Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

BAB 1 KESALAHAN YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI

​Kamis, 7 Juli 2020, Musim Panas

​Lampu neon berwarna ungu dan biru elektrik memantul di atas permukaan gelas-gelas kristal yang berjejer di meja VIP sebuah klub malam paling bergengsi di Monte Carlo. Udara di dalam ruangan itu terasa berat, dipenuhi oleh aroma parfum mahal, asap cerutu berkualitas tinggi, dan dentuman musik techno yang menggetarkan dada. Malam ini bukan sekadar malam biasa; malam ini adalah perayaan untuk sang The Golden Butterfly, Olivia Elenora Aurevyn.

​Gadis dengan wajah berbentuk diamond dan mata hazel yang memukau itu duduk di tengah sofa beludru. Hari ini, Olive genap berusia 18 tahun. Sesuai tradisi geng "The Royal Lustre", legalitas adalah sesuatu yang harus dirayakan dengan kemewahan yang tak terkendali.

​"Minum, Olive! Ini malammu! Kamu sudah legal untuk menyentuh surga dunia ini!" seru Zaylee atau Zee, sang Siren of Monte Carlo, sambil menggoyangkan gelas sampanye di depan wajah Olive.

​Vera Odile Kensington, yang duduk dengan gaya minimalis mewahnya, hanya tersenyum tipis. "Satu gelas tidak akan membunuhmu, Butterfly. Tapi tiga botol? Itu baru namanya pesta."

​Olive, yang biasanya penurut dan elegan, merasa tertantang. Sebagai putri dari Aurevyn Global Group, dia selalu dijaga ketat. Namun malam ini, di bawah pengawasan para sahabatnya, dia merasa bebas. Dia meneguk minuman itu. Satu botol, dua botol, hingga botol ketiga kosong.

​Efeknya instan. Dunia di sekitar Olive mulai berputar. Lantai dansa yang tadinya penuh dengan tubuh manusia yang bergerak seirama, kini tampak seperti pusaran warna yang kacau. Kepalanya terasa sangat berat, dan rasa mual mulai naik ke tenggorokannya.

​"Zee... Vera... aku pusing sekali," gumam Olive, suaranya parau. Dia mencoba berdiri, namun kakinya terasa seperti jelly.

​Zee dan Vera yang sedang asyik berdansa dengan pasangan masing-masing Zee yang sudah menempel pada Kenzo Alistair, dan Vera yang sesekali mencuri pandang pada Brian, kakak Olive yang berdiri tak jauh dari sana langsung menghampiri Olive dengan panik.

​"Ya Tuhan, Olive! Kamu pucat sekali," seru Zee. Dia melirik ke arah pintu keluar. Dia tahu jika Brian atau orang tua Olive melihat keadaan ini, mereka akan habis.

​Dengan gerakan cepat, Zee merogoh tasnya dan menyerahkan sebuah kartu kunci elektrik berwarna emas dengan nomor 666 terukir di atasnya. "Dengarkan aku, menginaplah di hotel atas klub ini. Ini kunci kamar suite pribadi keluarga Caelmont. Jangan pulang sekarang, Brian akan membunuh kita semua jika melihatmu mabuk begini."

​"Aku antar ya?" tawar Vera khawatir.

​Olive menggelengkan kepalanya dengan lemah, rambut long layered-nya berantakan menutupi dahi. "Tidak... kalian bersenang-senanglah. Aku bisa sendiri. Aku hanya butuh... tidur."

​Dengan sisa kewarasan yang menipis, Olive berjalan terhuyung-huyung menuju lift khusus tamu VIP. Di dalam lift, angka-angka di panel kontrol tampak menari-nari. Pandangannya kabur. Saat pintu lift terbuka di lantai tujuan, dia menyeret langkahnya di atas karpet tebal koridor hotel yang sunyi.

​Dia berhenti di depan sebuah pintu kayu jati besar. Di matanya yang berputar, angka 999 tampak seperti 666. Dia memegang kepalanya, mencoba fokus, namun rasa pusing itu menang. Dia menempelkan kartu kuncinya.

​Klik.

​Pintu terbuka. Olive tidak sadar bahwa sistem keamanan sedang mengalami gangguan atau mungkin takdir sedang mempermainkannya. Dia masuk ke dalam ruangan yang gelap, hanya diterangi oleh lampu remang-remang dari arah balkon.

