Bab 2 : Gulungan Naga Kekacauan

Malam tiba dengan cepat. Setelah menyelesaikan semua tugas hariannya, mencuci pakaian lagi, membersihkan asrama dan menyiapkan makan malam untuk para murid dalam, Lin Feng akhirnya berjalan menuju perpustakaan tingkat bawah.

Akademi Pedang Awan Biru memiliki tiga tingkat perpustakaan. Tingkat atas untuk murid inti dan Tetua, disana terdapat beberapa manual kultivasi tingkat tinggi dan teknik rahasia Akademi. Tingkat tengah untuk murid dalam, terdapat beberapa manual menengah dan pengetahuan umum. Sementara Tingkat bawah untuk pelayan dan murid luar, berisi buku-buku dasar dan manual yang sudah lama.

Lin Feng sudah hafal setiap sudut perpustakaan tingkat bawah, karena setiap malam, jika tidak ada yang melihat ia akan mencuri waktu untuk membaca. Membaca manual kultivasi dasar, teori tentang qi, sejarah dunia kultivasi, apa saja yang bisa membantunya memahami kultivasi, meskipun ia tidak bisa mempraktikkannya.

Malam ini, perpustakaan sangat sepi. Lentera-lentera batu spiritual memberikan cahaya redup. Lin Feng mulai membersihkan dengan sapu dan kemoceng, tapi pikirannya melayang.

Akar Spiritual Kekacauan. Itulah sebutan untuk kondisinya saat ini. Dalam dunia kultivasi, setiap orang lahir dengan afinitas terhadap satu atau lebih elemen: Api, Air, Tanah, Logam, Kayu, Petir, Angin, Cahaya, atau Bayangan. Afinitas ini menentukan jenis kultivasi apa yang cocok untuk mereka.

Tapi Lin Feng? Inti spiritualnya seperti pusaran kacau yang menolak semua elemen sekaligus. Qi yang ia coba serap akan langsung tersebar dan lenyap. Tidak peduli berapa kali ia mencoba, hasilnya selalu sama.

"Gagal," gumam Lin Feng sambil menyapu. "Selalu gagal."

Sambil melamun tiba-tiba sapu yang sedang di ayunkannya menyenggol tumpukan buku lama di pojok. Buku-buku itu jatuh berserakan, dan salah satunya menabrak rak kayu tua di belakangnya.

KRAK...

Rak itu retak dan roboh, terus memperlihatkan sesuatu yang aneh, tembok di belakang rak itu menunjukan seperti ada pintu?

Lin Feng membeku sesaat. Jantungnya mulai berdetak dengan cepat. Sepuluh tahun ia membersihkan perpustakaan ini, ia tidak pernah tahu ada pintu tersembunyi di sini.

Lin Feng seharusnya melaporkan ini kepada para Tetua. Tetapi kata "seharusnya" itu tidak pernah menghentikan Lin Feng karena penasaran.

Dengan tangan gemetar, ia mendorong pintu itu hingga terbuka lebih lebar. Disana terlihat sebuah pintu kayu tua yang dilapisi formasi ilusi yang sudah memudar, makanya Lin Feng bisa melihatnya sekarang.

Di balik pintu ada tangga batu yang menurun ke dalam kegelapan. Udara yang keluar dari sana terasa dingin dan berbau apek, seperti tidak ada yang pernah masuk selama berabad-abad. Lin Feng kemudian mengambil salah satu lentera batu spiritual dan mulai turun.

Setiap langkahnya bergema di lorong sempit. Tangga ini sangat panjang, mungkin saat ini ia sudah berada jauh di bawah perpustakaan. Di bawah akademi.

Akhirnya, tangga yang dituruni Lin Feng berakhir di sebuah ruangan bundar. Dan di tengah ruangan itu ada sebuah altar.

Lin Feng mengangkat lentera lebih tinggi. Altar itu terbuat dari giok hitam, dengan ukiran sembilan naga yang melingkar saling mengelilingi. Setiap naga berbeda beda, satu dikelilingi petir, satu api, satu air, dan seterusnya.

Dan di tengah-tengah sembilan naga itu ada sebuah gulungan. Gulungan itu memancarkan cahaya sembilan warna berbeda yang saling menyatu menjadi satu. Merah, biru, coklat, perak, putih, emas, hitam, ungu, dan di tengahnya warna yang tidak bisa digambarkan. Seperti semua warna yang telah bergabung, atau tidak ada warna sama sekali. Lin Feng terpikat melihatnya. Kakinya tanpa sadar bergerak sendiri dan mendekat.

'Jangan,' bisik suara akal sehatnya. 'Ini pasti artefak penting. Ini pasti dilindungi oleh akademi, Jangan coba di sentuh.'

Tetapi di dalam inti spiritualnya yang kacau itu mulai bergetar. Tiba tiba tangannya terangkat dan Jari-jarinya menyentuh gulungan itu.

Seketika dunia seperti meledak. Cahaya sembilan warna menyambar keluar dari gulungan itu, menyelimuti Lin Feng sepenuhnya. Lin Feng kebingungan, Ia mencoba berteriak tapi suaranya tenggelam dalam gemuruh yang memekakkan telinga.

