EPISODE 4 - HALTE TUA.

Rabu sore datang dengan langit yang menggantung kelabu lagi. Sejak siang, awan telah menutup matahari, membuat suasana sekolah terasa lebih redup dari biasanya. Angin bertiup lembut, membawa aroma tanah yang seolah bersiap menyambut hujan.

Di kelasnya, Rizuki duduk di bangku dekat jendela seperti biasa. Guru fisika sedang menjelaskan teori gerak lurus berubah beraturan. Suara kapur menggesek papan tulis terdengar konstan. Sebagian siswa mencatat, sebagian lagi melamun.

Rizuki mendengarkan. Ia memahami materi bahkan sebelum penjelasan selesai. Namun hari itu, fokusnya tidak setajam biasanya.

Tatapan mata coklat itu muncul lagi dalam pikirannya. Ia tidak menyukainya. Namun entah mengapa merasuki pikirannya. Karena itu berarti ada sesuatu yang mengganggu stabilitas emosinya.

"Ini tidak relevan," bisiknya pelan dalam hati.

Bel sekolah berbunyi. Siswa-siswa berhamburan keluar kelas. Rizuki berjalan lebih lambat dari yang lain. Ia tidak terburu-buru. Ia tidak pernah terburu-buru.

Langit akhirnya pecah. Hujan turun untuk kedua kalinya minggu itu. Rizuki tidak membawa payung. Karena hari itu ia sengaja tidak ingin membawa nya.

Ia membiarkan beberapa tetes mengenai rambutnya. Entah kenapa, ia ingin merasakan hujan hari itu.

Di sisi timur kota, Vhiena berdiri di depan papan pengumuman sekolah. Ayu dan Lala masih berbicara soal tugas kelompok.

"Kayaknya bakal hujan lagi," kata Ayu.

Vhiena menatap langit yang mulai gelap. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Ia tidak tahu kenapa. "Kalian duluan aja," kata vhiena tiba-tiba.

"Sendiri?" tanya Lala.

"Iya. Mau mampir sebentar." Vhiena berbohong, Padahal tidak ada tempat yang ingin ia datangi. Kecuali mungkinโ€ฆ trotoar itu lagi.

Hujan turun semakin deras. Vhiena akhirnya berteduh di halte tua yang terletak di sudut jalan. Halte itu sepi Bangkunya berkarat, Catnya mengelupas. Lampunya berkedip samar. Ia berdiri memeluk tasnya. Menunggu hujan reda. Atau mungkinโ€ฆ menunggu sesuatu yang lain.

Langkah kaki terdengar mendekat. Teratur, Tenang. Vhiena menoleh. Dan napasnya tertahan. Pria itu lagi ( dalam pikiran vhiena. )

Seragamnya sedikit basah. Rambut hitamnya jatuh tipis di dahi. Wajahnya tetap tanpa ekspresi berlebihan. Ia berhenti sejenak melihat halte. Lalu melangkah masuk.

Hanya ada mereka berdua. Suara hujan menjadi latar yang konstan. Beberapa detik hening.

"Hujan lagi," kata Vhiena pelan.

"Ya," jawab Rizuki singkat.

"Kamu memang suka kehujanan?" tanya vhiena lagi.

Rizuki menoleh sedikit. "Kurasa begitu."

"Tapi kamu tidak pakai payung." Vhiena melanjutkan pertanyaan nya.

"Kadang tidak masalah." Jawaban rizuki tetap pendek. Namun kali ini, nadanya tidak sepenuhnya datar.

Vhiena tersenyum kecil. "Kamu selalu jawab singkat ya."

Rizuki menatap lurus ke depan. "Kamu selalu banyak bicara."

Vhiena tertawa pelan. "Kalau nggak bicara, nanti nggak kenal."

Rizuki terdiam. Beberapa detik kemudian ia berkata, lebih pelan dari biasanya: "Perlu kenal?"

Pertanyaan itu membuat Vhiena terdiam. Ia menatap hujan yang jatuh deras. "Aku rasa iya."

Kali ini Rizuki menatapnya lebih lama. Tatapan itu bukan lagi sekadar pertemuan singkat. Ada kesadaran di sana. Ada pengakuan diam-diam. "Rizuki," katanya akhirnya.

"Vhiena," jawab vhiena dengan wajah ceria nya. Untuk pertama kalinya, mereka menyebut nama satu sama lain tanpa jarak.

