Academy Of Fallen Marks

Academy Of Fallen Marks

Tanda yang Terbangun

Lampu kristal di aula utama Akademi Arcanova berpijar lembut, namun suasananya terasa sedingin es. Di tengah ruangan, Vivienne Seraphine berdiri dengan dagu terangkat, membiarkan tatapan remehnya menyapu kerumunan siswa tingkat bawah yang tampak gugup. Sebagai salah satu siswi paling cerdas dan berbakat, harga dirinya setinggi menara sihir tertinggi di kerajaan ini. Baginya, sihir adalah tentang kendali mutlak, bukan sekadar mantra keberuntungan.

Namun, ketenangan itu seketika hancur saat rasa panas membakar menjalar dari bawah tulang selangkanya. Vivienne tersentak, napasnya tertahan. Ia segera menyelinap pergi menuju koridor perpustakaan yang sepi, menjauh dari keramaian. Di depan sebuah cermin tua, ia menarik sedikit kerah seragamnya yang kaku.

Matanya membelalak. Tepat di bawah tulang selangkanya, sebuah simbol lingkaran hitam pekat—simbol Iblis Bayangan—berdenyut seolah memiliki detak jantung sendiri.

“Apa-apaan ini?” bisiknya dengan suara bergetar. “Ini tidak mungkin…”

Langkah kaki berat menggema di lantai kayu perpustakaan. Seorang pria berambut pirang terang dengan jubah biru tua berjalan santai dari balik rak buku. Daefiel Carmiora, si jenius sombong dari kelas sebelah, memutar-mutar lidi sihir di tangannya dengan wajah jahil yang khas.

“Kau terlihat seperti baru saja melihat hantu, Vivienne,” ujarnya mengejek. “Atau kau baru sadar kalau nilai ujianmu kali ini di bawahku?”

Vivienne segera merapikan kerah bajunya, kembali ke sikap angkuhnya. “Jangan konyol, Daefiel. Apa yang kau lakukan di sini? Menguping?”

Daefiel tertawa kecil dan melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya terpaut beberapa jengkal. “Aku tidak perlu menguping untuk tahu aura sihirmu sedang kacau. Katakan padaku, Vivienne, apakah kau juga merasakan panas yang sama di tubuhmu?”

Vivienne tertegun. Sebelum ia sempat membalas, Daefiel menyingsingkan lengan seragamnya, memperlihatkan pergelangan tangannya. Di sana terdapat simbol retakan merah yang menyala redup—simbol Iblis Api.

“Sepertinya,” Daefiel menyeringai tipis, “kita baru saja mendapatkan hadiah yang sangat berbahaya.”

Vivienne menatap simbol itu dengan saksama, lalu beralih ke wajah Daefiel yang tampak begitu tenang—bahkan seolah menikmati situasi ini. Ketakutan yang sempat merayap di hatinya segera ia bungkus kembali dengan keangkuhan. Ia tidak boleh terlihat lemah di depan saingannya.

“Kau pikir ini lucu, Daefiel?” desisnya sembari menarik kerah seragam lebih rapat. “Kutukan iblis bukan sesuatu yang bisa kau pamerkan seperti lencana kehormatan. Jika pihak akademi tahu, kita bisa dikarantina atau lebih buruk lagi.”

Daefiel menyandarkan punggungnya pada rak buku tua yang berdebu. “Kau terlalu tegang, Vivienne. Bukankah kau selalu menginginkan kekuatan lebih? Lihat ini.” Ia menjentikkan jarinya. Seketika, api merah pekat berkobar di ujung jarinya, namun api itu tidak memancarkan panas normal; aura kegelapan kental menyelimutinya.

Hanya dalam hitungan detik, wajah Daefiel berubah pucat. Ia meringis, memegangi pergelangan tangannya ketika api itu padam sendiri. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya.

“Kau lihat?” Vivienne mencibir, meski ngeri menyelinap di dadanya. “Ada harga yang harus dibayar. Kekuatan itu memakanmu dari dalam.”

“Hanya… sedikit kejutan kecil,” sahut Daefiel, mencoba mengatur napas agar tetap terdengar percaya diri.

Tiba-tiba pintu perpustakaan yang berat terbuka perlahan. Langkah kaki teratur dan tenang mendekat. Seorang pria dengan seragam merah marun gelap milik Akademi Crimson Crest muncul dari balik bayang-bayang. Ia adalah Lucien Vlad. Rambut hitamnya dengan semburat pirang tampak kontras di bawah cahaya temaram.

“Jadi, rumor itu benar,” suara Lucien rendah dan dingin. “Bukan hanya aku yang terbangun dengan rasa sakit ini.”

Vivienne dan Daefiel menoleh serentak. Tanpa membuang waktu, Lucien melepaskan satu kancing teratas kemejanya, memperlihatkan pola bercabang seperti kilat yang merambat di punggung lehernya hingga menghilang di balik pakaian—simbol Iblis Petir.

“Lucien Vlad… si penyendiri dari Crimson Crest,” Daefiel berdiri tegak, matanya berkilat penuh minat. “Apa yang membawamu jauh-jauh ke Arcanova? Ingin mencari obat untuk kutukanmu?”

Lucien menatapnya tajam, membuat udara perpustakaan terasa semakin mencekam. “Aku tidak mencari obat. Aku mencari jawaban. Dan sepertinya, kalian berdua sama tersesatnya denganku.”

Vivienne melipat tangan di dada, pandangannya berganti antara Daefiel dan Lucien. “Lalu apa maumu? Kita bertiga memikul tanda yang sama, namun berasal dari iblis berbeda. Di dunia luar, mereka akan menganggap kita ancaman.”

