2. Memisahkan keluarga

“ KEPALA DESA DATANG...’

Ma Gui, pemuda tetangga Fen Ran berteriak. Rupanya bibi Ma dan Paman Ma tidak tega dengan Fen Ran dan mengutus sang putra untuk memanggil kepala desa Fen Tong.

Nyonya tua Fen dan FEN SHUI segera merasa kikuk. Kepala desa ini, mereka jelas masih harus menaruh hormat.

“ Ada apa ini? kenapa kalian berkumpul disini?” suara tegas penuh wibawa membuat Fen Ran ( aku ganti jadi Fen Ran dulu Yaaa..) yang sedang pura – pura memeras air mata mendongak. Hmm, kepala desa ini sepertinya orang baik dan adil.

“ Paman Tetua, tolong Fen Ran. Paman besar dan Nenek ingin mengambil rumahku. Lalu aku tinggal dimana?” Fen Ran langsung merangkak sambil menangis kedepan kepala desa. Fen San.

“ Kakak ipar Keempat. Apa yang ingin kau katakan? Bukakah mendiang kakak keempat sudah lama memecah cabang? Bagaimana muncul hal seperti ini?” alis Fen San mengerut tajam, jelas ia tidak menyukai cara dari cabang pertama keluarga Kakak Keempatnya.

Nyonya tua Fen dan Fen Shui saling melirik, raut wajah mereka masam dan sedikit terlintas kegugupan. Fen Ran jelas melihat ini dan tersenyum sinis.

“ Kepala desa.. Fe.. Fen San. Bukankah ini karena anak ini sudah yatim dan hidup sendiri? Kami hanya ingin merawat rumah peninggalan lao San. Fen Hao meninggal diikuti oleh istrinya. Kami hanya ingin merawat gadis ini,” ucap Fen Shui terbata – bata.

“ BOHONG! Kalian tadi bilang ingin menikahkanku dengan anak bodoh keluarga Fu diujung desa sebelah! Kalian bilang mereka ingin menukarnya dengan uang 200 ribu!” teriak Fen Ran pilu. Ucapan ini membuat semua orang menahan nafas.

Pemuda bodoh dari keluarga Fu sudah sangat terkenal. Ia berusia 30an tahun tetapi mentalnya seperti anak 5 tahun. sungguh hampir sama dengan mendorongnya mati saja.

“ Omong kosong! Bukankah karena paman besarmu kasihan denganmu? Lagipula, tidak ada ruginya jika kamu menikahi pemuda Fu itu. Dia tidak bodoh, hanya saja bermental kecil!” sahut nyonya tua Fen tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Kepala desa tampak mengurut pelipisnya pelan. Kakak ipar keempatnya ini sungguh bingung!

“ Kakak ipar, jelas tidak benar. Fen Ran masih muda, dia tidak akan bisa menanggung semua itu,”

“ Kenapa? Rumah ini adalah rumah milik anakku! Aku berhak atasnya. Anggap saja ini adalah bentuk bakti dari mendiang putraku!” jelas sekali nyonya tua tidak akan menyerah.

“ Kakak ipar! Fen Ran jelas memiliki surat – surat rumah! Kau bisa saja dilaporkan ke pejabat!” tak ingin berbasa basi, kepala desa langsung mengancam.

“ APA SALAHKU? KENAPA AKU BEGITU MALANG? RUMAH MILIK ANAKKU PUN TIDAK BISA AKU MILIKI! LALU SEKARANG CUCU PEREMPUANKU JUGA MENINDASKU, RASANYA INGIN MATI SAJA...” nyonya tua langsung menjatuhkan diri dan berguling sambil meraung – raung. Tipikal nenek keras kepala yang tidak ingin kalah sama sekali.

Fen Ran sungguh pusing. Ia harus merencanakan semuanya

“ Nek.. Nenek, ada apa denganmu? Siapa yang menindas nenek?” seorang pemuda berusia 18 tahunan menerobos kerumunan dan segera menolong nyonya tua Fen untuk bangun. Dia adalah FEN JIN, sepupu Fen Ran anak dari FEN Shui.

“ LIHATLAH! HANYA ANAK ANGKAT DARI PAMAN KEDUAMU! DIA INGIN MENGUASAI RUMAH MENDIANG PAMANMU. MAKAN DAN BESAR DARI KELUARGA KITA TETAPI TIDAK MAU MEMBERIKAN RUMAH PAMANMU! BETAPA MALANG HIDUP PUTRA KEDUA-KU,”

Nyonya tua Fen bahkan mencela tanpa berkedip. Membuat perasaan semua orang tidak enak. Siapa yang tidak tahu jika putra kedua yang ia sebut juga merupakan anak tiri?

Kepala desa juga merasa serba salah, ia melirik kearah Fen Ran dengan wajah kecut.

“ Paman tetua, jika begitu aku yang akan mengalah,” ucapan lirih Fen Ran membuat keluarga cabang pertama berbinar.

“ Fen Ran. In .. Ini bukankah ini tak adil bagimu?” kepala desa sungguh merasa.. tak berdaya.

