Bab 4 Pesona Uang

Rumah Sakit Rakyat Jianghai.

Suasana lobi rumah sakit cukup sepi, hanya ada beberapa pasien darurat yang lalu lalang. Bau obat-obatan dan antiseptik menyengat hidung.

Ye Chen berlari menuju meja resepsionis lantai 3, tempat bangsal ibunya berada.

Di meja jaga, terlihat seorang perawat wanita berwajah jutek sedang asyik bermain ponsel sambil mengunyah permen karet. Namanya tertera di name tag Suster Wang.

Wanita inilah yang selama seminggu terakhir selalu menghina Ye Chen setiap kali dia telat membayar biaya obat.

"Suster Wang!" panggil Ye Chen, napasnya sedikit terengah.

Suster Wang mendongak malas. Saat melihat Ye Chen dengan pakaian kotor dan basah, wajahnya langsung mengerut jijik.

"Hah? Kau lagi?" Suster Wang memutar bola matanya. "Ye Chen, sudah kubilang kan? Kalau tidak bawa uang 500.000 Yuan, jangan datang ke sini. Kau cuma bikin sumpek pemandangan."

"Aku mau bayar biaya pengobatannya," kata Ye Chen tegas.

"Bayar?" Suster Wang tertawa mengejek. Cuih, dia meludah permen karetnya ke tisu. "Pakai apa? Daun? Atau kau mau jual ginjalmu? Asal kau tahu ya, Dokter Li sudah memerintahkan untuk mencabut alat bantu ibumu jam 6 pagi nanti. Kamarnya mau dipakai oleh pasien VIP yang beneran punya uang."

Rahang Ye Chen mengeras. "Siapa pasien VIP itu?"

"Tuan Muda dari Keluarga Chen. Eh, bukan urusanmu! Intinya orang kaya! Bukan gembel sepertimu yang cuma bikin rugi rumah sakit!" bentak Suster Wang.

Suara ribut itu memancing perhatian beberapa orang. Seorang dokter pria paruh baya dengan jas putih keluar dari ruangan. Wajahnya terlihat licik dan sombong. Ini Dokter Li, dokter yang menangani ibunya.

"Ada keributan apa ini?" tanya Dokter Li.

"Dokter, si miskin ini datang lagi. Dia bilang mau bayar, tapi pasti bohong," adu Suster Wang dengan nada manja yang dibuat-buat.

Dokter Li menatap Ye Chen dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan merendahkan.

"Ye Chen... ibumu itu penyakitnya komplikasi. Biayanya mahal. Rumah sakit ini bukan badan amal. Kalau kau tidak punya uang, bawa pulang saja ibumu dan biarkan dia mati dengan tenang. Itu lebih realistis."

Darah Ye Chen mendidih. "Mati dengan tenang? Kau ini dokter atau pembunuh?!"

"Jaga mulutmu sialan!" Dokter Li marah. "Satpam! Seret dia keluar!"

Dua orang satpam bertubuh besar mendekat, siap menangkap Ye Chen.

Ye Chen menarik napas panjang, menekan amarahnya. Dia tidak ingin berkelahi di sini dan mengganggu ibunya.

"Kalian butuh uang kan?" Ye Chen mengeluarkan kartu hitamnya. Kartu itu berkilau misterius di bawah lampu rumah sakit. "Gesek kartu ini."

Suster Wang dan Dokter Li terdiam sebentar melihat kartu itu. Warnanya hitam pekat dengan ukiran naga emas yang timbul. Terlihat sangat eksklusif, tapi mereka belum pernah melihat kartu bank seperti itu.

"Hah! Kartu mainan apa ini?" Suster Wang tertawa sinis. "Kau mau nipu kami pakai kartu game center?"

"Coba saja dulu, Dasar sialan!" bentak Ye Chen. Tatapannya begitu tajam hingga membuat Suster Wang tersentak kaget.

