Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Bab 1: Si pintar dan si badboy sekolah

Di sebuah sekolah menengah atas di kota Jakarta, murid-murid sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang membaca buku di perpustakaan, berkumpul di kantin, bahkan sekedar bergosip di dalam kelas masing-masing.

Layaknya sekolah pada umumnya, setiap sekolah pasti memiliki murid yang berprestasi dan juga kebalikannya. Seperti di kelas XII IPA-2 misalnya, ada dua murid yang begitu mencolok. Keduanya memiliki kontras yang sangat jauh berbeda.

Anindia Hastari, seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang selalu menjadi bintang kelas karena prestasinya. Ia selalu menduduki peringkat pertama di dalam kelasnya, serta selalu memenangkan olimpiade matematika tingkat sekolah.

Anindia memiliki rambut hitam panjang yang tergerai bebas di punggungnya, bulu mata yang lentik, serta mata yang ekspresif membuatnya terlihat cantik secara fisik meskipun tubuhnya tidaklah tinggi. Sifatnya yang ramah, membuat Anindia begitu dikagumi oleh teman-teman lainnya.

Tapi dibalik keramahannya itu, Anindia sangat tidak menyukai seseorang. Tidak suka disini bukan berarti benci. Anindia hanya berusaha menjauh dari pemuda itu sebisanya, karena mereka berdua tidak pernah akur sejak awal bertemu di SMA itu. Meskipun ada saja pertengkaran kecil yang terjadi di antara keduanya.

Ya, pemuda yang dimaksud adalah Keanu Zeydan Pratama, atau yang kerap disapa dengan panggilan Keanu.

Keanu berusia 18 tahun. Ia mempunyai tubuh tinggi dan atletis, rambutnya yang berwarna hitam jatuh di dahinya layaknya seorang aktor Korea. Bahkan gadis-gadis tergila-gila dengan pesona yang ditampilkan Keanu.

Tapi siapa sangka, dibalik ketampanannya, Keanu justru bersikap sebaliknya. Ia memanfaatkan ketampanannya itu untuk menikmati kenakalan. Baginya, masa remaja itu harus dibuat untuk bersenang-senang bukan untuk prestasi.

Keanu atau lebih dikenal sebagai 'si badboy sekolah', sering kali membuat kerusuhan hingga membuatnya berakhir di ruang BK. Bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Bahkan, guru-guru pun mulai lelah menghadapi kenakalan nya.

Keanu sempat hampir dikeluarkan dari pihak sekolah, tapi karena orang tuanya memohon dan berjanji akan perubahan Keanu, mereka pun akhirnya memberikan kesempatan. Harap-harap Keanu akan berubah, tapi harapan itu hanya sebuah harapan saja. Pasalnya, Keanu tetap saja membuat kerusuhan di antero sekolah.

Seperti saat ini misalnya, Keanu sedang dikejar oleh satpam sekolah karena mencoba untuk melompati pagar, tujuannya tak lain adalah untuk membolos jam pelajaran. Karena ketahuan, Keanu pun dikejar oleh satpam itu. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung dramatis, pasalnya sang satpam bukan sekedar mengejar, melainkan sembari membawa sebuah sapu lidi di tangannya.

"Keanu! Mau kabur kemana kamu!!" Teriak sang satpam yang sudah sangat mengenali Keanu.

Keanu pun berlari sebisanya. Untungnya saat itu di lapangan sekolah sangat sepi karena pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga membuat Keanu bisa berlari dari kejaran satpam yang membawa sapu lidi itu.

Keanu berlari ke arah belakang sekolah, ia bersembunyi di balik sebuah pohon rindang. Ia merasa jantungnya yang berdegup kencang karena lelahnya berlari. Ia berdiri tegak tepat di batang pohon besar itu, dengan nafas yang tersengal-sengal berharap tidak ketahuan oleh sang satpam.

Keanu mencoba untuk mengintip dari balik pohon. Dan benar saja satpam itu sudah berlari ke arahnya. Keanu pun langsung berlari kembali melewati belakang kelas yang berjejer panjang itu, ia tidak ingin tertangkap oleh sang satpam lagi.

Sementara satpam itu baru saja tiba di belakang sekolah, ia mulai terengah-engah ketika mencoba untuk menangkap Keanu. Tapi karena sudah tugasnya, satpam muda itupun langsung kembali mengejar Keanu dan berharap bisa menangkapnya kali ini.

