Toko barang antik

Siang hari di sebuah kampus ternama.

“Gelo..dosen botak itu sungguh menyebalkan..”ucap sahabat teressa kesal sambil memasukkan laptop dan buku catatan ke tas miliknya dengan berdecak kesal..hal yang sama juga di lakukan oleh teressa.

“Sudahlah..lagipun tugasnya tidak sebanyak itu sampai lo harus mengeluh seperti orang yang hendak dicabut nyawa..”balas teressa menatap jengah sahabatnya yang sangat dramatis itu.

“Serem banget..lagian elo mah pintar..beda sama gue yang oon ini..”keluh gadis yang bernama chika itu.

“Lagian kenapa gue ambil manajemen bisnis sih..kan ribet..”sambung gadis itu sambil mengacak rembutnya frustrasi.

“Ribet apanya..orang enak gini..lagian lo mau ngambil apa selain jurusan ini?..kedokteran kayak abang lo?..bukanya itu lebih buruk..secara lo kan jijian orangya..apalagi sama darah..”ucap teresa panjang lebar.

“Iya juga sih..eh btw kenapa lo ga ngambil jurusan kedokteran juga kayak kak kaela?..lo kan suka banget belajar ilmu kedokteran..”tanya chika.

“Nanya lo?..”ucap teressa menatap sahabatnya itu kesal.

“Kaki gue yang begini mana bisa jadi dokter..seorang dokter itu harus cepat dan tanggap..kaki sangat di butuhkan saat keadaan genting dirumah sakit..”ucap teressa.

“Lagi pula kasian juga abang gue sendirian ngurusin perusahaan opa gue..apalagi opa gue itu udah tua dan memang selayaknya untuk pensiun dan menikmati hidup..apalagi si suami bucin mommy gue itu..sangat tidak bisa diharapkan..pria tua itu selalu punya akal bulus agar bisa membolos kerja dan bermanja-manjaan sama mommy gue..ujung-ujungnya abang gue juga yang harus turun tangan untuk menghendel pekerjaan di perusahaannya ngebantuin paman bima..dan semenjak abang gue mulai turun ke perusahaan makin menjadi-jadi saja bokap gue itu..dia merasa bisa bebas karna sudah ada abang gue yang ngurus perusahaan..”cerita teressa terdengar penuh keluhan..dia kadang sering bertengkar dengan sang ayah karna memperebutkan sang ibu..tapi terkadang dia juga tidak bisa berjauhan dengan cinta pertamanya itu.

“Bokap lo itu benar-benar ajaib ca..”ucap sang sahabat.

“Nah itu yang gue bilang..”timpal teressa.

“ais malangnya hidup gue…bisa ga sih ga usah belajar sama kerja..dan uangnya mengalir aja gitu kayak uang lo..gue kan ingin hidup damai tanpa bekerja…”ucap chika penuh keluhan.

“Ya gabisa kocak..rest in peace aja lo sana..biar bisa damai..”ucap teressa memutar matanya malas.

“Ih…Jahat banget lo doain gue metong..”ujar gadis itu kesal.

“Ya lagian permintaan lo kagak masuk akal banget..sekaya-kayanya orang juga tetap harus belajar sama kerja keles untuk masa depan…”ucap teressa.

“Iya deh iya..”ucap chika akhirnya.

“Sis jadi gak ketoko barang antiknya?..dah jam berapa ini..sekalian nongkrong sambil ngerjain tugas di kafe biasa..”ucap chika sambil menatap jam yang ada di pergelangan tanganya.

“Ya ayo..situ dulu yang ngajakin debat pemilu..”ucap teressa.

“Sialan lo manusia bunglon..”kesal sang sahabat dan mereka akhirnya pergi dari kampus menuju toko barang antik.

Teressa di juluki bunglon oleh sahabat dan keluarganya..karna gadis itu sangat mudah berubah-ubah sifatnya..terkadang cerewet..pendiam..julud..sinis..datar dan banyak lagi tergantung dengan siapa dia berhadapan...gadis dengan seribu kepribadian dalam satu tubuh.

Teressa mengarahkan tuas yang ada di kursi rodanya..sedangkan di sampingnya terlihat sang sahabat berjalan dengan tenang..teressa mengarahkan kursi rodanya berbelok memasuki sebuah toko barang antik yang beberapa hari lalu selalu mengusiknya.

Dia dan sahabatnya memang menyukai barang antik..bedanya teressa menyukai barang antik aneh yang memiliki sejarah..sedangkan sang sahabat menyukai barang antik indah dan aestetic khas jaman dulu.

Saat memasuki toko..pandangan teressa langsung tertuju pada sebuah tas jinjing kain berukuran besar yang memiliki motif corak yang terlihat sangat aneh di matanya..tas itu berwarna coklat kayu dengan motif bunga yang tak pernah dia ketahui apa jenis dan namanya.

Di sisi pinggir tas itu terlihat sebuah gantungan kunci bermotif bunga yang sama dengan rumbai berwarna silver yang tergantung disana..tapi yang lebih anehnya lagi mata teressa tidak pernah benar-benar lepas dari tas itu..saat dia melihat lihat benda lain pandangannya terus saja tertuju ke tas itu.

“Ais..tas itu sedari tadi menarik perhatian gue..”ucap teressa mendekati tas itu dan meraba permukaan kasar tas kain itu.

“Tas itu?..yang benar saja ca..lihatlah masih banyak benda yang indah disini..”ucap chika menunjuk sekeliling toko.

“Tapi mata gue hanya tertuju kesini..”balas teressa.

