Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

1. Sang Penjinak Api

Suara sirine mobil yang memekakkan terlinga terdengar bersahut - sahutan. Dua buah mobil pemadam kebakaran melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke pusat kepulan asap kehitaman yang membumbung tinggi.

"Kapt! Ada mobil yang menghalangi jalan." Driver mobil pertama melapor pada Kaptennya yang berada di mobil kedua.

"Ji, turun dan lihat ada pemiliknya atau tidak." Perintah Kalandra pada salah satu anggotanya yang ada di mobil pertama.

"Siap, Kapt." Jawab Oji yang langsung turun dan mencari pemilik mobil.

Kebakaran yang melahap salah satu wilayah paat penduduk yang berada di dalam gang sempit itu tentu cukup menyulitkan. Untungnya, gang itu masih bisa di lewati mobil truk pemadam kebakaran.

"Gak ada pemiliknya, Kapt. Warga yang ada di sini juga gak tau siapa pemiliknya dan kemana orangnya." Kata Oji yang melapor.

Kalandra menghela nafas. Timnya tentu di buru oleh waktu untuk segera memadamkan api agar tak terus merembet ke rumah yang lain.

Pria tampan dengan postur tubuh yang proporsional itu segera turun dan berjalan menghampiri tempat mobil penyebab masalah terparkir.

"Turun semua!" Titah Kalandra yang meminta semua timnya untuk segera turun.

"Mobil masih bisa lewat kalau kita miringkan mobil ini." Kata Kalandra yang membuat rekan - rekannya mendelik.

"Apa? Di miringin? Mobil mewah ini mau di miringin, Kapt?" Tanya Oji dengan tatapan tak percaya.

"Iya. Ayo, segera! Kita gak punya banyak waktu." Perintah Kalandra.

"Tapi, Kapt. Kalau nanti pemiliknya ngamuk, gimana? Bisa - bisa kita di tuntut ganti rugi." Tanya Rian dengan ragu.

"Gak usah takut. Mobil ini menghalangi jalan kita yang sedang bertugas. Kondisinya pun darurat karena pemiliknya gak ada. Kita di lindungi undang - undang untuk melakukan apapun agar tugas kita tak terhambat." Jawab Wildan yang di sambut acungan jempol oleh Kalandra.

"Ayo! Tunggu apa lagi? Kalian mau apinya semakin merembet? Mungkin juga ada korban yang masih terjebak dan harus kita selamatkan di sana." Kata Kalandra dengan tegas.

"Siap, Kapt!" Jawab semua anggota timnya.

Mereka semua kemudian mengambil ancang - ancang untuk memiringkan mobil yang tak mungkin di pindahkan itu

Satu...

Dua...

Tiga!

Kalandra memberi aba - aba. Hanya dengan satu kali angkat, mereka bisa membuat mobil itu berada dalam kondisi miring dengan pintu bagian kemudi berada di atas.

Beberapa warga yang sedang berada di sana pun sempat mengabadikan kondisi mobil yang menutupi jalan dan saat petugas Pemadam Kebakaran memiringkan mobil itu dengan kamera ponsel mereka.

Para driver segera kembali ke dalam mobil dan memposisikan mobil agar bisa lewat. Setelah dua mobil Pemadam Kebakaran itu berhasil lewat, semua anggota yang masih ada di luar pun segera naik dan melanjutkan perjalanan ke titik pusat kebakaran.

Mereka bergerak cepat ketika sudah mencapai tempat kejadian. Di sana, banyak warga yang sudah bahu membahu untuk memadamkan api yang dengan cepat merembet ke bangunan lain.

"Astaghfirullah." Lirih Kalandra melihat parahnya TKP.

"Ayo cepat!" Perintah Kalandra pada semua timnya.

Mereka bergerak cepat dan langsung menyiram api dengan air bertekanan tinggi. Kalandra terus memberikan instruksi pada semua anggotanya. Netra elangnya pun mengawasi setiap pergerakan yang terjadi di sekitarnya.

"Mikiiii... Tolong! Tolong Miki." Seorang gadis kecil yang masih memakai seragam putih merah, berlari ke arah salah satu rumah yang perlahan mulai di rambati si jago merah.

"Adek mau kemana? Jangan ke sini, bahaya." Dengan sigap, Kalandra memegangi tubuh gadis kecil itu.

"Tolong Miki... Tolong anjingku, Pak. Miki masih di dalam." Kata gadis kecil yang histeris itu.

"Tunggu di sini, biar saya yang cari Miki." Kata Kalandra setelah menyerahkan gadis kecil yang menangis histeris itu pada orang tuanya yang juga baru sampai.