Sementara itu di dalam kelasnya, Anindia yang fokus pada pelajaran pun fokusnya buyar seketika saat melihat Keanu berlari di samping kelasnya. Tak lama dari situ, diikuti seorang satpam yang mengejarnya sembari mengangkat sapu lidi itu ke atas.

Kelas Anindia dan Keanu berada di lantai bawah, dengan bagian jendela belakang mengarah langsung ke arah tembok pembatas sekolah. Teman-teman sekelasnya pun langsung menoleh ke arah suara. Bahkan, guru yang mengajar pun langsung menghentikan sejenak kegiatan menulisnya di papan tulis, ia pun langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah salah satu muridnya itu.

Anindia pun langsung menggelengkan kepalanya, merasa tidak habis pikir dengan tingkah teman sekelasnya itu. Ia pun tidak menghiraukannya lebih lanjut, baginya pelajaran hari ini jauh lebih baik.

"Baik anak-anak, kembali fokus pada materi!" Ujar guru itu untuk mengembalikan fokus mereka.

Pembelajaran pun kembali berlangsung seperti biasanya, meskipun ada sedikit kendala karena ulah Keanu tadi. Guru menjelaskan serta murid-murid memperhatikan dengan baik.

"Anindia dan Dara, tolong ambilkan buku paket sebanyak kalian di perpustakaan, nak." Titah guru itu setelah menjelaskan materi.

"Baik Bu," ujar Anindia dan Dara serempak.

Mereka pun langsung berdiri dan berjalan menuju perpustakaan. Dara merupakan sahabat Anindia sejak SMP, kedekatannya dengan Anindia membuat guru-guru juga lebih mengenali Dara mengingat Anindia yang begitu populernya di sekolah.

"Nindi, lo heran gak sih sama si Keanu. Kok dia itu bisa ya jadi langganannya Pak satpam, dikejar terus haha!" Ujar Dara ketika mereka sedang berjalan di koridor sekolah.

"Ya heran sih. Tapi untungnya apa buat aku? Biarin aja lah, yang penting aku gak berurusan sama dia." Ujar Anindia dengan nada santainya.

"Haha iya iya," ujar Dara dengan tawa kecilnya.

Mereka pun akhirnya tiba di dalam perpustakaan, Anindia dan Dara pun langsung menuju ke arah petugas perpustakaan untuk mengkonfirmasi tujuan mereka. Setelah disetujui, mereka berdua pun berjalan menuju rak buku fisika sesuai perintah guru mereka tadi.

Anindia dan Dara mengambil buku itu sebanyak murid di kelas mereka. Mereka menghitung kembali agar tidak ada buku yang selip. Setelah dirasa pas, mereka pun kembali ke meja petugas perpustakaan untuk menandatangani pinjaman buku kelas.

Setelah selesai dengan segala sesuatunya, mereka berdua pun langsung beranjak menuju ke kelasnya.

"Dar, kamu duluan aja deh. Ini soalnya tali sepatu aku lepas," ujar Anindia pelan sembari meletakkan buku itu di atas meja terdekat lalu berjongkok untuk mengikat tali sepatunya.

"Barengan aja deh Nin. Masa iya perginya barengan baliknya sendiri," ujar Dara lirih yang kini berhenti di depan meja itu juga.

Tidak ada jawaban apapun dari Anindia, ia terlalu fokus pada tali sepatunya. Setelah beberapa saat, ia pun kembali berdiri dan langsung meraih buku-buku di atas meja itu.

"Udah, ayo!" Bisiknya.

Mereka pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan. Anindia berjalan di depan, sementara Dara mengikuti di belakangnya. Baru sampai di depan ruang perpustakaan, tiba-tiba saja Keanu berlari secepat kilat.

"Awas woi!" Ujar Keanu sambil menyuruh Anindia untuk menepi.

Tapi terlambat, Keanu yang hilang kendali langsung menabrak Anindia, membuat Anindia terjatuh dengan buku-buku nya juga.

Braakk!!

"Aduhh!" Rintih Anindia yang terjatuh.

"Ya ampun Nindi, lo gapapa?" Ujar Dara yang langsung membantu Anindia untuk berdiri.