​Olive berjalan menuju ranjang besar di tengah ruangan, berniat untuk langsung menjatuhkan diri. Namun, sebelum tubuh mungilnya menyentuh kasur, sebuah tangan kekar dan panas tiba-tiba melingkar di pinggangnya dan menariknya dengan sentakan kuat.

​"Akh!" Olive terpekik, namun suaranya langsung tertelan saat sepasang bibir yang kasar dan menuntut membungkam mulutnya.

​Laki-laki itu adalah Liam Maximilian Valerius. Pria berusia 22 tahun yang dikenal sebagai Iron Monarch itu sedang berada dalam kondisi yang mengerikan. Tubuhnya membara, pembuluh darahnya berdenyut kencang karena pengaruh obat perangsang dosis tinggi yang dicekokkan oleh musuh bisnisnya beberapa saat lalu. Dia sedang mencari pelampiasan, dan saat pintu kamarnya terbuka, insting liarnya mengambil alih.

​Olive yang terkejut setengah mati, menggunakan sisa tenaganya untuk melepaskan tautan bibir mereka. Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Liam.

​"Brengsek! Siapa kau?! Pergi!" teriak Olive dengan mulut belatynya, meski suaranya bergetar karena takut dan mabuk.

​Liam mengerang rendah, suaranya serak dan dalam, terdengar sangat berbahaya. Dia mencengkeram kedua pergelangan tangan Olive dan menindihnya di atas ranjang. "Berani sekali kau menamparku," desis Liam. Mata tajamnya menatap siluet gadis di bawahnya. "Berapa harganya? Katakan saja, akan kubayar berapapun asal kau tutup mulut dan layani aku malam ini."

​Harga diri Olive mendidih. "Aku bukan wanita bayaran, kau bajingan! Aku... aku bahkan masih di bawah umur!"

​Liam terdiam sejenak. Obat itu mengaburkan logikanya, tapi kata 'di bawah umur' sempat menembus kabut di otaknya. "Berapa umurmu?" tanyanya dengan napas memburu yang terasa panas di leher Olive.

​"Delapan belas! Aku baru delapan belas hari ini!" seru Olive polos, air mata mulai menggenang di mata hazelnya.

​Mendengar itu, sebuah senyum smirk muncul di wajah tampan bak Dewa Yunani milik Liam. "Delapan belas... itu sudah legal, Sayang. Cukup untuk melakukan apa yang ingin kulakukan padamu."

​"Lepaskan! Jangan!" Olive meronta, namun tubuh Liam yang setinggi 190 cm dengan otot padat itu mengunci tubuh mungil Olive yang hanya 47 kg. Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.

​Tanpa peringatan, Liam merobek gaun Chanel indah yang dikenakan Olive. Bunyi kain yang robek terdengar mengerikan di keheningan kamar itu. "Ah! Tidak!" Olive menjerit saat dadanya terekspos, memperlihatkan payudara yang mulus, besar, dan kenyal yang selama ini tersembunyi di balik pakaian elegannya.

​Mata Liam menggelap melihat pemandangan itu. Tanpa basa-basi, dia langsung membenamkan wajahnya di sana, melahap puncak payudara Olive dengan liar.

​"Nngh... ahh... hentikan... s-sakit..." desahan pertama lolos dari bibir hati Olive, bercampur dengan isak tangis. Namun, rasa panas menjalar dari sentuhan Liam, membuat tubuhnya yang mabuk mulai memberikan reaksi yang tidak diinginkan.

​Liam tidak berhenti. Erangan rendah yang sangat jantan keluar dari tenggorokannya. "Hhhnngh... kau sangat harum... kulitmu... begitu lembut..." Liam berbicara dengan suara serak yang sangat seksi di telinga Olive.

​Tangannya turun, meraba paha jenjang Olive dan dengan kasar menyingkirkan pakaian dalam gadis itu. Liam langsung memposisikan dirinya di antara kaki Olive, melahap bagian sensitif gadis itu dengan mulutnya.

​"AAHH! siapapun kamu... kumohon... ahh... nngh!" Tubuh Olive melengkung, jari-jarinya meremas seprai dengan kuat saat lidah Liam memberikan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia benar-benar buta tentang hal ini, namun tubuhnya mulai mengkhianati pikirannya.

