"Akulah laki laki itu, aku yang telah menodai mu Nadine" ucapan arthur terngiang-ngiang di telinga nadine.
Tubuhnya refleks mundur menjauhi arthur. Wajahnya yang pucat semakin pucat. Tak ada air mata kali ini. Nadine tak tau reaksi apa yang diproses tubuhnya mendengar pengakuan dari arthur.
"Pergi... pergi dari sini" teriak nadine.
Hanya itu yang bisa dilakukannya sekarang, dia perlu berpikir jernih, dia tak mau gegabah mengambil keputusan.
Arthur memaklumi sikap nadine yang mengusirnya. Kali ini tak ada penolakan, arthur bangkit dan melangkah keluar. Sebelum sampai di depan pintu arthur berbalik menatap nadine kembali, wanita itu masih berdiri mematung dengan tatapan kosong.
.
.
.
Mark yang telah kembali menyadari sesuatu telah terjadi antara dua orang itu, Mark tak berkomentar apapun, saat melihat arthur berjalan menuju mobil dia segera mengambil alih kemudi dan bersiap mengantarkan tuannya kemanapun tujuannya kali ini.
Suasana dalam mobil begitu hening, arthur tak memberitahukan mark sama sekali kemana tujuannya, tapi berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun mendampingi arthur, mark tau tempat terbaik tuannya menenangkan diri. Segera dia mengarahkan mobil menuju markas.
.
.
.
Dorrr..
Dorrr ...
Arthur memilih melampiaskan emosi di hatinya dengan latihan menembak di markasnya. Tak ada seorangpun yang berani menegurnya, karena terlihat dari raut wajah arthur kalo suasana hatinya saat ini sangat buruk.
Berkali-kali arthur melesatkan peluru kearah sasaran namun semua melesat, tak biasanya dia begini. Arthur adalah seorang yang ahli dalam menembak, bahkan dengan mata tertutup pun dia bisa menghancurkan musuh musuhnya. Kalo ini kemampuannya melemah seiring dengan perasaannya yang kacau balau.
"Arghhh" teriak arthur putus asa. Bayangan nadine yang menolak berputar putar diatas kepalanya saat ini.
Drtttt...drtttt...
"Dokter segera ke rumah sakit, baby naufal arthuro memburuk!"
Deg... Arthur merasakan jantungnya berpacu lebih cepat saat membaca pesan yang masuk di ponselny…
Cinta Tulus Seorang CEO
Galau..
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
Febby fadila
sungguh siapa pun yang berada diposisi Nadine ini nggak muda mengambil keputusan 😭😭😭😭
2026-01-17
0
Yunita Asep
lakukan scpatnya Nadin Arthur tkn dh jjur.. buruan nikah..! demi ankmu
2025-07-20
2
Euis Indra Apriani
abaikan kebencian dan rasa sakit mu nadine..demi putra mu
2024-08-19
1