Energi luar biasa mengalir ke seluruh inti spiritualnya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Lin Feng merasakan qi.

Tapi bukan hanya satu jenis Qi yang ia rasakan, melainkan sembilan jenis Qi sekaligus mengalir dalam harmoni sempurna.

Petir yang menghancurkan,

Api yang membakar.

Air yang mengalir.

Tanah yang kokoh.

Angin yang bebas.

Cahaya yang menyucikan.

Bayangan yang menyembunyikan.

Ruang yang melengkung.

Dan di tengahnya... Kekacauan yang menyatukan.

Lin Feng merasakan semuanya seperti tubuhnya akan robek. Energi ini terlalu banyak dan terlalu kuat. Inti spiritualnya tidak mungkin untuk menampung semuanya.

Tapi kemudian sesuatu yang mustahil terjadi.

Akar Spiritual Kekacauan nya yang selama ini menolak semua Qi, tiba-tiba mulai menyerap energi ini dengan sempurna. Seperti kepingan puzzle yang menemukan potongan terakhir. Seperti kunci yang menemukan gemboknya.

Warna-warna Qi bercampur di inti spiritualnya, berputar, menari, menyatu. Dan perlahan pusaran kekacauan itu berubah, berubah menjadi sesuatu yang indah.

Seketika suara kuno bergema di pikirannya, suara dari dalam gulungan yang kini menyatu dengan jiwanya.

"Pemegang Gulungan Naga Kekacauan telah datang. Ahli waris sejati dari Orkestrasi Sembilan Naga. Dengarlah anak muda, karena aku akan memberitahumu kebenaran yang telah terkubur selama seribu tahun..."

Tapi sebelum suara itu bisa melanjutkan, kesadaran Lin Feng sudah memudar. Lin Feng akhirnya terbangun dengan kepala berdenyut sakit.

Ia berbaring di lantai dingin ruangan altar, lentera batu spiritual masih menyala di sampingnya. Berapa lama ia tidak sadarkan diri? Satu jam? Dua jam? Tolong jangan sampai sudah pagi...

Ia mulai bangkit perlahan dan mengecek tubuhnya. Seketika ia terkejut, di dalam dantian-nya ia merasakan sesuatu yang berputar perlahan. Sesuatu yang hidup, itu adalah Qi.

Lin Feng menutup matanya dan mencoba fokus. Dan apa yang ia lihat membuatnya terengah.

Di dalam dantiannya ada pusaran kecil sembilan warna yang berputar dalam harmoni sempurna. Setiap warna merepresentasikan satu elemen, dan mereka semua berpusat pada warna kekacauan di tengah.

"Aku... aku akhirnya bisa berkultivasi?" Kegembiraan terpancar di wajah Lin Feng.

Ia tertawa, tertawa pertama kali dalam tahun-tahun terakhir.

Sepuluh tahun. Sepuluh tahun penderitaan. Sepuluh tahun dihina. Dan akhirnya, bersama gulungan yang menyatu dengan jiwanya, ada sebuah pengetahuan yang terbuka di dalam pikirannya.

'Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik kultivasi tertinggi yang diciptakan oleh sembilan pendiri tiga ribu tahun lalu. Dipecah menjadi sembilan gulungan untuk mencegah penyalahgunaan. Kamu telah menemukan Gulungan Naga Kekacauan, gulungan utama yang bisa menyalin dan menyelaraskan delapan gulungan lainnya.

Tapi berhati-hatilah pemegang Kekacauan. Mengumpulkan semua gulungan akan membuka kebenaran yang mungkin kamu tidak siap hadapi. Kebenaran tentang mengapa Langit membatasi kultivator. Kebenaran tentang harga kekuatan sejati.

Dan ketika kebenaran terungkap, kamu harus memilih: kekuatan untuk dirimu sendiri, atau pengorbanan untuk dunia.'

Lin Feng menelan ludahnya. Dari kata katanya kedengarannya berat dan berbahaya.

Tapi kemudian ia mengingat wajah keluarganya. Mengingat darah yang mengalir di lantai rumah masa kecilnya. Mengingat kultivator bertopeng yang membunuh mereka tanpa belas kasihan.

Jika gulungan ini bisa memberinya kekuatan untuk menemukan pembunuh itu... jika ini bisa memberinya kekuatan untuk membalas dendam... Maka tidak peduli bahaya apa yang ada di depan, ia akan menghadapinya.

Lin Feng berdiri, menatap altar kosong itu untuk terakhir kalinya, lalu berbalik dan mulai naik tangga.

Di kepalanya, rencananya sudah terbentuk. Ia harus merahasiakan semua ini. Ia harus berpura-pura masih menjadi pelayan sampah yang tidak berguna. Ia harus berlatih diam-diam sampai ia cukup kuat untuk bertahan dari perhatian yang pasti akan datang.

Karena Lin Feng tahu, di dunia kultivasi kekuatan adalah segalanya. Dan begitu orang tahu ia memiliki kekuatan mereka akan datang.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Lin Feng memiliki harapan yang nyata. Bukan harapan tipis yang selalu mengecewakannya. Tapi harapan yang bisa ia pegang. Harapan yang bisa ia wujudkan.

