Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Bab 1: Terlahir Kembali dari Abu

Rasa sakit

Itulah sensasi pertama yang merobek kesadaran Jiang Chen. Bukan rasa sakit agung dari jiwa ilahi yang terkoyak, atau sengatan pedih dari racun surgawi yang melahap organ dalamnya. Ini adalah rasa sakit yang kotor, kasar, dan fana. Punggungnya terasa seperti patah, setiap tulang di tubuhnya berderit protes, dan kepalanya berdenyut-denyut seolah akan pecah.

Di mana aku?

Ingatan terakhirnya adalah pemandangan dari puncak Gunung Surgawi. Langit dipenuhi awan keemasan, menandakan terobosannya ke Alam Penguasa Surgawi sudah di depan mata. Di hadapannya, berdiri dua orang yang paling ia percayai di seluruh alam semesta.

Xiao Tianlong, murid kesayangannya yang ia pungut dari selokan dan ia ajarkan segalanya.

Ji Lingxue, istrinya, permaisuri alkemis yang ia cintai selama seribu tahun.

Wajah mereka tersenyum, tetapi mata mereka sedingin es abadi. Cawan anggur yang mereka sodorkan—anggur perayaan—ternyata berisi "Api Pemadam Jiwa Sembilan Neraka", racun paling keji yang bahkan bisa melukai seorang Kaisar Dewa.

"Mengapa?" hanya itu kata yang berhasil keluar dari bibirnya saat kekuatan ilahinya mulai runtuh.

Senyum muridnya melebar menjadi seringai buas. "Guru, zaman Anda sudah berakhir. Kuali Primordial Semesta seharusnya tidak dimiliki oleh seorang alkemis tua sepertimu. Berikan padaku, dan aku akan membawanya ke puncak kejayaan!"

Pengkhianatan itu menghancurkan hatinya lebih dari racun mana pun. Saat kesadarannya memudar, ia melihat mereka merebut Kuali Primordial Semesta dari tangannya. Namun, tepat saat jiwanya akan lenyap, artefak ilahi yang telah menemaninya selama ribuan tahun itu tiba-tiba berdengung hebat. Ia melepaskan cahaya keemasan yang menyilaukan, membungkus serpihan terakhir jiwa Jiang Chen, lalu merobek ruang dan waktu.

Dan sekarang... ia di sini. Di sebuah ruangan gelap, pengap, berbau jamur dan obat murah.

Jiang Chen mencoba membuka matanya. Cahaya remang-remang dari celah pintu kayu menyakitkan matanya yang tidak terbiasa. Perlahan, serpihan ingatan asing membanjiri benaknya. Ingatan milik pemilik tubuh ini.

Namanya juga Jiang Chen. Usia enam belas tahun. Satu-satunya putra dari kepala keluarga Jiang di Kota Awan Bambu—sebuah kota kecil di perbatasan Kekaisaran Angin Biru. Dikenal di seluruh kota sebagai... "sampah"

Lahir dengan meridian yang tersumbat, ia tidak dapat berkultivasi sama sekali. Statusnya sebagai tuan muda hanya membuatnya menjadi bahan lelucon yang lebih besar. Tunangannya, Hong Mengyao, putri dari keluarga Hong yang merupakan keluarga nomor satu di kota, baru saja secara terbuka membatalkan pertunangan mereka di alun-alun kota pagi ini.

Pemilik tubuh ini, dalam kemarahan dan rasa malunya, mencoba menantang penjaga keluarga Hong yang menghinanya. Hasilnya? Ia dipukuli hingga nyaris mati dan dilempar kembali ke kediaman Jiang seperti anjing jalanan. Ia meninggal karena luka dalam dan kebencian beberapa saat yang lalu.

"Sungguh ironis..." Jiang Chen bergumam dengan suara serak. "Seorang Kaisar Alkemis yang agung, penguasa pil dan kehidupan, bereinkarnasi ke dalam tubuh sampah yang tidak bisa berkultivasi."

Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi rasa sakit yang menusuk membuatnya terbatuk hebat, mengeluarkan seteguk darah hitam pekat.

