Jumat sore yang biasanya diwarnai dengan kemacetan Jakarta yang melelahkan, kini terasa berbeda bagi para sahabat. Tiga mobil bergerak beriringan meninggalkan beton-beton pencakar langit menuju arah pegunungan. Di dalam mobil masing-masing, ada antusiasme yang tak biasa. Bukan untuk liburan ke vila mewah dengan fasilitas kolam renang, melainkan menuju sebuah pondok kayu sederhana yang kini menjadi pelabuhan hati Rico.
"Mas, jangan terlalu cepat menyetirnya. Kita tidak sedang mengejar jadwal operasi," tegur Arumi lembut sambil mengelus perutnya yang mulai membesar.
Ariya terkekeh, tangannya tetap stabil di kemudi. "Aku hanya tidak sabar melihat wajah Rico saat kita semua muncul tiba-tiba. Bayangkan, dokter yang biasanya paling berisik di kantin kini sedang memegang tasbih di serambi masjid."
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, iring-iringan itu akhirnya memasuki gerbang kayu bertuliskan Pondok Pesantren Nurul Huda. Udara dingin pegunungan seketika menyergap saat mereka turun dari mobil. Dari kejauhan, nampak Rico sedang mengenakan sarung kotak-kotak dan baju koko, duduk santai di depan pondok kayunya bersama Rizka.
"Assalamualaikum, Dokter Santri!" seru Desta dengan suara cemprengnya yang khas, memecah kesunyian senja.
Rico tersentak dari duduknya, matanya membulat tidak percaya melihat gerombolan sahabatnya muncul lengkap bersama istri mereka masing-masing. Rizka yang berada di sampingnya langsung berdiri dan menyambut para wanita dengan pelukan hangat.
"Masya Allah, kalian benar-benar datang?" tanya Rico sambil menyalami satu per satu sahabatnya. "Aku pikir kalian hanya bercanda di grup pesan singkat."
Bisma menepuk bahu Rico dengan keras. "Kami serius, Co. Kami bosan mendengar ceritamu tentang indahnya mengaji di sini. Kami ingin membuktikannya sendiri, sekalian minta jatah ilmu dari istrimu."
Malam itu, pondok kecil Rizka menjadi sangat ramai. Rizka dan para istri lainnya, Yenni, Arumi, dan Elvina, sibuk di dapur menyiapkan makan malam sederhana berupa…
MENAGIH JANJI MASA KECIL
SIMFONI IMAN DI KAKI LANGIT.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Julidarwati
smngat berkarya TPI menyebar ilmu agama karya Thor slalu dlm konteks islamiyah bnyak ilmu yg kami dpt ttg dunia dan akhiratnya
2026-04-22
0
ceuceu
Ceritanya bagus ga bertele" semua tokoh ada ceritanya,ga ngegantung/Good/
2026-05-02
0