Lin Feng tersenyum.

'Tunggu aku,' bisiknya. 'Tunggu aku, ayah, ibu, Xiao Yue. Aku berjanji akan menemukan pembunuh kalian. Aku berjanji akan membalas dendam. Dan kali ini, aku punya kekuatan untuk menepati janjiku.'

Terpopuler

Comments

Indriana Wulansari

Indriana Wulansari

syukur lah menemukan novel jika tidak sangat menyiksa nonton vidionya

2026-06-29

0

Pra Rosila

Pra Rosila

suka sekali dengan alur ceritanya

2026-08-05

0

ryu zan

ryu zan

ceritanya menarik...lanjut

2026-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pelayan yang Dihina
2 Bab 2 : Gulungan Naga Kekacauan
3 Bab 3 : Kultivasi Pertama
4 Bab 4 : Tuduhan Palsu
5 Bab 5 : Rahasia yang Mulai Tercium
6 Bab 6 : Pil Fondasi Emas
7 Bab 7 : Turnamen Murid Dalam
8 Bab 8 : Introgasi dan Tekad Tersembunyi
9 Bab 9 : Ancaman dari Luar
10 Bab 10 : Final Turnamen
11 Bab 11 : Maaf, Pil Ini Milikku
12 Bab 12 : Fondasi Orkestrasi Sembilan Naga
13 Bab 13 : Fondasi Orkestrasi Sempurna
14 Bab 14 : Hutan Belantara
15 Bab 15 : Kota Qingshui
16 Bab 16 : Pilihan di Tengah Kabut
17 Bab 17 : Kesepakatan
18 Bab 18 : Luka yang Tak Terlihat
19 Bab 19 : Harga dari Sebuah Empati
20 Bab 20 : Keheningan Setelah Badai
21 Bab 21 : Perjalanan yang Tidak Lagi Sendiri
22 Bab 22 : Sampai Kota Qingshui
23 Bab 23 : Rahasia yang Terlalu Dekat
24 Bab 24 : Belajar Hidup, Bukan Bertahan
25 Bab 25 : Harga Sebuah Kebenaran
26 Bab 26 : Pertemuan di Dermaga Tiga
27 Bab 27 : Kebenaran di Balik Darah dan Takdir
28 Bab 28 : Langkah Pertama di Jalan Orkestrasi
29 Bab 29 : Latihan Pertama
30 Bab 30 : Bayangan yang Mulai Bergerak
31 Bab 31 : Harga Sebuah Rahasia
32 Bab 32 : Keputusan di Tengah Kepungan
33 Bab 33 : Pertarungan Pertama
34 Bab 34 : Harmoni Sembilan Naga
35 Bab 35 : Serangan Mendadak
36 Bab 36 : Kebenaran yang Terungkap
37 Bab 37 : Ujian yang Menentukan Segalanya
38 Bab 38 : Tatapan dari Langit
39 Bab 39 : Pengakuan
40 Bab 40 : Celah Dalam Kehendak
41 Bab 41 : Penyerangan di Distrik Selatan
42 Bab 42 : Kemenangan
43 Bab 43 : Persiapan
44 Bab 44 : Guru Terbaik adalah Pertarungan
45 Bab 45 : Persiapan Misi Pertama
46 Bab 46 : Desa Ladang Hijau
47 Bab 47 : Pengintaian
48 Bab 48 : Penyerangan Tengah Malam
49 Bab 49 : Penyelamatan yang di Hadang
50 Bab 50 : Pertarungan Sengit
51 Bab 51 : Harapan Kembali
52 Bab 52 : Persiapan Menuju Lapisan Keempat
53 Bab 53 : Makna di Balik Kekuatan
54 Bab 54 : Menuju Lapisan Keempat
55 Bab 55 : Naga Sembilan Elemen
56 Bab 56 : Kembali dengan Cahaya Baru
57 Bab 57 : Ujian Setelah Memasuki Lapisan Keempat
58 Bab 58 : Utusan
59 Bab 59 : Kembali Ke Akademi
60 Bab 60 : Tantangan
61 Bab 61 : Catatan Tahun Ke 1050
62 Bab 62 : Konflik Baru Muncul
63 Bab 63 : Pengakuan
64 Bab 64 : Sembilan Ujian Formasi
65 Bab 65 : Wibawa Sebagai Pewaris
66 Bab 66 : Token Api Pertama
67 Bab 67 : Ujian Tanah, Ketahanan Tubuh
68 Bab 68 : Pertarungan Pertama
69 Bab 69 : Menuju Sepuluh Besar
70 Bab 70 : Pengakuan Bai Yun
71 Bab 71 : Cambuk Pertumbuhan Hijau
72 Bab 72 : Kedatangan Yue Lian
73 Bab 73 : Kebenaran yang Menyakitkan
74 Bab 74 : Hati yang Terbagi
75 Bab 75 : Titik Tanpa Jalan Kembali
76 Bab 76 : Keputusan yang Menyakitkan
77 Bab 77 : Sesuatu yang Layak Diperjuangkan
78 Bab 78 : Tanpa Tempat Untuk Bersembunyi
79 Bab 79 : Sesuatu yang Berarti
80 Bab 80 : Berhenti Berpikir
81 Bab 81 : Semuanya Saling Terhubung
82 Bab 82 : Peta Lokasi
