Freya Mulai Melawan

Mentari pagi yang hangat menyelinap masuk melalui celah jendela, dan mendarat lembut di wajah seorang gadis yang terlelap. Hingga akhirnya sang gadis membuka matanya perlahan.

"Hmmm, sudah pagi." Ucapnya masih menguap karena masih mengantuk. "Oh iya, aku harus bangun, sekarang kan aku jadi istri orang kaya. Dia telah membuat freya tewas, karena itu menghabiskan uangnya juga awal balas dendam. Mue hehehe." Ucapnya dengan nada cengengesan.

Bella datang. "Freya, kamu sudah bangun?" Tanyanya dengan nada lega.

"Sudah dong." Jawabnya dengan nada santai. "Aku mau mandi dulu." Sambungnya turun dari kasurnya dan melangkah menuju kamar mandi.

Ketika sampai depan pintu kamar mandi, freya berbalik badan menatap bella. "Bella, aku punya laptop tidak? jika tidak tolong belikan sekarang, perintah kan pengawal membelikannya." Ucapnya dengan nada santai.

Bella tersenyum tipis. "Kamu tidak memiliki laptop, tetapi aku punya freya jika kamu mau pakai. Soalnya kalau aku memerintahkan para pengawal, mereka tidak akan mau. Karena mereka kan sangat menyepelekan kita. Kalau pelayan nyonya ivana yang namanya margareta baru mereka mau. Malah langsung bertindak cepat." Jawabnya dengan nada sedih.

Freya memegang dagunya berpikir. "Kamu tenang saja, aku akan mendisiplinkan pengawal itu dan para pelayan lainnya yang menentang ku." Jawabnya dengan nada santainya. "Aku mandi dulu." Lanjutnya kembali masuk ke kamar mandi.

Sedang di sebuah kamar mewah..

Ivana menetap dirinya dirinya di pantulan cermin, dengan riasan yang masih menempel sempurna. Selama dua jam, dia telah memoles wajahnya dengan sempurna dengan penuh ketelitian. Gaun sutra wara biru safir, dia juga menyemprot parfum kesukaan suaminya.

Dia menatap jam dinding, dari semalam sang suami yang mencintainya seperti buta, hilang bagaikan di telan bumi.

Pesan yang dikirimkannya hanya menyisakan centang biru tanpa balasan. Telponnya di alihkan. Rasa sesak dan marah membakar dada.

"Ini semua karena freya." Bisik-nya dengan suara bergetar rendah, nyaris seperti mendesis. "Maka kamu akan merasakan kehancuran mu freya, aku akan membalas mu. Kamu telah membuat suami ku tidak pulang ke rumah." Ucapnya memakai lipstik yang pekat merahnya kembali.

Tiba-tiba seorang pelayan wanita datang dengan tergesa-gesa. "Nyonya, maaf menggangu. Tuan muda kay sudah pulang, dia ada di ruang makan, menunggu anda dan juga si nyonya freya yang norak, nyonya." Ucapnya dengan nada sinis.

Ivana memicingkan matanya. "Kenapa dia tidak ke kamar ku dulu, menemui ku? Margaret kenapa kamu bilang dia menunggu freya juga?" Tanyanya dengan nada curiga dan marah.

Pelayan itu tersenyum sinis. "Aku tidak tahu detailnya nyonya, cuma tuan muda kay bilang. pelayan, panggilkan nona freya untuk sarapan." Itu yang dikatakan tuan muda kay.

Ivana tersenyum menyeringai. "Aku yakin, kak kay ingin freya membuktikan ucapannya yang telah menuduhku mendorongnya dari tangga. Dia tidak akan menemukan bukti, karena Cctv telah terhapus. Bodoh." Desisnya penuh dengan kilatan mata sinis. "Dia pikir aku bodoh tidak akan menghancurkan barang bukti." Gumamnya tersenyum sinis, dia langsung bangkit dari duduknya. Dia berjalan dengan gaya sombong dan percaya diri.

Sedangkan freya masih berada di kamarnya. Dia menggunakan switer oversize berwarna ungu dan celana denim pendek dengan rambutnya yang tergerai. Dia sedang membuka laptop milik bella.

Tiba-tiba bella datang. "Freya, kamu di panggil tuan, di suruh turun sarapan." Ucapnya dengan terengah-engah.

Freya memicingkan matanya. "Aneh, biasanya bukannya dia tidak pernah perduli, dan biasanya aku datang pasti agak telat kesana." Jawabnya dengan nada curiga.

Bella berpikir, dia memegang dagunya dengan jarinya. "Aku juga berpikir seperti itu, ini aneh." jawabnya diam berpikir. "Freya, kamu akan dapat masalah, jangan-jangan tuan muda ingin kamu membuktikan ucapan kamu, yang telah menuduh nona ivana." Lanjutnya dengan wajah khawatir.

Freya menutup laptopnya. "Kamu tidak perlu takut bella, aku tidak apa-apa. Aku turun sarapan, nanti bawa laptop mu, jika aku perintah, oke." Ucapnya dengan nada santainya, dia turun dari kasurnya, lalu berjalan keluar kamar.

