Jiwa yang gugur mengikutinya....

......................

Lilyana yang terus mengingat hal itu membuat meremas rambutnya berkali-kali menyesali keputusannya, seandainya ia dengan cepat mementingkan kebutuhan suaminya tidak terus memperhatikan orang lain, nasibnya tidak mungkin seperti ini, suaminya pasti akan mendapatkan pertolongan pertama dan diselamatkan.

"Seandainya aku lebih mementingkanmu,... seandainya aku selalu ada di sampingmu,.. mungkin kau..."

Terisak-isak membenamkan wajah di dadanya sembari mengelus tangan dan menggenggamnya tempat cincin pernikahan keduanya terpasang, Lilyana ia pertama kalinya berdoa meyakini adanya tuhan, walaupun awalnya ia atheis tapi dengan harapan terakhir dengan putus asa ia berdoa.

"Tuhan,.. kumohon.... jangan bawa suamiku,...aku hanya punya dia,... anakku juga,..jika kau ambil dengan siapa aku hidup? Kumohon,..dia sudah banyak hidup menderita,.. jangan ambil dia dariku.."

Dokter Albert akhirnya memaksa keluar para perawat untuk meningkatkan keduanya, seketika dua perawat itu Selena dan Eva hanya bisa membekap mulut menangis diam-diam takut menganggu, begitu ketiganya sampai diluar disambut dengan seorang dokter tergesa-gesa masuk ke dalam.

"Dokter Lily! anda akhirnya datang,...ada pasien darurat yang membutuhkan operasi, kita butuh anda karena kita tidak bisa menanganinya,.. tolong---

Membuat kedua perawat itu diam, akhirnya Eva maju akibat geram melihat ketidaktahuan situasi tanpa rasa hormat atau takut dia berusaha menariknya keluar.

"Apa yang kau lakukan? Kau gila, karena kau tidak becus, melimpahkan kesalahanmu pada dokter Lily?" bentaknya dengan keras sembari menarik tangannya berusaha menariknya pergi.

"Kau perawat sepertimu! Ini darurat, walikota Edward tertembak dan dia butuh penanganan segera, lagipula dia sudah meninggal, untuk apa--."

"Dokter gila..."

"Kau gila Samuel, aku yang akan menanganinya, kau jangan ganggu." Akhirnya Albert ikut turun tangan dengan bingung ikut menariknya berusaha membuatnya pergi.

"Sial, kalian tidak paham, rumah sakit akan dalam bahaya jika walikota tidak terselamatkan."

Tiba-tiba lily bangkit menyeka air matanya sembari dengan linglung dan lunglai berusaha berdiri, menarik nafas berbicara pelan.

"Baiklah,... aku akan ikut..."

Membuat Samuel yang seketika murung tersenyum lebar, tetapi Albert, Eva dan Selena menatap terkejut dan khawatir.

"Tapi anda sedang hamil dan kondisi anda---

Lilyana hanya tersenyum tipis sembari bangkit berjalan pergi untuk keluar, sebelum benar-benar melangkah keluar menatap ketiganya.

"Aku titip Steven, tolong urus jenazahnya,..aku akan segera kembali.."

Selena dan eva hanya terdiam kaku memerhatikan kepergiannya, sementara dokter Albert akhirnya menghela nafas dan bangkit pergi juga.

"Aku akan mengurus jenazahnya dulu.."

Sesaat Lily akhirnya sampai diikuti Samuel dengan tergesa-gesa, disambut seseorang pria yang terlihat lemas penuh darah yang langsung berdiri setelah melihat kehadirannya.

"Akhirnya! Tolong selamatkan tuan saya, dia tertembak oleh seorang..."

Lily hanya bisa terdiam bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, menyadari mungkin ada yang disembunyikan tapi ia tidak peduli lagipula tugasnya hanya menyelamatkan seseorang dan bertemu suaminya segera, dengan perlahan memakai kembali baju perlindungan, masker, dan pelindung kepala.

"Saya akan berusaha menyelamatkan,..anda harus bersiap-siap dengan kemungkinan apa yang terjadi."

Setelah masuk ke dalam terlihat seorang pria paruh baya masih mengenakan jas tapi dadanya basah akibat darah, dengan nada pelan dan tegas tiba-tiba berbicara.

"Kalian ikuti instruksiku dan bantu apapun yang dibutuhkan, ruang operasi akan kuambil alih."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tiga jam kemudian dengan sedikit gemetar akhirnya Lilyana membuang masker dan membuka baju kembali, tubuh sedikit gemetar akibat kelelahan melakukan operasi hampir seharian, tapi fokusnya untuk pergi langsung berjalan.

"Sudah selesai dokter! Denyut nadinya kembali normal."

"Pantau apapun yang terjadi dan laporkan kondisinya secara berkala, jika terjadi sesuatu hubungan aku."

"Baik!"

