PENERUS PENDEKAR NAGA PUTIH 2

PENERUS PENDEKAR NAGA PUTIH 2

Bab 1 ~ Kelahiran Yun Huang.

Pada hari yang di tunggu-tunggu oleh seorang Ibu yang mengandung. Tiba lah hari tersebut, hari dimana kelahiran seorang anak penerus pendekar Naga Putih.

Namun ternyata, hari itu tepat pada bulan Desember. Tepat pada waktu kedua gunung pangeran dan gunung permaisuri jatuh pada masa tua. Ketua desa dan para ahli gunung, memeriksa kedua gunung dibawah kaki gunung. Berharap dapat kabar baik, dari kondisi kedua gunung besar yang sudah menua.

Tiba-tiba datang salah satu warga membawa kabar, bahwa sang istri sedang membantu proses kelahirannya.

Ketua desa segera bergegas pergi berpamitan menuju lereng gunung, khawatir jika kondisi kedua gunung sedang tidak stabil. Bisa mengeluarkan kabut tebal hingga menutupi daratan, serta bisa menelan banyak korban.

Ketua desa segera bergegas, berpamitan pada para ahli pergi menuju lereng gunung tempat persalinan anak itu akan dilahirkan.

Sesampainya di lereng tempat persalinan, ketua desa melihat hampir selesai prosesnya.

Namun tiba-tiba ...!

Bumi terasa bergetar, proses melahirkan sedikit terganggu. Rasa takut mendalam muncul di benak mereka. Awan yang cerah berubah jadi awan mendung, angin berhembus kencang seperti sesuatu hal buruk datang.

Beberapa menit kemudian.

Kabut tebal turun gunung, perlahan melintasi pegunungan pangeran serta pegunungan permaisuri. Kedua gunung yang berhadapan bagai diselimuti kabut tebal, menutupinya perlahan namun ganas.

Turun perlahan hampir sampai ke daratan, hingga hampir menutupi kedua pulau. Pulau askara dan pulau Hindi.

Hari memasuki malam, perlahan matahari terbenam dibagian barat. Awan mendung semakin gelap, suasana menjadi gelap gulita. Bulan pun belum nampak seperti biasanya.

Rasa gelisah muncul pada penduduk, rasa takut yang mendalam menguasai mereka. Sebagian sudah ada yang meninggalkan rumahnya bersama keluarga.

Rasa pasrah kini hadir dibenak mereka, penghuni desa Jiang hu dan desa Wuling serta desa-desa yang dekat dengan kedua gunung. Yang berada di kedua pulau, pulau askara dan pulau hindi.

Sudah mengetahui masa tua umur kedua gunung tersebut, alam berubah menyeramkan, kabur tebal turun gunung. Mereka langsung bergegas meninggalkan kampung halaman.

Air mata penduduk tak terbendung lagi, miskin kaya semua menjadi sama. Merasakan kekhawatiran yang besar.

Akan tetapi, hal itu berubah setelah anak pria lahir dari rahim sang Ibu yang mengandung. Seorang ibu serta ayah yang mempertahankan kelahirannya melawan kejahatan yang tak kenal kasihan, yang akan menghentikan garis keturunan sang Ayah.

Berkat tekad yang kuat serta perjuangan yang penuh pengorbanan, akhirnya mereka mampu mempertahankan kehadiran dirinya ke muka bumi. Seorang anak pria lahir membawa kedamaian pada dua pulau yang hampir hancur dari masa menua dua gunung.

Namun, meski dirinya membawa kedamaian bagi banyak orang. Akan tetapi tidak bagi dirinya, dia kehilangan sang Ibu yang melahirkannya serta ayah sudah tiada sejak dia didalam kandungan.

Sang ibu meninggal setelah dirinya lahir, di sebabkan kondisi yang lemah dia harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengeluarkan bayi yang dinantinya.

O ... AA!

Setelah suara sang bayi menangis, kabut tebal yang hampir menutupi daratan hingga dua kepulauan. Jadi berhenti dikaki kedua gunung tersebut, perlahan kabut tebal menipis bagai tertiup angin.

Petir biru keluar dari langit, lalu hujan akhirnya turun. Perlahan kabur tebal itu tertiup angin, sedikit demi sedikit kebut tebal menjadi tipis. Lalu hilang menjadi angin sejuk, menghilangkan keresahan para penduduk.

Wajah yang lusuh serta gelisah, menatap bayinya yang manis dan mungil. Aslinya lancip, bola matanya berwarna hitam. Tidak menangis seperti bayi yang lain, dia tenang tak membosankan.