Hujan mulai sedikit mereda. Angin membawa percikan air masuk ke bagian depan halte. Refleks, Vhiena melangkah lebih ke dalam. Rizuki bergeser sedikit agar tidak terkena hujan namun tidak terlalu dekat dengan vhiena. Namun jarak mereka kini jauh lebih kecil dibanding pertemuan pertama.

"Kamu pulang ke arah mana?" tanya Rizuki.

"Selatan." Jawab vhiena dengan spontan.

Rizuki mengangguk. "Arah itu bukan jalannya"? Namun ia berkata pelan: "Aku juga."

Vhiena tidak menyadari kebohongan kecil itu.

Hujan berhenti. Langit masih kelabu, tapi lebih terang. Mereka keluar dari halte bersama. Berjalan berdampingan Tidak terlalu dekat, Tidak terlalu jauh, Tidak ada sentuhan, Tidak ada janji.

Namun ada sesuatu yang berubah. Langkah mereka selaras. Untuk pertama kalinya, Rizuki tidak merasa sendirian dalam perjalanan pulangnya. Dan untuk pertama kalinya, Vhiena merasa hujan benar-benar membawa sesuatu, Bukan hanya air Melainkan awal.

Terpopuler

Comments

Ananda Andin Angraini

Ananda Andin Angraini

udah tanda2 nih Rizuki. /Proud/

kak skip titiknya /Whimper/

2026-03-06

1

๐Ÿฉท โƒŸ๐ŸŒดโฃโƒ๐–•๐–Žแต–แต˜๐Ÿฅ‘โƒŸYAYAโ„˜โ„ฏ๐“ƒ๐“ช

๐Ÿฉท โƒŸ๐ŸŒดโฃโƒ๐–•๐–Žแต–แต˜๐Ÿฅ‘โƒŸYAYAโ„˜โ„ฏ๐“ƒ๐“ช

Rizuki Mkkb kahh? ๐Ÿ—ฟ

2026-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 EPISODE 1 - AWAL YANG DI SEMBUNYIKAN
2 Episode 2: Benang Merah di Bawah Hujan
3 Episode 3 - SISA TATAPAN.
4 EPISODE 4 - HALTE TUA.
5 EPISODE 5 - LANGKAH YANG DISAMAKAN
6 EPISODE 6 - KHARISMA YANG TAK TERUCAP
7 EPISODE 7 - LANGKAH YANG TERPELESET
8 EPISODE 8 - PESAN PERTAMA
9 EPISODE 9 - HUJAN YANG TAK SAMPAI KE LANGIT CAKRAWALA
10 EPISODE 10 - ** LANGIT KE 99 **
11 EPISODE 11 - BENUA UTARA DAN JARAK YANG TERUCAP
12 EPISODE 12 - " BANGUNAN YANG TAK TERLIHAT *
13 EPISODE 13 - HARI TANPA PESAN.
14 EPISODE 14 - PULANG TANPA NAMA.
15 **EPISODE 15 - HUJAN, SEKOLAH, DAN JARAK YANG MENDEKAT**
16 EPISODE 16 - TIGA LAYAR, SATU MASA DEPAN**
17 EPISODE 17 - GODAAN, DAN TATAPAN YANG MULAI SADAR
18 EPISODE 18 - DUA BULAN, DUA UJIAN, DAN JARAK YANG TETAP TERHUBUNG
19 EPISODE 19 - PERINGKAT SATU DAN MALAM YANG SEDERHANA
20 EPISODE 20 - SENTUHAN YANG TAK TERUCAP
21 EPISODE 21 - KOTA DI ATAS AWAN
22 EPISODE 22 - DI BALIK KABUT AVERMONT
23 EPISODE 23 - CERITA YANG MEMBEKAS
24 Episode 24 โ€” (Malam di Avermont โ€” Keputusan dalam Senyap)
25 EPISODE 25 - Kebahagiaan yang Disembunyikan
26 EPISODE 26 - JANJI DI ANTARA POHON PINUS
27 Episode 27 - Air Mata, Diam, dan Tawa yang Ditahan
28 Episode 28 - FOTO YANG MEMBEKUKAN WAKTU.
29 Episode 29 - Akhir di Avermont
30 Episode 30 - Malam yang Tenang, Janji yang Disimpan
31 EPISODE 31 - 2 DUNIA 1 JANJI
32 EPISODE 32 - LANGKAH PERTAMA
33 Episode 33 - mengubah banyak hal
34 EPISODE 34 - PILIHAN YANG MENENTUKAN MASA DEPAN
35 Episode 35 - Tiga Jalan, Satu Rumah, dan Langkah yang Berpisah.
36 Episode 36 - Hari Pertama di Dunia Baru
37 Episode 37 Arah yang Dipilih, Orang yang Ditemukan
38 EPISODE 38 - KISAH SEDIH KOTA MIREHAVEN
39 EPISODE 39 - KOTA YANG KEMBALI
40 EPISODE 40 - Investasi Tanpa Wajah
41 EPISODE 41 - DATANG DARI CERITA
42 EPISODE 42 - One Gate, One System
43 EPISODE 43 - DI BALIK SISTEM YANG SUNYI
44 EPISODE 44 - HARI PERTAMA di BLUESKY
45 EPISODE 45 - HARI KE 2 DI BLUESKY
Episodes