Namun, di tengah rasa sakit itu, Jiang Chen yang sekarang bukanlah pemuda lemah yang putus asa. Dengan kemauan setingkat Kaisar, ia memaksa dirinya untuk tenang dan mulai memeriksa kondisi tubuh barunya dengan sisa-sisa kesadaran rohaninya.

Kondisinya lebih buruk dari yang ia bayangkan. Meridiannya bukan hanya tersumbat, tapi hancur lebur. Seperti sungai kering yang retak di mana-mana. Bagi kultivator mana pun di dunia fana ini, ini adalah vonis mati. Tidak ada harapan.

Tapi seulas senyum tipis justru terukir di bibir pucat Jiang Chen.

"Hancur? Tidak, tidak... ini bukan kehancuran. Ini adalah kanvas kosong!" bisiknya pada diri sendiri. "Meridian fana penuh dengan kotoran duniawi. Membangunnya dari nol berarti aku bisa menciptakan fondasi ilahi yang sempurna, sesuatu yang bahkan tidak bisa aku capai di kehidupanku sebelumnya!"

Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang lain. Jauh di dalam lautan kesadarannya, di inti jiwanya, ada kehangatan yang familier. Sebuah kehadiran yang agung dan kuno.

Kuali Primordial Semesta!

Artefak ilahi itu tidak direbut! Ia telah menyatu dengan jiwanya dalam proses reinkarnasi!

Kegembiraan luar biasa membanjiri hatinya. Dengan Kuali ini, apa itu meridian yang hancur? Dengan Kuali ini, apa itu dunia fana yang kecil? Kuali Primordial Semesta bisa memurnikan segala sesuatu di alam semesta. Memurnikan ramuan menjadi pil ilahi adalah fungsi dasarnya. Yang lebih menakutkan adalah kemampuannya untuk memurnikan garis keturunan, meningkatkan bakat, bahkan memurnikan hukum alam itu sendiri!

"Xiao Tianlong, Ji Lingxue," Jiang Chen mengepalkan tangannya yang lemah, matanya berkilat dingin. "Kalian pikir kalian telah mengambil segalanya dariku. Tapi kalian meninggalkan hal yang paling penting: pengetahuanku, dan artefak tertinggi ini."

Ckiiit...

Pintu kayu berderit terbuka. Seorang gadis muda berpakaian pelayan yang sederhana masuk sambil membawa semangkuk bubur panas yang beruap. Wajahnya kurus, matanya merah dan bengkak karena menangis.

"Tuan Muda," isaknya pelan, "Anda sudah sadar? Syukurlah... Cepat minum ini. Aku berhasil mendapatkan sedikit ginseng dari dapur."

Ini adalah Qing'er, satu-satunya pelayan yang masih setia dan peduli pada Jiang Chen yang asli.

Melihat kekhawatiran tulus di wajah gadis itu, sedikit kehangatan menyentuh hati dingin Jiang Chen. Di kehidupan sebelumnya, semua orang di sekitarnya mendekat karena kekuasaannya. Gadis ini, di sisi lain, tulus.

"Qing'er," kata Jiang Chen. Suaranya lemah, tetapi nadanya tenang dan membawa otoritas yang tak dapat dijelaskan, membuat gadis pelayan itu tertegun. "Jangan menangis."

"Tapi Tuan Muda... Keluarga Hong... mereka keterlaluan! Nona Hong Mengyao bahkan mengatakan bahwa bertunangan denganmu adalah aib terbesar dalam hidupnya!"

Jiang Chen tersenyum tipis. "Hong Mengyao? Seekor burung pegar yang berpikir dirinya adalah feniks. Suatu hari, dia akan menyadari bahwa kehilangan pertunangan ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya."

Qing'er menatap tuan mudanya dengan bingung. Tuan Muda tidak pernah berbicara seperti ini. Matanya... biasanya penuh dengan keputusasaan dan kemarahan, kini sedalam langit malam, penuh dengan kepercayaan diri yang mutlak. Seolah-olah orang di depannya adalah orang yang sama sekali berbeda.

"Beristirahatlah, Tuan Muda. Aku akan menjaga di luar," kata Qing'er, masih sedikit bingung, lalu meletakkan mangkuk dan pergi.