Dengan langkah cepat dan tanpa ragu, Kalandra mendobrak pintu rumah yang terkunci. Rumah yang sudah di penuhi asap tebal itu, membuat jarak pandangnya terbatas.

"Miki... Miki..." Kalandra mencoba memanggil hewan peliharaan si empunya rumah. Langkahnya cepat menyisir setiap ruangan yang ada di rumah itu.

"Miki..." panggilnya lagi sembari sesekali melihat ke atas, dimana api sudah mulai membesar di sana.

"Miki... Miki..." Seru Kalandra semakin keras.

Tak lama, terdengar suara gonggongan anjing yang ternyata berada di lantai dua. Mungkin karena panik, anjing itu berlari kesana dan kemari untuk menyelamatkan diri.

Kalandra segera naik dan menghampiri anjing kecil yang ketakutan itu. Kalandra kemudian membungkus tubuh anjing kecil itu dengan kain basah yang sudah ia bawa. Ia kemudian membawa anjing kecil itu keluar dari rumah yang kini mulai terbakar.

Langkahnya kian cepat seiring dengan hawa panas yang semakin terasa. Sementara anjing kecil itu tampak tenang seolah yakin jika nyawanya akan selamat kali ini.

Begitu keluar dari pintu, langkahnya tiba - tiba terhenti. Entah mengapa, ia merasa tubuhnya seperti terpatri di atas tanah.

"Kapt, awas!" Teriak salah satu anggotanya.

BRRAAAAKK!

Atap teras yang terbuat dari kayu dan asbes itu runtuh tepat di hadapannya. Api berkobar dengan gagah tepat di depan matanya. Kalandra mundur beberapa langkah dengan masih memeluk anjing kecil yang kini mulai ketakutan.

"Astaghfirullah... Astaghfirullah..." Kalandra terus beristigfar dalam hati.

"Kapt! Kapten!" Seru para anggotanya.

Mereka segera mengarahkan air ke tempat Kalandra berada untuk memadamkan api yang berada di sekitar Kalandra.

"Kapten!" Suara Oji paling keras terdengar.

"Tetap fokus! Aku baik - baik aja!" Jawab Kalandra yang juga berseru.

Mendengar jawaban dari Kalandra, mereka semua pun mulai kembali tenang. Para aggota tim yang terbagi menjadi dua itu mulai kembali fokus memadamkan kobaran api yang mulai jinak.

Sementara Kalandra, tanpa ragu berjalan menembus kobaran api yang mulai meredup. Ia kemudian menghampiri gadis kecil yang masih menangis itu.

"Mikiii...." Seru si gadis kecil ketika melihat Kalandra yang datang bersama anjingnya.

"Terima kasih, Pak! Terima Kasih." Ucap gadis kecil itu, ketika Kalandra memberikan hewan peliharaannya.

"Sama - sama. Sekarang tolong minggir, ya. Cari tempat yang aman." Ujar Kalandra sembari mengusap bahu gadis kecil itu.

"Kapten, baik - baik aja?" Tanya Wildan yang sedang membantu mengendalikan selang air bertekanan tinggi ketika Kalandra menghampiri.

"Aku baik - baik aja." Jawab Kalandra.

"Ayo fokus! Tinggal sedikit lagi!" Seru Kalandra.

Setelah berjuang melawan si jago merah selama hampir tiga jam, tim pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api yang melahap habis tujuh bangunan rumah warga.

Dengan nafas yang masih terengah - engah, para anggota tim beristirahat di dekat mobil. Sementara itu, Kalandra di temani oleh Oji, berkeliling untuk memastikan jika sudah tak ada lagi titik api di lokasi kejadian.

"Sudah aman, Kapt?" Tanya Rian.

"Alhamdulillah, semuanya aman. Terima kasih karena sudah bekerja keras memadamkan api." Ucap Kalandra sambil tersenyum bangga.

Salah satu hal yang selalu membuatnya bangga yaitu bisa memadamkan api tanpa ada korban jiwa.

