AWAL MIMPI BURUK AMELIA
Disebuah rumah sederhana tampak kedatangan tamu istimewa terlihat dari mobil mewah yang terparkir dihalaman rumah itu Pak Danang adalah duda beranak satu seorang gadis cantik kembang desa dikampung itu. semenjak istrinya meninggal dia memutuskan tak menikah lagi dan mengurus putrinya seorang diri. Pak Danang hanyalah seorang pengusaha kecil yang mengelola sebuah peternakan ayam boiler dibelakang rumahnya dengan beberapa karyawan saja. Dengan putri semata wayangnya Amelia gadis cantik berusia 18 tahun yang baru lulus SMA ia pun meneruskan kuliah kerena permintaan sang ayah. sebenarnya Amelia tak mau ia ingin bekerja sama membantu ayahnya menjalankan bisnis.
Saat itu Pak Danang tak sengaja bertemu dengan sahabat lamanya Pak Derajat ketika mengantarkan pesanan ayam potong disebuah restoran di kota. dan ternyata restoran itu salah satu cabang milik Pak Derajat mereka yang telah lama tak berjumpa pun saling bertukar cerita. Hingga Pak Derajat yang mengeluhkan mempunyai seorang putra yang sudah berusia matang namun belum juga mau menikah. setelah mengetahui jika Pak Danang punya seorang anak gadis dia pun ingin menjodohkan putranya dengn anak Pak Danang karena mereka sudah mengenal dekat Pak Danang pun tak keberatan dan terjadilah pertemuan sekarang ini dirumah Pak Danang.
"Danang kedatangan ku kemari adalah ingin mengenalkan putra ku Sanjaya, dan ingin meminang putri mu untuk anak ku Sanjaya." ucap Pak Derajat dengan mantap menatap Amelia yang tampak menunduk lantaran malu.
Pak Danang pun tersenyum kemudian menatap putrinya.
"Kalau aku sendiri sih setuju saja Derajat, tapi aku pun juga akan menurut putri ku. Bagaimana nak apa kamu bersedia dilamar nak Sanjaya?" Pak Danang bertanya pada Amelia tersenyum hangat pada putri tercinta.
Amelia pun menatap ayahnya membalas dengan tersenyum hangat. lalu beralih menatap pria yang akan menjadi suaminya Sanjaya hanya menatapnya datar tanpa ekspresi dan tak bersuara. namun karena percaya dengan ayahnya ia pun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Syukurlah" kata Pak Derajat dengan senyum lega lantaran pinangannya untuk putranya telah diterima.
Begitu pula dengan Pak Danang dia begitu senang lantaran putrinya yang selalu menurut padanya. Pak Danang yakin jika Amelia akan bahagia karena menyerahkan putrinya untuk anak sahabatnya sendiri dia pun tak ragu melepaskan putri semata wayangnya dengan pria pilihannya.
Pak Danang dan Pak Derajat sama-sama duda dengan anak satu. mereka sama-sama ditinggal istri meninggal lantaran sakit karena kesetiaannya mereka pun tak mau menikah lagi hanya fokus pada anak mereka masing-masing hingga mereka bertemu kembali dan menjodohkan anak mereka. Pak Derajat orang terpandang dia mempunyai banyak usaha dari restoran yang punya banyak cabang dimana-mana hingga usaha hotel dan masih banyak lagi. dan kini usaha itu diteruskan oleh putra semata wayangnya Sanjaya seorang CEO muda berusia 27 tahun. Sanjaya dikenal dengan pria dingin dan kejam karena cara kerjanya memimpin perusahaan ayahnya. Sanjaya pria yang suka gonta-ganti pasangan hal itu tak diketahui oleh Pak Derajat karena Sanjaya jarang berada dirumah dengan ayahnya. ia lebih suka tinggal diapartemennya sendiri lebih bebas membawa wanita yang ingin ia ajak bersenang-senang.