"Dokter Lilyana terimakasih atas bantuan anda, saya akan memastikan kebaikan ini tidak akan terlupakan jika walikota terbangun,...Dokt--

Namun Lilyana mengabaikan dan terus berlari dengan nada lunglai pergi ke ruang ICU dimana suaminya berada sebelumnya, tapi tiba-tiba panik melihat kehadirannya tidak ada.

"Dimana?"

Perawat yang lewat tidak sengaja melihat membuat akhirnya dengan perlahan menghampiri, menggigit bibir melihat kondisinya sangat memprihatikan, terlihat akan pingsan dan linglung.

"Dokter Lily, sebaiknya anda istirahat dulu, tidak baik untuk tubuh anda...

"Dimana suamiku?"

"Suami anda,... bukankah...., beliau ada di ruang jenazah..."

Tanpa basa-basi akhirnya Lilyana pergi berlari cepat tanpa menunggu reaksinya, membuat orang-orang yang lewat hanya menatap iba karena tau apa beritanya yang sudah tersebar.

Saat Lily akhirnya sampai tiba-tiba berlutut melihat suaminya sudah tertutup kain putih, dengan gemetar memeluknya erat-erat.

"Ternyata bukan mimpi,.. padahal aku berharap...ini mimpi..."

"Steven,..kau tau? Anak kita berumur 3 Minggu, kau selalu tidak percaya aku akan hamil tapi ini buktinya...!"

"Kau selalu merendahkan dirimu, tidak percaya padaku dan takut menyusahkanmu,... akhir-akhir ini kau tidak percaya diri,... padahal kita sudah berjanji untuk saling terbuka sejak awal..."

"Tapi ini salahku, tidak memahami,..aku istri gagal, tidak becus!.."

Diam-diam pintu ruang jenazah terbuka menampilkan siluet dari belakang, tapi lily hanya fokus berbicara sendiri memeluk suaminya, sesosok seseorang tiba-tiba datang berteriak sembari mengacungkan pisau dengan ceroboh menusuknya dari belakang.

"Pengkhianat! Gara-gara pengkhianat sepertimu orang yang membuat ibuku meninggal masih hidup."

Seketika Lily terbelak merasakan sakit tiba-tiba di perut membuat akhirnya membalikkan badan bingung, seketika tertegun melihat sosok tersebut, anak kecil seumuran 12-14 tahunan yang menusuknya.

"Apa---

"Matilah pengkhianat! Kau pembangkit iblis..!

Dengan kedua kalinya ceroboh menusukan pisau, kali ini lebih dalam, wajahnya berlinang air mata dicampur kemarahan dan ketakutan setelah melihat Lily tiba-tiba ambruk.

"Ini bukan salahku,..ini salahmu! Ayahku jadi dipenjara padahal membalaskan dendam karena ibuku mati diperkosa walikota busuk itu! Kau pengkhianat....Pengkhianat busuk!"

Seketika Lily terengah-engah terbaring linglung menekan perut panik menyadari kehamilannya, satu-satunya hal yang ditinggalkan suaminya, dengan kesadaran bangkit untuk memencet bel minta tolong akan tetapi tiba-tiba terhenti walaupun bisa, ia memilih diam, akhirnya berbaring pasrah, membiarkan kesadaran diambil alih jadi gelap mengabaikan jasnya berlumuran darah menetes ke lantai.

"Ini akhirnya? Setelah aku menyelamatkan banyak orang hingga mengabaikanmu,.. ini yang kudapat...?"

Walaupun dendam tapi Lilyana tiba-tiba luluh menyadari umur anak itu terlalu muda, masih dibalut kemarahan hingga tidak bisa berpikir jernih, satu-satunya yang ia sesali adalah anaknya yang belum lahir, akan tetapi walaupun begitu merasa pasrah dan menyerah apalagi tidak punya keinginan apapun setelah suaminya meninggal, dengan sisa kekuatan tiba-tiba berbicara.

"Jangan merasa bersalah,..ini bukan salahmu..."

Seketika anak itu terisak-isak menjatuhkan pisau terduduk lemas di lantai, menatap panik bercampur ketakutan melihat seseorang yang ada di hadapan tiba-tiba tidak sadarkan diri.

"Huhuhu..."

Seketika seseorang yang merasakan sesuatu tidak beres, akhirnya dokter Albert yang awalnya ingin melihat keadaan karena khawatir merasa firasat buruk tiba-tiba terdiam kaku melihat pemandangan, seorang wanita terbaring di lantai penuh darah, dengan di atasnya suaminya yang baru meninggal, yang paling mengejutkan serangan anak yang membawa pisau berlumuran darah.

"Apa yang sebenarnya terjadi....?!"

...----------------...

