Chapter 4

"Kamu yakin ingin bercerai?" Tanya Zidan. Wajah pria itu terlihat menyeringai.

"Tentu saja aku yakin. Aku tidak ingin hidup dengan pria pengkhianat sepertimu," ucap Azelva penuh penekanan. Mata hazelnya menatap Zidan penuh kebencian.

Saat Shawn menjodohkan Azelva dengan Zidan, wanita cantik itu tidak memiliki perasaan apa pun pada Zidan. Namun, seiring berjalannya waktu, Azelva pun jatuh cinta pada ketulusan suaminya itu. Apalagi Zidan terang-terangan mengatakan jika sebenarnya ia mencintai Azelva sejak dulu.

Namun saat mengetahui Zidan hanya pura-pura mencintainya, hati Azelva bukan hanya patah, tapi juga hancur berkeping-keping.

Zidan mengepalkan tangannya, ia tidak menyukai tatapan Azelva. Wanita yang selalu menatapnya penuh cinta itu, kini menatapnya penuh kebencian.

Tidak ada lagi cinta di mata hazelnya, yang ada hanya kebencian dan kekecewaan.

"Kalau begitu, kamu harus pergi dari rumah ini."

Zidan tersenyum smirk saat melihat wajah terkejut Azelva. Ia yakin setelah Azelva mengetahui yang sebenarnya, istrinya itu tidak akan berani meminta untuk bercerai lagi.

"Kenapa aku yang harus pergi? Ini rumah peninggalan orang tuaku. Kamu yang harusnya pergi dari sini. Dasar tidak tahu malu!"

Rumah yang selama ini Azelva dan Zidan tempati adalah rumah peninggalan orang tua Azelva. Begitu juga dengan perusahaan. Azelva adalah pewaris satu-satunya Shawn Alfred.

Sementara Zidan, ia tidak memiliki hak sedikitpun atas kekayaan Azelva. Karena sebelum menikah dengan Azelva, ia hanyalah seorang anak pungut yang dibesarkan oleh Shawn.

"Haa... haaa..."

Tawa Zidan terdengar menggelegar memenuhi isi ruangan. Pria itu berjalan menuju ruang kerjanya, entah apa yang suami Azelva itu lakukan. Tidak lama kemudian, Zidan kembali dengan membawa sebuah berkas di tangannya.

"Baca ini baik-baik," ucapnya sambil menyerahkan berkas itu pada Azelva.

Zidan duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya. Bibirnya tersenyum puas melihat ekspresi wajah Azelva yang tiba-tiba berubah.

Azelva membuka berkas itu satu-persatu, matanya membulat sempurna saat membaca kalimat yang tertera dalam berkas itu.

"Tidak mungkin," gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.

Mata Azelva memanas, rahangnya mengeras. Ia tidak pernah menandatangani berkas itu. Namun, di sana tertera dengan jelas tanda tangan dirinya.

"Apa yang tidak mungkin, Sayang? Di berkas itu jelas tanda tangan kamu, kan?"

Berkas itu berisi perjanjian yang menyatakan jika Azelva dan Zidan bercerai, maka rumah, perusahan, dan juga semua aset milik Azelva akan menjadi milik Zidan sepenuhnya.

Bukan hanya itu saja, rumah yang saat ini mereka tempati ternyata sudah berganti kepemilikan menjadi atas nama Zidan Sadana.

Begitu juga perusahaan, Azelva sudah menyerahkan saham Shawn Land sepenuhnya ke tangan Zidan.

"Kurang ajar, brengsek kamu, Mas!" Azelva meraung sambil mencengkram kerah kemeja Zidan. "Kamu sudah mengkhianatiku, menipuku, dan sekarang kamu juga mengambil semua harta peninggalan orang tuaku. Di mana hati nuranimu, Mas?"

Azelva tidak kuasa menahan tangisnya. Luka kehilangan putranya saja belum mengering, sekarang Zidan kembali merobek luka itu dan sengaja menaburkan garam di atasnya.

Bak sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Zidan memalingkan wajahnya dari Azelva. Melihat istrinya menangis, hatinya merasa ikut sakit. Namun, Zidan tidak memiliki cara lain. Hanya ini satu-satunya cara untuk mengikat Azelva di sisinya, dan juga orang-orang tidak akan lagi memandangnya sebelah mata.

Selama ini orang-orang menganggapnya menumpang hidup dari Azelva. Orang-orang selalu memandangnya rendah, karena kedudukan Azelva yang lebih tinggi darinya.

"Kamu tidak akan kehilangan semuanya, Zel. Asal kamu tetap menjadi istriku."

Zidan menatap Azelva dengan tatapan sendunya. Ia yakin Azelva tidak akan berani menceraikannya. Sejak kecil, Azelva tidak pernah hidup susah. Ia selalu dimanjakan, dan semua keinginannya selalu terpenuhi.

"Justru kalau aku tetap menjadi istrimu, nyawaku yang perlahan akan menghilang. Apa memang itu sebenarnya yang kamu mau, Mas? Kamu ingin aku mati, iya?"

"AZELVA!"