Bella menggigit jari telunjuknya karena gugup. "Aku berdoa kamu baik-baik saja freya." Gumamnya kecil.

Sedangkan freya berjalan santai ke ruang makan.

Tap.. Tap.. suara langkah kaki yang berirama, membuat atensi kedua orang yang berada di ruang makan menoleh ke arah ke arah langkah itu.

Deg..

Suasana ruang makan yang sunyi dan berat berubah ketika freya datang dengan bersenandung kecil dan santainya, dengan gaya yang terlihat menggemaskan, tidak ada lagi gaun yang terlibat norak di tubuhnya dan rambut yang di cepol asal.

Kay sang suami menatapnya tanpa berkedip. Ada binar keterkejutan yang tidak bisa diungkapkannya. Ada rasa debaran yang tidak bisa di kendalikan di dadanya. Istri yang selama ini diabaikan adalah permata yang dia biarkan berdebu. Semalam dia memang melihatnya sangat jelas dan malam itu juga wajahnya mulai berada di benaknya tanpa menghilang. Kini penampilannya tambah menggemaskan.

Freya duduk masih dengan santainya bersenandung kecil.

Sedangkan di sisi lain meja, ivana dengan penampilan yang glamor di pagi hari dan juga dandanan tebal. Mengepalkan tangannya di bawah taplak meja, wajahnya yang biasa tampil manis kini berubah kaku. Matanya menatap tajam penuh kilat kebencian yang tidak bisa di sembunyikan. Baginya kecantikan freya adalah ancaman langsung terhadap posisinya. Kay bisa melihatnya dengan jelas.

Freya tanpa banyak bicara langsung makan, dia tahu, dari tadi keduanya menatapnya dengan tatapan mata tidak bisa diartikan.

"Freya, kenapa kamu berpakaian seperti itu, lihatlah paha mu terlihat. Aku tahu kamu ingin menggoda kak kay kan?" Tanyanya dengan nada lembutnya.

Freya tetap makan dengan santainya. "Untuk apa aku menggodanya, lagi pula aku dan dia sebentar lagi akan cerai, dan kamu pasti bahagia." Jawaban dengan nada santainya.

Deg..

Kay menatap tajam freya.

"Jangan menatap aku seperti itu tuan kay, nanti istri tersayang kamu cemburu." Ucapnya menatap santai kay.

Kay menatap tajam freya. "Tidak ada perceraian di kamus ku." Jawabnya dengan nada dingin.

"Dan tidak ada kata poligami di kamus ku." balasnya kembali disela makannya.

Deg..

"Kamu memiliki hak untuk memilih, aku pun sama. Jadi, jangan egois." Sambungnya kembali.

Kay mengepalkan tangannya, dia merasakan dadanya mendidih.

Ivana tersenyum tipis. Freya mengungkit perceraian. "Freya, kamu katanya ingin memberikan bukti tentang aku yang bersalah telah mendorong mu, mana buktinya?" Tanyanya dengan nada penuh percaya diri.

Freya tersenyum menyeringai dan di lihat kay. "Nanti, setelah sarapan, dan saat itu, aku yakin kamu akan menangis." Ucapnya dengan nada santai dan menyindir.

"Freya aku ini tidak cengeng ya? Ingat itu." Ucapnya neng nada dingin.

"Siapa yang bilang kamu cengeng, lagi aku tahu pasti yang keluar hanya air mata palsu, sama seperti dulu. Kamu menangis di hadapan keluarga, agar aku berpakaian norak dan juga mengancam ku. Tetapi sekarang tidak lagi. Karena aku tidak ingin berdiam diri, jika kalian berdua bermain-main dengan ku." Jawabnya dengan santai.

Deg..

Kay terkejut dengan ucapan freya, bahwa keluarga freya yang menginginkan dia berpenampilan seperti itu. Tetapi sedetik kemudian kay mengeraskan rahangnya. "Aku tidak pernah bermain-main dengan mu freya." ucapnya dengan nada dingin.

Freya tersenyum sinis. "Anda lupa tuan kay, anda menikahi ku karena jantungnya berada di dalam tubuh ku, dan ternyata salah." Ucapnya menatap tajam kay. "Lalu, tanpa meminta persetujuan ku, anda menikahinya. Walaupun mungkin aku tidak mencintai mu, tetapi seharusnya kamu menghormati ku." Ucapnya dengan nada tegas dan telak.

Deg..

"Dan satu lagi, kamu telah mempermainkan perasaan ku, kamu telah menganggap aku boneka. Jangan harap bisa selalu seperti itu tuan kay." Sambungnya lagi. "Oh ya, aku sudah selesai sarapannya. Sekarang waktunya aku memberikan bukti tentang istrimu tercinta, yang ingin membunuh ku." Lanjutnya kembali dengan seringai dingin.

