Azura Calista Axelio Huan

Mendengar pekikan Aretha, bayi tersebut langsung menangis karena terkejut.

“Eheek…oaaa,” tangisnya pecah memenuhi kamar Aretha.

Gadis itu bingung begitu si bayi menangis, anehnya bayi tersebut tetap merangkak menuju Aretha yang masih bingung dari mana bayi itu berasal. Tidak mungkin tiba-tiba muncul, seingat Aretha tadi hanya ada dia di kamar. Pintu kamarnya juga tertutup, meskipun tidak terkunci.

“Eh?” Aretha makin bingung saat bocah itu sudah duduk di pangkuan Aretha. “Mommy!” pekik Aretha memanggil mommy Rena.

“Berisik banget sih, mbak!” Enzo melongokkan kepalanya dari kamar mandi yang ada di kamar sang kakak.

Aretha membelalak. “Kapan kamu masuk?”

Ceklek

Pintu kamar Aretha di buka dari luar, mommy Rena dan daddy Axel masuk bersamaan. Ke duanya bahkan sedikit terengah karena dari lantai satu naik ke lantai dua tempat kamar putri sulungnya berada.

“Ada apa, sayang?” tanya daddy Axel.

Aretha mencebik kearah sang daddy, jarinya menunjuk bayi perempuan yang masih menangis tersebut. “Siapa dia mom, daddy? Kenapa ada di kamar aku?” Aretha menatap ke dua orang tuanya.

Daddy Axel menatap tajam Enzo, sudah pasti putra ke duanya tersebut yang berulah. “Enzo!”

Remaja yang bernama Enzo itu tersenyum kikuk diantara ketegangan mommy, daddy dan sang kakak. Sedangkan bayi yang baru tumbuh dua gigi itu masih tetap duduk di pangkuan Aretha, dia tidak perduli ada keributan yang terjadi di kamar itu.

“Dia mau ikut mbak Aretha, dad. Jadi Enzo bawa ke sini,” ucap Enzo tanpa rasa bersalah karena membuat sang kakak terkejut.

“Bantu Aji cuci mobil setelah ini!”

“Dapat hukuman deh!” gumam Enzo.

Mommy Rena hanya bisa menggeleng, Enzo memang jahil. Mommy Rena kemudian berjalan menuju tempat tidur putrinya, dia duduk di tepi tempat tidur. Begitu juga dengan daddy Axel dan Enzio atau lebih sering di panggil Enzo, ke duanya mendekati tempat tidur pemilik tahta tertinggi Axelio Huan tersebut.

Mommy Rena mengusap kepala si bayi. “Adek ikut mommy dulu, yuk!” ucapnya sambil meraih bayi perempuan tersebut dari pangkuan putri sulungnya, namun si kecil itu tidak mau. Tangan mungilnya mencengkeram erat piyama Aretha, dia menoleh pada mommy Rena. “Maa…taa…uh-ho,” celoteh Azura sambil menyingkirkan tangan mommy Rena, dia tidak mau beranjak dari pangkuan Aretha.

“Mommy! Jangan bilang dia…” Aretha kembali menatap bergantian daddy dan mommynya, dia menanti jawaban dari ke dua orang tuanya. Sedangkan Enzo? Remaja tersebut tidak berani lagi untuk bicara, apalagi daddy Axel sudah memerintahkannya mencuci mobil. Itu berarti sang daddy sedang menghukumnya, dia memilih diam dari pada hukuman bertambah.

Mommy Rena menatap suaminya. “Daddy tanggung jawab!” pinta mommy Rena.

Daddy Axel tersenyum, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Daddy tidak sengaja, sayang. Tidak tahu kalau akhirnya jadi itu bocil cantik,” ucap daddy Axel.

“Jadi dia adik aku mom, dad? Anak bungsunya mommy tidak jadi Enzo tapi si bocil satu ini?” tunjuk Aretha sambil mengamati bayi sepuluh bulan yang balik menatapnya.

“Iya, sayang. Mommy bahkan baru tahu saat Azura sudah berumur tiga bulan di rahim mommy,” Mommy Rena meraih tangan Aretha, dia mengusap lembut punggung tangan putri sulungnya tersebut. “Maafin mommy dan daddy. Aretha pasti terkejut,” ucapnya.

Aretha menghela napas, padahal belum selesai rasa terkejutnya tentang Gavin. Dia sudah di hadapkan dengan kejutan lain yang berasal dari keluarganya, dia punya adik perempuan dengan selisih yang cukup jauh.

“Mommy sama daddy kenapa tidak bilang sama Aretha?” tanya gadis itu dengan sendu.

