Bagian tiga

Setelah Erven sembuh dari demamnya tiga hari yang lalu, hari ini, Erven kangsung mengadakan akad pernikahan di salah satu masjid di dekat rumahnya, ia mengliburkan semua karyawan di kantornya dan mengundang semuanya untuk datang ke akad nikah dirinya dan Jihan.

Banyak karyawan yang terang-tetangan menatap atasannya aneh, karena mereka sudah sangat kenal dengan istri dari Erven, laku mengapa ia memilih untuk menikah dan memiliki istri kedua, padahal jelas-jelas semua yang ada di dalam diri Aurel tidak mungkin dimiliki oleh wanita manapun termasuk Jihan.

Tapi ada juga yang menatapnya dengan tatapan memuja, atau lebih tepatnya memuja bagaimana eloknya rupa seorang wanita yang Erven nikahi, tidak ada yang menyangkalnya bagaimana cantiknya Jihan, setiap karyawan wanita di sana terpesona dengan wajah milik Jihan.

"Kenapa nikah lagi ya? Padahal Bu Aurel udah sempurna banget, cantik iya, anggun iya, sopan iya, lembut iya, pintar iya, udah gitu wanita karir lagi," bisik seorang wanita yang duduk tepat di depan Aurel.

"Udahlah, kita tidak perlu penasaran terlalu jauh, mungkin Pak Arven menikah lagi juga ada alasannya, lagian pengantinnya cantik kok," balas temannya yang lain.

"Bukan gitu loh, Bu Aurel tipe orang yang keliatan banget tidak suka dimadu, kok ini mau ya dimadu?"

"Hush, kamu jangan sok tahu, kita kan tidak tahu kebenarannya aslinya,"

"Iya juga sih, tapi benaran loh, pengantinnya cantik, mukanya itu adem banget kalau dilihat, kita yang yang berjenis kelaminnya sama aja masih terpesona, bagaimana laki-laki,"

"Bu Aurel kalah ini mah,"

"Jangan gitu, aku mah malah lebih suka sama bu Aurel, auranya kuat banget,"

Aurel berusaha untuk mengabaikan dua wanita di depannya yang membicarakan dirinya dan juga Jihan, ia tidak ingin perasannya yang sedang tidak baik-baik saja membuat ia terpancing emosi.

Aurel menekan perasannya begitu mendengar kata 'sah' bergema di dalam masjid, satu tetes air mata jatuh ke pipinya, cepat-cepat Aurel menghapusnya sebelum ada seseorang yang melihatnya, karena bagaimana pun, ia tetap harus terlihat kuat.

Tidak pernah sekali pun, Aurel mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat sumber lukanya ke depan, ia tidak ingin menangis di hari sakral suaminya, oleh karena itu ia memilih untuk terus menunduk agar pertahanan yang ia bangun tidak runtuh.

Dua jam terasa dua hari untuk Aurel, setelah acara akad selesai, ia langsung keluar dari dalam masjid tanpa ingin terlihat oleh siapapun, sungguh dadanya sudah sangat sakit, ia tidak kuat lagi untuk terus ada di dalam masjid, ia tidak sekuat itu.

"Bu Aurel,"

Aurel memejamkan matanya begitu ia merasa seseorang menyebut namanya, ia ingin langsung lari tapi orang yang memanggilnya itu malah menghampirinya dan menyentuh bahu Aurel.

Aurel segera menghapus air matanya agar wanita yang tadi memanggilnya tidak melihat ia menangis, tapi telat, wanita itu sudah lebih dulu melihatnya.

"Bu," panggilnya lagi.

Dilihat dari bagaimana wanita itu memanggilnya dirinya dengan embel-embel 'bu' kemungkinan besar wanita itu salah satu karyawan di kantor suaminya.

"Oh, Rere,"

Aurel dan Rere langsung cipika-cipiki karena mereka memang sudah sekitar sebulan tidak bertemu.