Terpopuler

Comments

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

Waaahhh.. ada karya baruuuuu.. selamat dtg judul baruuuu.. /Applaud//Applaud//Applaud/

2026-03-01

4

Jack Strom

Jack Strom

Sepertinya ceritanya cukup menarik nih, jejaknya saja tertinggal... 😁

2026-04-01

2

Mini Amora

Mini Amora

okeeeee dehhh
udah nabung banyak bab
waktunya baca karya barumu thor😍

2026-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sang Penjinak Api
2 2. Pria Blasteran
3 3. Pentingnya Dokumentasi
4 4. SAR
5 5. Desa Ghoib
6 6. Gambaran Dari Naina
7 7. Mata Indah
8 8. Penasaran
9 9. Mengikuti Kata Hati
10 10. Mendaki Gunung
11 11. Body Guard
12 12. Pengalaman Pertama
13 13. Buah Keisengan
14 14. Terasa Nyata
15 15. Milik Abang
16 16. Si Paling Mengerti
17 17. Lautan Awan
18 18. Laki - Laki Gila
19 19. Bidadari Kampus
20 20. Cemburu
21 21. Daddy - Mommy
22 22. Hadiah Tak Biasa
23 23. Si Raja
24 24. Merajuk
25 25. Berebut
26 26. Atap Runtuh
27 27. Kebetulan.
28 28. Janji Muncak
29 29. Bukan Pekerjaan Mudah
30 30. Ular dan Belalang
31 31. Damkar vs Netizen
32 32. Wisuda
33 33. Menara SUTET
34 34. Pekerjaan Double
35 35. Gak Penting.
36 36. Modus
37 37. Beruntung
38 38. Awal Perjalanan
39 39. Coklat
40 40. Hilang?
41 41. Pria Asing
42 42. Jangan Pergi
43 43. Summit
44 44. Lautan Awan Kedua
45 45. Danau
46 46. Kemiripan
47 47. Dibersihkan
48 48. Sambutan Keluarga
49 49. Memulai Pembersihan
50 50. Perlindungan
51 51. Bersih
52 52. Hutan dan Makanannya
53 53. Gelang Jimat
54 54. Korban Kebakaran
55 55. Salting
56 56. Kepala Terjepit
57 57. Firasat?
58 58. Berkebalikan
59 59. Perahu Terbalik
60 60. Akhir Evakuasi
61 61. Pacar Peramal
62 62. Kejutan Manis
63 63. Tebar Pesona
64 64. Izin Melamar
65 65. Teman Lama
66 66. Kebakaran Besar
67 67. Effort Penyelamatan
68 68. Ulat Bulu
69 69. Dibully Keluarga
70 70. Lamaran
71 71. Sulung dan Bungsu
72 72. Air Terjun
73 73. Anak Alam
74 74. Rombongan Lucknut
75 75. Tetap Bekerja
76 76. Mitos Semangka
77 77. Job Dadakan
78 78. Family Man
79 79. Hukuman
80 80. Cobaan Pernikahan
81 81. Mengembang Bersama
82 82. Orang Sombong
83 83. Gurita Bisnis
84 84. Wanita Cantik
85 85. Sang Masa Lalu
86 86. Besarnya Rasa Percaya
87 87. Kiriman Makanan
88 88. Masih Tak Menyerah
89 89. Fitting
90 90. Keluarga Kompak
91 91. Damkar Serba Bisa
92 92. Izin Berugas
93 93. Raja Panjat
94 94. Pusat Gempa
95 95. Perjalanan Evakuasi
96 96. Fathan
97 97. Ditelan Bumi
98 98. Obrolan Calon Pengantin
99 99. Luapan Kekesalan
100 100. Akad Nikah
101 101. Istirahat
102 102. Resepsi Kedua
103 103. Candu
104 104. Balada Honeymoon
105 105. Finansial Pasutri Baru
106 106. Sore Hari di Pantai
107 107. Anak Banyak
108 108. Tong Sampah
109 109. Perjalanan Pendakian
110 110. Track Berbahaya
111 111. Lautan Awan ketiga
112 112. Awal Offroad
113 113. Trauma
114 114. Kejadian Tak Terduga
115 115. FamILY (I Love You)
116 116. Hanya Kedok
117 117. Pencarian Hari ke 2
118 118. Teriakan Minta Tolong
119 119. Kurir Jenazah
120 120. Rindu
121 121. Melepas Rindu
122 122. Kepanikan di Bioskop
123 123. Momen Manis
124 124. Kebakaran Hotel
125 125. Geram
126 126. Mimpi
127 127. Rasa Syukur
128 128. Keluarga Kompak
129 129. Ngidam
130 130. Mengambil Pesanan
131 131. Pawang Ular
132 132. Terjebak di Kursi
133 133. Perlengkapan Baby
134 134. Rumah Baru
135 135. Tasyakuran Rumah Baru
136 136. Musibah
137 137. Kepanikan
138 138. Tangisan
139 139. Lega
140 140. Kabar si Kembar
141 141. Pelangi Setelah Hujan
Episodes