83 Bab 83 : Babak Baru di Mulai
84 Bab 84 : Menuju Gua Kristal Seribu Tahun
85 Bab 85 : Lima Hari Menuju Gua Kristal
86 Bab 86 : Gua Kristal Seribu Tahun
87 Bab 87 : Gulungan Naga Tanah
88 Bab 88 : Gulungan Asli dan Tiruan
89 Bab 89 : Antara Kekuatan dan Kebijaksanaan
90 Bab 90 : Pertemuan di Meja yang Sama
91 Bab 91 : Undangan Dari Puncak Awan
92 Bab 92 : Dua Pekan Sebelum Ke Puncak Awan
93 Bab 93 : Menuju Gulungan Naga Angin
94 Bab 94 : Puncak Awan Mengambang
95 Bab 95 : Empat Angin Penjaga
96 Bab 96 : Tidak Ada Jawaban yang Benar
97 Bab 97 : Pertanyaan yang Tidak Bisa di Jawab
98 Bab 98 : Apa Itu Angin?
99 Bab 99 : Berharap Padamu Untuk Masa Depan
100 Bab 100 : Menuju Kuil Angin Purba
101 Bab 101 : Menunggu Kedatangan Tamu
102 Bab 102 : Menyelinap di Antara Musuh
103 Bab 103 : Jimat Panggilan Badai
104 Bab 104 : Harga Sebuah Keberhasilan
105 Bab 105 : Kembali Ke Akademi
106 Bab 106 : Kedamaian
107 Bab 107 : Menguji Batas yang Baru
108 Bab 108 : Dua Bulan Persiapan
109 Bab 109 : Informasi Klan Ombak Hitam
110 Bab 110 : Pedang yang Paling Tajam adalah Kata Kata.
111 Bab 111 : Kepulauan Timur
112 Bab 112 : Penilaian Sebelum Pertemuan
113 Bab 113 : Menghadap Ketua Klan Ombak Hitam
114 Bab 114 : Kemitraan yang Tidak Terduga
115 Bab 115 : Pencapaian yang Luar Biasa dan Informasi Penting
116 Bab 116 : Diantara Perasaan yang Tidak Terucap
117 Bab 117 : Peringatan di Tepi Tebing
118 Bab 118 : Perlombaan yang Sesungguhnya Dimulai
119 Bab 119 : Menuju Laut Badai
120 Bab 120 : Gua Bawah Laut
121 Bab 121 : Pertarungan di Permukaan
122 Bab 122 : Rencana Selanjutnya
123 Bab 123 : Ujian Langit yang Dipaksakan
124 Bab 124 : Terobosan
125 Bab 125 : Pemulihan dan Persiapan
126 Bab 126 : Perjalanan ke Selatan
127 Bab 127 : Bertahan
128 Bab 128 : Memasuki Gurun Selatan
129 Bab 129 : Memasuki Sarang Phoenix
130 Bab 130 : Ujian Api
131 Bab 131 : Kebenaran yang Terlupakan
132 Bab 132 : Kawah Naga Tidur
133 Bab 133 : Jalan Keluar yang Berbahaya
134 Bab 134 : Strategi Baru
135 Bab 135 : Menuju Kuil Cahaya Suci
136 Bab 136 : Reuni di Kuil Cahaya
137 Bab 137 : Sebelum Ujian
138 Bab 138 : Ujian Cahaya
139 Bab 139 : Gulungan Keenam
140 Bab 140 : Persiapan dan Ancaman
141 Bab 141 : Memasuki Kabut
142 Bab 142 : Dalam Kabut
143 Bab 143 : Tiba di Kota Bayangan
144 Bab 144 : Jalan Bayangan
145 Bab 145 : Lokasi Gulungan Bayangan
146 Bab 146 : Memasuki Hutan Bayangan
147 Bab 147 : Serangan Personal
148 Bab 148 : Pertempuran di Kuil Kuno
149 Bab 149 : Memasuki Kuil Kuno
150 Bab 150 : Cerminan Diri
151 Bab 151 : Tiga Perempat Perjalanan
152 Bab 152 : Menuju Kehampaan
153 Bab 153 : Kembali dengan Kekuatan Baru
154 Bab 154 : Pengasingan Dimulai
155 Bab 155 : Transformasi Sejati
156 Bab 156 : Persiapan Terlahir
157 Bab 157 : Malam Sebelum Badai
158 Bab 158 : Keberangkatan
159 Bab 159 : Refleksi
160 Bab 160 : Serangan ke Benteng Petir Biru
161 Bab 161 : Ancaman yang Sesungguhnya
162 Bab 162 : Menara Utama Ketua Klan
163 Bab 163 : Orkestrasi Sembilan Naga
164 Bab 164 : Setelah Badai
165 Bab 165 : Persiapan Menghadapi Musuh yang Besar
166 Bab 166 : Badai Petir
167 Bab 167 : Keputusan Nekat
168 Bab 168 : Refleksi
169 Bab 169 : Dataran Kosong
170 Bab 170 : Retakan Dimensi
171 Bab 171 : Upaya Penyegelan
172 Bab 172 : Pertahanan Terakhir
173 Bab 173 : Gelombang Kedua
174 Bab 174 : Badai yang Akan Datang
