Chloe berdiri kaku di depan pintu ruangan steril khusus bayi. Napasnya pendek dan tersengal.
“Apakah aku bisa bertemu dokter?” tanya Chloe pada perawat.
Perawat itu menoleh, melihat Chloe yang tampak tegang. “Ada perlu apa?”
“Aku Chloe, kerabat Lily. Aku ingin menemui bayi Lily.”
Tak lama seorang dokter datang. “Ada apa?”
“Bagaimana … bagaimana kondisi bayi Lily, Dokter?” tanya Chloe, suaranya serak. Ia sudah menahan tangis sejak dari rumah.
Dokter itu menghela napas. “Bayi Jonas stabil. Tapi masih di inkubator, agar lebih stabil karena mengalami benturan ketika kecelakaan.”
“Jonas?”
“Itu namanya. Tuan Jasper yang memberinya nama itu.”
“Jasper? Apakah dia ayah biologisnya?” tanya Chloe.
“Ya.” Dokter memandang Chloe. “Kami sangat berduka untuk kepergian Nona Lily. Dari catatannya, anda yang mendampingi sejak awal kehamilan?”
Chloe mengangguk. “Aku … aku satu-satunya orang terdekatnya yang dia punya di sini. Apakah aku bisa melihat bayinya dari dekat?”
“Maaf, untuk masalah akses menengok bayi … secara prosedur, kami hanya bisa mengizinkan perwalian yang sah yaitu Tuan Jasper Jones.”
“Aku memang bukan siapa-siapanya secara hukum,” bisik Chloe, hancur. “Tapi aku …”
“Maaf, Nona. Ini sudah ketetuannya,” sahut sang Dokter.
“Kalau begitu aku hanya ingin melihatnya dari balik kaca.” Chloe memohon.
“Baiklah, tapi perawat akan mendampingi.”
“Terima kasih,” jawab Chloe.
*
*
Bayi itu terbaring di inkubator di ruang NICU, begitu mungil. Kulitnya kemerahan dan tipis.
Sebuah monitor di sampingnya berkedip dengan garis-garis dan angka yang tak dipahami Chloe, tapi yang dia tahu, setiap kedipan itu berarti si bayi masih bertahan. Sebuah selang kecil terpasang di hidung mungilnya.
Chloe menempelkan tangannya di kaca yang dingin. Air matanya mengalir deras, tanpa suara. Tangisan untuk Lily yang pergi terlalu cepat.
Tangisan untuk bayi ini yang akhirnya harus berpisah dengannya setelah berbulan-bulan merawat Lily.
Lalu, di keheningan itu, sayup-sayup Chloe mendengar suara perawat. Suara dari balik tirai pemisah di koridor, dekat ruang perawat.
“… ASI donor dari bank ASI masih terbatas, Dokter. Dan Tuan Jasper kurang setuju dengan donor ASI dan lebih memilih ibu susu pengganti. Tapi jika ibu susu pengganti itu terlalu lama ditemukan, maka akan krusial untuk perkembangan usus dan imunitasnya. Apakah ada kemungkinan mencari ibu susu pengganti dengan cepat? Ibu dengan bayi seumuran yang bersedia menyusui langsung atau memerah?”
“Kita tunggu saja informasi dari Tuan Jaspen. Dia sedang mengusahakan. Tapi memang tidak mudah. Program relawan ibu susu belum banyak yang tahu. Dan untuk menyusui langsung, perlu komitmen dan banyak faktor …”
Pembicaraan itu membuat Chloe terpaku lama. Ibu susu pengganti. Menyusui langsung. Chloe memalingkan wajahnya dari kaca, dia mulai berpikir.
Lalu, dia berbalik, melangkah mantap mendekati dokter dan perawat yang sedang berdiskusi itu. Keduanya terkejut melihat Chloe yang menyibak sekat tirai.
“Dokter,” suara Chloe. “Aku … aku ingin mengajukan diri. Untuk menjadi ibu susu untuk bayi Lily.”
Dokter itu terkejut. “Nona … aku hargai niat anda. Tapi ini bukan hal sederhana. Banyak pemeriksaan dan apakah anda pernah melahirkan?”
“Belum,” aku Chloe, dadanya berdebae. “Tapi akh pernah baca, itu mungkin. Induksi laktasi. Bukan dengan kehamilan, tapi dengan stimulasi dan hormon. Bisa kah, Dokter?”
Perawat itu memandangnya, sedikit ada rasa kasihan dan kagum. Dokter mengusap keningnya. “Secara medis, memang mungkin. Tapi prosesnya tidak mudah. Butuh komitmen waktu yang sangat tinggi, stimulasi payu-dara rutin setiap beberapa jam baik dengan pompa atau … terapi hormon yang harus diawasi ketat, dan yang paling penting, keyakinan dan komitmen yang luar biasa. Dan tidak ada jaminan berhasil. Serta …” Dia berhenti sejenak, “secara emosional, ini akan mengikat anda sangat dalam dengan bayi ini. Anda siap dengan konsekuensinya?”
Chloe menarik napas dalam-dalam. Dia memikirkan bayi mungil di balik kaca yang kondisinya masih lemah.
“Aku akan lakukan apa pun. Aku pasti bisa melakukannya.”
Dokter dan perawat bertukar pandang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
husband
kak mff🙏 ko cerita yg baru banyak yg saya ga paham dan salah kata...klo cerita lama sat sit set bagusss...mohon mff ea kak tetap semangat 💪💪😍😍😍
2026-07-24
0
Yuni Fahroni
🤩🤩🤩
2026-02-26
1
jf
ibu pengganti dari sahabar ibumu Jonas pasti akan sayang
2026-02-19
1