Episode 5.

Pagi hari di meja makan.

David mencicipi sarapannya, tapi kemudian ia muntah kan kembali ke atas piringnya.

"Bik!!" panggilnya dengan kencang kepada Pengasuh rumah, yang biasa bekerja dibagian dapur.

"Iya, Tuan!" jawab Lidia, wanita yang hampir berusia lima puluh tahun itu, melangkah dengan cepat menghampiri David.

Trang!!

David meletakkan sendok dengan kasar ke atas piringnya, "Kenapa sarapan hari ini tidak enak?!" tanyanya dengan nada kesal.

"Ma.. maaf, Tuan!" jawab wanita pengasuh, yang bertugas didapur vila David, "Bi.. biasanya Nyonya Lara yang membuat sarapan anda!"

"Kenapa pagi ini bukan dia yang membuatnya? kemana dia?!"

"Nyo.. Nyonya pesan pada saya, mulai pagi ini saya yang akan menyiapkan sarapan anda!"

Brak!!

David memukul permukaan meja, "Berani sekali dia! bukankah dia yang ingin selalu melayani ku? panggil dia!!"

"Nyo.. Nyonya pergi joging, beliau belum kembali!"

Brak!!

Kembali David memukul permukaan meja, "Huh! trik apa lagi yang akan ia buat untuk menarik perhatian ku! bukankah dia yang ingin menikah dengan ku! sekarang dia malah jadi bertingkah tidak perduli lagi!!"

"Tuan, ini!"

Pengasuh lainnya, Giana, menyodorkan sebuah berkas kepada David, dengan tangan sedikit ragu untuk memberikannya kepada David.

"Apa ini?!" tanya David dengan kening berkerut melihat berkas tersebut.

"Ini, perjanjian perceraian yang anda berikan kepada Nyonya, untuk ditandatangani Nyonya Lara!" jawab Giana.

"Bagaimana? apa dia menolak lagi untuk menandatanginya? Huh! aku sudah bilang, aku tidak akan pernah mencintainya sampai kapan pun! kalau dia memang mau hidup seperti ini terus, biarkan saja! ingatkan dia besok untuk menandatangani perjanjian perceraian ini lagi!!" kata David mendorong berkas itu.

"Tapi, Tuan!"

"Kenapa? dia mengancam mau bunuh diri? sudah sepuluh tahun berlalu, dia tidak pernah melahirkan benihku dari kejadian malam itu! sudah jelas terbukti, kalau dia itu mandul! sudah cukup sabar aku menampung wanita itu selama ini dikediaman ku!!"

Giana seketika menciut mendengar nada marah David, hingga ia ingin bicara jadi tertahan karena amarah David.

"Apa lagi yang harus dia pertahankan dalam rumah tangga, yang sama sekali tidak kuinginkan ini!!"

"Eng.. Nyonya Lara sudah menandatanganinya, Tuan! beliau mengatakan, kapan Tuan punya waktu, Nyonya siap mengurus surat perceraian dengan anda!"

David seketika terdiam mendengar apa yang dikatakan Giana.

Matanya berkedip memandang berkas yang ia dorong kembali ke arah Giana.

"Tidak mungkin!" David menggelengkan kepalanya tidak percaya.

Giana membuka berkas, lalu memperlihatkan tanda tangan Lara, tepat di sebelah tanda tangan David.

Tangan David meraih berkas dengan gerakan spontan.

Matanya membulat tidak percaya melihat Lara menandatangani surat perceraian, yang sudah lama ia siapkan untuk ditandatangani Lara.

"Apakah ini trik lain yang dia buat, agar aku menerima dia?!" tanya David memandang dengan nanar tanda tangan Lara.

"Nyonya bilang, dia akan pindah tiga hari dari sekarang, kalau surat perceraian telah keluar!" kata Giana lagi menyampaikan pesan Lara kepada David.

"Bagus! jangan sampai dia berubah lagi! aku sudah lama menunggu dia keluar dari vila ini!!"

David meraih surat perjanjian perceraian tersebut, lalu membawanya tanpa menghabiskan sarapannya.

"Katakan padanya, jam sembilan pagi ini aku menunggunya di kantor sipil!!" katanya sebelum keluar meninggalkan vila.

"Baik, Tuan!" jawab Giana.

Brak!!

David menutup pintu mobil dengan kasar, saat ia masuk ke dalam mobil.

Sopir pribadi David sampai tersentak di tempatnya, saat tangannya belum sempat menutup pintu mobil untuk David.

Sopir pribadi David sangat terkejut, melihat cara David menutup pintu dengan kencang.

Ada apa dengan Tuan hari ini? pikirnya melirik David dari kaca spion, setelah ia duduk di belakang kemudi.

Raut wajah David terlihat tidak seperti biasanya.

