Jadi?

Satu Minggu, setelah insiden di perpustakaan dan tidak ada lagi interaksi antara Kanaya dan Narendra bahkan setelah itu Kayla tidak pernah bertemu lagi dengan Narendra.

Saat ini Kanaya berada di ruang rapat Fakultas Pendidikan, di mana Kanaya ditunjuk untuk mewakili fakultas dalam program integrasi antar-jurusan yang menjembatani Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat dan hal ini sekaligus menjadi kabar baik dan buruk bagi Kanaya.

Kabar baiknya adalah karena program ini menawarkan kesempatan emas untuk menambah poin beasiswa dan memperluas jaringan. Kabar buruknya adalah Kanaya tahu persis siapa yang akan memimpin delegasi dari Fakultas Kedokteran, dia adalah Narendra Atmaja.

Kanaya duduk dengan gelisah dan menunggu perwakilan dari Fakultas Kedokteran, tepat pukul sepuluh, pintu terbuka dan masuklah Narendra Atmaja yang diikuti oleh dua mahasiswa Kedokteran lainnya. Narendra mengenakan jaket varsity jurusan Kedokteran yang tampak mahal dan formal, kontras dengan kemeja flanel sederhana yang Kanaya kenakan.

Saat mata Narendra bertemu dengan Kanaya, tidak ada kilatan pengakuan, tidak ada jeda atau keraguan. Tatapannya hanya sekilas, menilai dan langsung bergeser ke Ketua Departemen Pendidikan yang menyambutnya.

'Dia kayaknya lupa siapa aku, lagian mana mungkin dia ingat mahasiswa beasiswa kayak aku,' batin Kanaya.

"Selamat pagi," sapa Narendra.

Suaranya terdengar matang dan berwibawa, jauh melebihi usianya yang baru menginjak awal dua puluhan dan hal itu membuat Kanaya semakin kagum pada seorang Narendra Atmaja.

"Saya Narendra Atmaja, ditugaskan untuk memimpin kelompok kami dalam proyek integrasi ini," ucap Narendra.

Ketua Departemen Pendidikan menjelaskan tentang tujuan proyek ini untuk menciptakan modul kesehatan dasar dan sanitasi yang dapat diajarkan kepada anak-anak usia dini di komunitas termiskin di sekitar kampus.

Ketika sesi tanya jawab dibuka, Narendra segera mengambil alih kendali, ia berbicara dengan data dan mengutip jurnal medis terbaru tentang prevalensi penyakit akibat sanitasi buruk. Bahasa dan terminologinya begitu tinggi, begitu teknis, sehingga mahasiswa Fakultas Pendidikan lainnya tampak kesulitan mengikuti.

Kanaya mendengarkannya dengan saksama, ia mengagumi kecerdasan Narendra yang tajam, tapi ia juga melihat masalahnya, di mana Narendra seolah berbicara dari menara gading yang tingginya jauh diatas Kanaya dan itu menyulitkan Kanaya untuk memahaminya, jika Kanaya saja sulit untuk memahaminya apalagi anak-anak.

"Saya kira, kita bisa mulai dengan memberikan modul tentang mekanisme kerja virus dan bakteri melalui presentasi 3D, itu akan memberikan pemahaman dasar tentang penyebab penyakit," usul Narendra.

"Maaf, Narendra," sela Kanaya dan tanpa sadar ia memanggil Narendra tanpa embel-embel saudara atau Bapak seperti yang dilakukan yang lain.

Narendra menghentikan presentasinya, tatapan tajam dan tegasnya kini tertuju pada Kanaya di seberang mejanya, ekspresinya terlihat akan ketidaksetujuan profesional, bukan ketidaksukaan pribadi.

"Ya, Saudari Kanaya?" tanya Narendra dengan menggunakan panggilan formal yang terkesan begitu dingin dan tidak bersahabat.

