Bab 2

Dari balik pohon besar, Mingyu memperhatikan dua pria yang sedang bertarung, salah satu dari mereka ada yang memakai topeng, jadi Mingyu tidak bisa melihat seperti apa rupanya, di tambah lagi hanya menggunakan cahaya bulan untuk penerang.

Tang

Wush

Jleb

Ugh,,

Mingyu terkejut saat pedang milik pria bertopeng melayang, dan menancap tepat di pohon tempat dia mengintip.

''Huh, untung saja tidak kena'' gumam Mingyu mengelus dadanya.

Akhirnya Mingyu memilih kembali mengintip pertarungan dua pria di depannya, dan membiarkan pedang di depannya tetap menancap di batang pohon tempat dia bersembunyi.

Sreett

Akhhh

Mingyu meringis saat pria bertopeng yang melawan dengan tangan kosong terkena sabetan pedang di lengannya, dan semakin lama Mingyu memperhatikan pria bertopeng itu sudah mulai kualahan melawan dengan tangan kosong.

''Apa aku bantu saja ya, dari penampilannya dia kelihatannya orang kaya, bisa aku mintain uang nantinya'' gumam Mingyu tersenyum sembari mengetuk ngetuk dagunya dengan jarinya.

Pria bertopeng itu kembali terkena sabetan pedang.

Srettt

''Sialan'' desis pria bertopeng itu, sembari memegang lengannya yang mengeluarkan darah semakin banyak, karna sebelumnya sudah terkena.

''Ha ha ha ha,, lebih baik menyerah lah saja, percuma terus mewalawan, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku'' ucap pria satunya dengan congkak.

Saat Pria itu melihat si pria bertopeng sudah kehabisan tenaga, dia kembali menyerang dengan mengarahkan pedangnya ke lengan pria bertopeng, tapi belum sempat pedang itu menyentuh, tiba tiba sebuah pisau melayang dan menancap tepat di dada pria itu.

Jeleb

Akhh

 Seketika pedang milik Pria itu terlepas dari genggamannya, dan selang beberapa detik pria itu ambruk dengan nafas naik turun.

Sedangkan pria bertopeng itu langsung menggunakan kesempatan itu untuk melawan kembali, dia berdiri dan menghampiri pria itu, lalu menginjak pisau yang menancap di dada pira itu hingga menembus jantungnya.

''Ka,, kamu'' gumam pria itu dan akhirnya mati.

Setelah itu Pria bertopeng itu berbalik dan hendak pergi, namun tiba tiba tubuhnya oleng, Mingyu yang melihatnya langsung berlari dengan cepat, dan menahannya.

''Tuan, anda tidak apa apa?'' tukas Mingyu sembari meletakkan tangan kekar pria bertopeng itu ke pundaknya agar tidak jatuh ke tanah.

''Nona, apa anda barusan yang melemparkan pisau pada pria itu?'' tanya pria bertopeng itu.

''Tentu, memangnya apa ada orang lagi di sini selain saya'' sahut Mingyu sembari mendudukkan pria bertopeng itu di bawah pohon besar tempat dia bersembunyi tadi.

''Tuan, luka di lengan anda lumayan dalam'' ucap Mingyu menatap luka di lengan pria bertopeng itu yang terus mengeluarkan darah.

Pria bertopeng itu hanya menganggukkan kepalanya.

Mingyu lalu beranja pergi meninggalkan pria itu sendirian di bawah pohon, tapi tak lama kemudian dia kembali dengan membawa beberapa lembar daun di tangannya, lalu dia meremat semua daunnya hingga hancur.

''Nona, apa yang sedang anda lakukan?'' tanya Pria bertopeng itu.

''Karna di sini tidak ada obat obatan, sebagai gantinya daun daun ini bisa untuk menghentikan darah di luka anda'' sahut Mingyu.

Mingyu mengambil sapu tangan dari balik bajunya, lalu dengan hati hati dia mengelap darah yang terus keluar dari luka pria itu.

Dan Pria bertopeng itu yang terus memperhatikan Mingyu di buat terkejut, saat cadar yang di pakai Mingyu tersibak oleh hembusan angin.

''Ming,, Mingyu''

Mingyu kaget mendengar pria bertopeng itu memanggil namanya.

''Tuan, anda mengenal saya?'' tanya Mingyu.

Pria bertopeng yang tak lain adalah Pangeran Rong Cheng dia menganggukkan kepalanya, tentu saja dia mengenal Mingyu, walaupun hanya bertemu di saat upacara pernikahan saja, tidak mungkin dia lupa dengan wajah wanita yang dia nikahi sebulan yang lalu.

''Saya hanya pernah bertemu dengan anda sekali'' ucap Pangeran Rong Cheng tanpa mengalihkan tatapannya dari mata bulat milik Lu Mingyu yang sedang serius mengobati lukanya.

''Benarkah?, kapan?, dan dimana?'' tanya Mingyu menatap balik Rong Cheng.

''Saat di pernikahan anda dengan Jendral Rong''

Lu Mingyu langsung berdecak. ''Ck''

''Kenapa Nona?'' tanya Rong Cheng.

