Mata Kevin sanjaya berbinar penuh minat.
Dibandingkan wanita di depannya, Meysi Kurniawan bahkan tidak pantas disebut pesaing.
Wanita ini benar-benar terlalu cantik.
Dengan senyum lebar, Kevin sanjaya berkata santai,
“Cantik, pesananmu sudah sampai. Selamat menikmati.”
“Dengan suara kerasmu itu, penonton live streaming-ku dan seluruh komplek ini ikut menertawakanku!” bentak Nona Yati dengan wajah memerah.
“Bagaimana aku bisa menikmati makanan sekarang?!”
Ia memang tidak menerima telepon tadi karena sedang melakukan siaran langsung.
“Kamu secantik ini, tapi kenapa tidak punya sopan santun?” lanjutnya dengan kesal.
“Aku akan memberimu ulasan buruk!”
“Silakan saja,” jawab Kevin sanjaya tanpa ragu.
Senyumnya justru membuat Nona Yati semakin marah.
“Tidak menyesal sama sekali, ya?”
“Aku akan mengajukan komplain sekarang juga!”
“Silakan,” balas Kevin sanjaya ringan.
Ia benar-benar tidak peduli.
Pesanan sudah selesai.
Hadiah sistem sebentar lagi akan diterima.
Yang membuatnya bersemangat adalah satu hal—
perusahaan apa yang akan menjadi miliknya?
Saat Nona Yati sibuk mencari nomor layanan pengaduan, panel sistem tiba-tiba muncul di hadapan Kevin sanjaya.
Dua pilihan terpampang jelas:
Imperial Entertainment Group
Lido Hotel Group
Jantung Kevin berdegup kencang.
Imperial Entertainment adalah raksasa industri hiburan, rumah bagi banyak artis papan atas.
Selain itu, mereka juga menguasai bisnis live streaming dengan ratusan streamer terkenal.
Total valuasinya… lebih dari satu triliun rupiah!
Sementara itu, Lido Hotel Group terkenal sebagai jaringan hotel bintang lima di seluruh provinsi, memiliki lima hotel mewah dengan reputasi kelas atas.
Nilai pasarnya juga berada di kisaran yang sama.
“Mana pun pilihannya, aku pasti langsung sukses,” pikir Kevin Sanjaya.
“Tapi…”
“Perusahaan hiburan dengan artis dan streamer cantik sebanyak itu…”
Sudut bibirnya terangkat.
“Siapa tahu ada bonus tambahan,” batinnya nakal.
“Lagipula, aku akan jadi bos besar mereka semua.”
Tanpa ragu lagi....
“Aku memilih Imperial Entertainment Group!”
Suara sistem langsung terdengar:
“Selamat, Tuan Rumah. Anda telah menyelesaikan misi pengantaran spesial.”
“Imperial Entertainment Group kini resmi berada di bawah kepemilikan Anda.”
Ponsel Kevin sanjaya langsung dipenuhi notifikasi email... dokumen pengalihan saham, kontrak kepemilikan, dan data perusahaan.
Belum selesai sampai di situ.
Sistem juga menghadiahkan satu miliar rupiah sebagai dana operasional awal.
Kevin sanjaya menutup mulutnya, berusaha menahan tawa.
Namun kebahagiaan itu terlalu besar.
Di mata Nona Yati, sikap Kevin sanjaya terlihat seperti seseorang yang hampir menangis karena tertekan oleh ancaman ulasan buruk.
Amarahnya pun sedikit melunak.
“Aku bisa mempertimbangkan ulang ulasan buruk dan komplain itu,” katanya dengan nada angkuh.
“Tapi kamu harus minta maaf dulu.”
Postur tubuhnya semakin mencolok saat ia berdiri dengan seragam renda yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.
Namun, tepat saat Nona Yati menunggu permintaan maaf....
kevin sanjaya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
Tawanya begitu keras hingga air mata mengalir di sudut matanya.
Setelah menghapus air mata itu, ia berkata sambil tersenyum santai,
“Cantik, silakan saja komplain ke perusahaan.”
“Tapi aku tidak akan minta maaf.”
Wajah Nona Yati langsung memerah karena marah.
“Kamu....!”
“Cepat makan kaki babimu sebelum dingin,” sela Kevin sanjaya sambil tersenyum jail.
“Nanti rasanya berkurang.”
Tanpa menunggu balasan, Kevin sanjaya bertepuk tangan ringan, lalu berbalik pergi.
Ia menekan tombol pada kunci mobil.
Lampu depan Bugatti Veyron yang terparkir di dekat sana langsung menyala.
Nona Yati melotot.
“Apa?”
“Mobil sport itu… milikmu?!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 330 Episodes
Comments
Latief Marssy
😄🤣😄🤭😄🤣
2026-06-03
0
Gustaf 171
🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪
2026-05-26
0
Endro Budi Raharjo
kaki babi....????
2026-04-19
0