Episodes
1 Cinta antara keadaan
2 Keegoisan atau kewajiban?
3 Jiwa yang gugur mengikutinya....
4 Sebuah Kelahiran kembali
5 Keharmonisan dan kehangatan dari satu keluarga kecil
6 Keajaiban perlahan terjadi...
7 Tradisi
8 Penyelamatan dari Dokter bedah jenius
9 Perubahan awal
10 Penyintas dunia lain?!
11 Kisah-kisah yang belum terselesaikan
12 Terlempar ke Zaman Hybrida
13 Nasib yang dipertaruhkan
14 Pesta yang penuh praduga
15 Kenyataan pahit
16 Terlempar ke dunia Hybrida?!
17 Adaptasi
18 Benih-benih timbul karena kebersamaan
19 Pernyataan di saat ketegangan
20 Dilepaskan?!
21 Perayaan
22 Prahara dibalik kemeriahan
23 Penyelamatan diri
24 Ketertarikan atau rasa penasaran?
25 Perasaan semu yang melingkupi
26 Kebersamaan sementara
27 Pertemuan kembali
28 Identitas yang disangkal
29 Pendekatan intens dari sang Elang
30 Rasa yang memaksa menggakar
31 Kepercayaan
32 Mencari jati diri
33 Tawaran dibalik kontra
34 Kenikmatan yang menjadi semu
35 Misi penyelamatan
36 Taktik penyerangan
37 Pertarungan
38 Sosok yang sama atau berbeda?!
39 Operasi penyelamatan
40 Deklarasi Kepemilikan
41 Pencarian dimulai
42 Pertanyaan atau hanya sekedar kecurigaan?
43 Persetujuan antar dua belah pihak
44 Hukuman
45 Semakin jauh
46 Ekperimen
47 Seseorang yang selalu dicari
48 Penantian yang amat panjang
49 Sebuah ketertarikan baru
50 Tawaran kepemilikan
51 Kau atau aku?
52 Penyerangan tiba-tiba
53 Malam panas, sebuah penyerahan diri
54 Kepasrahan, kepemilikan, rasa itu cinta
55 Teror dan ancaman
56 Kisah yang terus diingat
57 Awal amarah...
58 Benih dendam
59 Duri dalam daging
60 ingatan manis
61 Tarik ulur yang amat menyusahkan
62 Prioritas
63 Pertemuan, celah yang dimanfaatkan
64 Dua manusia modern yang dipertemukan
65 Tekad dan upaya mulia
66 Percakapan ringan
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Cinta antara keadaan
2
Keegoisan atau kewajiban?
3
Jiwa yang gugur mengikutinya....
4
Sebuah Kelahiran kembali
5
Keharmonisan dan kehangatan dari satu keluarga kecil
6
Keajaiban perlahan terjadi...
7
Tradisi
8
Penyelamatan dari Dokter bedah jenius
9
Perubahan awal
10
Penyintas dunia lain?!
11
Kisah-kisah yang belum terselesaikan
12
Terlempar ke Zaman Hybrida
13
Nasib yang dipertaruhkan
14
Pesta yang penuh praduga
15
Kenyataan pahit
16
Terlempar ke dunia Hybrida?!
17
Adaptasi
18
Benih-benih timbul karena kebersamaan
19
Pernyataan di saat ketegangan
20
Dilepaskan?!
21
Perayaan
22
Prahara dibalik kemeriahan
23
Penyelamatan diri
24
Ketertarikan atau rasa penasaran?
25
Perasaan semu yang melingkupi
26
Kebersamaan sementara
27
Pertemuan kembali
28
Identitas yang disangkal
29
Pendekatan intens dari sang Elang
30
Rasa yang memaksa menggakar
31
Kepercayaan
32
Mencari jati diri
33
Tawaran dibalik kontra
34
Kenikmatan yang menjadi semu
35
Misi penyelamatan
36
Taktik penyerangan
37
Pertarungan
38
Sosok yang sama atau berbeda?!
39
Operasi penyelamatan
40
Deklarasi Kepemilikan
41
Pencarian dimulai
42
Pertanyaan atau hanya sekedar kecurigaan?
43
Persetujuan antar dua belah pihak
44
Hukuman
45
Semakin jauh
46
Ekperimen
47
Seseorang yang selalu dicari
48
Penantian yang amat panjang
49
Sebuah ketertarikan baru
50
Tawaran kepemilikan
51
Kau atau aku?
52
Penyerangan tiba-tiba
53
Malam panas, sebuah penyerahan diri
54
Kepasrahan, kepemilikan, rasa itu cinta
55
Teror dan ancaman
56
Kisah yang terus diingat
57
Awal amarah...
58
Benih dendam
59
Duri dalam daging
60
ingatan manis
61
Tarik ulur yang amat menyusahkan
62
Prioritas
63
Pertemuan, celah yang dimanfaatkan
64
Dua manusia modern yang dipertemukan
65
Tekad dan upaya mulia
66
Percakapan ringan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!