Wushhh.
Bola energi ungu raksasa itu bergemuruh menghisap segala sesuatu di sekitarnya.
Angin, serpihan batu, dan bahkan cahaya bulan ikut tersedot ke dalam pusaran kematian tersebut.
Grand Elder tertawa dengan sangat buas, memperlihatkan gigi-giginya yang bernoda darah.
"Lenyaplah menjadi ketiadaan, Ye Chen!" teriak Grand Elder dengan suara ganda yang menggema.
"Kau tidak akan pernah bisa menghentikan takdir Upper Realm!"
Ye Chen berdiri kokoh di posisinya, kakinya mencengkeram lantai atap menara yang hancur.
Napasnya sangat tenang, berbanding terbalik dengan kekacauan yang terjadi di sekelilingnya.
"Takdir bukanlah sesuatu yang turun dari langit, pak tua," ucap Ye Chen.
"Takdir adalah sesuatu yang kau ukir dengan tanganmu sendiri."
Kringgg. Kringgg.
Pedang Patah di tangan Ye Chen bergetar semakin hebat.
Retakan di bilah pedang berkarat itu perlahan mulai hancur menjadi serpihan debu besi.
Namun, hancurnya fisik pedang itu justru melepaskan belenggu dari energi aslinya.
Api transparan dari jiwa Naga Surgawi membentuk bilah pedang raksasa yang menembus awan.
"Apa yang terjadi dengan energinya?" gumam Grand Elder dengan mata terbelalak panik.
"Bagaimana kultivator fana bisa memiliki energi setingkat dewa sejati?" batin pria tua itu ketakutan.
Ye Chen menutup matanya rapat-rapat.
Di dalam dantiannya, Inti Nascent Soul miliknya retak dan meledak menjadi lautan bintang emas.
Ia tidak lagi terikat pada batasan kultivasi dunia manusia.
"Batas antara fana dan dewa hanyalah ilusi," batin Ye Chen.
"Kekuatan sejati lahir dari keinginan untuk melindungi apa yang ada di belakangmu."
Ye Chen membuka matanya, dan sepasang pupil naga vertikal itu memancarkan cahaya yang menerangi seluruh Pegunungan Alpen.
"Teknik Pamungkas Naga Surgawi," ucap Ye Chen dengan suara yang menggetarkan jiwa.
"Pedang Pembelah Langit."
Sraasssh.
Ye Chen mengayunkan tangannya yang memegang gagang pedang tanpa bilah itu ke arah depan.
Bilah api transparan raksasa itu melesat membelah udara tanpa hambatan s…
Penguasa Absolute
Bab 155
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 158 Episodes
Comments