“Lo dan selera aneh lo..”ucap sahabatnya itu tidak habis fikir.

“Kita sama-sama penyuka barang antik..tapi sepertinya gue jauh lebih waras dari lo..sepertinya gejalanya semakin parah..sesama teman gue turut prihatin..”ucap sang sahabat dramatis.

“Apa yang lo repetin sedari tadi hah..”jengah teressa.

“Suka-suga gue dong monyet..uang gue juga..gue juga yang nyimpan..sewot mulu hidup lo..ga bosan lo jadi netijen gue..”ucap teressa jengah.

“Di bayar gak kalau jadi netijen lu..kalau iya mah gue ayo aja..”ucap gadis itu bersemangat.

“Tau ah..yang waras diam..”ucap teressa akhirnya.

Teressa akhirnya membeli tas jinjing yang menarik perhatianya itu..sedangkan sang sahabat membeli beberapa tusuk konde cantik yang ada di sana..setelah selesai kedua sahabat itu pergi dari sana.

Sepeninggalan mereka..seorang pria tua menatap teressa dengan senyum penuh arti yang tak dapat di artikan.

“Akhirnya tas itu memiliki pemiliknya..”gumam pria itu.

.

.

.

TO BE CONTINUE…..

Terpopuler

Comments

Yuyun Zampiet

Yuyun Zampiet

nah pa maksudnya akhirnya ketemu ma pemiliknya, hayo ....😄

2026-06-14

0

Uthie

Uthie

Lanjutttt ❤️

2026-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Toko barang antik
3 Tas ajaib
4 Kecelakaan
5 Di tempat antah berantah
6 Pindah server
7 Haliora velmont
8 Topeng monyet
9 Makan siang bersama
10 Carolin POV
11 Pickme level maksimum
12 Kecelakaan kolam ikan
13 Mabuk perjalanan
14 Hukuman
15 Pingsan
16 Tas jinjing
17 Penyamaran
18 Jajan bersama para bocah
19 Serangan verbal yang berujung baku hantam
20 Paman tampan yang menyebalkan
21 Pesta minum teh
22 Pertengkaran yang tiada habisnya.
23 Salah orang
24 AC alam
25 Racun
26 Leon
27 Tontonan menarik
28 Penangkapan
29 Percakapan dua sahabat
30 Penyakit menular
31 Perjalanan
32 Penyakit kulit
33 Pertemuan
34 Keluh kesah
35 Pertemuan kedua
36 Penyusup
37 Hari pernikahan
38 Permaisuri karina
39 Pertengkaran sengit
40 Malam pernikahan
41 Mabuk
42 Mabuk 2
43 Canggung
44 Anne mooncrest
45 Akting
46 Panah
47 Keluarga mooncrest
48 Dua curut penganggu
49 Para bocah
50 Selir neta
51 Menghadap permaisuri
52 Identitas permaisuri karina
53 Di usir
54 Penyerangan
55 Nyungsep
56 Ramen
57 Salon dadakan
58 Pertikaian pagi hari
59 Sandiwara
60 Pulang
61 Aksi dulu, konsekuensi belakangan
62 Balasan
63 Fakta baru
64 Identitas teressa
65 Dekapan
66 Sakit
67 Penyerangan
68 Manja
69 Ingatan
70 Ruang kerja
71 Ruang penyimpanan lama
72 Ketakutan
73 Gerbang belakang
74 Berkunjung
75 Drama
76 Darah
77 Amarah
78 Penjara
79 Ancaman
80 Sosok
81 Bbq
82 Penyerbuan
83 Persidangan
84 End
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Prolog
2
Toko barang antik
3
Tas ajaib
4
Kecelakaan
5
Di tempat antah berantah
6
Pindah server
7
Haliora velmont
8
Topeng monyet
9
Makan siang bersama
10
Carolin POV
11
Pickme level maksimum
12
Kecelakaan kolam ikan
13
Mabuk perjalanan
14
Hukuman
15
Pingsan
16
Tas jinjing
17
Penyamaran
18
Jajan bersama para bocah
19
Serangan verbal yang berujung baku hantam
20
Paman tampan yang menyebalkan
21
Pesta minum teh
22
Pertengkaran yang tiada habisnya.
23
Salah orang
24
AC alam
25
Racun
26
Leon
27
Tontonan menarik
28
Penangkapan
29
Percakapan dua sahabat
30
Penyakit menular
31
Perjalanan
32
Penyakit kulit
33
Pertemuan
34
Keluh kesah
35
Pertemuan kedua
36
Penyusup
37
Hari pernikahan
38
Permaisuri karina
39
Pertengkaran sengit
40
Malam pernikahan
41
Mabuk
42
Mabuk 2
43
Canggung
44
Anne mooncrest
45
Akting
46
Panah
47
Keluarga mooncrest
48
Dua curut penganggu
49
Para bocah
50
Selir neta
51
Menghadap permaisuri
52
Identitas permaisuri karina
53
Di usir
54
Penyerangan
55
Nyungsep
56
Ramen
57
Salon dadakan
58
Pertikaian pagi hari
59
Sandiwara
60
Pulang
61
Aksi dulu, konsekuensi belakangan
62
Balasan
63
Fakta baru
64
Identitas teressa
65
Dekapan
66
Sakit
67
Penyerangan
68
Manja
69
Ingatan
70
Ruang kerja
71
Ruang penyimpanan lama
72
Ketakutan
73
Gerbang belakang
74
Berkunjung
75
Drama
76
Darah
77
Amarah
78
Penjara
79
Ancaman
80
Sosok
81
Bbq
82
Penyerbuan
83
Persidangan
84
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!