Pukul 08.00 Pagi.
Pagi hari di Jianghai terasa cerah dan sibuk. Sebuah mobil SUV hitam sederhana membelah jalanan kota menuju distrik selatan yang jauh dari kata mewah. Ye Chen duduk di kursi kemudi, mengemudi dengan santai. Di sebelahnya, Gu Xian'er bersenandung riang sambil memangku kotak kayu berisi herbal berharga dari Siberia.
Distrik pinggiran ini penuh dengan gang sempit dan bangunan tua yang catnya mulai mengelupas. Bau jajanan kaki lima bercampur dengan asap knalpot memenuhi udara pagi. Meski jauh dari kemewahan Villa Puncak Naga, tempat ini menyimpan denyut kehidupan yang nyata. Mobil Ye Chen perlahan berhenti di depan sebuah bangunan kayu berlantai dua yang terlihat paling reyot di jalan itu.
Papan nama kayu di atas pintu bertuliskan "Klinik Pengobatan Tradisional Gu" dengan tinta yang sudah memudar. Xian'er melompat turun dari mobil bahkan sebelum mesinnya benar-benar mati. Ia berlari kecil menembus pintu masuk klinik yang memang tidak pernah dikunci.
"Kakeeeek! Xian'er pulaaang!" teriak gadis kecil itu dengan suara melengking yang ceria.
Bagian dalam klinik itu berbau harum rempah-rempah kering, akar-akaran, dan kayu cendana. Rak-rak kayu jati tinggi menutupi hampir seluruh dinding, menampung ratusan laci kecil berisi obat-obatan tradisional. Di balik meja konter kayu yang kusam, berdiri seorang pria tua berbaju tangzhuang (baju tradisional Tiongkok) berwarna abu-abu.
Pria tua itu adalah Gu Shan, Tabib Dewa yang selama ini memilih hidup tenang. Rambut dan janggutnya sudah memutih sepenuhnya, namun punggungnya tegak lurus bagai pedang yang menolak tumpul. Matanya yang jernih menyipit membentuk bulan sabit saat melihat cucu kesayangannya datang.
"Aiya, teriak-teriak seperti anak burung kelaparan," kekeh Gu Shan dengan suara berat yang penuh kehangatan.
Xian'er langsung menabrak kakeknya, memeluk pria tua itu dengan sangat erat. Gu Shan tertawa renyah sambil mengelus lembut puncak kepala Xian'er.
Ye Chen melangkah masuk ke dalam klinik menyusul Xian'er. Ia…
Penguasa Absolute
Bab 130
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 158 Episodes
Comments