175 Bab 175 : Dendam yang Sudah Lama Tertunda
176 Bab 176 : Persiapan Pertempuran
177 Bab 177 : Sebelum Pertempuran
178 Bab 178 : Pertempuran Tiga Front
179 Bab 179 : Pertarungan Lin Feng dan Tian Lei
180 Bab 180 : Momen Kritis Semakin Dekat
181 Bab 181 : Jebakan Timur
182 Bab 182 : Amarah Tian Lei
183 Bab 183 : Pertahanan Mutlak Melawan Kehancuran Mutlak
184 Bab184 : Pemulihan
185 Bab 185 : Penyatuan Faksi Faksi Besar
186 Bab 186 : Laporan yang Mengejutkan
187 Bab 187 : Jaringan Pertahanan
188 Bab 188 : Desain Formasi
189 Bab 189 : Pahlawan Bodoh
190 Bab 190 : Jatuhnya Kekuasaan
191 Bab 191 : Jaringan Pertahanan Tujuh Titik
192 Bab 192 : Kemajuan Pelatihan
193 Bab 193 : Penjaga Alam
194 Bab 194 : Memasuki Kegelapan
195 Bab 195 : Memasuki Celah
196 Bab 196 : Kontak Pertama
197 Bab 197 : Beban Pengetahuan
198 Bab 198 : Pelatihan Masal
199 Bab 199 : Kepanikan Publik
200 Bab 200 : Tanggung Jawab
201 Bab 201 : Krisis Celah Kecil
202 Bab 202 : Situasi Buruk Tim Empat
203 Bab 203 : Persiapan Terakhir
204 Bab 204 : Tiga Teknik Baru
205 Bab 205 : Pernikahan Sederhana
206 Bab 206 : Bulan Ketujuh
207 Bab 207 : Invasi Dimulai
208 Bab 208 : Perang Dimulai
209 Bab 209 : Pertarungan di Tiga Titik
210 Bab 210 : Komando Lin Feng
211 Bab 211 : Hari Pertama Perang
212 Bab 212 : Bala Bantuan Datang
213 Bab 213 : Kemenangan Semu
214 Bab 214 : Gelombang Kedua
215 Bab 215 : Perang yang Sulit
216 Bab 216 : Serangan Balik
217 Bab 217 : Kemenangan
218 Bab 218 : Setelah Badai
219 Bab 219 : Penasehat Biasa
220 Bab 220 : Keputusan
221 Bab 221 : Beban Moral
222 Bab 222 : Gelombang Terakhir
223 Bab 223 : Pengorbanan Dunia Kultivasi
224 Bab 224 : Harmoni Terakhir
225 Bab 225 : Orkestrasi yang Sempurna
226 Bab 226 : Setelah Harmoni
227 Bab 227 : Perlombaan Melawan Waktu
228 Bab 228 : Kenyataan yang Harus Diterima
229 Bab 229 : Kesulitan yang Tak Terduga
230 Bab 230 : Keputusan Mustahil
231 Bab 231 : Penciptaan Ruang Dimensional
232 Bab 232 : Ketegangan Dunia Kultivasi
233 Bab 233 : Manfaat yang Tidak Terduga
234 Bab 234 : Penyegelan Abadi
235 Bab 235 : Era Baru
236 Bab 236 : Guru dan Murid
237 Bab 237 : Bayang Bayang Masa Lalu
238 Bab 238 : Serangan Malam
239 Bab 239 : Benteng dan Perburuan
240 Bab 240 : Serangan Aliansi
241 Bab 241 : Pembersihan dan Balas Dendam
242 Bab 242 : Era keemasan
243 Bab 243 : Kelahiran dan Terobosan
244 Bab 244 : Konsolidasi dan Pertumbuhan
245 Bab 245 : Kisah Sukses dan Keluarga yang Semakin Besar
246 Bab 246 : Keluarga yang Sempurna
247 Bab 247 : Tiga Tahun Kemudian
248 Bab 248 : Aliran Air dan Kontak Kembali
249 Bab 249 : Keputusan Sebuah Peradaban
250 Bab 250 : Siklus Kehidupan
251 Bab 251 : Dewan Antar Dimensi
252 Bab 252 : Divisi Pemuda Dewan
253 Bab 253 : Generasi Ketiga
254 Bab 254 : Dimensi Baru
255 Bab 255 : Era Baru Kehidupan
256 Bab 256 : Masa Transisi
257 Bab 257 : Tahun Pertama di Dewan Antar Dimensi
258 Bab 258 : Ambisi yang Mulai Menguasai
259 Bab 259 : Saksi Kehancuran
260 Bab 260 : Transformasi Jiwa
261 Bab 261 : Kebenaran yang Mengerikan
262 Bab 262 : Masa Senja
263 Bab 263 : Momen Berharga
264 Bab 264 : Persiapan Terakhir
265 Bab 265 : Minggu Terakhir
266 Bab 266 : Detik Detik Terakhir
267 Bab 267 : Malam Berkabung
268 Bab 268 : Upacara Pemakaman
269 Bab 269 : Penghormatan Semesta
270 Bab 270 : Perjalanan Terakhir
271 Bab 271 : Warisan Abadi
272 Penutup Dan Pengumuman
Episodes