​Liam bangkit, napasnya tersengal-sengal. Dia membuka celananya dengan terburu-buru, memperlihatkan miliknya yang sudah menegang sempurna besar dan panjang.

​"Bantu aku... pegang ini..." bisik Liam, suaranya sangat serak, penuh dengan nafsu yang tak tertahankan.

​Olive yang melihat ukuran tersebut langsung membelalak ketakutan. "T-tidak... itu terlalu besar... aku tidak mau... kumohon biarkan aku pergi..." Olive mencoba mundur, namun Liam menarik kakinya kembali ke tengah ranjang.

​"Maaf... aku sudah tidak bisa menahannya lagi," gumam Liam. Dia mengarahkan miliknya ke mulut Olive. "Buka mulutmu. Sekarang."

​Karena Olive menolak, Liam mencengkeram rambut belakang Olive dengan paksa namun terkendali, mengarahkan kepala gadis itu untuk maju-mundur mengikuti gerakannya. Olive terdesak, dia tersedak dan mengeluarkan suara-suara erangan yang teredam di balik benda besar yang memenuhi rongga mulutnya.

​"Nnggh... p-pintar... ahh... teruskan seperti itu..." Liam memejamkan matanya, menikmati bagaimana bibir lembut Olive mencoba menampung kejantanannya.

​Namun Liam ingin lebih. Dia menginginkan segalanya. Dia membalikkan tubuh Olive, memposisikannya telentang kembali. Tanpa pemanasan yang lembut, tanpa kata kata manis, Liam mengarahkan kejantanannya tepat di depan pintu keperawanan Olive.

​"Ini akan sakit, tapi kau akan menyukainya," bisik Liam sebelum memberikan satu dorongan kuat yang menghancurkan pertahanan terakhir Olive.

​"AAAAAAKKKKKHHHHHH!!!"

​Olive menjerit histeris. Rasa sakit seperti tubuhnya dibelah dua menyengat saraf-sarafnya. Darah segar mengalir, mengotori seprai putih di bawah mereka bukti nyata bahwa Liam adalah pria pertama yang menyentuh sang Primadona Monako tersebut.

​Liam tertegun sejenak merasakan hambatan yang robek di dalam sana. Namun bukannya berhenti atau merasa bersalah, pengaruh obat dan kenyataan bahwa gadis di bawahnya masih murni justru memberikan kepuasan yang luar biasa bagi insting predatornya.

​"Ssshhh... kau sempit sekali... ahh, gila! Kau masih perawan?" Liam mengerang liar, suaranya penuh kemenangan. Dia mulai bergerak maju-mundur dengan tempo yang cepat dan bertenaga.

​"Hiks... sakit... cabut... hhuuu... ahhh... s-sakit sekali..." Olive terus menangis, namun setiap tumbukan keras yang diberikan Liam mulai mengubah rasa sakit itu menjadi sensasi panas yang membakar.

​"Nngh... diamlah dan nikmati, Sayang... ahh! Kau menjepitku sangat kuat!" Liam mempercepat gerakannya. Kamar itu kini dipenuhi oleh suara kulit yang beradu dengan keras dan erangan-erangan liar.

​"Ahhh! Ahhh! Nngh... s-stop... ahh!" Olive mendesah kencang, matanya berputar ke atas saat Liam menghantam titik sensitifnya berkali-kali tanpa ampun. Tidak ada kelembutan di sini, yang ada hanyalah nafsu murni yang membara di bawah dinginnya AC kamar hotel.

​Liam benar-benar menggila. Dia membalik tubuh Olive menjadi posisi menungging, mencengkeram pinggang mungil gadis itu hingga memerah, dan kembali menghantamnya dari belakang.

​"Hhnnggh... kau milikku malam ini... tidak peduli siapa kau... ahh!" Liam mengerang serak, keringat bercucuran dari dadanya yang bidang dan berotot, jatuh mengenai punggung mulus Olive.

​Pertempuran ranjang itu berlangsung sangat lama dan panas. Olive yang awalnya menolak, kini hanya bisa mengikuti arus yang dibawa oleh pria asing tersebut. Desahan-desahan seksi dan liar keluar dari mulutnya secara spontan, memicu adrenalin Liam untuk bertindak lebih jauh lagi.