Sungguh Zidan tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini. Di satu sisi ia sangat puas karena semua tujuannya sudah tercapai. Memiliki harta Azelva dan menguasai perusahaan nya adalah tujuannya saat menerima perjodohan yang ditawarkan Shawn Alfred.

Namun di sisi lainnya, hati Zidan begitu sakit melihat Azelva menangis karena dirinya.

"Kamu tidak punya pilihan lain, selain menjadi istriku. Atau kamu mau jadi gelandangan?"

"Aku lebih baik jadi gelandangan daripada hidup bersama pengkhianat sepertimu!"

Azelva meninggalkan Zidan yang mematung di tempatnya. Ia berlari ke kamarnya untuk membereskan semua barang-barangnya. Rasa sakit di perutnya tidak Azelva hiraukan, karena rasa sakit di hatinya jauh lebih menyakitkan.

Azel tidak mungkin berani keluar dari rumah ini. Dia pasti hanya menggeretak saja, batin Zidan.

Sementara itu Venya mengepalkan tangannya, wanita itu sangat kecewa dengan Zidan. Awalnya Venya sangat senang mendengar keputusan Azelva yang ingin bercerai dengan Zidan.

Namun setelah mendengar ucapan Zidan, ia merasa justru Zidan yang enggan berpisah dengan Azelva.

Kenapa aku merasa Mas Zidan tidak mau menceraikan Azel? Apa dia benar-benar sudah jatuh cinta sama Azel? Batin Venya.

...----------------...

Di rumah sakit

Sudah hampir satu jam ini, bayi tampan Kellano yang diberi nama Arlend Aizar Gavintara, tidak berhenti merengek. Rupanya, bayi tampan itu alergi terhadap susu formula.

Kellano terpaksa memberinya susu formula karena asisten yang ia tugaskan untuk mencari ibu susu belum juga kembali.

"Zola sialan, tidak bisa diandalkan," gerutu Kellano.

Kellano sudah sangat frustasi menghadapi putranya yang terus merengek. Untung saja Mommy Yumna mau membantunya mengurus Arlend, jika tidak, mungkin saat ini kepala Kellano sudah meledak.

"Lan, sebenarnya pas Mommy ke sini, Mommy ketemu sama seorang wanita---"

"Mom, aku gak berencana nikah lagi. Aku mau fokus sama Arlend," ucap Kellano. Ia sengaja memotong ucapan Mommynya.

Kellano sangat kesal pada Mommynya, di saat seperti ini Mommynya malah berpikir untuk menjodohkannya.

Pletak

Mommy Yumna menyentil kening Kellano.

"Yang mau jodohin kamu siapa? Jangan geer, memangnya ada wanita yang mau sama kamu?"

Kalau saja tidak ada Arlend, Mommy Yumna pasti sudah berteriak.

"Mommy jangan salah, banyak wanita yang ngantri mau jadi kekasihku. Yang nawarin jadi simpanan aja gak kehitung," ucapnya sombong.

Mommy Yumna memutar bola matanya malas, tingkat kepercayaan diri Kellano memang tinggi, persis seperti suaminya. Ketampanan putranya juga mewarisi Arjuna Gavintara. Wajar saja jika banyak wanita yang berbaris ingin naik ke ranjangnya.

"Iya, tapi kamu masih berstatus suami Regita. Kalau saran Mommy, mending kamu ceraikan dulu wanita jalang itu."

Tanpa Mommy Yumna suruh sekalipun, Kellano sudah melakukan itu. Ia sudah meminta pengacaraan untuk mengurus perceraiannya dengan Regita.

"Terus, Mommy tadi mau ngomong apa sebenarnya?"

Mommy Yumna menepuk keningnya sendiri. "Ini semua gara-gara Kamu, Mommy jadi lupa," gerutunya. "Tadi, Mommy ketemu wanita cantik pas mau ke sini. Dia baru saja kehilangan bayinya. Mungkin saja dia bisa bantu buat jadi ibu susu Arlend."

"Kenapa Mommy gak bilang dari tadi?" Kesal Kellano. "Di mana dia sekarang, siapa namanya?"

"Itu dia masalahnya, Mommy gak tahu," lirih Mommy Yumna.

To be continued

Terpopuler

Comments

Irma Luthfah

Irma Luthfah

banyaj kejutan anjayyy... aduuh pngen ngomong kasar tau gk. baca s azel sm si zidan pngen maki2 dia anjiiirrrr. heh azel kamu gk usah lemah gitu. jangn mewek mulu. sebel aku mh kalo cwe nya lemah kek gitu. pngen nampeleng s zidan anjiiirrr😭

2026-01-31

2

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

mungkinkah sebelum mereka menikah dijebak sama si jalang kemudian dipisahkan jadi mereka tidak sadar dengan siapa melakukan itu taunya Kilano tud

2026-01-30

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

laki laki macam Zidan ini banyak bisa bukan hanya di nopel di realita juga ada benar benar pengen nabok laki macam gini bagusnya dipotong itu burungnya sampe habis 😏

2026-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90 Final Chapter
91 PROMO NOVEL BARU TAWANAN CINTA DOSEN KILLER
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90 Final Chapter
91
PROMO NOVEL BARU TAWANAN CINTA DOSEN KILLER

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!