Pukul 08.45 Pagi.
Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan pohon bambu di sudut halaman. Namun, kesejukan udara itu tidak mampu mengusir ketegangan yang mendadak menebal di antara mereka bertiga.
Gu Shan, sang Tabib Dewa yang biasanya selalu tersenyum bijak, kini terlihat sangat tua. Gurat-gurat kelelahan di wajahnya seolah bertambah belasan tahun hanya dalam hitungan menit. Ia menatap langit yang cerah dengan pandangan kosong, sebelum akhirnya menoleh ke arah cucu semata wayangnya.
Xian'er, yang biasanya tidak bisa diam, kini duduk dengan patuh di atas bangku kayu kecil di sebelah lutut kakeknya. Gadis kecil itu menggenggam ujung lengan baju Gu Shan, merasakan firasat buruk yang merayap di hatinya.
Ye Chen berdiri dengan tangan terlipat di dada, bersandar pada pilar kayu koridor. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah pria tua itu, menunggu dalam diam.
"Dunia ini... jauh lebih luas dan lebih kejam dari apa yang terlihat oleh mata manusia biasa," Gu Shan memulai ceritanya, suaranya parau dan berat.
"Klan Gu kami telah menetap di Jianghai selama berabad-abad. Orang-orang mengenal kami sebagai tabib keliling, penyembuh penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh rumah sakit modern. Tapi itu hanyalah kedok, Ye Chen. Sebuah topeng untuk menyembunyikan tugas kami yang sebenarnya."
Gu Shan menatap mata Ye Chen. "Klan Gu adalah Penjaga Naga Kuno (Ancient Dragon Guardians)."
Ye Chen tidak terlihat terkejut. Ia sudah mengetahui sebagian dari fakta ini saat berhadapan dengan Skeleton Dragon di asrama dulu.
"Aku tahu darah Xian'er istimewa," kata Ye Chen tenang. "Naga tulang itu bereaksi terhadapnya. Tubuh Alam Semesta yang dimilikinya bukanlah mutasi acak, melainkan warisan garis keturunan."
Gu Shan tersenyum getir, menganggukkan kepalanya pelan. "Benar. Kau memang tajam, Nak. Ribuan tahun yang lalu, leluhur kami mengikat janji darah dengan ras Naga Kuno yang menguasai bumi sebelum mereka menghilang atau naik ke Upper Realm (Alam Atas). Tugas kami adalah menjaga penin…
Penguasa Absolute
Bab 132
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 158 Episodes
Comments