Fen Ran, dengan tubuh sedikit sempoyongan mencoba berdiri, darah masih terlihat di belakang kepalanya. Tampak kontras yang menakutkan jika disandingkan dengan tubuhnya yang kurus dan rapuh.

“ Paman besar, bibi besar, sepupu juga Nenek. Aku akan memberikan rumah dan ladang ini. Tetapi aku punya satu Syarat,” ucap lirih Fen Ran.

“ Cepat katakan, apa syaratnya,” desak bibi pertama, Ma Liu. Bayang – bayang mas kawin untuk putranya sudah menari didepan matanya.

“ Rumah ini, semua orang juga tahu, dibuat dengan bata merah dan sangat kokoh. Ladang yang ditinggalkan ayah juga lumayan luas, sekitar 5 Mu dan tanahnya semua adalah lahan subur,”

( 1 mu \= +- 666, 667mpersegi)

“ Maka berikan saja aku uang tunai 200 ribu dan juga aku ingin memutuskan hubungan keluarga” lanjut Fen Ran dengan lantang. Membuat suasana kembali hening. Tidak sedikit para penonton menarik nafas dingin. Memutuskan hubungan keluarga? Gadis Fen ini sungguh berani, bukan?

“ APA? KENAPA KAU TIDAK MERAMPOK SAJA!” belum nyonya tua menjawab, suara melengking Ma Liu segera terdengar. Yang benar saja. 200 ribu setara dengan penghasilan keluarga cabang pertama selama 2 tahun!

Uang tersebut juga bisa ditukar dengan rumah kecil di kota. Mimpi saja gadis sial itu memintanya.

“ Paman tetua, menurut Anda bukankah kompensasi itu sepadan? Rumah inipun jika dijual pasti lebih dari 150 ribu. Lalu lahan subur 5 Mu pasti akan menghasilkan banyak padi dan juga gandum yang melimpah,” Fen Ran menatap penuh harap kepada Fen San.

Fen San juga menatap Nyonya tua Fen. Nyonya tua juga tampak sedang menghitung untung dan ruginya, jelas ia tidak akan mau rugi. Tetapi jika gadis itu memutuskan hubungan dengan keluarga Fen, mereka tidak lagi bisa mengatur pernikahannya. Tetapi, rumah ini ....

“ Bu.. Jangan mau .. gadis sial itu sungg...”

“ Baiklah aku setuju,” putus nyonya tua Fen. Ma Liu ingin sekali protes tetapi ditatap tajam oleh suaminya, Ma Liu langsung kicep.

“ Tetapi, nenek. Aku minta waktu dua hari untuk tinggal sejenak dan merapikan barang – barangku,” pinta Fen Ran dengan wajah memelas. Nyonya tua melihat dengan enggan dan mengangguk.

Nyonya tua merogoh dan memberikan uang kepada Fen Ran sementara semua surat – surat terkait diberikan kepada kepala desa sebagai jaminan semnetara untuk Fen Ran tinggal selama 2 hari terlebih dahulu.

Dengan ini, pertunjukan selesai dan semua tetangga bubar.

Fen Ran memasuki kamarnya, mulai memandang sekeliling dengan rasa ingin tahu.

Rumah ini lumayan luas untuk dirinya yang sendiri. Dibandingkan dengan para tetangga yang hanya terbuat dari lumpur dan beratap jerami, tentu saja sangat jauh bandingannya.

“ Haaaah, setidaknya aku memiliki uang 200 ribu. Jika terus tinggal dengan keluarga Fen, aku akan terus ditindas,” ucap Fen Ran sambil memainkan liontin giok dikalungnya.

Tanpa sadar, jarinya tertusuk dan menetes di atas liontin tersebut.

“ Hissssss”

“ Dimana aku?”

Terpopuler

Comments

Ara putri

Ara putri

bagus ceritanya, jgn lupa mampir malik🙏

2026-01-26

1

Shai'er

Shai'er

punya ruang dimensi dong😱😱😱

2026-01-02

1

Shai'er

Shai'er

yaudah, mati aja sana 😏

2026-01-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. Berpindah tempat
2 2. Memisahkan keluarga
3 3. Ladang dan air ajaib
4 4. membeli rumah dan sebidang tanah
5 5. memutuskan hubungan
6 6. menolong pemuda tampan
7 7.Cabai dan kecurigaan
8 8. Rencana bekerjasama Dg para bibi baik.
9 9. pergi kepasar & bertemu Fen Rui
10 10. mulai berjualan & tes restoran terkenal
11 11. mencari mitra, mengenalkan hidangan baru
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120 END
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Berpindah tempat
2
2. Memisahkan keluarga
3
3. Ladang dan air ajaib
4
4. membeli rumah dan sebidang tanah
5
5. memutuskan hubungan
6
6. menolong pemuda tampan
7
7.Cabai dan kecurigaan
8
8. Rencana bekerjasama Dg para bibi baik.
9
9. pergi kepasar & bertemu Fen Rui
10
10. mulai berjualan & tes restoran terkenal
11
11. mencari mitra, mengenalkan hidangan baru
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120 END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!