Berita tentang hilangnya Bianca telah menjadi tranding topik hari ini. Bahkan Antonio menjanjikan akan memberikan uang berapapun yang diinginkan, untuk siapapun yang bisa menemukan putrinya.
Berdasarkan rekaman CCTV, Bianca telah diculik oleh tiga orang pria asing saat dia sedang menunggu jemputan di depan gerbang sekolah.
Tidak hanya pihak kepolisian yang tengah melakukan pencarian, Antonio pun mengerahkan banyak orang untuk turut serta mencari keberadaan Bianca ke segala penjuru.
Begitu pula dengan Bobby, dia turut membantu pencarian. Sampai larut malam dia terus menemani calon besannya itu untuk mencari jejak Bianca.
"Saya tahu apa yang Anda rasakan saat ini. Sebagai seorang ayah, saya juga akan melakukan hal yang sama jika putra saya menghilang. Saya berjanji tidak akan pernah berhenti mencari keberadaan Bianca," ucap Bobby dengan sungguh-sungguh.
Antonio sangat merasa terharu mendengarnya, "Terimakasih sudah mau membantu kami, Tuan Bobby." Dia rasa memang tidak salah menjadikan Bobby sebagai calon besannya.
Bobby begitu antusias ikut mencari Bianca, sedangkan anaknya sendiri dia terlantarkan, dan tak ada sedikitpun keinginan untuk dia cari. Padahal Raka saat ini menjadi korban penculikan juga.
...****************...
Sementara itu, di sebuah gudang tua di Kota Sagara, suasana begitu sepi dan sunyi. Ketiga preman sedang terlelap. Mereka yakin anak sekecil Raka dan Bianca tidak akan mungkin bisa melarikan diri, apalagi kondisi tangan dan kaki mereka diikat dengan tali.
Raka memang masih kecil, tapi dia cukup cerdas dan memiliki keberanian yang jarang dimiliki oleh anak-anak seumuran dengannya.
Mungkin karena dia sudah terbiasa mengurus ibunya yang sering sakit-sakitan, keadaan tersebut telah memaksanya untuk berpikIr lebih dewasa dari anak-anak seusianya.
Raka menyadari situasi malam ini sangat sepi. Dia berpikir dia harus memanfatkan situasi. Dia harus mencari cara bagaimana caranya agar bisa kabur dari gudang tersebut.
Raka segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Di sudut lantai yang kotor, dia melihat ada serpihan kaca bekas botol alkohol yang berserakan. Meski kedua tangan dan kakinya terikat erat dengan tali, dia dengan sabar menggeser posisi duduknya sedikit demi sedIkit, sampai akhirnya berhasil menjangkau serpihan kaca itu.
Raka memilih serpihan kaca yang berukuran cukup besar dan tajam. Dengan posisi kedua tangannya yang terikat dari belakang punggungnya, dia segera menggesek-gesekkan serpihan kaca tersebut pada tali yang mengikat pergelangan tangannya.
Semua itu tidaklah mudah, bahkan kadang membuat kulit tangannya sedikit terluka. Namun Raka tidak akan menyerah begitu saja. Dia terus melakukannya secara berulang-ulang, sampai akhirnya tali yang mengikat kedua tangannya putus dan terlepas.
Raka sangat bernapas lega setelah bisa melepaskan ikatan di tangannya. Tanpa berlama-lama, dia segera membuka ikatan tali pada kedua kakinya dengan cepat.
Diam-diam, Bianca sangat merasa takjub dengan apa yang Raka lakukan. Anak perempuan itu tersenyum dengan penuh semangat, berharap mereka segera keluar dari gudang yang sangat mengerikan ini.
Setelah itu, Raka berjalan dengan sangat pelan mendekati Bianca. Dia segera melepaskan ikatan tali pada kaki dan tangan Bianca dengan cepat.
Padahal mereka masih sama-sama kecil, tapi kehadiran Raka sangat membuat Bianca merasa aman dan terlindungi.
Raka membantu Bianca berdiri, dia berbicara dengan pelan. "Kita harus segera pergi dari sini!"
Bianca hanya menganggukkan kepala. Dia mengikuti langkah Raka yang sedang berjalan perlahan mendekati sebuah jendela di sisi dalam gudang. Jendela tersebut terletak agak tinggi, sehingga Bianca kesulitan untuk bisa keluar dari sana.
Raka dengan pelan membuka slot jendela, dia mempersilahkan Bianca untuk keluar terlebih dahulu. "Kamu duluan, nanti aku menyusul."
"Tapi kita akan pergi bersama, kan?" tanya Bianca dengan nada khawatir.
Raka menganggukkan kepala. "Iya, kita akan pergi bersama."
Dengan bantuan Raka yang membantunya naik, Bianca pun segera turun perlahan dari jendela ke luar gudang.
Bianca sangat bernapas lega saat berhasil keluar dari jendela. Dia segera mengulurkan tangannya pada Raka yang masih berada dalam. Dia berkata dengan pelan, "Ayo, Raka!"
Namun, mereka dikejutkan dengan suara anjing menggonggong yang berjaga di luar sana.
Guk...
Guk...
Guk...
Suara itu membuat ketiga preman yang sedang berjaga di gudang segera terbangun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
^ã^😉
Ah elah kenapa harus Ada anjing
2026-02-03
2
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
tabokkkk mulutmu pakai Sekopp bob 🙄 dasarr laki2 bringsikkk, b3d3bahh, j4h4n4mmm, hajingannn. bisa kau ngomong akan melakukan hal yang sama, jika putra kamu hilang! Dasarr ayah Hiadapp! kamu lupa yaa? sama kelakuan kamu yang menelantarkan Raka di jalanan. mana ada kamu mencarinya? mana kau pikir keadaannya? gimana kondisinya? kelaparan, kedinginan atau malah sudah terbujurr kaku. mana kau ingatt hal itu? sekrang sok2an jadi pahlawan buat orang lain. padahal kau sendiri Seorang Ayah yang tak punya hati. anak kandung kau buangg, anak orang lain kamu sayang2 bringsikkk!
Astagaaa pagi2 sudah ngamukk 🤣🤣
2026-02-03
19
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
katakan prettt guys katakan pretttt🤢🤢🤣
2026-02-03
3