Kanaya menelan ludah, ia merasakan tekanan dan tatapan dari kedua fakultas. "Modul 3D dan penjelasan tentang mekanisme virus terlalu rumit untuk anak usia empat sampai enam tahun, fokus kami di PAUD adalah pada praktik bukan teori abstrak," ucap Kanaya.

"Jadi?" tanya Narendra.

Kanaya meluruskan punggungnya, mengambil alih kendali diri dan profesionalismenya sebagai seorang pendidik. "Anak-anak tidak perlu tahu nama bakteri. Mereka perlu tahu mengapa mereka harus mencuci tangan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Kita harus menggunakan cerita, lagu dan boneka tangan atau alat peraga yang bisa mereka pegang bukan istilah-istilah ilmiah," ucap Jelas Kanaya.

Suasana didalam ruangan menjadi canggung, tidak ada jawaban apapun dari Narendra hingga membuat keheningan yang begitu mencekam di ruangan tersebut hingga suara berat Narendra terdengar.

"Anda menganggap remeh kemampuan kognitif anak-anak, jika mereka mengerti sebab-akibat ilmiah, mereka akan lebih patuh," ucap Narendra.

"Mereka akan patuh pada orang tua mereka, bukan pada hukum ilmu pengetahuan, Narendra. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah menanamkan kebiasaan baik, bukan mencetak ilmuwan. Kita harus menyentuh hati mereka, bukan mengisi otak mereka dengan istilah yang tidak relevan," ucap Kanaya.

Ketua Departemen Pendidikan tersenyum bangga melihat Kanaya, sementara itu rekan-rekan Narendra dari Kedokteran tampak terkejut melihat Narendra ditentang secara terbuka.

Narendra menatap lekat Kanaya, tatapan itu panjang dan intens. Kanaya merasakan jantungnya berdetak kencang karena keberaniannya yang menentang pendapat seorang Narendra.

Setelah beberapa saat, Narendra menarik napas, seolah ia baru saja membuat keputusan yang begitu sulit, "Baiklah, saya akan menyerahkan bagian metodologi pengajaran kepada kelompok Pendidikan. Sedangkan, saya dan yang lain akan fokus pada akurasi materi medis," ucap Narendra.

Narendra mengambil pena dan mencoret sesuatu di catatan tebalnya, "Saudari Kanaya, mulai sekarang, anda akan menjadi kontak utama kami untuk hal-hal yang berkaitan dengan penerapan modul. Kami akan mengirimkan materi mentah, dan anda akan bertanggung jawab untuk menerjemahkannya ke bahasa anak-anak," ucap Narendra.

Kanaya mengangguk setuju, perasaannya campur aduk, Kanaya senang karena gagasannya diterima dan ia mendapatkan peran penting dalam proyek kali ini. Namun, Kanaya sedih karena interaksi ini telah membangun tembok yang lebih tinggi lagi, tembok profesionalisme yang membuat Narendra semakin jauh. Kanaya kini tidak lagi menjadi pengagum rahasia seorang Narendra, Kanaya sudah menjadi rekan kerja Narendra.

Pertemuan pun ditutup, ketika semua orang mulai beranjak, Kanaya membereskan tumpukan notulensi. Narendra berdiri di sampingnya, mengenakan tas punggung kulitnya yang elegan.

"Jaga materi sensitif ini baik-baik, didalamnya berisi data-data penting. Jika hilang, anda yang harus bertanggung jawab," ucap Narendra dengan memberikan sebuah flashdisk berlogo Kedokteran pada Kanaya.

Narendra mengatakannya dengan begitu tegas dan terdengar seperti peringatan hingga Kanaya takut, tapi disisi lain Kanaya merasa perkataan tersebut adalah sebuah kepercayaan dari Narendra pada Kanaya.

"Saya akan menjaganya dengan baik," janji Kanaya dan mengambilnya menggunakan kedua tangannya.

"Kerja bagus," ucap Narendra.

Kanaya berdiri mematung di tengah ruangan yang kini kosong, menatap flashdisk kecil di tangannya. Ia kembali hanya menjadi Kanaya, si pengagum rahasia, si gadis beasiswa yang baru saja mendapat sedikit pengakuan profesional dari pria pujaannya.