Entah kenapa, melihat mata Ye Chen yang berkilat itu, jantung Suster Wang berdegup kencang. 'Kenapa gembel ini tiba-tiba terlihat... seksi?' batinnya bingung. Aura "Tubuh Naga" Ye Chen mulai mempengaruhi wanita di sekitarnya tanpa sadar.

Dengan tangan gemetar karena takut sekaligus penasaran, Suster Wang mengambil kartu itu dan memasukkannya ke mesin EDC di meja.

"Awas kalau decline ya, aku panggil polisi!" ancamnya.

Suster Wang memasukkan nominal tagihan: 500.000 Yuan.

Beep... Beep...

Mesin itu hening sejenak. Dokter Li tersenyum mengejek, bersiap untuk mengusir Ye Chen.

Tiba-tiba.

Kringgg!

Mesin EDC itu mengeluarkan struk panjang. Lampu indikatornya berwarna hijau terang.

[TRANSAKSI BERHASIL]

[SISA SALDO: ERROR (TERLALU BANYAK DIGIT)]

Mata Suster Wang melotot sampai hampir keluar dari rongganya. Mulutnya menganga lebar.

"Ber... Berhasil?" cicitnya tak percaya.

"Apa?!" Dokter Li menyambar struk itu. Wajahnya langsung pucat pasi.

Ye Chen tidak berhenti di situ. Dia menatap Dokter Li dengan tatapan membunuh.

"Lima ratus ribu itu untuk tunggakan kemarin," ucap Ye Chen dingin. "Sekarang, gesek lagi 5 Juta Yuan."

"Li... Lima juta?!" Dokter Li gagap. "Un... Untuk apa Tuan?" Panggilannya langsung berubah dari 'Kau' menjadi 'Tuan'.

"Aku mau ibuku dipindahkan ke kamar VVIP Presidential Suite sekarang juga. Aku mau perawat terbaik, obat impor terbaik, dan..." Ye Chen menunjuk hidung Dokter Li, "...aku tidak mau melihat wajahmu lagi. Ganti dengan dokter spesialis terbaik di kota ini. Kalau dalam 10 menit ibuku belum pindah, aku akan beli rumah sakit ini dan memecat kalian semua!"

Suara Ye Chen menggelegar di lobi.

Dokter Li gemetar hebat. Keringat dingin mengucur deras di dahinya. 5 Juta Yuan adalah target omset rumah sakit selama sebulan, dan pemuda ini membuangnya begitu saja seperti uang receh?

"Ba-baik! Baik Tuan Ye! Segera! Segera kami laksanakan!" Dokter Li membungkuk 90 derajat, persis seperti anjing yang patuh. "Suster Wang! Cepat siapkan kamar VVIP Lantai 1! Panggil Profesor Zhang dari rumahnya sekarang juga!"

Suster Wang yang tadi judes, kini menatap Ye Chen dengan tatapan berbinar-binar penuh nafsu. Matanya menelanjangi tubuh tegap Ye Chen. Dia menyadari betapa tampannya pemuda ini sekarang.

"Tuan Ye..." Suster Wang mengubah suaranya menjadi mendesah manja, tubuhnya sengaja dicondongkan ke depan agar belahan dadanya terlihat jelas oleh Ye Chen. "Maafkan kelancangan saya tadi... Saya bisa kok menjadi perawat pribadi untuk ibu Anda... dan untuk Anda juga kalau malam..."

Dia mengedipkan sebelah matanya dengan genit, menggigit bibir bawahnya.

Ye Chen menatap wanita itu datar. Mata Kebenaran-nya aktif otomatis.

[Target: Wang Sisi (Perawat)]

[Status: Materialistis, Sering berganti pasangan.]

[Nilai Kecantikan: 60/100 (Standar)]

[Komentar Sistem: Terlalu rendah untuk selera Host. Jangan buang 'benih' berharga Anda di ladang gersang ini.]

'Benar juga,' batin Ye Chen.

"Minggir. Parfummu bau murahan, bikin aku mual," ucap Ye Chen dingin, lalu berjalan melewati Suster Wang begitu saja menuju kamar ibunya.