Updated 45 Episodes

1
EPISODE 1 - AWAL YANG DI SEMBUNYIKAN
2
Episode 2: Benang Merah di Bawah Hujan
3
Episode 3 - SISA TATAPAN.
4
EPISODE 4 - HALTE TUA.
5
EPISODE 5 - LANGKAH YANG DISAMAKAN
6
EPISODE 6 - KHARISMA YANG TAK TERUCAP
7
EPISODE 7 - LANGKAH YANG TERPELESET
8
EPISODE 8 - PESAN PERTAMA
9
EPISODE 9 - HUJAN YANG TAK SAMPAI KE LANGIT CAKRAWALA
10
EPISODE 10 - ** LANGIT KE 99 **
11
EPISODE 11 - BENUA UTARA DAN JARAK YANG TERUCAP
12
EPISODE 12 - " BANGUNAN YANG TAK TERLIHAT *
13
EPISODE 13 - HARI TANPA PESAN.
14
EPISODE 14 - PULANG TANPA NAMA.
15
**EPISODE 15 - HUJAN, SEKOLAH, DAN JARAK YANG MENDEKAT**
16
EPISODE 16 - TIGA LAYAR, SATU MASA DEPAN**
17
EPISODE 17 - GODAAN, DAN TATAPAN YANG MULAI SADAR
18
EPISODE 18 - DUA BULAN, DUA UJIAN, DAN JARAK YANG TETAP TERHUBUNG
19
EPISODE 19 - PERINGKAT SATU DAN MALAM YANG SEDERHANA
20
EPISODE 20 - SENTUHAN YANG TAK TERUCAP
21
EPISODE 21 - KOTA DI ATAS AWAN
22
EPISODE 22 - DI BALIK KABUT AVERMONT
23
EPISODE 23 - CERITA YANG MEMBEKAS
24
Episode 24 โ€” (Malam di Avermont โ€” Keputusan dalam Senyap)
25
EPISODE 25 - Kebahagiaan yang Disembunyikan
26
EPISODE 26 - JANJI DI ANTARA POHON PINUS
27
Episode 27 - Air Mata, Diam, dan Tawa yang Ditahan
28
Episode 28 - FOTO YANG MEMBEKUKAN WAKTU.
29
Episode 29 - Akhir di Avermont
30
Episode 30 - Malam yang Tenang, Janji yang Disimpan
31
EPISODE 31 - 2 DUNIA 1 JANJI
32
EPISODE 32 - LANGKAH PERTAMA
33
Episode 33 - mengubah banyak hal
34
EPISODE 34 - PILIHAN YANG MENENTUKAN MASA DEPAN
35
Episode 35 - Tiga Jalan, Satu Rumah, dan Langkah yang Berpisah.
36
Episode 36 - Hari Pertama di Dunia Baru
37
Episode 37 Arah yang Dipilih, Orang yang Ditemukan
38
EPISODE 38 - KISAH SEDIH KOTA MIREHAVEN
39
EPISODE 39 - KOTA YANG KEMBALI
40
EPISODE 40 - Investasi Tanpa Wajah
41
EPISODE 41 - DATANG DARI CERITA
42
EPISODE 42 - One Gate, One System
43
EPISODE 43 - DI BALIK SISTEM YANG SUNYI
44
EPISODE 44 - HARI PERTAMA di BLUESKY
45
EPISODE 45 - HARI KE 2 DI BLUESKY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!