Saat ayahnya membicarakan tentang perjodohan kepadanya Sanjaya lansung marah pada ayahnya ia menolak untuk dijodohkan dengan putri sahabat ayahnya. namun karena ancaman Pak Derajat yang akan menarik semua fasilitas Sanjaya pun tak mampu berkata lagi. namun ada kilatan amarah dan dendam yang terpancar dari sorot matanya yang tajam.
🌸🌸🌸
Dua minggu sudah berlalu semenjak perjodohan itu kini adalah acara yang dinanti kedua keluarga yaitu pernikahan. yang mengurus semua adalah pihak keluarga Sanjaya Pak Danang hanya tinggal menghadiri saja sedang Amelia kini telah siap dengan balutan kebaya putih juga riasan pengantin yang membuat semua mata yang melihatnya terpukau akan paras cantiknya.
"Nak, akhirnya kini ayah tenang melepasmu untuk hidup bersama suamimu. Menurut lah dengan suamimu nanti nak, ayah yakin nak Sanjaya pria yang baik." nasehat Pak Danang pada putrinya.
Amelia pun memeluk sang ayah erat seakan tak ingin berpisah dari ayahnya. tiba-tiba seseorang datang dan itu Pak Derajat dengan seorang pengacara hal itu membuat kedua ayah dan anak itu heran.
"Maaf mengganggu Danang, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Amelia" ucap Pak Derajat tampak serius.
Pak Derajat menatap para perias yang ada diruangan itu mereka yang peka pun langsung keluar dari ruangan itu kini tinggallah Amelia, Pak Danang, Pak Derajat dan pengacara itu.
"Hal apa Derajat?" tanya Pak Danang begitu penasaran.
Pengacara itu mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Pak Derajat membuat Amelia dan Pak Danang bertambah heran.
"Ini adalah berkas penting Amelia, berkas perjanjian pernikahan mu dengan anak ku Sanjaya. Didalam perjanjian ini tertulis jika Sanjaya sampai menceraikan mu maka seluruh harta ku akan menjadi milikmu" jelas Pak Derajat yang langsung membuat ayah dan anak itu terkejut bukan main.
"Ma-maksud anda gimana Pak?" Amelia bertanya dengan tergagap lantaran begitu terkejut dengan ucapan Pak Derajat.
"Iya, maksud mu apa Derajat?" tambah Pak Danang.
"Danang, ini hanya untuk berjaga-jaga saja supaya anak-anak kita tak bisa bercerai. kamu mengerti kan maksud ku Derajat?" Pak Derajat menjelaskan lagi dengan menatap ayah dan anak itu.
Pak Danang pun menatap Amelia dan mengangguk kemudian Amelia pun menatap Pak Derajat.
"Tapi apa mas Sanjaya tau dengan ini semua?" tanya Amelia memastikan.
"Justru lebih baik Sanjaya tidak tau, ini demi pernikahan kalian. Aku tak ingin Sanjaya menceraikan mu, aku ingin rumah tangga kalian utuh hingga maut memisahkan" jelas Pak Derajat lagi.
"Sekarang kamu tanda tangani lah berkas ini nak!" kata Pak Derajat menyodorkan berkas itu pada Amelia.
Dengan tangan gemetar dan ragu-ragu Amelia meraih berkas dari tangan Pak Derajat ia menatap berkas itu sebelum menandatangani nya.
"Kenapa hatiku mendadak cemas?" monolog Amelia dari dalam hati memperhatikan berkas yang ada ditangannya.
Lalu dengan tangan gemetar ia pun membubuhkan tanda tangan itu pada berkas ditangannya. kemudian menyerahkan berkas itu pada pengacara yang ada disebelah Pak Derajat.
"Sekarang bersiap lah untuk ijab kabul nak, calon suami mu sudah menunggu mu disana" ucap Pak Derajat memecah keheningan ruangan itu lalu keluar meninggalkan ayah dan anak itu.
"Ayah, apakah ini sudah benar?" Amelia bertanya seakan meminta kepastian ayahnya apakah menikah dengan Sanjaya pilihan yang sudah benar ia lakukan.
Pak Danang yang sudah yakin pun menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum hangat menatap putrinya tercinta yang beberapa menit lagi akan menjadi milik pria lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments