Kevin dan Nuky sudah berada di hotel. Keduanya sudah memasan makanan di kamar masing-masing. Tubuh dan pikiran yang lelah membuat Kevin tertidur tanpa mengecek ponselnya terlebih dulu.
Sedangkan Regina di seberang masih menunggu mungkin ada panggilan atau hanya sekedar pesan dari Kevin. Berkali-kali ia mengecek aplikasi chatting yang membuat ia mendesah kesal dan harus kembali kecewa, tak ada satupun pesan atau panggilan dari Kevin.
.
.
.
.
.
"Jadi aku memang benar-benar harus melakukan syuting iklan dengan wanita itu?" Tanya Kevin.
"Dengan Nona Carlyn maksud bapak?" Tanya balik Nuky.
"Bukan, dengan ibu mu !"
"Tapi pak, ibu saya mana bisa akting."
"Aku pikir kau lebih pintar dari Jerry, tapi tenyata sama saja." Dengus Kevin.
"Jerry siapa pak?" Lagi, tanya Nuky dengan wajah bodohnya.
"Wakil ku di WO, yaa sama sepertimu lah. Dia yang mengurus segala hal jika aku sedang sibuk."
"Oh. Tadi maksud bapak sama tadi apa ya pak?" Bodohnya keluar lagi.
"Sama-sama bodoh !" Ujar Kevin tanpa mengalihkan pandangannya pada set syuting. Nuky menelan salivanya dengan kasar.
"Bapak, saya baru bekerja sudah di hina saja." Gumam Nuky.
"Bercanda Nuky, kau seperti anak gadis saja yang mudah merajuk." Ucap Kevin membuat Nuky tersenyum simpul.
"Ok, kita bisa mulai sekarang." Ucap Sutradara. Kevin berdiri, ia berdecak kesal karena lagi-lagi harus kembali berdekatan dengan Carlyn.
Proses syuting iklan pun di mulai, adegan berpelukan dan berdekatan kali ini tidak bisa Kevin tolak. Ia harus bisa menerima demi kata profesional dan agar iklan mereka bisa di nikmati para penonton layar kaca. Scene pertama dan kedua Kevin sangat canggung, sutradara dan para kru memakluminya karena Kevin memang bukan model atau aktor. Carlyn membantu Kevin agar lebih rileks ketika menjalani adegan berpelukan.
"Tenanglah Tuan, ini hanya berpelukan. Bayangkan saja anda memeluk pasangan anda." Ucap Carlyn. Kevin tersenyum kecut menanggapinya.
"Mana bisa aku membayangkan Regina, istriku. Dia berbeda denganmu, dia sangat…
Pelaminan
Bab 53
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Nicta Nicta
lanjut
2020-04-12
1
Fatimah Husein
jangan kelamaan up ny.....
2020-04-12
2
Kristina
jangan kelamaan....nanti Regina nya minggat gak tahu alamat pulang nya......
2020-04-12
2