Daddy Axel kemudian duduk di samping mommy Rena. “Daddy yang salah, sayang. Mommy sudah minta daddy untuk memberitahumu, tapi daddy tidak mau kamu sedih dan kecewa. Daddy tahu kamu hanya mau punya satu adik perempuan, kamu hanya mau Ueena. Sekarang kamu punya adik perempuan lagi, daddy dan mommy tidak mungkin menolak Azura. Dia adalah rejeki terindah sama seperti Aretha dan Enzo,” daddy Axel mengusap surai putrinya tersebut.

Suasana langsung hening, mommy Rena dan daddy Axel menanti respon dari putri sulungnya tersebut.

“Aku terjebak di sini,” batin Enzo yang mau tidak mau tetap di sana, dia merutuki dirinya sendiri. Niat ingin menjahili sang kakak justru berakhir menjadi boomerang untuk dirinya dan juga membuat suasana jadi tidak baik.

“Ehek…cuu…cuu,” Azura tiba-tiba merengek, dia menarik-narik piyama Aretha.

“Eh! Aku bukan mommy kamu ya, Azura! Mbak tidak punya nutrisi buat kamu,” Aretha langsung mengangkat adik bungsunya dari pangkuannya. “Mommy! Azura haus itu,” ucap Aretha.

“Mbak tidak ngambek sama mommy dan daddy?” mommy Rena meraih Azura dari Aretha.

Aretha kembali menghela napas. “Gimana bisa ngambek kalau punya adek se lucu Azura? Aku hanya kesal karena mommy dan daddy tidak memberitahuku,” kesal Aretha. “Ueena juga kenapa tidak bilang. Awas nanti kalau aku ketemu bocah itu,” omel Aretha.

Daddy Axel, mommy Rena dan Enzo tertawa melihat ekspresi mencebik Aretha. Mereka lantas memeluk Aretha. “Cuu…maa…cuu,” Azura terjepit antara mommy dan kakaknya, bayi kecil itu mulai mencari sumber nutrisi yang dia butuhkan.

“Ya ampun! Iya-iya anak mommy haus ya? Azura minum dulu yuk! Habis ini boleh main sama kakak Aretha,” mommy Rena keluar dari kamar Aretha untuk memberi nutrisi Azura.

Seolah paham dengan ucapan mommynya, Azura menoleh dan melambaikan tangan serta menampilkan senyum cepot dengan memperlihatkan dua giginya. Melihat itu Aretha terkekeh. “Terimakasih daddy,” ucap Aretha.

Daddy Axel mengerutkan dahinya. “Terimakasih untuk apa sayang?”

“Sudah kasih aku boneka hidup,” tunjuk Aretha dengan dagunya kearah Azura yang menghilang di balik pintu.

Daddy Axel tertawa. "Azura, sayang. Namanya Azura Calista Axelio Huan," dia kemudian memeluk putri sulung yang akan tetap menjadi baby mochi baginya.

***

Aretha turun ke lantai satu, dia membawa banyak bungkusan dan paper bag. Dia membawa oleh-oleh dari Jerman, beberapa dia berikan pada pegawai yang ada di mansion untuk di bagi-bagi. Setelah itu dia ikut duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Azura langsung merentangkan ke dua tangannya begitu melihat Aretha, padahal baru pertama kali dia bertemu dengan sang kakak. Namun Azura terlihat ingin terus menempel pada Aretha.

“Taa…taa,” ocehnya saat melihat Aretha sang kakak.

“Hiss…adek yang sopan ya! Kakak Aretha, bukan taa…taa. Kamu lebih kecil dari aku ya, baby cimol. Ka-kak Aretha,” Azura hanya mengerjap-ngerjap, dia tidak paham ucapan sang kakak.

“Taa…taa,” ocehnya lagi masih terus merentangkan tanga kearah Aretha, dan kali ini sudah hampir menangis karena Aretha tak kunjung meraihnya.

“Gendong bentar dulu adeknya, sayang! Sudah mau nangis itu,” pinta Axel yang sudah melihat Azura hampir menangis, mungkin merasa di tolak sang kakak.

Aretha lantas meraih Azura untuk dia gendong, reflek Azura langsung memekik riang. Kepala Azura langsung di benamkan pada tubuh sang kakak, gadis kecil itu tiba-tiba cekikian sendiri. “Ekhehe…he-he-he,” riang Azura saat ada dalam dekapan Aretha.

Aretha terkejut. “Adek selalu seperti itu tiap lihat orang, mom?” tanya Aretha.