​Mereka terjebak dalam pusaran gairah yang salah, di tempat yang salah, namun dengan intensitas yang seolah-olah mereka ditakdirkan untuk bersatu dengan cara yang paling kasar sekalipun. Di bawah remang lampu kamar 999 (atau 666 dalam pandangan Olive), sebuah takdir baru baru saja dimulai dengan tumpahan darah dan air mata kebahagiaan semu yang menyesakkan.

Episodes
1 BAB 1 KESALAHAN YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI
2 BAB 2 SANG KUPU-KUPU YANG TERBANG MENJAUH
3 BAB 3 GARIS TAKDIR DAN KERAGUAN SANG PENGUASA
4 BAB 4 LIMA TAHUN DALAM BAYANG-BAYANG DAN REINKARNASI SANG KUPU-KUPU
5 BAB 5 DARAH YANG TAK PERNAH BERBOHONG
6 BAB 6 ​LUKA YANG TAK TERLIHAT DAN JARING PENYAMARAN
7 BAB 7 GEJOLAK HASRAT DAN PANGGILAN PULANG
8 BAB 8 KEPULANGAN SANG KUPU-KUPU DAN DEKAPAN HANGAT KELUARGA
9 BAB 9 RUANG MEETING YANG MENGGAIRAHKAN
10 BAB 10 ​RAYUAN SANG MONARCH DAN KEMBALINYA TAWA THE ROYAL LUSTRE
11 BAB 11 TAKDIR DI BALIK CONE ES KRIM
12 BAB 12 ​KONSPIRASI SANG MONARCH DAN JEBAKAN PERJODOHAN
13 BAB 13 GEJOLAK HASRAT DI BALIK TIRAI HOTEL MEWAH
14 BAB 14 IKATAN DUA DINASTI
15 BAB 15 PELUKAN SANG MONARCH DAN DEKAPAN PENYEMBUH
16 BAB 16 DARAH YANG TAK PERNAH BERBOHONG
17 BAB 17 AMARAH SANG MONARCH DAN AIR MATA YANG JATUH
18 BAB 18 DARAH DIBALAS DARAH : PERMAINAN SANG MONARCH
19 BAB 19 DEEPTALK SEORANG PUTRI
20 BAB 20 JANJI SANG PEWARIS KECIL DAN KEBIMBANGAN SANG MONARCH
21 BAB 21 DEDIKASI SANG BUTTERFLY DAN BENIH CEMBURU
22 BAB 22 GADIS LUGU DAN GETARAN ASING SANG ASISTEN
23 BAB 23 SORE YANG SENYAP DAN LUKA DI BALIK SENYUM LUNA
24 BAB 24 PERJAMUAN KASIH DAN JANJI SETIA SANG MONARCH
25 BAB 25 DEBARAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 PERESMIAN SANG NYONYA DAN DEBUT MEMUKAU LUNA
27 BAB 27 ALUNAN MELODI DAN KETULUSAN SANG MONARCH
28 BAB 28 PESONA SANG MODEL DAN BUNGA-BUNGA DI HATI OLIVE
29 BAB 29​ BADAI DI BALIK JENDELA DAN RETAKNYA SEBUAH KEPERCAYAAN
30 BAB 30 HUJAN AIR MATA DAN SUJUD SANG MONARCH
31 BAB 31 PERTAHANAN HATI DAN JALAN MENUJU KESEMBUHAN
32 BAB 32 BELATI BERACUN DAN TOPENG YANG TERLEPAS
33 BAB 33 SENJATA MAKAN TUAN: JEBAKAN MURAHAN SANG MODEL
34 BAB 34 ​PERANGKAP GELAP DAN SKANDAL YANG TERBONGKAR
35 BAB 35 KABAR PANAS DAN RENCANA HARI INI
36 BAB 36 SISI SEDERHANA SANG MONARCH DAN JANJI DI TEPI PANTAI
37 BAB 37 RAHASIA DI BALIK SUNSET DAN MALAM PENAKLUKAN SANG MONARCH
38 BAB 38 SISA SEMALAM DAN RASA MALU YANG MANIS