Updated 141 Episodes

1
1. Sang Penjinak Api
2
2. Pria Blasteran
3
3. Pentingnya Dokumentasi
4
4. SAR
5
5. Desa Ghoib
6
6. Gambaran Dari Naina
7
7. Mata Indah
8
8. Penasaran
9
9. Mengikuti Kata Hati
10
10. Mendaki Gunung
11
11. Body Guard
12
12. Pengalaman Pertama
13
13. Buah Keisengan
14
14. Terasa Nyata
15
15. Milik Abang
16
16. Si Paling Mengerti
17
17. Lautan Awan
18
18. Laki - Laki Gila
19
19. Bidadari Kampus
20
20. Cemburu
21
21. Daddy - Mommy
22
22. Hadiah Tak Biasa
23
23. Si Raja
24
24. Merajuk
25
25. Berebut
26
26. Atap Runtuh
27
27. Kebetulan.
28
28. Janji Muncak
29
29. Bukan Pekerjaan Mudah
30
30. Ular dan Belalang
31
31. Damkar vs Netizen
32
32. Wisuda
33
33. Menara SUTET
34
34. Pekerjaan Double
35
35. Gak Penting.
36
36. Modus
37
37. Beruntung
38
38. Awal Perjalanan
39
39. Coklat
40
40. Hilang?
41
41. Pria Asing
42
42. Jangan Pergi
43
43. Summit
44
44. Lautan Awan Kedua
45
45. Danau
46
46. Kemiripan
47
47. Dibersihkan
48
48. Sambutan Keluarga
49
49. Memulai Pembersihan
50
50. Perlindungan
51
51. Bersih
52
52. Hutan dan Makanannya
53
53. Gelang Jimat
54
54. Korban Kebakaran
55
55. Salting
56
56. Kepala Terjepit
57
57. Firasat?
58
58. Berkebalikan
59
59. Perahu Terbalik
60
60. Akhir Evakuasi
61
61. Pacar Peramal
62
62. Kejutan Manis
63
63. Tebar Pesona
64
64. Izin Melamar
65
65. Teman Lama
66
66. Kebakaran Besar
67
67. Effort Penyelamatan
68
68. Ulat Bulu
69
69. Dibully Keluarga
70
70. Lamaran
71
71. Sulung dan Bungsu
72
72. Air Terjun
73
73. Anak Alam
74
74. Rombongan Lucknut
75
75. Tetap Bekerja
76
76. Mitos Semangka
77
77. Job Dadakan
78
78. Family Man
79
79. Hukuman
80
80. Cobaan Pernikahan
81
81. Mengembang Bersama
82
82. Orang Sombong
83
83. Gurita Bisnis
84
84. Wanita Cantik
85
85. Sang Masa Lalu
86
86. Besarnya Rasa Percaya
87
87. Kiriman Makanan
88
88. Masih Tak Menyerah
89
89. Fitting
90
90. Keluarga Kompak
91
91. Damkar Serba Bisa
92
92. Izin Berugas
93
93. Raja Panjat
94
94. Pusat Gempa
95
95. Perjalanan Evakuasi
96
96. Fathan
97
97. Ditelan Bumi
98
98. Obrolan Calon Pengantin
99
99. Luapan Kekesalan
100
100. Akad Nikah
101
101. Istirahat
102
102. Resepsi Kedua
103
103. Candu
104
104. Balada Honeymoon
105
105. Finansial Pasutri Baru
106
106. Sore Hari di Pantai
107
107. Anak Banyak
108
108. Tong Sampah
109
109. Perjalanan Pendakian
110
110. Track Berbahaya
111
111. Lautan Awan ketiga
112
112. Awal Offroad
113
113. Trauma
114
114. Kejadian Tak Terduga
115
115. FamILY (I Love You)
116
116. Hanya Kedok
117
117. Pencarian Hari ke 2
118
118. Teriakan Minta Tolong
119
119. Kurir Jenazah
120
120. Rindu
121
121. Melepas Rindu
122
122. Kepanikan di Bioskop
123
123. Momen Manis
124
124. Kebakaran Hotel
125
125. Geram
126
126. Mimpi
127
127. Rasa Syukur
128
128. Keluarga Kompak
129
129. Ngidam
130
130. Mengambil Pesanan
131
131. Pawang Ular
132
132. Terjebak di Kursi
133
133. Perlengkapan Baby
134
134. Rumah Baru
135
135. Tasyakuran Rumah Baru
136
136. Musibah
137
137. Kepanikan
138
138. Tangisan
139
139. Lega
140
140. Kabar si Kembar
141
141. Pelangi Setelah Hujan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!