"Kerja bagus! Kanaya, kamu dengar tadi dia bilang apa, dia bilang kerja bagus. Kanaya, dia bicara sama kamu, Kanaya kamu bisa bicara dengan pria yang kamu sukai, Kanaya, Kanaya, Kanaya," gumam Kanaya yang begitu bahagia karena bisa mengobrol dengan Narendra.

Selain itu, pujian singkat dari Narendra mampu menghangatkan hatinya sejenak, tetapi ia tahu bahwa itu hanya pujian untuk kinerja otak, bukan untuk hatinya dan itu sudah cukup untuk menjaga apinya tetap menyala dalam rahasia.

Setelah itu, Kanaya segera pergi ke kantin karena perutnya yang mulai kelaparan, "Aku harus ke kantin, aku udah kelaparan, aku butuh makan biar bisa cari ide buat proyek ini," gumam Kanaya dan pergi ke kantin yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berada saat ini.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Ari Sawitri

Ari Sawitri

haddewww anak 4th kamu kasih nama latin nama virus 🤣🤣🤣🤣

2026-03-17

0

diaul_5

diaul_5

lanjut teros thorrr jangan bikin kendor😄🤭🙏

2026-01-26

0

ayudya

ayudya

mungkin si cowonya juga suka sama Kanaya cuma tertutup dengan sikap cueknya 😄

2026-02-12

2

lihat semua
Episodes
1 Menyukai Pemandangannya
2 Jurusan Apa?
3 Jadi?
4 Undangan Kehormatan
5 Pahlawan Hijau
6 Anda Pantas Mendapatkannya
7 Selamat Tinggal
8 Salam Kenal
9 Lama Tidak Bertemu
10 Kenapa Memangnya?
11 Ini Kesempatan!
12 Narendra
13 Hari Pertama
14 Dingin?
15 Apa Terjadi Sesuatu?
16 Kenapa Aku?
17 Hah! Buat Apa?
18 Ceritakan Semuanya!
19 Ayo Angkat, Narendra.
20 Ojek Premium
21 Karena Aku Tidak Pantas
22 Teman Apa Teman?
23 Hadiah
24 Astaga, Narendra!
25 Apa Kamu Bilang?
26 Semuanya Bubar!
27 Manusia-manusia Picik
28 Terima Kasih, Narendra.
29 Ayo Menikah!
30 Hasilnya Luar Biasa!
31 Kapan Kalian Akan Menikah?
32 Dua Hari Lagi?
33 Ini Rumahnya?
34 Aku Ingin Melihatnya, Ayo!
35 Calon Suaminya Kanaya
36 Kanaya!
37 Tadi Itu Vania?
38 Jangan Dipikirkan Lagi
39 Mas?
40 Meminang Kanaya
41 Selamat Malam Sayang
42 Seperti Mimpi
43 Sama-sama Beruntung
44 Siap, Calon Istri!
45 Siapa?
46 Mas Serius?
47 Hei! Berhenti!
48 Kan Sudah Janji
49 Sudah Selesai?
50 Guru?
51 Pesta Pernikahan
52 Rahasia Apa?
53 Tidak Ada Lagi Rahasia
54 Suaminya Kanaya!
55 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
56 Investasi
57 Mas Yang Dengerin Aku
58 Aku Hanya Milikmu Selamanya
59 Aku Nggak Pernah Masak
60 Aku Suami Kamu
61 Suaminya Ganteng Banget
62 Pindah
63 Ini Masakan Istriku?
64 Di Sini Banyak Orang!
65 Terus Motorku Gimana?
66 Kamu Kedinginan?
67 Kanaya! Kamu Di Mana?
68 Kan Udah Nikah
69 PELIT!
70 Kenapa Tidur Di Sini?
71 Apa Terjadi Sesuatu Sayang?
72 Kamu Terluka?
73 Kamu Harus Terbiasa
74 Tolong!
75 Kanaya Kenapa?
76 Kanaya Sakit Apa?
77 Nggak Ada Bantahan!
78 Ingat Pesanku!
79 Dika!
80 Arin, Ini Dika
81 Mual
82 Ngidam