39 BAB 39​ TITIK LELAH SANG KUPU-KUPU EMAS
40 BAB 40 KEHANGATAN SANG MONARCH
41 BAB 41 AMUKAN SANG MONARCH
42 BAB 42 UNDANGAN EMAS DAN RAHASIA YANG TERUNGKAP
43 BAB 43 JANJI SUCI DI MONTE CARLO
44 BAB 44 PESTA DAN PENYATUAN DUA JIWA
45 BAB 45 KEBENARAN YANG MENGHANCURKAN
46 BAB 46 HANCURNYA SANG MONARCH
47 BAB 47 KESEPAKATAN KECIL SANG PENERUS
48 BAB 48 MISI RAHASIA SANG JAGOAN KECIL
49 BAB 49 JEBAKAN MANIS SANG JAGOAN KECIL
50 BAB 50 LUKA DI BALIK SALJU
51 BAB 51 PELUANG KEDUA BERSEMI
52 BAB 52 KEMBALI MENJADI SATU
53 BAB 53 RENCANA YANG TERTUNDA
54 BAB 54 KEMBALI KE MONAKO
55 BAB 55 MASA LALU DATANG
56 BAB 56 ​KEHADIRAN YANG MENCENGKAM
57 BAB 57 ​IKATAN JANJI SETIA
58 BAB 58 AMBISI ARKA
59 BAB 59 ​ANCAMAN DI BALIK BALKON
60 BAB 60 PENGKHIANATAN YANG TERUNGKAP
61 BAB 61 KEHANCURAN RENCANA INDAH
62 BAB 62 HATI YANG PATAH
63 BAB 63 PAKSAAN ARKA
64 BAB 64 KARMA SECEPAT KILAT
65 BAB 65 ​HILANGNYA SANG KUPU-KUPU
66 BAB 66 ​SANGKAR EMAS ARKA
67 BAB 67 ​MENCARI JEJAK TERSEMBUNYI
68 BAB 68 ​AKSI PENYELAMATAN GELAP
69 BAB 69 ​DARAH DAN PENGORBANAN
70 BAB 70 ​JANJI SETIA LIAM
71 BAB 71 RESTU SANG IBU
72 BAB 72 ​AKHIR SEBUAH KESALAHPAHAMAN
73 BAB 73 ​HANCURNYA SANG OBSESI
74 BAB 74 ​SOLIDARITAS PARA SAHABAT
75 BAB 75 MALAM MILIK KITA
76 BAB 76 ​JANJI DI BALIK BALUTAN
77 BAB 77 ​CINTA ABADI KITA
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1 KESALAHAN YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI
2
BAB 2 SANG KUPU-KUPU YANG TERBANG MENJAUH
3
BAB 3 GARIS TAKDIR DAN KERAGUAN SANG PENGUASA
4
BAB 4 LIMA TAHUN DALAM BAYANG-BAYANG DAN REINKARNASI SANG KUPU-KUPU
5
BAB 5 DARAH YANG TAK PERNAH BERBOHONG
6
BAB 6 ​LUKA YANG TAK TERLIHAT DAN JARING PENYAMARAN
7
BAB 7 GEJOLAK HASRAT DAN PANGGILAN PULANG
8
BAB 8 KEPULANGAN SANG KUPU-KUPU DAN DEKAPAN HANGAT KELUARGA
9
BAB 9 RUANG MEETING YANG MENGGAIRAHKAN
10
BAB 10 ​RAYUAN SANG MONARCH DAN KEMBALINYA TAWA THE ROYAL LUSTRE
11
BAB 11 TAKDIR DI BALIK CONE ES KRIM
12
BAB 12 ​KONSPIRASI SANG MONARCH DAN JEBAKAN PERJODOHAN
13
BAB 13 GEJOLAK HASRAT DI BALIK TIRAI HOTEL MEWAH
14
BAB 14 IKATAN DUA DINASTI
15
BAB 15 PELUKAN SANG MONARCH DAN DEKAPAN PENYEMBUH
16
BAB 16 DARAH YANG TAK PERNAH BERBOHONG
17
BAB 17 AMARAH SANG MONARCH DAN AIR MATA YANG JATUH
18
BAB 18 DARAH DIBALAS DARAH : PERMAINAN SANG MONARCH
19
BAB 19 DEEPTALK SEORANG PUTRI
20
BAB 20 JANJI SANG PEWARIS KECIL DAN KEBIMBANGAN SANG MONARCH