Terpopuler

Comments

Neng Nurul

Neng Nurul

lanjut Thor gereget bnget sama badut yg pede bnget😠

2026-01-22

1

Erna Masliana

Erna Masliana

ih najis... cerai aja dah .. cari laki baru kalo bisa diatas kay segalanya 😁

2026-07-12

1

Nana Niez

Nana Niez

suka nih kl cewek nya kuat dan Badas gini

2026-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Transmigrasi
2 Pertemuan Freya Dengan Kay Leroy
3 Pertemuan Freya Dan Ivana
4 Freya Mulai Melawan
5 Bukti Kejahatan Ivana Untuk Kay Dari Freya
6 Perlawanan Freya Terhadap Para pelayan Dan pengawal Pembangkang
7 Kemarahan Kay
8 Balapan Motor Antara Freya, Kay dan Dua Pria Misterius
9 Para Pria Misterius Yang Terpesona Dengan Freya
10 Rencana Para Pria Misterius
11 Para Pria Misterius Yang posesif
12 Rencana Freya Bertemu Dengan Salah Satu Pria Misterius
13 Rencana Licik Ivana
14 Alex Menyatakan Cintanya Kepada Freya
15 Alex Sangat Posesif
16 Penyesalan Kay
17 Freya Dan Alex
18 Obsesi Kay Yang mulai Tumbuh Terhadap Freya.
19 Freya Melawan Keluarga Ivana
20 Keluarga Gemala Yang Ketakutan
21 Alex Super Posesif
22 Kay Yang Mulai Mencintai Freya
23 Ivana Yang Tergila-gila pada Alexe
24 Freya Berangkat Menunju Perusahaan Morgan
25 Morgan Yang Ketakutan
26 Ivana Datang Keperusahaan Morgan Menyudutkan Freya
27 Hadiah Alex Untuk Freya Yang Sangat Mengejutkan Freya
28 Alex Sang Penguasa Yang Posesif Tinggi
29 Freya Tinggal Di mansion Pemberian Alex
30 Kepulangan Kay Tidak Di Sambut Para Istrinya
31 Penyesalan Kay Yang Terlambat
32 Alexa Dan Alexandra Terobsesi Dengan Alex
33 Alexis Yang Mencintai Freya
34 Kemarahan Alex
35 Hukuman Alex
36 Obsesi Kay Leroy Yang Gelap
37 Freya Menginap Di Apartemen Alex
38 Rival Alex
39 Kay Menemui Freya
40 Kay Bersatu Dengan Rival Alex
41 Penyerangan Alexa Dan Alexandra
42 Keahlian Freya
43 Alex Memberikan Cincin Pernikahan Mereka Berdua
44 Kekalahan Oliver Dan Kebahagiaan Freya Dan Alex
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Awal Mula Transmigrasi
2
Pertemuan Freya Dengan Kay Leroy
3
Pertemuan Freya Dan Ivana
4
Freya Mulai Melawan
5
Bukti Kejahatan Ivana Untuk Kay Dari Freya
6
Perlawanan Freya Terhadap Para pelayan Dan pengawal Pembangkang
7
Kemarahan Kay
8
Balapan Motor Antara Freya, Kay dan Dua Pria Misterius
9
Para Pria Misterius Yang Terpesona Dengan Freya
10
Rencana Para Pria Misterius
11
Para Pria Misterius Yang posesif
12
Rencana Freya Bertemu Dengan Salah Satu Pria Misterius
13
Rencana Licik Ivana
14
Alex Menyatakan Cintanya Kepada Freya
15
Alex Sangat Posesif
16
Penyesalan Kay
17
Freya Dan Alex
18
Obsesi Kay Yang mulai Tumbuh Terhadap Freya.
19
Freya Melawan Keluarga Ivana
20
Keluarga Gemala Yang Ketakutan
21
Alex Super Posesif
22
Kay Yang Mulai Mencintai Freya
23
Ivana Yang Tergila-gila pada Alexe
24
Freya Berangkat Menunju Perusahaan Morgan
25
Morgan Yang Ketakutan
26
Ivana Datang Keperusahaan Morgan Menyudutkan Freya
27
Hadiah Alex Untuk Freya Yang Sangat Mengejutkan Freya
28
Alex Sang Penguasa Yang Posesif Tinggi
29
Freya Tinggal Di mansion Pemberian Alex
30
Kepulangan Kay Tidak Di Sambut Para Istrinya
31
Penyesalan Kay Yang Terlambat
32
Alexa Dan Alexandra Terobsesi Dengan Alex
33
Alexis Yang Mencintai Freya
34
Kemarahan Alex
35
Hukuman Alex
36
Obsesi Kay Leroy Yang Gelap
37
Freya Menginap Di Apartemen Alex
38
Rival Alex
39
Kay Menemui Freya
40
Kay Bersatu Dengan Rival Alex
41
Penyerangan Alexa Dan Alexandra
42
Keahlian Freya
43
Alex Memberikan Cincin Pernikahan Mereka Berdua
44
Kekalahan Oliver Dan Kebahagiaan Freya Dan Alex

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!