"Ibu kemana aja, kenapa enggak ke kantor?" tanya Rere mengajak istri dari atasannya untuk duduk di kursi yang ada di dekat pintu masjid.

"Masa mas Erven gak ada di kantor aku ke kantor, mau ngapain?" kekeh Aurel membuat Rere ikut tertawa.

"Aku kaget banget loh, tiba-tiba Pak Erven ngeliburin kita semua terus ngasih undangan untuk kita untuk datang ke pernikahannya," cerita Rere membuat Aurel hanya tersenyum kecil, ia juga tidak tahu harus seperti apa menanggapi cerita Rere, teman dekatnya di kantor suaminya.

"Teman-teman di kantor juga langsung heboh begitu mereka dapat undangan dari Pak Erven, apalagi di kertas undangan itu tertulis nama Jihan, semakin kaget mereka semua," lanjut Rere menceritakan bagaimana heboh dan terkejutnya teman di kantornya begitu mereka mendapatkan undangan pernikahan Erven dan Jihan.

"Kamu kenal Jihan?" tanya Aurel.

Rere mengangguk, "Kenal banget malah, Jihan tuh dulu kerja di kantor utama bareng sama aku, sekitar satu tahun Jihan di sana, dia dipindahkan ke kantor cabang, makanya kita kaget ternyata Pak Erven menikah lagi sama Jihan," jawab Rere masih menggebu-gebu, tidak melihat perubahan wajah Aurel yang menjadi sangat sendu.

"Aku kok tidak pernah lihat Jihan di kantor, ya?" tanya Aurel merasa heran karena ia setiap kali ke kantor untuk mengantarkan makanan siang untuk suaminya, selalu saja ia mengunjungi Rere di dalam ruangannya, tapi tidak pernah sekali pun Aurel melihat Jihan di ruangan yang sama dengan Rere.

"Jihan tuh memang satu divisi sama aku, tapi dia kerjanya di ruangan khusus, dia tuh bukan atasan tapi memang dapet fasilitas lengkap dari kantor, karena memang kerja Jihan yang bagus banget, bahkan pernah kita mendapatkan keuntungan sampai miliaran dalam kurun waktu dua bulan, dan itu memang berkat Jihan yang pintar dalam hal marketing," cerita Rere semakin membuat Aurel sedih.

Dari cerita Rere, Aurel tahu jika Jihan bukan wanita yang tidak bisa apa-apa dan membutuhkan bantuan, tapi Jihan adalah sosok wanita pintar tapi tidak bisa menolong dirinya sendiri.

"Rere,"

Rere yang di panggil tapi Aurel yang menoleh, tapi sungguh, Aurel menyesal karena reflek menoleh, karena matanya kini melihat suaminya dan Jihan yang sedang berjalan menuruni tangga dengan tangan yang saling menggenggam.

"Re, aku keluar dulu ya, mau cari angin," izin Aurel, lalu tanpa menunggu balasan dari Rere, Aurel langsung melangkah keluar dari dalam masjid.

Dada Aurel semakin sesak, ia tidak menyangka jika ternyata Jihan sudah lama bekerja di kantor suaminya, yang artinya kemungkinan besar mereka sudah saling mengenal sebelum kejadian Jihan yang dilecehkan oleh teman kantornya sendiri.

Aurel memasuki mobilnya yang ia parkirkan di samping masjid, ia akan langsung pulang ke rumahnya dan mengistirahatkan dirinya di kamar, Aurel tidak bermaksud apa-apa, ia hanya ingin mencoba berdamai dengan takdirnya, ia tidak ingin rasa sakit di hatinya malah menghancurkan dirinya sendiri.

"Aku tidak seharusnya mengizinkanmu untuk menikah lagi, Mas," isak Aurel memukul stir mobilnya.