Anindia tidak mengatakan apa-apa, rasa marah, kesal, dan sakit kini menjadi satu. Ia pun berhasil berdiri setelah Dara menarik tangannya. Ia menoleh ke arah pemuda itu dengan tatapan tajam, seakan tidak terima dengan tindakan Keanu tadi.

"Heh! Kamu itu bisa gak sih, sehari aja gak cari masalah sama aku?!!" Omel Anindia sambil berkacak pinggang.

"Lagian lo yang halangi jalan gue, jadinya kan hilang kendali gue." Ujar Keanu tak mau kalah yang juga terjatuh duduk di atas lantai.

"Aku?" Ujar Anindia sambil menunjuk dirinya sendiri. "Kamu yang menabrakku! Kamu gak liat apa aku lagi bawa buku!"

"Heh, kalo lo gak berdiri di situ. Gue gak bakalan nabrak lo!" Ujar Keanu yang berusaha untuk membela diri.

Anindia mendengus kesal. Ia pun tidak menanggapinya lagi, baginya pelajarannya jauh lebih penting daripada harus berurusan dengan Keanu. Ia pun kembali berjongkok untuk mengambil buku-buku yang berserakan itu, dibantu oleh Dara.

Keanu pun langsung berdiri dan mencoba untuk berlari lagi. Tapi percuma saja, karena satpam itu sudah menangkapnya. Satpam itu pun menjewer telinganya erat karena geram dengan tingkah Keanu yang tidak ada habisnya.

"Aduh Pak ampun-ampun!" Ujar Keanu yang terkejut dan merasakan sakit di telinganya.

"Capek saya kejar kamu! Mau coba kabur kemana lagi, hmm?" Ujar sang satpam. "Liat ini! Gara-gara ulah kamu, kamu akhirnya menabrak teman kamu!"

"Aduh-aduh ampun Pak, jangan di jewer. Sakit!" Ujar Keanu memohon, ia mulai merasakan panas di telinganya.

"Ayo ikut saya!" Ujar satpam itu yang masih menjewer telinga Keanu dan menariknya menuju ruang BK.

Anindia dan Dara yang sudah mengambil kembali buku-buku itu pun langsung menoleh ke arah Keanu. Anindia menggeleng singkat dengan perasaan kesal yang membara. Sementara Dara, gadis itu langsung mencoba menahan senyumnya ketika melihat Keanu yang dimarahi oleh sang satpam.

"Dar, ayo cepat balik ke kelas. Ntar kita dimarahi lagi," ujar Anindia yang tidak menyadari ekspresi wajah Dara.

"Iya, ayo-ayo." Ujar Dara pada akhirnya setelah berusaha menahan tawanya.

Kedua gadis itu pun berjalan menuju ruang kelas, dengan setumpuk buku dalam rangkulan masing-masing. Setibanya di kelas, mereka pun langsung membagikan buku-buku itu kepada teman sekelasnya. Setelahnya, mereka pun duduk di bangkunya masing-masing dan kembali mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Jam istirahat pun tiba, Anindia dan Dara kini sudah berada di kantin untuk menikmati jam istirahat mereka. Mereka tidak hanya berdua, melainkan dengan dua teman kelasnya juga. Mereka duduk dalam satu meja, diiringi dengan pembahasan ringan tentang materi hari ini.

"Materi tadi sulit banget gila-gila, otak gue gak nyampe!" Ujar salah satu teman cowok Anindia, Yudhi.

"Sulit apanya? Materinya gampang kok," ujar Anindia sambil mengaduk minumannya dengan sedotan.

"Yee, lo kan pintar, Nindi. Lah gue, nilai aja pas-pasan." Balas Yudhi.

"Makanya belajar Yudhi, jangan tidur mulu di kelas!" Ujar Dara dengan tawa ringan.

Sementara Edo, ia hanya menggeleng singkat menanggapi arah pembicaraan teman-temannya. Di antara mereka berempat, hanya Edo lah yang paling irit bicara. Pertemanan mereka bermula sejak awal pertemuan di SMA itu, tepatnya saat masih duduk di kelas satu. Dan sejak itu juga, pertemanan mereka semakin erat saja sampai saat ini.

Saat itu, tiba-tiba saja mata Anindia menangkap Keanu dan dua orang temannya berjalan ke arah kantin. Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu masih merasa kesal, terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.