Mommy Rena menggeleng. “Tidak, sayang. Cenderung tidak mau, mommy juga heran. Kenapa sama kamu langsung nemplok,”

“Adek tahu kalau mbak Aretha pemegang tahta, mom. Jadi dia harus baik-baik sama mbak Aretha kalau tidak mau di tukar tambah,” ceplos Enzo.

“Sembarangan! Kamu yang mbak tukar tambah nanti,” balas Aretha.

“Jangan dong, mbak! ATM berjalan Enzo kan kamu mbak,” Enzo mengedip-ngedipkan matanya kearah sang kakak.

Mereka tertawa renyah malam itu, mommy Rena bahkan mengusap ke dua sudut matanya yang berair. Ada momen haru karena bisa melihat putra dan putrinya bercanda, ke khawatirannya akan Aretha yang tidak menerima Azura hilang begitu saja. Tergantikan momen bahagia yang saat itu terjadi, meskipun mommy Rena tahu tujuan sebenarnya sang putri pulang untuk apa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

muthia

muthia

Aretha dpt mainan baru🥰

2026-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pulang
2 Perkenalan Aretha x Rain
3 Ganci Doraemon
4 Pulang ke Bandung
5 Azura Calista Axelio Huan
6 Rumah ternyaman Aretha
7 Netra yang bersitatap
8 Pemilik ganci yang sesungguhnya
9 Blueberry cheese cake
10 Salah paham dua belah pihak
11 Ghibahnya Azura, Enzo dan Queena
12 Bunda Kia ghibahin Gavin
13 Tantrumnya Azura
14 Duo princess daddy Axel
15 Hanapra
16 Menemani Gavin ke rumah sakit
17 Menjadi penguntit Aretha
18 Aretha curhat
19 Ketemu daddy Axel
20 Pelukan mommy Rena
21 Obrolan ayah dan anak
22 Siasat Queena dan Arlo
23 Mungkinksh Gavin cemburu?
24 Satu ruangan
25 Saffa adalah Aretha?
26 Awal Aretha bertemu Aruna
27 Aretha dan Alvian
28 Kenapa kamu membohongiku?
29 Obrolan rahasia buda Kia x mommy Rena
30 Gavin mencari bala bantuan
31 Mencari bala bantuan 2
32 Baby's breath untuk Aretha
33 Mama Cimi
34 Gavin vs Azura
35 Azura bertingkah
36 Gavin ngelunjak
37 Gavin berbunga-bunga
38 Dari awal memang Aretha
39 Tingkah random Arlo
40 Sekertaris Gavin
41 Sedikit tantrum
42 Retha atau baby Mochi?
43 Informan cilik Gavin
44 Anak daddy Gavin?
45 Sudah punya pilihan
46 Alesya kena ulti Azura
47 Keponya Alesya
48 Bunda Kia dan ayah Arka
49 Ruang keluarga mansion Damian
50 Enzo mengantar Aretha
51 Enzo vs Gavin
52 Costum untuk Cimi
53 Ada kebetulan yang di sengaja
54 Ketegasan di balik amarah
55 Sirkuit pelepas amarah
56 Tatapan dingin dan tajam Aretha
57 Aku akan menjagamu
58 Syarat mommy Rena
59 Shock terapi untuk Gavin
60 Pasrahnya Aretha (revisi)
61 Deep talk Gavin dan bunda Kia
62 Semua gara-gara Gavin
63 Studio Bridal
64 Dari awal selalu kamu
65 Tulus atau sekedar obsesi
66 Proyek minta maaf dimulai
67 Arash
68 Rival atau bukan?
69 Makan siang
70 Usahaku untukmu, Rethaku!
71 Pertemuan 4 pria
72 Aku belum dan tidak akan menyerah
73 Randomnya bunda Kia dan mommy Rena
74 Dunia berasa milik berdua
75 Ajakan makan malam
76 Menumbalkan malah jadi tumbal
77 Perdebatan Aretha dan Gavin
78 Listrik padam
79 Obrolan bak roller coaster
80 Di balik padamnya listrik
81 Harapan Enzo untuk Aretha
82 Perdebatan Gavin dan Alesya
83 Tom and Jerry versi Aretha dan Gavin
84 Fakta ganci doraemon
85 Selalu nama Aretha yang tersirat
86 Raja dan Alesya
87 Azura ikut makan siang
88 Dari kulkas 50 pintu jadi kulkas rusak
89 Dua pasang sejoli beda kisah
90 Main rumah-rumahan
91 Lusa?
92 Pulangnya para mantan toddler
93 Pagi diapartemen vs rumah Arlo
94 Ojol termahal
95 Menemani Aretha ke pantai