Suster Wang terpaku di tempat, wajahnya merah padam karena malu dan tertolak. Tapi anehnya, penolakan dingin itu justru membuatnya semakin basah. Pria kaya dan dominan... itu kelemahan terbesarnya.

Kamar VVIP Presidential Suite.

Satu jam kemudian, ibu Ye Chen sudah dipindahkan. Kamar ini lebih mirip hotel bintang lima daripada rumah sakit. Ada sofa kulit, TV layar lebar, dan pemandangan kota Jianghai dari jendela besar.

Ibu Ye Chen, seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat kurus dan ringkih, terbaring damai di ranjang empuk. Alat-alat medis canggih kini menopang hidupnya dengan lebih stabil.

Ye Chen duduk di samping ranjang, menggenggam tangan ibunya yang kasar dan penuh kapalan bekas kerja keras.

Hati Ye Chen bergetar. Air mata haru menggenang di pelupuk matanya. Sejak ayahnya meninggal 10 tahun lalu, ibunya lah yang banting tulang menghidupinya. Ibunya rela makan nasi sisa agar Ye Chen bisa makan daging.

"Bu..." bisik Ye Chen lirih. "Maafkan anakmu yang terlambat ini. Tapi aku janji... mulai hari ini, Ibu tidak akan pernah menderita lagi. Ibu akan hidup seperti Ratu."

Dia mengecup punggung tangan ibunya.

Saat itulah, Ye Chen melihat pantulan dirinya di jendela kaca yang gelap. Di luar sana, lampu-lampu kota Jianghai berkelap-kelip. Gedung-gedung pencakar langit, hotel mewah, klub malam... semuanya tampak begitu menggoda.

Sekarang dia punya uang. Dia punya kekuatan. Ibunya sudah aman.

Perlahan, seringai tipis muncul di wajah Ye Chen.

'Satu masalah selesai. Sekarang saatnya mengurus masalah lain...'

Dia melihat ke bawah, melihat pakaiannya yang sudah kering tapi masih kotor dan sobek-sobek. Bau keringat dan darah samar masih tercium.

"Aku tidak bisa membalas dendam dengan tampang gembel begini," gumamnya.

Dia butuh baju baru. Dia butuh kendaraan. Dia butuh menunjukkan pada dunia... terutama pada pasangan pengkhianat itu... siapa Ye Chen sebenarnya.

"Sistem."

[Siap, Host.]

"Apa ada misi untuk berbelanja?"

[Tentu saja. Sebagai Calon Dewa Uang, penampilan adalah segalanya.]

[Misi Baru: 'Transformasi Seorang Pangeran'.]

[Tujuan: Habiskan minimal 1.000.000 Yuan (1 Juta Yuan) untuk membeli pakaian dan penunjang penampilan dalam waktu 2 jam.]

[Hadiah: Poin Kharisma +10 & Membuka Fitur 'Aura Penakluk Wanita'.]

[Hukuman Gagal: 'Aset' Anda akan menyusut menjadi 3 cm selama sebulan.]

"Bajingan!" umpat Ye Chen kaget. "Hukuman macam apa itu?!"

Tapi kemudian dia tertawa. Satu juta yuan? Itu gampang. Sangat gampang.

Ye Chen bangkit berdiri, merapikan kerah kaos oblongnya yang melar.

"Baiklah. Waktunya berbelanja. Dan kurasa... aku tahu harus ke mana."

Ye Chen menatap ke arah pusat kota, tepat ke arah Golden Dragon Mall, pusat perbelanjaan termewah di Jianghai. Tempat di mana dulu dia bahkan takut untuk sekadar numpang kencing di toiletnya.

Hari ini, dia akan membeli tempat itu seisinya kalau perlu.

