sang adik.

Setelah drama bertopian dan mengikuti ospek hari pertama dengan sedikit lemas, Lavanya akhirnya pulang karena hari juga sudah sore.

"Vanya ayo bareng... kita antar dulu" ajak Vio.

" ehh enggak usah Vi, aku udah pesen ojol kok,kalian duluan saja" tolak Lavanya .

" beneran?" tanya Vio kembali memastikan.

" Iya, kalian duluan saja gapapa" Jawab Lavanya.

" Ya sudah kalau gitu kita duluan, kalau ada apa- apa telfon mama aja" ujar Kiran kemudian melajukan mobilnya.

Sedangkan Bening sudah pulang sedari tadi, kini Lavanya menu/ju ke depan kampus berjalan kaki, untuk menunggu mencari taxi.

Sambara melihat Sang istri berjalan gontai, ia pamit ke anggotanya terlebih dahulu sebelum ia menyusul Lavanya.

Setelah pamit Sambara mengambil mobilnya dan menyusul Lavanya,namun saat sampai di halte di depan kampus dan dimana Lavanya menunggu taxi, Sambara melihat Lavanya di Bontang oleh seorang lelaki dengan motor mati nya berwarna hitam.

" sapa dia?"

Terpopuler

Comments

Irma

Irma

mau tanya thor sebenarnya kiran adiknya barra laki" apa perempuan sih

2026-06-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!