Bab Empatbelas

“Setelah ini kamu bisa langsung ke lantai tiga.” ucap lelaki di depanku.

Aku yang tengah tertawa tanpa suara pun seketika berhenti, “Mau ngapain ke sana?”

“Periksa.”

“Maksudnya?”

“Di sana ruangan dokter spesialis kejiwaan.”

Apa katanya?

Aku mendelik ke arahnya meski dia tidak menatapku. Meski sedang kesal, Aku tetap membereskan bekas makanku dan makanannya sebelum kembali ke ruanganku.

*V! Nuga narul magado*—suara dering dari ponselku menggema nyaring di ruangan. Aku langsung melihat reaksi lelaki itu—dia tengah menyentuh dada kirinya, Aku yakin dia terkejut.

Telepon dari ibu.

“Ya, kanjeng ratu?”

“*Assalamu'alaikum*.” ucap ibu menyindir.

Aku terkekeh, “Wa'alaikumussalam.”

“*Sudah makan*?”

“Sudah.”

“*Gimana kerjanya*?”

“Cepek.” Aku merengek.

“*Enak nyari nafkah*?”

Aku menggeleng, “Nggak enak, enaknya dinafkahi.”

Ibu tertawa mengejek, “*Kamu sih, mimpi apa tiba-tiba mau kerja*.”

Aku hanya mengerucutkan bibirku.

“*Din, tadi ibu ketemu sama mamanya Bagas di jalan, katanya nanti malam mereka mau ke rumah*!” beritahu ibu.

Alisku kontan menaik, “Ngapain?”

“*Katanya mau melamar kamu*!”

“Apa? Melamar Dinda?” suaraku sedikit meninggi.

Spontan Aku dan mas dokter saling melirik. Mungkin dia terganggu dengan suaraku, jadi Aku langsung sadar diri dengan keluar dari ruangannya. Tapi saat Aku sudah keluar, telepon ibu malah terputus.

‘Wah Bagaskara nyari gara-gara nih!’ Aku menggigit ujung kuku, bingung.

Baru satu hari Aku bekerja, secepat itukah mamanya Bagas berubah pikiran?

Bertepatan jam istirahat sudah habis, Aku harus kembali fokus dengan pekerjaanku. Aku bisa dipecat kalau lalai—tapi kalau Aku jadi pengangguran lagi, mamanya Bagas pasti tidak mau lagi menjadikan Aku menantunya ‘kan?

Jadi Kim Dinda harus tetap kerja atau jadi pengangguran?

Akh... Pusing!

\*

Jam lima sore kurang dua menit, Aku mulai mengemasi barang-barangku karena waktu kerjaku sudah usai. Hari pertama cukup menyenangkan sekaligus m…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sari Saputri

Sari Saputri

mulutmu kim dinda bisa membuat ayahmu tantrum 😄 enteng bener tuh mulut

2026-01-04

1

Sari Saputri

Sari Saputri

jadi curiga dengan mas dokter kim Taehyung, jangan jangan jangan jangan....
sudah mulai merekahkan perasaan keknya

2026-01-04

1

Sari Saputri

Sari Saputri

penganggurannnnn 💪

2026-01-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!