Terpopuler

Comments

♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★

♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★

anjaiiii ngerii sistemnya🤣

2026-03-09

1

slametskc

slametskc

thor..tolong dong kasih terjemahan rupiah..biar pambaca gk mumet 1jta yuan itu berapa Rp gitu🙏

2026-02-05

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ditengah Hujan
2 Bab 2 System kekayaan dan kultivasi ganda
3 Bab 3 Bangkitnya Seeokor Naga
4 Bab 4 Pesona Uang
5 Bab 5 Pelayan Seksi
6 Bab 6 Black Card
7 Bab 7 Dosen Cantik
8 Bab 8 Dibalik Pintu Ruang Dosen
9 Bab 9 Istana diatas Awan
10 Bab 10 Belanja Baju
11 Bab 11 Datang Ke Pesta
12 Bab 12 Bunga yang Layu
13 Bab 13 Kehancuran Keluarga Zhao
14 Bab 14 Ratu yang berlutut
15 Bab 15 Harimau Betina
16 Bab 16 Jejak Darah
17 Bab 17 Jejak Darah Bagian 2
18 Bab 18 Dual Cultivations bagian 1
19 Bab 19 Dual Cultivations Bagian 2
20 Bab 20 Pasar Hantu
21 Bab 21 Tabib Kecil
22 Bab 22 Anjing Ibukota
23 Bab 23 Perang Satu Milyar
24 Bab 24 Shadow Guard
25 Bab 25 Tabib Dewa
26 Bab 26 pembantain dikantor polisi
27 Bab 27 Pembantain dikantor Polisi bagian 2
28 Bab 28 Mandi Bersama Para Dewi
29 Bab 29 Persiapan perang
30 Bab 30 Tarian Naga di Tengah Hujan Darah Bagian 1
31 Bab 31 Tarian Naga di Tengah Hujan Darah Bagian 2
32 Bab 32 Harta Karun Berdarah
33 Bab 33 Kedatangan Sang Ratu Es
34 Bab 34 Taruhan 30 Hari
35 Bab 35 Perusahaan Dragon Pharmaceuticals
36 Bab 36 Pesta Topeng
37 Bab 37 Lantai Dansa
38 Bab 38 Rumah Hantu
39 Bab 39 Konferensi Pers
40 Bab 40 Ulang Tahun Jiang Group
41 Bab 41 Serum Kejujuran
42 Bab 42 Menyelamatkan Tabib Dewa
43 Bab 43 Undangan Permintaan Maaf
44 Bab 44 Dansa Terakhir Bagian 1
45 Bab 45 Dansa Terakhir Bagian 2
46 Bab 46 Dansa Terakhir Bagian 3
47 Bab 47 Dansa Terakhir Bagian 4
48 Bab 48 Dansa Terakhir Bagian Akhir
49 Bab 49 Maid Baru bagian 1
50 Bab 50 Maid Baru bagian 2
51 Bab 51 Tikus-tikus Kantor
52 Bab 52 Dibawah Meja
53 Bab 53 Kolam Renang
54 Bab 54 Bone Demon
55 Bab 55 Lift Menuju Ketiadaan
56 Bab 56 Sebuah bayangan yang tak bisa disentuh
57 Bab 57 Rapat Para Iblis
58 Bab 58 Teror di Asrama Putri
59 Bab 59 Teror di Asrama Putri bagian 2
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 101.5
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 Bab 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 Bab 115
117 Bab 116 Mimpi Buruk
118 Bab 117 Jembatan Kematian
119 Bab 118
120 Bab 119
121 Bab 120
122 Bab 121
123 Bab 122
124 Bab 123
125 Bab 124
126 Bab 125
127 Bab 126
128 Bab 127
129 Bab 128
130 Bab 129
131 Bab 130
132 Bab 131
133 Bab 132
134 Bab 133
135 Bab 134
136 Bab 135
137 Bab 136
138 Bab 137
139 Bab 138
140 Bab 139
141 Bab 140
142 Bab 141
143 Bab 142
144 Bab 143
145 Bab 144
146 Bab 145
147 Bab 146
148 Bab 147
149 Bab 148