Aurel hanya takut, rasa sakit di hatinya membuat dirinya menjadi seorang istri yang tidak lagi taat kepada suaminya, ia tidak pernah ingin menjadi orang jahat di kehidupan orang lain, tapi ia juga tidak mampu untuk menjadi orang baik dikehidupan Jihan, Aurel takut jika nanti sikapnya malah akan membuat Jihan terluka, karena sejujurnya Aurel masih tidak ridho atas pernikahan suaminya dan Jihan.

_________________________________________

Rere ternyata udah kenal sama Jihan guys, takut banget kalo Rere malah jadi deket sama Jihan ketimbang Aurel.

Seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini dengan komen kalian guys

Terpopuler

Comments

Tina Lince

Tina Lince

mf baca gak aku terusin, paling males awal2 kok udah selingkuh.

2026-02-17

0

Ds Phone

Ds Phone

tak redo kenapa izikan

2026-08-04

0

An'ra Pattiwael

An'ra Pattiwael

aurel wanita plin plan

2026-04-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bagian Satu
2 Bagian Dua
3 Bagian tiga
4 Bagian Empat
5 Bagian Lima
6 Bagian Enam
7 Bagian Tujuh
8 Bagian Delapan
9 Bagian Sembilan
10 Bagian Sepuluh
11 Bagian Sebelas
12 Bagian Dua Belas
13 Bagian Tiga Belas
14 Bagian Empat Belas
15 Bagian Lima Belas
16 Bagian Enam Belas
17 Bagian Tujuh Belas
18 Bagian Delapan Belas
19 Bagian Sembilan Belas
20 Bagian Dua Puluh
21 Bagian Dua Puluh Satu
22 Bagian Dua Puluh Dua
23 Bagian Dua Puluh Tiga
24 Bagian Dua Puluh Empat
25 Bagian Dua Puluh Lima
26 Bagian Dua Puluh Enam
27 Bagian Dua Puluh Tujuh
28 Bagian Dua Puluh Delapan
29 Bagian Dua Puluh Sembilan
30 Bagian Tiga Puluh
31 Bagian Tiga Puluh Satu
32 Bagian Tiga Puluh Dua
33 Bagian Tiga Puluh Tiga
34 Bagian Tiga Puluh Empat
35 Bagian Tiga Puluh Lima
36 Bagian Tiga Puluh Enam
37 Bagian Tiga Puluh Tujuh
38 Bagian Tiga Puluh Delapan
39 Bagian Tiga Puluh Sembilan
40 Bagian Empat Puluh
41 Bagian Empat Puluh Satu
42 Bagian Empat Puluh Dua
43 Bagian Empat Puluh Tiga
44 Bagian Empat Puluh Empat
45 Bagian Empat Puluh Lima
46 Bagian Empat Puluh Enam
47 Bagian Empat Puluh Tujuh
48 Bagian Empat Puluh Delapan
49 Bagian Empat Puluh Sembilan
50 Bagian Lima Puluh
51 Bagian Lima Puluh Satu
52 Bagian Lima Puluh Dua
53 Bagian Lima Puluh Tiga
54 Bagian Lima Puluh Empat
55 Bagian Lima Puluh Lima
56 Bagian Lima Puluh Enam
57 Bagian Lima Puluh Tujuh
58 Bagian Lima Puluh Delapan
59 Bagian Lima Puluh Sembilan
60 Bagian Enam Puluh
61 Bagian Enam Puluh Satu
62 Bagian Enam Puluh Dua
63 Bagian Enam Puluh Tiga
64 Bagian Enam Puluh Empat
65 Bagian Enam Puluh Lima
66 Bagian Enam puluh Enam
67 Bagian Enam Puluh Tujuh
68 Bagian Enam Puluh Delapan