21
BAB 21 DEDIKASI SANG BUTTERFLY DAN BENIH CEMBURU
22
BAB 22 GADIS LUGU DAN GETARAN ASING SANG ASISTEN
23
BAB 23 SORE YANG SENYAP DAN LUKA DI BALIK SENYUM LUNA
24
BAB 24 PERJAMUAN KASIH DAN JANJI SETIA SANG MONARCH
25
BAB 25 DEBARAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 PERESMIAN SANG NYONYA DAN DEBUT MEMUKAU LUNA
27
BAB 27 ALUNAN MELODI DAN KETULUSAN SANG MONARCH
28
BAB 28 PESONA SANG MODEL DAN BUNGA-BUNGA DI HATI OLIVE
29
BAB 29​ BADAI DI BALIK JENDELA DAN RETAKNYA SEBUAH KEPERCAYAAN
30
BAB 30 HUJAN AIR MATA DAN SUJUD SANG MONARCH
31
BAB 31 PERTAHANAN HATI DAN JALAN MENUJU KESEMBUHAN
32
BAB 32 BELATI BERACUN DAN TOPENG YANG TERLEPAS
33
BAB 33 SENJATA MAKAN TUAN: JEBAKAN MURAHAN SANG MODEL
34
BAB 34 ​PERANGKAP GELAP DAN SKANDAL YANG TERBONGKAR
35
BAB 35 KABAR PANAS DAN RENCANA HARI INI
36
BAB 36 SISI SEDERHANA SANG MONARCH DAN JANJI DI TEPI PANTAI
37
BAB 37 RAHASIA DI BALIK SUNSET DAN MALAM PENAKLUKAN SANG MONARCH
38
BAB 38 SISA SEMALAM DAN RASA MALU YANG MANIS
39
BAB 39​ TITIK LELAH SANG KUPU-KUPU EMAS
40
BAB 40 KEHANGATAN SANG MONARCH
41
BAB 41 AMUKAN SANG MONARCH
42
BAB 42 UNDANGAN EMAS DAN RAHASIA YANG TERUNGKAP
43
BAB 43 JANJI SUCI DI MONTE CARLO
44
BAB 44 PESTA DAN PENYATUAN DUA JIWA
45
BAB 45 KEBENARAN YANG MENGHANCURKAN
46
BAB 46 HANCURNYA SANG MONARCH
47
BAB 47 KESEPAKATAN KECIL SANG PENERUS
48
BAB 48 MISI RAHASIA SANG JAGOAN KECIL
49
BAB 49 JEBAKAN MANIS SANG JAGOAN KECIL
50
BAB 50 LUKA DI BALIK SALJU
51
BAB 51 PELUANG KEDUA BERSEMI
52
BAB 52 KEMBALI MENJADI SATU
53
BAB 53 RENCANA YANG TERTUNDA
54
BAB 54 KEMBALI KE MONAKO
55
BAB 55 MASA LALU DATANG
56
BAB 56 ​KEHADIRAN YANG MENCENGKAM
57
BAB 57 ​IKATAN JANJI SETIA
58
BAB 58 AMBISI ARKA
59
BAB 59 ​ANCAMAN DI BALIK BALKON
60
BAB 60 PENGKHIANATAN YANG TERUNGKAP
61
BAB 61 KEHANCURAN RENCANA INDAH
62
BAB 62 HATI YANG PATAH
63
BAB 63 PAKSAAN ARKA
64
BAB 64 KARMA SECEPAT KILAT
65
BAB 65 ​HILANGNYA SANG KUPU-KUPU
66
BAB 66 ​SANGKAR EMAS ARKA
67
BAB 67 ​MENCARI JEJAK TERSEMBUNYI
68
BAB 68 ​AKSI PENYELAMATAN GELAP
69
BAB 69 ​DARAH DAN PENGORBANAN
70
BAB 70 ​JANJI SETIA LIAM
71
BAB 71 RESTU SANG IBU
72
BAB 72 ​AKHIR SEBUAH KESALAHPAHAMAN
73
BAB 73 ​HANCURNYA SANG OBSESI
74
BAB 74 ​SOLIDARITAS PARA SAHABAT
75
BAB 75 MALAM MILIK KITA
76
BAB 76 ​JANJI DI BALIK BALUTAN
77
BAB 77 ​CINTA ABADI KITA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!