150 Bab 149
151 Bab 150
152 Bab 151
153 Bab 152
154 Bab 153
155 Bab 154
156 Bab 155
157 Bab 156 Tamat
158 PENGUMUMAN TAMAT
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Bab 1 Ditengah Hujan
2
Bab 2 System kekayaan dan kultivasi ganda
3
Bab 3 Bangkitnya Seeokor Naga
4
Bab 4 Pesona Uang
5
Bab 5 Pelayan Seksi
6
Bab 6 Black Card
7
Bab 7 Dosen Cantik
8
Bab 8 Dibalik Pintu Ruang Dosen
9
Bab 9 Istana diatas Awan
10
Bab 10 Belanja Baju
11
Bab 11 Datang Ke Pesta
12
Bab 12 Bunga yang Layu
13
Bab 13 Kehancuran Keluarga Zhao
14
Bab 14 Ratu yang berlutut
15
Bab 15 Harimau Betina
16
Bab 16 Jejak Darah
17
Bab 17 Jejak Darah Bagian 2
18
Bab 18 Dual Cultivations bagian 1
19
Bab 19 Dual Cultivations Bagian 2
20
Bab 20 Pasar Hantu
21
Bab 21 Tabib Kecil
22
Bab 22 Anjing Ibukota
23
Bab 23 Perang Satu Milyar
24
Bab 24 Shadow Guard
25
Bab 25 Tabib Dewa
26
Bab 26 pembantain dikantor polisi
27
Bab 27 Pembantain dikantor Polisi bagian 2
28
Bab 28 Mandi Bersama Para Dewi
29
Bab 29 Persiapan perang
30
Bab 30 Tarian Naga di Tengah Hujan Darah Bagian 1
31
Bab 31 Tarian Naga di Tengah Hujan Darah Bagian 2
32
Bab 32 Harta Karun Berdarah
33
Bab 33 Kedatangan Sang Ratu Es
34
Bab 34 Taruhan 30 Hari
35
Bab 35 Perusahaan Dragon Pharmaceuticals
36
Bab 36 Pesta Topeng
37
Bab 37 Lantai Dansa
38
Bab 38 Rumah Hantu
39
Bab 39 Konferensi Pers
40
Bab 40 Ulang Tahun Jiang Group
41
Bab 41 Serum Kejujuran
42
Bab 42 Menyelamatkan Tabib Dewa
43
Bab 43 Undangan Permintaan Maaf
44
Bab 44 Dansa Terakhir Bagian 1
45
Bab 45 Dansa Terakhir Bagian 2
46
Bab 46 Dansa Terakhir Bagian 3
47
Bab 47 Dansa Terakhir Bagian 4
48
Bab 48 Dansa Terakhir Bagian Akhir
49
Bab 49 Maid Baru bagian 1
50
Bab 50 Maid Baru bagian 2
51
Bab 51 Tikus-tikus Kantor
52
Bab 52 Dibawah Meja
53
Bab 53 Kolam Renang
54
Bab 54 Bone Demon
55
Bab 55 Lift Menuju Ketiadaan
56
Bab 56 Sebuah bayangan yang tak bisa disentuh
57
Bab 57 Rapat Para Iblis
58
Bab 58 Teror di Asrama Putri
59
Bab 59 Teror di Asrama Putri bagian 2
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 101.5
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
Bab 111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
Bab 115
117
Bab 116 Mimpi Buruk
118
Bab 117 Jembatan Kematian
119
Bab 118
120
Bab 119
121
Bab 120
122
Bab 121
123
Bab 122
124
Bab 123
125
Bab 124
126
Bab 125
127
Bab 126
128
Bab 127
129
Bab 128
130
Bab 129
131
Bab 130
132
Bab 131
133
Bab 132
134
Bab 133
135
Bab 134
136
Bab 135
137
Bab 136
138
Bab 137
139
Bab 138
140
Bab 139
141
Bab 140
142
Bab 141
143
Bab 142
144
Bab 143
145
Bab 144
146
Bab 145
147
Bab 146
148
Bab 147
149
Bab 148
150
Bab 149
151
Bab 150
152
Bab 151
153
Bab 152
154
Bab 153
155
Bab 154
156
Bab 155
157
Bab 156 Tamat
158
PENGUMUMAN TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!