69 Bagian Enam Puluh Sembilan
70 Bagian Tujuh Puluh
71 Bagian Tujuh Puluh Satu
72 Bagian Tujuh Puluh Dua
73 Bagian Tujuh Puluh Tiga
74 Bagian Tujuh Puluh Empat
75 Bagian Tujuh Puluh Lima
76 Bagian Tujuh Puluh Enam
77 Bagian Tujuh Puluh Tujuh
78 Bagian Tujuh Puluh Delapan
79 Bagian Tujuh Puluh Sembilan
80 Bagian Delapan Puluh
81 Bagian Delapan Puluh Satu
82 Bagian Delapan Puluh Dua
83 Bagian Delapan Puluh Tiga (END)
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bagian Satu
2
Bagian Dua
3
Bagian tiga
4
Bagian Empat
5
Bagian Lima
6
Bagian Enam
7
Bagian Tujuh
8
Bagian Delapan
9
Bagian Sembilan
10
Bagian Sepuluh
11
Bagian Sebelas
12
Bagian Dua Belas
13
Bagian Tiga Belas
14
Bagian Empat Belas
15
Bagian Lima Belas
16
Bagian Enam Belas
17
Bagian Tujuh Belas
18
Bagian Delapan Belas
19
Bagian Sembilan Belas
20
Bagian Dua Puluh
21
Bagian Dua Puluh Satu
22
Bagian Dua Puluh Dua
23
Bagian Dua Puluh Tiga
24
Bagian Dua Puluh Empat
25
Bagian Dua Puluh Lima
26
Bagian Dua Puluh Enam
27
Bagian Dua Puluh Tujuh
28
Bagian Dua Puluh Delapan
29
Bagian Dua Puluh Sembilan
30
Bagian Tiga Puluh
31
Bagian Tiga Puluh Satu
32
Bagian Tiga Puluh Dua
33
Bagian Tiga Puluh Tiga
34
Bagian Tiga Puluh Empat
35
Bagian Tiga Puluh Lima
36
Bagian Tiga Puluh Enam
37
Bagian Tiga Puluh Tujuh
38
Bagian Tiga Puluh Delapan
39
Bagian Tiga Puluh Sembilan
40
Bagian Empat Puluh
41
Bagian Empat Puluh Satu
42
Bagian Empat Puluh Dua
43
Bagian Empat Puluh Tiga
44
Bagian Empat Puluh Empat
45
Bagian Empat Puluh Lima
46
Bagian Empat Puluh Enam
47
Bagian Empat Puluh Tujuh
48
Bagian Empat Puluh Delapan
49
Bagian Empat Puluh Sembilan
50
Bagian Lima Puluh
51
Bagian Lima Puluh Satu
52
Bagian Lima Puluh Dua
53
Bagian Lima Puluh Tiga
54
Bagian Lima Puluh Empat
55
Bagian Lima Puluh Lima
56
Bagian Lima Puluh Enam
57
Bagian Lima Puluh Tujuh
58
Bagian Lima Puluh Delapan
59
Bagian Lima Puluh Sembilan
60
Bagian Enam Puluh
61
Bagian Enam Puluh Satu
62
Bagian Enam Puluh Dua
63
Bagian Enam Puluh Tiga
64
Bagian Enam Puluh Empat
65
Bagian Enam Puluh Lima
66
Bagian Enam puluh Enam
67
Bagian Enam Puluh Tujuh
68
Bagian Enam Puluh Delapan
69
Bagian Enam Puluh Sembilan
70
Bagian Tujuh Puluh
71
Bagian Tujuh Puluh Satu
72
Bagian Tujuh Puluh Dua
73
Bagian Tujuh Puluh Tiga
74
Bagian Tujuh Puluh Empat
75
Bagian Tujuh Puluh Lima
76
Bagian Tujuh Puluh Enam
77
Bagian Tujuh Puluh Tujuh
78
Bagian Tujuh Puluh Delapan
79
Bagian Tujuh Puluh Sembilan
80
Bagian Delapan Puluh
81
Bagian Delapan Puluh Satu
82
Bagian Delapan Puluh Dua
83
Bagian Delapan Puluh Tiga (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!