''Tidak apa apa, hanya kesal saja kalau teringat dengan suami sialan itu'' jawab Mingyu.

Jendral Rong hampir tersedak ludahnya, saat di katai sialan tepat di depan wajahnya langsung oleh istrinya sendiri.

Ehem

''Nona, apa anda tidak takut dengan Jendral Rong, kalau dia tahu anda mengatainya sialan, pasti beliau akan murka?'' tanya Rong Cheng.

''Cih, aku tidak takut, meskipun dia Jendral sekalipun'' sahut Mingyu santai, membuat Rong Cheng bungkam seketika.

''Tuan lukanya sudah selesai saya balut'' ucap Mingyu, dia membalut luka di lengan Rong Cheng menggunakan ikat rambutnya.

''Terimakasih Nona''

''Sama sama, tapi ini tidak gratis, anda harus membayar saya''

Di balik topengnya Rong Cheng tersenyum geli, lalu dia mengambil beberapa lembar uang kertas dari balik bajunya, dan ia berikan pada Mingyu.

''Ini bayaran untuk anda''

Mingyu tanpa malu malu langsung mengambilnya, dan matanya berbinar saat melihat lembaran uang kertas di tangannya.

''Terimakasih Tuan''

Tapi beberapa saat kemuduan Mingyu di buat kaget, saat pria di depannya tiba tiba memuntahkan darah sangat banyak.

''Tuan, anda kenapa?''

''Orang tadi sudah memberiku racun'' ucap Rong Cheng lirih.

Mingyu buru buru memasukkan lembaran uang kertas itu ke dalam bajunya, lalu dia membantu Rong Cheng untuk bersandar di bawah pohon.

''Tuan, anda tunggu di sini sebentar''

''Nona, anda mau kemana?'' tanya Rong Cheng sembari menahan lengan Mingyu.

''Mencari Kelapa muda''

Mingyu pernah mendengar kalau air kelapa muda bisa menetralisir racun di dalam tubuh, jadi dia ingin mencobanya siapa tahu bisa.

Melihat Rong Cheng diam, Mingyu langsung berlalu pergi mencari pohon kelapa, dan lima belas menit kemudian Mingyu kembali dengan membawa tiga kelapa muda di tangan kanan dan kirinya.

Mingyu langsung membuka kelapa muda itu, lalu dia berikan pada Rong Cheng.

''Tuan, ini cepat di minum''

Rong Cheng dengan patuh meminum air kelapa muda itu langsung dari tempatnya, dan benar saja rasa panas yang tadi membakar paru parunya perlahan memudar.

''Nona, bagaimana cara anda mengambil kelapa ini?'' tanya Rong Cheng penasaran.

''Tentu memanjat pohonnya'' jawab Mingyu membuat Rong Cheng yang kembali meneguk air kelapa muda tersedak.

Uhuk

Uhuk

Uhuk

''Nona, anda bisa memanjat pohon kelapa?'' tanya Rong Cheng yang masih tidak percaya.

''Hem, benar''

Jangankan pohon kelapa, bahkan di kehidupan pertamanya dia bisa memanjat bangunan lantai lima yang jauh lebih tinggi dari pohon kelapa dengan mudah batin Mingyu.

Rong Cheng seketika kehabisan kata kata, tapi Rong Cheng masih penasaran kenapa rumor yang tersebar di Negara Yan, kalau Lu Mingyu hanyalah gadis bodoh yang tidak memiliki bakat apapun.

Sebenarnya saat pernikahannya itulah pertama kalinya Rong Cheng bertemu dengan Mingyu, selama ini dia hanya mendengar nama Lu Mingyu dari bawahannya, dan Rong Cheng juga tidak pernah perduli, begitupun saat dia tahu kalau sudah di jodohkan dengan Lu Mingyu, dia juga sama sekali tidak menolak, bagi Rong Cheng pernikahannya dengan Mingyu hanya sekedar formalitas saja, jadi dia tidak begitu mempermasalahkannya, walaupun wanita yang menjadi istrinya tidak memiliki kelebihan apapun.

Tapi sepertinya sekarang pandangannya tentang pernikahannya dengan Mingyu sedikit berbeda, Rong Cheng ingin mengenal lebih dekat sosok istrinya, memurutnya rumor tentang istrinya tidaklah benar, atau mungkin memang ada yang sengaja menjelekkan nama istrinya.

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

agak aneh gak sih,
masak mingyu tau mana orang Baek sama orang jahat
klo yg dilempar orang Baek gimana🤦

ujung ujungnya balekan jg ya sesuai judul
padahal Uda dibuat malu

2026-08-02

1

Kustri

Kustri

jgn senang dl rong, klo mingyumu kembali kau akan dibuat amat kecewa
tp apa mgkin mingyu yg o'on kembali🤔

2026-07-09

1

yetiku86

yetiku86

gmn caranya Mingyu??? Ajarin dong... 😁

2026-08-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Pengumuman karya baru (Aku Antagonis?, Ok)
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Pengumuman karya baru (Aku Antagonis?, Ok)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!