"Gara-gara tu cewek gue jadi di tangkap sama Pak Satpam! Jadinya kan gue kena skors sama guru BK!" Ujar Keanu yang terdengar jelas di telinga Anindia.

Mendengar hal itu, Anindia pun langsung berdiri dan tanpa aba-aba langsung berjalan ke arah Keanu dengan tatapan kesal. Teman-temannya yang melihat itu pun langsung terkejut, mata mereka mengikuti ke arah Anindia berlalu. Dan benar saja, Anindia terlihat kesal dan sedang berhadapan langsung dengan si ketua geng sekolah.

"Heh! Maksud kamu apa ya nyalahin aku kayak gitu?!" Ujar Anindia tidak terima. "Kamu yang menabrakku tapi malah nyalahin aku!"

"Heh, ini semua gara-gara lo tau gak? Kalo aja gue gak nabrak lo, gak bakalan gue ketangkep!" Ujar Keanu dengan tatapan tajam ke arah Anindia.

"Ya salah kamu sendiri! Ngapain bolos coba?" Ujar Anindia tidak mau kalah.

Semua pasang mata langsung tertuju pada keributan kecil mereka. Bahkan teman-teman Anindia pun langsung berlari ke arahnya, berusaha untuk menenangkan gadis itu.

"Lo gak usah ikut campur urusan gue, Anindia." Ujar Keanu penuh penekanan dengan nada dinginnya.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung berbalik pergi diikuti teman-temannya yang meninggalkan senyuman miring sebelum akhirnya berlalu.

"Tenang Nindi, tarik nafas... Hembuskan tahun depan." Ujar Yudhi yang sempat-sempatnya bercanda.

"Bego, kalo ngomong di jaga!" Ujar Edo yang sedari tadi diam sambil memukul kepala Yudhi pelan, mengingat candaan Yudhi terlalu berlebihan.

"Yee, gue cuma pengen menghibur kok. Malah kena geplak!" Ujar Yudhi sembari menggosok kepalanya, dan langsung ditanggapi tawa oleh Dara.

"Makanya jangan sembarangan, Yudhi." Ujar Dara yang masih tertawa.

"Udah-udah ah, kalian ini juga malah ribut. Ya udah balik ke kelas, yuk. Ntar udah bel," ujar Anindia menengahi perdebatan kecil di antara teman-temannya.

Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya. Diikuti dengan teman-teman nya yang menyusul di belakangnya. Anindia mencoba untuk menenangkan diri dan memfokuskan diri pada pelajaran selanjutnya. Meskipun ia sempat berdebat dengan si ketua geng sekolah sebelumnya.

^^^Bersambung...^^^

Episodes
1 Bab 1: Si pintar dan si badboy sekolah
2 Bab 2: Karena kesalahpahaman warga
3 Bab 3: Pernikahan dadakan
4 Bab 4: Drama tidur sekamar
5 Bab 5: Keributan di pagi hari
6 Bab 6: Di antara cerita dan kebimbangan
7 Bab 7: Dua sisi yang berbeda
8 Bab 8: Penerimaan dibalik permusuhan
9 Bab 9: Tinggal di rumah mertua
10 Bab 10: Karena kejujuran Anindia
11 Bab 11: Karena kejujuran Anindia (part 2)
12 Bab 12: Dua insan yang tidak pernah akur
13 Bab 13: Penerimaan tanpa paksaan
14 Bab 14: Momen tak terduga
15 Bab 15: Keanu, si penarik perhatian
16 Bab 16: Hadiah pertama
17 Bab 17: Sisi lain Keanu
18 Bab 18: Menantu idaman keluarga Bramantyo
19 Bab 19: First kiss
20 Bab 20: Surat cinta dari Dara
21 Bab 21: Only you
22 Bab 22: Video call dengan kakak
23 Bab 23: Satu hari bersama
24 Bab 24: Di anggap pacar
25 Bab 25: Ketika sahabat berubah menjadi musuh
26 Bab 26: Momen romantis di tengah hujan
27 Bab 27: Minuman hangat untuk suami
28 Bab 28: Keanu pergi, Anindia khawatir
29 Bab 29: Hoodie oversize untuk istri mungil
30 Bab 30: Act of service Keanu
31 Bab 31: Kecemburuan Dara
32 Bab 32: Perhatian Keanu untuk Anindia
33 Bab 33: Perhatian yang sangat berarti
34 Bab 34: Truth or dare bersama teman
35 Bab 35: Gitar dan kebenaran tersembunyi
36 Bab 36: Lagu untuk Anindia
37 Bab 37: Satu hari, dua cerita
38 Bab 38: Luka yang tidak terlihat
39 Bab 39: Surat cinta misterius
40 Bab 40: Keanu: Possessive on mode
41 Bab 41: Keisengan suami
42 Bab 42: Drama di suruh istri
43 Bab 43: Tulang hasta dan tulang punggung
44 Bab 44: Ujian semester
45 Bab 45: Di bawah langit senja
46 Bab 46: Rumah sakit
47 Bab 47: Sama-sama gelisah
48 Bab 48: Sosok di balik surat cinta misterius
49 Bab 49: Sambutan hangat untuk Keanu
50 Bab 50: Dijenguk Niko
51 Bab 51: Kedatangan Arfan
52 Bab 52: Villa di bawah bintang
53 Bab 53: Ujian susulan
54 Bab 54: Ketika sahabat berubah menjadi musuh (part 2)
55 Bab 55: Keakraban menantu dan mertua
56 Bab 56: Om dan ponakan kecil
57 Bab 57: Dua Mama, bahagia bersama
58 Bab 58: Pembagian raport
59 Bab 59: Di balik kemenangan
60 Bab 60 : Kepercayaan Papa Bram
61 Bab 61: Kesetiaan itu mahal
62 Bab 62: Trauma masa lalu
63 Bab 63: Awal liburan di kota gudeg
64 Bab 64: Marahnya Keanu bukan silent treatment
65 Bab 65: Pertemuan dengan kakak
66 Bab 66: Back to Jakarta
67 Bab 67: Menguji kesetiaan suami
68 Bab 68: Awal semester baru
69 Bab 69: Usaha sia-sia Dara dan Rahasia Yudhi
70 Bab 70: Kejujuran Keanu
71 Bab 71: Lebih ganteng siapa?
72 Bab 72: Kebencian yang membara
73 Bab 73: Keanu vs Ariga
74 Bab 74: Petaka di pesta ulang tahun
75 Bab 75: Trauma lama yang kembali
76 Bab 76: Pembalasan Keanu
77 Bab 77: Ketika bersama dengan orang yang tepat
78 Bab 78: Pengakuan Ariga
79 Bab 79: Dara semakin menggila
80 Bab 80: Rahasia yang terbongkar
81 Bab 81: Hukuman untuk Dara
82 Bab 82: Klarifikasi Keanu
83 Bab 83: Ujian nasional
84 Bab 84: Dikira serius, ternyata...
85 Bab 85: Hari kelulusan
86 Bab 86: Malam setelah acara kelulusan
87 Bab 87: Terperangkap
88 Bab 88: Strategi Keanu untuk menemukan Anindia
89 Bab 89: Keadilan terwujud
90 Bab 90: Ziarah ke makam Dara
91 Bab 91: Jejak cinta di pantai Kuta
92 Bab 92: Kebahagiaan bersemi
93 Bab 93: Fitting baju
94 Bab 94: Hadiah terindah
95 Bab 95: Akad dan resepsi
96 Bab 96: Anindia hamil, Keanu mual
97 Bab 97: Ayah muda, ngidam bukan main
98 Bab 98: Laki-laki atau perempuan?
99 Bab 99: Membesuk Ariga
100 Bab 100: Malaikat kecil