96 Menepi sejenak menikmati senja
97 Si bungsu Pradipta
98 Para circle berdatangan
99 Spill dari mama Rhea
100 Ijinkan aku memperjuangkan Aretha
101 Diatas meja akad
102 After akad
103 Dar-der-dor Pradipta-Seanaya
104 Di kerjain Azura
105 Ketularan demam
106 Pagi manis
107 Azure dan Azura tak sekedar warna
108 Bincang dua keluarga
109 Kebahagiaan seorang daddy Axel
110 Baby's breath untuk istriku Aretha (end)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Pulang
2
Perkenalan Aretha x Rain
3
Ganci Doraemon
4
Pulang ke Bandung
5
Azura Calista Axelio Huan
6
Rumah ternyaman Aretha
7
Netra yang bersitatap
8
Pemilik ganci yang sesungguhnya
9
Blueberry cheese cake
10
Salah paham dua belah pihak
11
Ghibahnya Azura, Enzo dan Queena
12
Bunda Kia ghibahin Gavin
13
Tantrumnya Azura
14
Duo princess daddy Axel
15
Hanapra
16
Menemani Gavin ke rumah sakit
17
Menjadi penguntit Aretha
18
Aretha curhat
19
Ketemu daddy Axel
20
Pelukan mommy Rena
21
Obrolan ayah dan anak
22
Siasat Queena dan Arlo
23
Mungkinksh Gavin cemburu?
24
Satu ruangan
25
Saffa adalah Aretha?
26
Awal Aretha bertemu Aruna
27
Aretha dan Alvian
28
Kenapa kamu membohongiku?
29
Obrolan rahasia buda Kia x mommy Rena
30
Gavin mencari bala bantuan
31
Mencari bala bantuan 2
32
Baby's breath untuk Aretha
33
Mama Cimi
34
Gavin vs Azura
35
Azura bertingkah
36
Gavin ngelunjak
37
Gavin berbunga-bunga
38
Dari awal memang Aretha
39
Tingkah random Arlo
40
Sekertaris Gavin
41
Sedikit tantrum
42
Retha atau baby Mochi?
43
Informan cilik Gavin
44
Anak daddy Gavin?
45
Sudah punya pilihan
46
Alesya kena ulti Azura
47
Keponya Alesya
48
Bunda Kia dan ayah Arka
49
Ruang keluarga mansion Damian
50
Enzo mengantar Aretha
51
Enzo vs Gavin
52
Costum untuk Cimi
53
Ada kebetulan yang di sengaja
54
Ketegasan di balik amarah
55
Sirkuit pelepas amarah
56
Tatapan dingin dan tajam Aretha
57
Aku akan menjagamu
58
Syarat mommy Rena
59
Shock terapi untuk Gavin
60
Pasrahnya Aretha (revisi)
61
Deep talk Gavin dan bunda Kia
62
Semua gara-gara Gavin
63
Studio Bridal
64
Dari awal selalu kamu
65
Tulus atau sekedar obsesi
66
Proyek minta maaf dimulai
67
Arash
68
Rival atau bukan?
69
Makan siang
70
Usahaku untukmu, Rethaku!
71
Pertemuan 4 pria
72
Aku belum dan tidak akan menyerah
73
Randomnya bunda Kia dan mommy Rena
74
Dunia berasa milik berdua
75
Ajakan makan malam
76
Menumbalkan malah jadi tumbal
77
Perdebatan Aretha dan Gavin
78
Listrik padam
79
Obrolan bak roller coaster
80
Di balik padamnya listrik
81
Harapan Enzo untuk Aretha
82
Perdebatan Gavin dan Alesya
83
Tom and Jerry versi Aretha dan Gavin
84
Fakta ganci doraemon
85
Selalu nama Aretha yang tersirat
86
Raja dan Alesya
87
Azura ikut makan siang
88
Dari kulkas 50 pintu jadi kulkas rusak
89
Dua pasang sejoli beda kisah
90
Main rumah-rumahan
91
Lusa?
92
Pulangnya para mantan toddler
93
Pagi diapartemen vs rumah Arlo
94
Ojol termahal
95
Menemani Aretha ke pantai
96
Menepi sejenak menikmati senja
97
Si bungsu Pradipta
98
Para circle berdatangan
99
Spill dari mama Rhea
100
Ijinkan aku memperjuangkan Aretha
101
Diatas meja akad
102
After akad
103
Dar-der-dor Pradipta-Seanaya
104
Di kerjain Azura
105
Ketularan demam
106
Pagi manis
107
Azure dan Azura tak sekedar warna
108
Bincang dua keluarga
109
Kebahagiaan seorang daddy Axel
110
Baby's breath untuk istriku Aretha (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!