Waktu seolah membeku di jalanan yang sunyi itu. Pertanyaan Jiang Chen menggantung di udara, lebih berat dari batu mana pun. Wajah Hong Mengyao pucat pasi, lalu memerah karena campuran rasa malu, marah, dan kebingungan yang luar biasa.
Ia menatap Jiang Chen, lalu ke arah Zhang Lie yang masih mengerang di tanah dengan lengan yang hancur, lalu kembali ke Jiang Chen. Pria di hadapannya ini... apakah benar-benar sampah yang sama yang dulu selalu mengikutinya dengan tatapan memuja, yang bahkan tidak berani menatap matanya secara langsung?
Tidak. Orang di hadapannya ini memiliki tatapan yang sedingin jurang, memandangnya seolah ia adalah debu yang tidak berarti.
"Kau... kau menggunakan trik licik!" akhirnya Hong Mengyao berhasil mengeluarkan suara, meskipun sedikit bergetar. Ia tidak bisa menerima kenyataan. Ini adalah satu-satunya penjelasan yang bisa ia terima. "Kau pasti melakukan serangan diam-diam!"
Jiang Chen tertawa kecil, tawa yang penuh dengan penghinaan.
"Trik? Serangan diam-diam?" ulangnya dengan nada mengejek. "Terhadap dia?" Ia melirik sekilas ke arah Zhang Lie. "Kau terlalu melebih-lebihkan dia, dan kau terlalu meremehkanku."
Ia melangkah maju satu langkah. Hong Mengyao tanpa sadar mundur satu langkah, sebuah reaksi naluriah yang membuatnya semakin merasa terhina.
"Hong Mengyao," kata Jiang Chen, suaranya kini benar-benar dingin, tanpa jejak emosi masa lalu. "Aku ingin kau mengingat hari ini. Bukan sebagai hari di mana aku mengalahkan pecundang ini, tapi sebagai hari di mana nasib kita benar-benar berpisah. Kau akan tetap berada di kolam kecil Kota Awan Bambu ini, memperebutkan gelar 'jenius' yang menyedihkan. Sementara aku... jalanku ada di antara bintang-bintang."
"Kau..." Hong Mengyao kehabisan kata-kata. Arogansi! Ini adalah arogansi paling murni yang pernah ia lihat! Tapi entah kenapa, saat diucapkan oleh Jiang Chen, kata-kata itu terasa seperti sebuah ramalan, sebuah kebenaran yang tak terbantahkan.
"Bawa tuan kalian dan pergi," kata Jiang Chen kepada p…
Kaisar Alkemis Abadi.
Bab 8: Gelombang yang Tercipta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Ilham Yono
begitulah...roda kehidupan selalu berputar...kadang di bawah kadang di atas..
2026-08-27
0
Tamima II
saat nya para manusia sombong itu di kasih pelajaran.. 💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
2026-04-08
0
om jun
wow .. kayak persija vs persib kemaren itu
2026-06-29
1