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Si pintar dan si badboy sekolah
2
Bab 2: Karena kesalahpahaman warga
3
Bab 3: Pernikahan dadakan
4
Bab 4: Drama tidur sekamar
5
Bab 5: Keributan di pagi hari
6
Bab 6: Di antara cerita dan kebimbangan
7
Bab 7: Dua sisi yang berbeda
8
Bab 8: Penerimaan dibalik permusuhan
9
Bab 9: Tinggal di rumah mertua
10
Bab 10: Karena kejujuran Anindia
11
Bab 11: Karena kejujuran Anindia (part 2)
12
Bab 12: Dua insan yang tidak pernah akur
13
Bab 13: Penerimaan tanpa paksaan
14
Bab 14: Momen tak terduga
15
Bab 15: Keanu, si penarik perhatian
16
Bab 16: Hadiah pertama
17
Bab 17: Sisi lain Keanu
18
Bab 18: Menantu idaman keluarga Bramantyo
19
Bab 19: First kiss
20
Bab 20: Surat cinta dari Dara
21
Bab 21: Only you
22
Bab 22: Video call dengan kakak
23
Bab 23: Satu hari bersama
24
Bab 24: Di anggap pacar
25
Bab 25: Ketika sahabat berubah menjadi musuh
26
Bab 26: Momen romantis di tengah hujan
27
Bab 27: Minuman hangat untuk suami
28
Bab 28: Keanu pergi, Anindia khawatir
29
Bab 29: Hoodie oversize untuk istri mungil
30
Bab 30: Act of service Keanu
31
Bab 31: Kecemburuan Dara
32
Bab 32: Perhatian Keanu untuk Anindia
33
Bab 33: Perhatian yang sangat berarti
34
Bab 34: Truth or dare bersama teman
35
Bab 35: Gitar dan kebenaran tersembunyi
36
Bab 36: Lagu untuk Anindia
37
Bab 37: Satu hari, dua cerita
38
Bab 38: Luka yang tidak terlihat
39
Bab 39: Surat cinta misterius
40
Bab 40: Keanu: Possessive on mode
41
Bab 41: Keisengan suami
42
Bab 42: Drama di suruh istri
43
Bab 43: Tulang hasta dan tulang punggung
44
Bab 44: Ujian semester
45
Bab 45: Di bawah langit senja
46
Bab 46: Rumah sakit
47
Bab 47: Sama-sama gelisah
48
Bab 48: Sosok di balik surat cinta misterius
49
Bab 49: Sambutan hangat untuk Keanu
50
Bab 50: Dijenguk Niko
51
Bab 51: Kedatangan Arfan
52
Bab 52: Villa di bawah bintang
53
Bab 53: Ujian susulan
54
Bab 54: Ketika sahabat berubah menjadi musuh (part 2)
55
Bab 55: Keakraban menantu dan mertua
56
Bab 56: Om dan ponakan kecil
57
Bab 57: Dua Mama, bahagia bersama
58
Bab 58: Pembagian raport
59
Bab 59: Di balik kemenangan
60
Bab 60 : Kepercayaan Papa Bram
61
Bab 61: Kesetiaan itu mahal
62
Bab 62: Trauma masa lalu
63
Bab 63: Awal liburan di kota gudeg
64
Bab 64: Marahnya Keanu bukan silent treatment
65
Bab 65: Pertemuan dengan kakak
66
Bab 66: Back to Jakarta
67
Bab 67: Menguji kesetiaan suami
68
Bab 68: Awal semester baru
69
Bab 69: Usaha sia-sia Dara dan Rahasia Yudhi
70
Bab 70: Kejujuran Keanu
71
Bab 71: Lebih ganteng siapa?
72
Bab 72: Kebencian yang membara
73
Bab 73: Keanu vs Ariga
74
Bab 74: Petaka di pesta ulang tahun
75
Bab 75: Trauma lama yang kembali
76
Bab 76: Pembalasan Keanu
77
Bab 77: Ketika bersama dengan orang yang tepat
78
Bab 78: Pengakuan Ariga
79
Bab 79: Dara semakin menggila
80
Bab 80: Rahasia yang terbongkar
81
Bab 81: Hukuman untuk Dara
82
Bab 82: Klarifikasi Keanu
83
Bab 83: Ujian nasional
84
Bab 84: Dikira serius, ternyata...
85
Bab 85: Hari kelulusan
86
Bab 86: Malam setelah acara kelulusan
87
Bab 87: Terperangkap
88
Bab 88: Strategi Keanu untuk menemukan Anindia
89
Bab 89: Keadilan terwujud
90
Bab 90: Ziarah ke makam Dara
91
Bab 91: Jejak cinta di pantai Kuta
92
Bab 92: Kebahagiaan bersemi
93
Bab 93: Fitting baju
94
Bab 94: Hadiah terindah
95
Bab 95: Akad dan resepsi
96
Bab 96: Anindia hamil, Keanu mual
97
Bab 97: Ayah muda, ngidam bukan main
98
Bab 98: Laki-laki atau perempuan?
99
Bab 99: Membesuk Ariga
100
Bab 100: Malaikat kecil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!