Dakarta berbau ambisi campur kopi tubruk yang baru diseduh.
Dimas berdiri di lantai 14 kantor pusat Sixtube yang baru diresmikan, tepat di jantung koridor teknologi Jakarta kawasan SCBD yang sekarang penuh gedung kaca dan startup. Kantor itu hidup: monitor-monitor berdenyut data real-time, developer hoodie berlogo meluncur pakai kursi roda antar meja, manajer logistik ngomong lewat walkie-talkie. Bukan lagi kampus kecil. Ini ruang perang beneran.
Besok, dia main pertandingan pertama tahun ini.
Bukan sembarang laga. Pertarungan liga kampus berperingkat tinggi, penonton penuh sesak, liputan nasional. Dimas hampir nggak tidur antara latihan terakhir, rapat strategi tim, dan sinkronisasi server buat peluncuran Sixtube publik.
“Kayak kamu hidup di dua dunia sekaligus,” kata Henry pas masuk, lempar batang protein ke Dimas. “Satu kaki di tahta teknologi, satu lagi di lapangan Voli.”
“Begitulah cara raja bangun kerajaan,” Dimas nyengir tipis.
“Beta rollout jam 4 sore, embargo pers dicabut jam 6 sore,” lanjut Henry. “Yakin bisa handle malam pertandingan langsung setelah ini?”
“Aku langsung dari sini ke lapangan,” jawab Dimas. “Anin sama Bella nonton. Aku nggak bakal absen buat mereka.”
Di suite pribadi, salah satu hotel mewah Jakarta, Anin rebahan di sofa beludru, laptop terbuka tapi udah dilupain. Bella mondar-mandir, tangan terlipat, hp nempel di telinga.
“Iya, Pak Josh, furniturnya harus datang sebelum baby shower. Nggak ada alesan. Kami bayar dua kali lipat buat ini.”
Dia tutup telepon, hembus napas panjang. Anin senyum, tepuk pelan tempat di sebelahnya. “Duduk dulu. Kamu lebih sibuk daripada Dimas hari ini.”
“Dia lagi perang dua front,” gumam Bella, akhirnya duduk. “Aku nggak ngerti gimana dia bisa.”
“Karena dia lakuin ini buat kita.”
Mereka berdua diam sebentar. Itu bener. Di balik rilis pers, sorotan media, headline viral, Dimas nggak pernah berhenti utamain mereka. Entah milih detail kamar bayi atau batalin rapat bentrok demi ajak mereka makan malam, mereka tahu hidu…
SISTEM TAJIR
Bab 195
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 203 Episodes
Comments