Updated 272 Episodes

1
Bab 1 : Pelayan yang Dihina
2
Bab 2 : Gulungan Naga Kekacauan
3
Bab 3 : Kultivasi Pertama
4
Bab 4 : Tuduhan Palsu
5
Bab 5 : Rahasia yang Mulai Tercium
6
Bab 6 : Pil Fondasi Emas
7
Bab 7 : Turnamen Murid Dalam
8
Bab 8 : Introgasi dan Tekad Tersembunyi
9
Bab 9 : Ancaman dari Luar
10
Bab 10 : Final Turnamen
11
Bab 11 : Maaf, Pil Ini Milikku
12
Bab 12 : Fondasi Orkestrasi Sembilan Naga
13
Bab 13 : Fondasi Orkestrasi Sempurna
14
Bab 14 : Hutan Belantara
15
Bab 15 : Kota Qingshui
16
Bab 16 : Pilihan di Tengah Kabut
17
Bab 17 : Kesepakatan
18
Bab 18 : Luka yang Tak Terlihat
19
Bab 19 : Harga dari Sebuah Empati
20
Bab 20 : Keheningan Setelah Badai
21
Bab 21 : Perjalanan yang Tidak Lagi Sendiri
22
Bab 22 : Sampai Kota Qingshui
23
Bab 23 : Rahasia yang Terlalu Dekat
24
Bab 24 : Belajar Hidup, Bukan Bertahan
25
Bab 25 : Harga Sebuah Kebenaran
26
Bab 26 : Pertemuan di Dermaga Tiga
27
Bab 27 : Kebenaran di Balik Darah dan Takdir
28
Bab 28 : Langkah Pertama di Jalan Orkestrasi
29
Bab 29 : Latihan Pertama
30
Bab 30 : Bayangan yang Mulai Bergerak
31
Bab 31 : Harga Sebuah Rahasia
32
Bab 32 : Keputusan di Tengah Kepungan
33
Bab 33 : Pertarungan Pertama
34
Bab 34 : Harmoni Sembilan Naga
35
Bab 35 : Serangan Mendadak
36
Bab 36 : Kebenaran yang Terungkap
37
Bab 37 : Ujian yang Menentukan Segalanya
38
Bab 38 : Tatapan dari Langit
39
Bab 39 : Pengakuan
40
Bab 40 : Celah Dalam Kehendak
41
Bab 41 : Penyerangan di Distrik Selatan
42
Bab 42 : Kemenangan
43
Bab 43 : Persiapan
44
Bab 44 : Guru Terbaik adalah Pertarungan
45
Bab 45 : Persiapan Misi Pertama
46
Bab 46 : Desa Ladang Hijau
47
Bab 47 : Pengintaian
48
Bab 48 : Penyerangan Tengah Malam
49
Bab 49 : Penyelamatan yang di Hadang
50
Bab 50 : Pertarungan Sengit
51
Bab 51 : Harapan Kembali
52
Bab 52 : Persiapan Menuju Lapisan Keempat
53
Bab 53 : Makna di Balik Kekuatan
54
Bab 54 : Menuju Lapisan Keempat
55
Bab 55 : Naga Sembilan Elemen
56
Bab 56 : Kembali dengan Cahaya Baru
57
Bab 57 : Ujian Setelah Memasuki Lapisan Keempat
58
Bab 58 : Utusan
59
Bab 59 : Kembali Ke Akademi
60
Bab 60 : Tantangan
61
Bab 61 : Catatan Tahun Ke 1050
62
Bab 62 : Konflik Baru Muncul
63
Bab 63 : Pengakuan
64
Bab 64 : Sembilan Ujian Formasi
65
Bab 65 : Wibawa Sebagai Pewaris
66
Bab 66 : Token Api Pertama
67
Bab 67 : Ujian Tanah, Ketahanan Tubuh
68
Bab 68 : Pertarungan Pertama
69
Bab 69 : Menuju Sepuluh Besar
70
Bab 70 : Pengakuan Bai Yun
71
Bab 71 : Cambuk Pertumbuhan Hijau
72
Bab 72 : Kedatangan Yue Lian
73
Bab 73 : Kebenaran yang Menyakitkan
74
Bab 74 : Hati yang Terbagi
75
Bab 75 : Titik Tanpa Jalan Kembali
76
Bab 76 : Keputusan yang Menyakitkan
77
Bab 77 : Sesuatu yang Layak Diperjuangkan
78
Bab 78 : Tanpa Tempat Untuk Bersembunyi
79
Bab 79 : Sesuatu yang Berarti
80
Bab 80 : Berhenti Berpikir
81
Bab 81 : Semuanya Saling Terhubung
82
Bab 82 : Peta Lokasi
83
Bab 83 : Babak Baru di Mulai
84
Bab 84 : Menuju Gua Kristal Seribu Tahun
85
Bab 85 : Lima Hari Menuju Gua Kristal
86
Bab 86 : Gua Kristal Seribu Tahun
87
Bab 87 : Gulungan Naga Tanah
88
Bab 88 : Gulungan Asli dan Tiruan
89
Bab 89 : Antara Kekuatan dan Kebijaksanaan
90
Bab 90 : Pertemuan di Meja yang Sama
91
Bab 91 : Undangan Dari Puncak Awan
92