“Kita memang ancaman,” jawab Lucien singkat. “Namun aku merasakan sesuatu yang lain. Sesuatu di Hutan Abyss sedang memanggil kekuatan ini. Jika kita tidak belajar mengendalikan tanda ini, tanda inilah yang akan mengendalikan kita.”

Tiba-tiba tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat. Raungan rendah terdengar dari kejauhan, berasal dari arah Hutan Abyss di perbatasan kedua akademi. Ketiganya terdiam, menyadari bahwa takdir mereka kini terikat permanen oleh kegelapan yang mulai bangkit.

Terpopuler

Comments

se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an

se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an

/Shame/ Vivienne baru saja kena 'mental' dua kali: pertama karena tanda misterius di tulang selangkangannya, kedua karena disindir soal nilai ujian sama Daefiel. Suka banget sama dinamika karakternya, Daefiel kelihatan tipe cowok yang menyebalkan tapi bikin nagih. Semangat nulisnya!

2026-03-07

0

REY ASMODEUS

REY ASMODEUS

aku suka 💪💪💪💪

2026-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Tanda yang Terbangun
2 Pertemuan di Gerbang Hitam
3 Pantangan Kekuatan Terlarang
4 Ujian Kehendak
5 Pengorbanan Sang Pewaris
6 Sisa-Sisa Badai
7 Rahasia di Balik Tirai Putih
8 Sumpah di Bawah Rembulan
9 Gejolak Api yang Terpendam
10 Pengalihan Sang Bayangan
11 Topeng Keseharian
12 Ambang Kebocoran
13 Di Bawah Tatapan Elang
14 Simbol Penebusan dan Pertemuan Tak Terduga
15 Sangkar Hijau
16 Gema yang Terlarang
17 Kedamaian di Hutan Noxara
18 Resonansi yang Terlarang
19 Percikan yang Membara
20 Pemangsa Frekuensi Kelam
21 Kunci Pengendali Jiwa
22 Bayang-Bayang di Balik Gerbang
23 Sayap di Tengah Kabut
24 Manuskrip yang Berbisik
25 Sayap yang Berdarah
26 Rahasia yang Membakar
27 Harga Sebuah Kehormatan
28 Jalur yang Berbeda
29 Pertemuan di Garis Retak
30 Harmoni yang Retak
31 Simfoni Air dan Baja
32 Kilat di Tengah Perselisihan
33 Manifestasi Jiwa dan Mandat Api
34 Duel di Atas Prahara
35 Kristal Ketenangan
36 Kebocoran Api Terkutuk
37 Pertengkaran Terlarang di Lorong Crimson Crest
38 Interogasi di Balik Tirai Hijau
39 Pengakuan di Bawah Cahaya Perapian
40 Panggilan dari Masa Lalu
41 Kepulangan dan Daun Hijau
42 Pesta Darah di Reruntuhan Sunyi
43 Di Bawah Kilatan Bulan Sabit Hitam
44 Batas Akhir Sang Wadah
45 Malam yang Panjang di Ruang Medis
46 Aquila's Grace dan Harapan Baru
47 Penolakan Sang Kegelapan
48 Dua Jiwa di Ruang Hening
49 Antara Kehidupan dan Kecanggungan
50 Kecurigaan di Balik Meja Makan
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Tanda yang Terbangun
2
Pertemuan di Gerbang Hitam
3
Pantangan Kekuatan Terlarang
4
Ujian Kehendak
5
Pengorbanan Sang Pewaris
6
Sisa-Sisa Badai
7
Rahasia di Balik Tirai Putih
8
Sumpah di Bawah Rembulan
9
Gejolak Api yang Terpendam
10
Pengalihan Sang Bayangan
11
Topeng Keseharian
12
Ambang Kebocoran
13
Di Bawah Tatapan Elang
14
Simbol Penebusan dan Pertemuan Tak Terduga
15
Sangkar Hijau
16
Gema yang Terlarang
17
Kedamaian di Hutan Noxara
18
Resonansi yang Terlarang
19
Percikan yang Membara
20
Pemangsa Frekuensi Kelam
21
Kunci Pengendali Jiwa
22
Bayang-Bayang di Balik Gerbang
23
Sayap di Tengah Kabut
24
Manuskrip yang Berbisik
25
Sayap yang Berdarah
26
Rahasia yang Membakar
27
Harga Sebuah Kehormatan
28
Jalur yang Berbeda
29
Pertemuan di Garis Retak
30
Harmoni yang Retak
31
Simfoni Air dan Baja
32
Kilat di Tengah Perselisihan
33
Manifestasi Jiwa dan Mandat Api
34
Duel di Atas Prahara
35
Kristal Ketenangan
36
Kebocoran Api Terkutuk
37
Pertengkaran Terlarang di Lorong Crimson Crest
38
Interogasi di Balik Tirai Hijau
39
Pengakuan di Bawah Cahaya Perapian
40
Panggilan dari Masa Lalu
41
Kepulangan dan Daun Hijau
42
Pesta Darah di Reruntuhan Sunyi
43
Di Bawah Kilatan Bulan Sabit Hitam
44
Batas Akhir Sang Wadah
45
Malam yang Panjang di Ruang Medis
46
Aquila's Grace dan Harapan Baru
47
Penolakan Sang Kegelapan
48
Dua Jiwa di Ruang Hening
49
Antara Kehidupan dan Kecanggungan
50
Kecurigaan di Balik Meja Makan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!