Hancurnya kaca ditangan sendiri

Sudah lima hari mereka berbahagia bersama, meruntuhkan semua masalah-masalah dalam hidup mereka, baik masalah kecil maupun masalah besar. Hari ini adalah hari kepulangan Edward dan Karina juga Bara. tapi mereka mengusulkan Cassandra dan Giorgino untuk tetap tinggal di Pulau itu, karena mereka belum pernah berbulan madu selama menikah, jadi Edward meminta Cassandra dan Georgio untuk tinggal lebih lama untuk berbulan madu.

Giorgio dan Cassandra hanya mengikuti karena bagi Cassandra ini juga kesempatan dia untuk berduaan dengan Georgio, menghabiskan waktu mereka berdua, hingga tiba saatnya Cassandra pergi, meninggalkan Georgio untuk selamanya.

Setelah Edward, Karina, dan Bara pergi meninggalkan mereka, suasana pulau seketika menjadi jauh lebih sunyi. Hanya ada suara deburan ombak yang tenang dan hembusan angin yang memainkan anak rambut Cassandra.

Bagi Georgio, ini adalah bulan madu yang sempurna untuk memulai lembaran baru. Namun bagi Cassandra, setiap detik yang berlalu terasa seperti hitung mundur yang menyakitkan. Ia seringkali tertangkap basah sedang menatap Georgio dengan tatapan yang sangat dalam, seolah sedang merekam setiap lekuk wajah suaminya ke dalam memorinya.

"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Georgio, mereka melangkah pelan menuju pantai yang tidak jauh dari sana.

Cassandra menggeleng pelan, lalu menggenggam tangan Georgio erat-erat. "Aku hanya ingin mengingat momen ini. Aku ingin memastikan kalau aku tidak akan pernah melupakan bagaimana rasanya berada di dekatmu seperti ini."

Georgio hanya tersenyum, tidak menyadari bahwa di balik senyum itu, Cassandra sedang mempersiapkan diri untuk sebuah perpisahan. Di pulau yang indah ini, di tengah kebahagiaan yang baru saja mereka raih, Cassandra mulai menyusun kata-kata pamit yang paling indah, meski ia tahu itu akan menghancurkan hati pria yang paling ia cintai.

"Main air mau?"tanya Cassandra menatap Georgio memohon. Georgio memandang hamparan pantai dihadapannya sekilas, lalu kembali menatap Cassandra dan mengangguk.

Mereka berdua akhirnya berlari menuju bibir pantai, bercanda, tertawa, Mereka menghabiskan waktu dengan sangat bahagia. Melupakan segala masalah yang sudah mereka lewatkan.

Sementara disisi lain, di kota yang berbeda, seorang wanita paruh baya tertawa duduk bersimpuh di pojok ranjang rumah sakit jiwa, jemarinya yang kurus mencakar sprei putih bersih itu hingga…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!