Bab 92 : Dua Pekan Sebelum Ke Puncak Awan
93
Bab 93 : Menuju Gulungan Naga Angin
94
Bab 94 : Puncak Awan Mengambang
95
Bab 95 : Empat Angin Penjaga
96
Bab 96 : Tidak Ada Jawaban yang Benar
97
Bab 97 : Pertanyaan yang Tidak Bisa di Jawab
98
Bab 98 : Apa Itu Angin?
99
Bab 99 : Berharap Padamu Untuk Masa Depan
100
Bab 100 : Menuju Kuil Angin Purba
101
Bab 101 : Menunggu Kedatangan Tamu
102
Bab 102 : Menyelinap di Antara Musuh
103
Bab 103 : Jimat Panggilan Badai
104
Bab 104 : Harga Sebuah Keberhasilan
105
Bab 105 : Kembali Ke Akademi
106
Bab 106 : Kedamaian
107
Bab 107 : Menguji Batas yang Baru
108
Bab 108 : Dua Bulan Persiapan
109
Bab 109 : Informasi Klan Ombak Hitam
110
Bab 110 : Pedang yang Paling Tajam adalah Kata Kata.
111
Bab 111 : Kepulauan Timur
112
Bab 112 : Penilaian Sebelum Pertemuan
113
Bab 113 : Menghadap Ketua Klan Ombak Hitam
114
Bab 114 : Kemitraan yang Tidak Terduga
115
Bab 115 : Pencapaian yang Luar Biasa dan Informasi Penting
116
Bab 116 : Diantara Perasaan yang Tidak Terucap
117
Bab 117 : Peringatan di Tepi Tebing
118
Bab 118 : Perlombaan yang Sesungguhnya Dimulai
119
Bab 119 : Menuju Laut Badai
120
Bab 120 : Gua Bawah Laut
121
Bab 121 : Pertarungan di Permukaan
122
Bab 122 : Rencana Selanjutnya
123
Bab 123 : Ujian Langit yang Dipaksakan
124
Bab 124 : Terobosan
125
Bab 125 : Pemulihan dan Persiapan
126
Bab 126 : Perjalanan ke Selatan
127
Bab 127 : Bertahan
128
Bab 128 : Memasuki Gurun Selatan
129
Bab 129 : Memasuki Sarang Phoenix
130
Bab 130 : Ujian Api
131
Bab 131 : Kebenaran yang Terlupakan
132
Bab 132 : Kawah Naga Tidur
133
Bab 133 : Jalan Keluar yang Berbahaya
134
Bab 134 : Strategi Baru
135
Bab 135 : Menuju Kuil Cahaya Suci
136
Bab 136 : Reuni di Kuil Cahaya
137
Bab 137 : Sebelum Ujian
138
Bab 138 : Ujian Cahaya
139
Bab 139 : Gulungan Keenam
140
Bab 140 : Persiapan dan Ancaman
141
Bab 141 : Memasuki Kabut
142
Bab 142 : Dalam Kabut
143
Bab 143 : Tiba di Kota Bayangan
144
Bab 144 : Jalan Bayangan
145
Bab 145 : Lokasi Gulungan Bayangan
146
Bab 146 : Memasuki Hutan Bayangan
147
Bab 147 : Serangan Personal
148
Bab 148 : Pertempuran di Kuil Kuno
149
Bab 149 : Memasuki Kuil Kuno
150
Bab 150 : Cerminan Diri
151
Bab 151 : Tiga Perempat Perjalanan
152
Bab 152 : Menuju Kehampaan
153
Bab 153 : Kembali dengan Kekuatan Baru
154
Bab 154 : Pengasingan Dimulai
155
Bab 155 : Transformasi Sejati
156
Bab 156 : Persiapan Terlahir
157
Bab 157 : Malam Sebelum Badai
158
Bab 158 : Keberangkatan
159
Bab 159 : Refleksi
160
Bab 160 : Serangan ke Benteng Petir Biru
161
Bab 161 : Ancaman yang Sesungguhnya
162
Bab 162 : Menara Utama Ketua Klan
163
Bab 163 : Orkestrasi Sembilan Naga
164
Bab 164 : Setelah Badai
165
Bab 165 : Persiapan Menghadapi Musuh yang Besar
166
Bab 166 : Badai Petir
167
Bab 167 : Keputusan Nekat
168
Bab 168 : Refleksi
169
Bab 169 : Dataran Kosong
170
Bab 170 : Retakan Dimensi
171
Bab 171 : Upaya Penyegelan
172
Bab 172 : Pertahanan Terakhir
173
Bab 173 : Gelombang Kedua
174
Bab 174 : Badai yang Akan Datang
175
Bab 175 : Dendam yang Sudah Lama Tertunda
176
Bab 176 : Persiapan Pertempuran
177
Bab 177 : Sebelum Pertempuran
178
Bab 178 : Pertempuran Tiga Front
179
Bab 179 : Pertarungan Lin Feng dan Tian Lei
180