83 Halo, Arin!
84 Gue Jadian!
85 Bantu Apa, Ma?
86 Mana Suami Kamu?
87 Aku Yang Buka?
88 Dia sudah Lahir
89 Infeksi
90 Aku Janji, Sayang
91 Bengkak
92 Rasa Bersalah
93 Bunda Di Sini
94 Tips Rahasia
95 SELESAI
96 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
97 Cerita Baru - My Possessive Husband
98 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
99 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
100 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
101 Cerita Baru - Cintai Aku
102 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Menyukai Pemandangannya
2
Jurusan Apa?
3
Jadi?
4
Undangan Kehormatan
5
Pahlawan Hijau
6
Anda Pantas Mendapatkannya
7
Selamat Tinggal
8
Salam Kenal
9
Lama Tidak Bertemu
10
Kenapa Memangnya?
11
Ini Kesempatan!
12
Narendra
13
Hari Pertama
14
Dingin?
15
Apa Terjadi Sesuatu?
16
Kenapa Aku?
17
Hah! Buat Apa?
18
Ceritakan Semuanya!
19
Ayo Angkat, Narendra.
20
Ojek Premium
21
Karena Aku Tidak Pantas
22
Teman Apa Teman?
23
Hadiah
24
Astaga, Narendra!
25
Apa Kamu Bilang?
26
Semuanya Bubar!
27
Manusia-manusia Picik
28
Terima Kasih, Narendra.
29
Ayo Menikah!
30
Hasilnya Luar Biasa!
31
Kapan Kalian Akan Menikah?
32
Dua Hari Lagi?
33
Ini Rumahnya?
34
Aku Ingin Melihatnya, Ayo!
35
Calon Suaminya Kanaya
36
Kanaya!
37
Tadi Itu Vania?
38
Jangan Dipikirkan Lagi
39
Mas?
40
Meminang Kanaya
41
Selamat Malam Sayang
42
Seperti Mimpi
43
Sama-sama Beruntung
44
Siap, Calon Istri!
45
Siapa?
46
Mas Serius?
47
Hei! Berhenti!
48
Kan Sudah Janji
49
Sudah Selesai?
50
Guru?
51
Pesta Pernikahan
52
Rahasia Apa?
53
Tidak Ada Lagi Rahasia
54
Suaminya Kanaya!
55
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
56
Investasi
57
Mas Yang Dengerin Aku
58
Aku Hanya Milikmu Selamanya
59
Aku Nggak Pernah Masak
60
Aku Suami Kamu
61
Suaminya Ganteng Banget
62
Pindah
63
Ini Masakan Istriku?
64
Di Sini Banyak Orang!
65
Terus Motorku Gimana?
66
Kamu Kedinginan?
67
Kanaya! Kamu Di Mana?
68
Kan Udah Nikah
69
PELIT!
70
Kenapa Tidur Di Sini?
71
Apa Terjadi Sesuatu Sayang?
72
Kamu Terluka?
73
Kamu Harus Terbiasa
74
Tolong!
75
Kanaya Kenapa?
76
Kanaya Sakit Apa?
77
Nggak Ada Bantahan!
78
Ingat Pesanku!
79
Dika!
80
Arin, Ini Dika
81
Mual
82
Ngidam
83
Halo, Arin!
84
Gue Jadian!
85
Bantu Apa, Ma?
86
Mana Suami Kamu?
87
Aku Yang Buka?
88
Dia sudah Lahir
89
Infeksi
90
Aku Janji, Sayang
91
Bengkak
92
Rasa Bersalah
93
Bunda Di Sini
94
Tips Rahasia
95
SELESAI
96
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
97
Cerita Baru - My Possessive Husband
98
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
99
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
100
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
101
Cerita Baru - Cintai Aku
102
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!