"Aku memberi nama untukmu, Yun Huang." Berkata sang Ibu padanya lembut sedikit parau.

Tergerak bibirnya tersenyum, matanya sayu menatap bayi kesayangannya. Perlahan berubah, senyuman perlahan redup, matanya perlahan tertutup. Wajah yang lusuh namun cerah perlahan berubah menjadi tenang dan damai.

Wanita yang penuh pengorbanan kini sampai pada nafsu yang tenang, jiwa yang damai. Napasnya terhenti, perjalanan panjang melalui rintangan yang sangat memeras tenaga dia lewati dengan penuh hati-hati.

Sang buah hati lahir dengan selamat, usai lah sudah perjuangan panjang untuk mengeluarkan penerus membawa kedamaian bagi dunia yang fana.

Angin sejuk berhembus pelan seakan alam menjawab kenyamanan penduduk yang resah serta gelisah dengan fenomena yang sangat menyeramkan.

Di rumah kayu sederhana di lereng gunung. Seorang wanita menggendong bayi yang tenang, tangis pertama tak terdengar. Bayi itu tetap tenang dibalik balutan kain yang lusuh, ditangan wanita yang membantu proses kelahirannya ada darah rahim ibunya.

Seorang tetua desa yang sedari tadi berdiri di ambang pintu, bersiap siaga membantu jika kabut tebal turun ke daratan.

Melangkah masuk menatap sang ibu, lalu memandang bayi disisi ibunya. Rambutnya memutih seperti sisa kabut, dia mendengar nama bayi itu bergetar jiwanya.

"Apakah karena anak ini lahir, kabit tebal tidak jadi turun?" gumamnya dalam hati.

Tetua desa menyadari kehadiran bayi yang ada dihadapannya, kehancuran dunia serta kedamaian ada ditangannya.

"Yun Huang nama yang bagus!" ucapnya lembut, terangkat bibirnya tersenyum manis.

Langit malam diluar tiba-tiba berpendar samar. Bintang-bintang muncul lebih cepat dari biasanya, seakan memberi penghormatan.

Saat nama itu terucap, puncak dua gunung, terdengar gema rendah-bukan gemuruh ancaman, melainkan helaan napas panjang seperti dua raksasa tua yang akhirnya tertidur.

Ketua desa yang tahu perjalanan sang Ayah dan sang Ibu, menggendong bayi tersebut dengan hati-hati. Dia adalah Ling Zhi.

Sesaat, bola mata bayi itu terbuka. Hitam jernih, namun di kedalaman bola matanya seperti ada keemasan berkilauan halus.

Keresahan kini menjadi kebahagiannya, penduduk desa kembali ke rumahnya. Mereka yang sudah jauh dari kampung halaman kembali lagi.

Namun, semua itu tidak berharga jika tidak diketahui oleh banyak orang bahwa bencana besar yang hampir terjadi berhenti oleh seorang anak yang baru saja lahir. Dari rahim sang Ibu yang mereka benci, dari seorang wanita yang mereka ingin usir dari tempat tinggalnya.

--

Bertahun-tahun telah berlalu.

Yun Huang tumbuh berbeda dari anak-anak yang lain, anak yang pendiam namun kecerdikannya membuat dia menjadi seorang anak yang hebat dan pemberani.

Pada saat diamnya muncul, tatapan matanya seperti membaca situasi disekitar, isi kepalanya seketika dapat ide seperti mempunyai jawaban untuk hidup bahagia.

Orang sekitar mendengar kabar anak penerus pendekar Naga Putih telah lahir dan tumbuh besar tinggal bersama ketua desa dan istrinya.

"Sial, masalah kabut tebal turun pasti karena sampah telah lahir."

"Kelahirannya membawa malapetaka bagi kita, buktinya kabut tebal turun gunung dan hampir membunuh banyak orang termasuk kita semua."

"Penerus Naga Putih pembawa sial."

Gunjingan dari warga desa yang resah kehadiran Yun Huang, mereka yakin kabut tebal turun muncul karena kehadirannya.

"Dahulu kala, leluhurnya pernah membuat hancur rumah kita. Karena dia membela orang yang salah, melawan yang benar."

Mereka mengutuk keras keluarga pendekar Naga Putih, karena selalu membuat hidup mereka tidak tenang.

Terpopuler

Comments

Nhi Nguyễn

Nhi Nguyễn

😄

2026-05-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!