Bab 180 : Momen Kritis Semakin Dekat
181
Bab 181 : Jebakan Timur
182
Bab 182 : Amarah Tian Lei
183
Bab 183 : Pertahanan Mutlak Melawan Kehancuran Mutlak
184
Bab184 : Pemulihan
185
Bab 185 : Penyatuan Faksi Faksi Besar
186
Bab 186 : Laporan yang Mengejutkan
187
Bab 187 : Jaringan Pertahanan
188
Bab 188 : Desain Formasi
189
Bab 189 : Pahlawan Bodoh
190
Bab 190 : Jatuhnya Kekuasaan
191
Bab 191 : Jaringan Pertahanan Tujuh Titik
192
Bab 192 : Kemajuan Pelatihan
193
Bab 193 : Penjaga Alam
194
Bab 194 : Memasuki Kegelapan
195
Bab 195 : Memasuki Celah
196
Bab 196 : Kontak Pertama
197
Bab 197 : Beban Pengetahuan
198
Bab 198 : Pelatihan Masal
199
Bab 199 : Kepanikan Publik
200
Bab 200 : Tanggung Jawab
201
Bab 201 : Krisis Celah Kecil
202
Bab 202 : Situasi Buruk Tim Empat
203
Bab 203 : Persiapan Terakhir
204
Bab 204 : Tiga Teknik Baru
205
Bab 205 : Pernikahan Sederhana
206
Bab 206 : Bulan Ketujuh
207
Bab 207 : Invasi Dimulai
208
Bab 208 : Perang Dimulai
209
Bab 209 : Pertarungan di Tiga Titik
210
Bab 210 : Komando Lin Feng
211
Bab 211 : Hari Pertama Perang
212
Bab 212 : Bala Bantuan Datang
213
Bab 213 : Kemenangan Semu
214
Bab 214 : Gelombang Kedua
215
Bab 215 : Perang yang Sulit
216
Bab 216 : Serangan Balik
217
Bab 217 : Kemenangan
218
Bab 218 : Setelah Badai
219
Bab 219 : Penasehat Biasa
220
Bab 220 : Keputusan
221
Bab 221 : Beban Moral
222
Bab 222 : Gelombang Terakhir
223
Bab 223 : Pengorbanan Dunia Kultivasi
224
Bab 224 : Harmoni Terakhir
225
Bab 225 : Orkestrasi yang Sempurna
226
Bab 226 : Setelah Harmoni
227
Bab 227 : Perlombaan Melawan Waktu
228
Bab 228 : Kenyataan yang Harus Diterima
229
Bab 229 : Kesulitan yang Tak Terduga
230
Bab 230 : Keputusan Mustahil
231
Bab 231 : Penciptaan Ruang Dimensional
232
Bab 232 : Ketegangan Dunia Kultivasi
233
Bab 233 : Manfaat yang Tidak Terduga
234
Bab 234 : Penyegelan Abadi
235
Bab 235 : Era Baru
236
Bab 236 : Guru dan Murid
237
Bab 237 : Bayang Bayang Masa Lalu
238
Bab 238 : Serangan Malam
239
Bab 239 : Benteng dan Perburuan
240
Bab 240 : Serangan Aliansi
241
Bab 241 : Pembersihan dan Balas Dendam
242
Bab 242 : Era keemasan
243
Bab 243 : Kelahiran dan Terobosan
244
Bab 244 : Konsolidasi dan Pertumbuhan
245
Bab 245 : Kisah Sukses dan Keluarga yang Semakin Besar
246
Bab 246 : Keluarga yang Sempurna
247
Bab 247 : Tiga Tahun Kemudian
248
Bab 248 : Aliran Air dan Kontak Kembali
249
Bab 249 : Keputusan Sebuah Peradaban
250
Bab 250 : Siklus Kehidupan
251
Bab 251 : Dewan Antar Dimensi
252
Bab 252 : Divisi Pemuda Dewan
253
Bab 253 : Generasi Ketiga
254
Bab 254 : Dimensi Baru
255
Bab 255 : Era Baru Kehidupan
256
Bab 256 : Masa Transisi
257
Bab 257 : Tahun Pertama di Dewan Antar Dimensi
258
Bab 258 : Ambisi yang Mulai Menguasai
259
Bab 259 : Saksi Kehancuran
260
Bab 260 : Transformasi Jiwa
261
Bab 261 : Kebenaran yang Mengerikan
262
Bab 262 : Masa Senja
263
Bab 263 : Momen Berharga
264
Bab 264 : Persiapan Terakhir
265
Bab 265 : Minggu Terakhir
266
Bab 266 : Detik Detik Terakhir
267
Bab 267 : Malam Berkabung
268
Bab 268 : Upacara Pemakaman
269
Bab 269 : Penghormatan Semesta
270
Bab 270 : Perjalanan Terakhir
271
Bab 271 : Warisan Abadi
272
Penutup Dan Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!