"Jalan!!"

"Baik, Tuan!" jawab sopir David.

Saat mobil meluncur keluar dari pekarangan vila, David melihat Lara telah kembali dari joging.

Lara menggunakan headset, berlari kecil di sepanjang pinggir jalan memandang lurus ke depan.

Dengan rambut diikat tinggi, penampilan Lara terlihat lebih muda dari usianya.

Dan tampak terlihat segar dengan mengenakan baju training.

Mobil meluncur melewati Lara, dan David mengedipkan matanya, setelah mobil berlalu begitu saja meninggalkan Lara yang kembali ke vila di belakang mereka.

Tanpa sadar David menoleh ke belakang.

Ia melihat punggung Lara, yang berlari kecil tanpa berniat menoleh, untuk melihat mobilnya yang melewati Lara begitu saja.

Ada apa dengannya? pikir David bingung.

Sikap Lara sangat berbeda sejak malam ia kembali ke vila, setelah hampir satu bulan tidak pulang ke vila.

Ia masih ingat, Lara beberapa hari yang lalu masih mengiriminya pesan.

Pesan yang selalu mengkhawatirkan dirinya, agar tidak telat makan, dan tidak sering lembur.

Seharusnya ia senang, Lara tidak memperlihatkan wajah seperti orang bodoh lagi untuk menarik perhatiannya.

Ia sudah lama menyiapkan surat perjanjian perceraian tersebut, dan Lara selalu saja tidak pernah ingin menandatangani berkas perjanjian itu.

Sekarang surat sudah ditandatangani Lara.

Ia akhirnya dapat menikahi wanita yang ia cintai, dan membawanya ke kediamannya.

Mobil meluncur menuju kantor.

David menepis bayangan Lara, yang tiba-tiba ia pikirkan karena tiba-tiba berubah seperti orang lain.

Sementara itu di vila.

Giana memberitahu pesan David, kalau pagi ini jam sembilan David menunggu Lara di kantor sipil.

"Tuan David hanya berpesan menunggu anda di kantor sipil saja, Nyonya!" kata Giana.

"Oh, baiklah!" jawab Lara dengan nada yang terdengar begitu tenang.

Ia kemudian sarapan seorang diri, sama seperti hari-hari yang lalu, sarapan dalam diam, dan menghabiskan sarapan dengan cepat.

"Terimakasih sarapannya, Bik!" kata Lara kepada Lidia.

Lalu kemudian ia melangkah menaiki anak tangga, dengan wajah yang terlihat datar.

Tatapan matanya terlihat biasa saja, saat ia melangkah memandang tiap anak tangga.

Sementara Lidia dan Giana terlihat sedih memandang Lara, karena Lara akhirnya bercerai dari David.

Mereka selama ini melihat sendiri bagaimana perhatian, dan cinta Lara kepada David sangat tulus.

Setelah Lara berada di kamarnya, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Ia mengambil koper pakaiannya, setelah ia selesai mandi.

Ia ingin berkemas, agar waktu ia keluar dari vila David, tidak repot lagi untuk berkemas.

Apapun yang berhubungan dengan David, ia sisihkan ke dalam sebuah kardus.

Bahkan kompensasi yang diberikan David, dalam surat perjanjian perceraian yang ditulis David tidak ia inginkan.

Ia tidak ingin ada tali penghubung, untuk mengingatkannya akan adanya hubungannya dengan David di masa depan.

Ia berencana akan membakar semua yang berhubungan dengan David, setelah surat cerai mereka selesai diurus.

Setelah ia berpakaian dengan rapi, dan berdandan sedikit, ia merasa puas dengan penampilannya.

Hanya dengan berdandan sedikit saja, penampilannya terlihat menjadi berbeda dari biasanya.

Cantik dan elegan, dengan warna pakaian yang ia pakai.

Warna cream lembut, membuat kulit putihnya tetap terlihat bersinar.

Jam sembilan tepat, ia sampai di kantor sipil.

Ternyata David juga telah sampai, tapi David tidak datang sendirian.

Tampak wanita cinta pertama David berdiri di samping David.

Wanita itu merangkul lengan David dengan manja sembari tersenyum senang.

Bersambung........

Terpopuler

Comments

Endang Sulistiyowati

Endang Sulistiyowati

Sarapan ga enak aja udah terasa beda dari biasanya kan. Cih pake segala bawa wanita cinta pertama ke kantor sipil, ga ngaruh buat Lara. Lara udah mati rasa sama kamu David. Justru kamu yang akan menyesal, menyianyiakan dan membuanh berlian.

2025-12-29

0

☘𝓡𝓳☪️Arandita 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋༄⃞⃟⚡

☘𝓡𝓳☪️Arandita 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋༄⃞⃟⚡

saatnya kamu akan menyesal David membuang berlian dan mendapatkan perak lihat saja

2026-02-02

0

nuraeinieni

nuraeinieni

semangat lara,,,terlepas dari david kamu akan menemukan kebahagiaan.

2025-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1.
2 Episode 2.
3 Episode 3.
4 Episode 4.
5 Episode 5.
6 Episode 6.
7 Episode 7.
8 Episode 8.
9 Episode 9.
10 Episode 10.
11 Episode 11.
12 Episode 12.
13 Episode 13.
14 Episode 14.
15 Episode 15.
16 Episode 16.
17 Episode 17.
18 Episode 18.
19 Episode 19.
20 Episode 20.
21 Episode 21.
22 Episode 22.
23 Episode 23.
24 Episode 24.
25 Episode 25.
26 Episode 26.
27 Episode 27.
28 Episode 28.
29 Episode 29.
30 Episode 30.
31 Episode 31.
32 Episode 32.
33 Episode 33.
34 Episode 34.
35 Episode 35.
36 Episode 36.
37 Episode 37.
38 Episode 38.
39 Episode 39.
40 Episode 40.
41 Episode 41.
42 Episode 42.
43 Episode 43.
44 Episode 44.
45 Episode 45.
46 Episode 46.
47 Episode 47.
48 Episode 48.
49 Episode 49.
50 Episode 50.
51 Episode 51.
52 Episode 52.
53 Episode 53.
54 Episode 54.
55 Episode 55.
56 Episode 56.
57 Episode 57.
58 Episode 58.
59 Episode 59.
60 Episode 60.
61 Episode 61.
62 Episode 62.
63 Episode 63.
64 Episode 64.
65 Episode 65.
66 Episode 66.
67 Episode 67.
68 Episode 68.
69 Episode 69.
70 Episode 70.
71 Episode 71.
72 Episode 72.
73 Episode 73.
74 Episode 74.
75 Episode 75.
76 Episode 76.
77 Episode 77.
78 Episode 78.
79 Episode 79.
80 Episode 80.
81 Episode 81.
82 Episode 82.
83 Episode 83.
84 Episode 84.
85 Episode 85.
86 Episode 86.
87 Episode 87.
88 Episode 88.
89 Episode 89.
90 Episode 90.
91 Episode 91.
92 Episode 92.
93 Episode 93.
94 Episode 94.
95 Episode 95.
96 Episode 96.
97 Episode 97.
98 Episode 98.
99 Episode 99.
100 Episode Penutup. (Selesai)
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1.
2
Episode 2.
3
Episode 3.
4
Episode 4.
5
Episode 5.
6
Episode 6.
7
Episode 7.
8
Episode 8.
9
Episode 9.
10
Episode 10.
11
Episode 11.
12
Episode 12.
13
Episode 13.
14
Episode 14.
15
Episode 15.
16
Episode 16.
17
Episode 17.
18
Episode 18.
19
Episode 19.
20
Episode 20.
21
Episode 21.
22
Episode 22.
23
Episode 23.
24
Episode 24.
25
Episode 25.
26
Episode 26.
27
Episode 27.
28
Episode 28.
29
Episode 29.
30
Episode 30.
31
Episode 31.
32
Episode 32.
33
Episode 33.
34
Episode 34.
35
Episode 35.
36
Episode 36.
37
Episode 37.
38
Episode 38.
39
Episode 39.
40
Episode 40.
41
Episode 41.
42
Episode 42.
43
Episode 43.
44
Episode 44.
45
Episode 45.
46
Episode 46.
47
Episode 47.
48
Episode 48.
49
Episode 49.
50
Episode 50.
51
Episode 51.
52
Episode 52.
53
Episode 53.
54
Episode 54.
55
Episode 55.
56
Episode 56.
57
Episode 57.
58
Episode 58.
59
Episode 59.
60
Episode 60.
61
Episode 61.
62
Episode 62.
63
Episode 63.
64
Episode 64.
65
Episode 65.
66
Episode 66.
67
Episode 67.
68
Episode 68.
69
Episode 69.
70
Episode 70.
71
Episode 71.
72
Episode 72.
73
Episode 73.
74
Episode 74.
75
Episode 75.
76
Episode 76.
77
Episode 77.
78
Episode 78.
79
Episode 79.
80
Episode 80.
81
Episode 81.
82
Episode 82.
83
Episode 83.
84
Episode 84.
85
Episode 85.
86
Episode 86.
87
Episode 87.
88
Episode 88.
89
Episode 89.
90
Episode 90.
91
Episode 91.
92
Episode 92.
93
Episode 93.
94
Episode 94.
95
Episode 95.
96
Episode 96.
97
Episode 97.
98
Episode 98.
99
Episode 99.
100
Episode Penutup. (Selesai)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!