Sepeninggalnya, Jiang Chen duduk bersila di ranjang, mengabaikan rasa sakit yang menyiksa. Ia menatap tangannya yang pucat dan kurus.

"Perjalanan kembali ke puncak dimulai sekarang."

Ia menutup matanya. Di dalam lautan kesadarannya, ia memanggil kekuatan Kuali Primordial Semesta. Sebuah cahaya keemasan redup mulai bersinar dari dalam jiwanya. Dengan susah payah, ia mengarahkan seutas energi primordial yang sangat murni—energi yang bahkan akan membuat para dewa iri—menuju salah satu fragmen meridiannya yang hancur.

Prosesnya sangat lambat dan menyakitkan. Tapi bagi Jiang Chen, ini adalah musik terindah di dunia.

Retakan kecil di meridian itu mulai menyatu.

Terpopuler

Comments

Ahmad Chris Sevin

Ahmad Chris Sevin

lagi² novel china, kayak hasil translate Tan aja kenapa gak ambil budaya pribumi aja kan banyak yg bagus

2026-07-01

0

Amad R Laros

Amad R Laros

mudahan cerita ke depan lebih menantang g pitus d tengah jalan

2026-05-01

0

Sutrisno Kaltim

Sutrisno Kaltim

baru nyimak...lanjut Thor....semangat...

2026-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Terlahir Kembali dari Abu
2 Bab 2: Tamu Tak Diundang
3 Bab 3: Paviliun Seribu Ramuan
4 Bab 4: Resep yang Mengguncang Dunia
5 Bab 5: Kediaman Baru dan Persiapan
6 Bab 6: Api di Dalam Jiwa
7 Bab 7: Tamu Pertama dan Tangan Pertama
8 Bab 8: Gelombang yang Tercipta
9 Bab 9: Pil Tempaan Giok dan Elder Feng
10 Bab 10: Nilai Seorang Sekutu
11 Bab 11: Konfrontasi di Bawah Langit Kota
12 Bab 12: Gelombang di Keluarga Jiang
13 Bab 13: Perpisahan dan Fondasi Baru
14 Bab 14: Persiapan Menjelang Badai
15 Bab 15: Memasuki Hutan Binatang Kabut
16 Bab 16: Sang Pemburu dan Jebakan
17 Bab 17: Pembalasan Dendam di Lembah
18 Bab 18: Binatang Buas Sejati dan Pertemuan Tak Terduga
19 Bab 19: Kekuatan Sejati dan Hati yang Terguncang
20 Bab 20: Bunga Roh Tujuh Warna dan Penguasa Langit
21 Bab 21: Penaklukan di Atas Langit
22 Bab 22: Penguasa Hutan dan Puncak Papan Peringkat
23 Bab 23: Gelombang Kejut dan Aturan Baru
24 Bab 24: Malam Tanpa Tidur dan Rencana Beracun
25 Bab 25: Umpan yang Dilempar dan Racun yang Dikembalikan
26 Bab 26: Panggung Penghinaan
27 Bab 27: Hadiah dari Penguasa Kota
28 Bab 28: Terobosan Beruntun dan Lawan Semifinal
29 Bab 29: Pertarungan Puncak
30 Bab 30: Perpisahan dan Panggung yang Lebih Besar
31 Bab 31: Pertemuan di Jalan
32 Bab 32: Maplewood City dan Pertemuan Kembali yang Tak Terhindarkan
33 Bab 33: Sebuah Permintaan dan Informasi
34 Bab 34: Perjalanan Bersama dan Ujian Kecil
35 Bab 35: Persimpangan Jalan dan Token Paviliun
36 Bab 36: Kota Langit Berkabut
37 Bab 37: Kekuatan Sebuah Token
38 Bab 38: Pendaftaran Murid Luar
39 Bab 39: Menghancurkan Rekor
40 Bab 40: Murid Inti dan Puncak Bambu Hijau
41 Bab 41: Rahasia Puncak Bambu Hijau
42 Bab 42: Kelahiran Kembali Puncak Bambu Hijau
43 Bab 43: Para Penatua yang Terkejut
44 Bab 44: Terobosan dan Paviliun Kitab Suci
45 Bab 45: Sembilan Langkah Bayangan yang Tidak Lengkap
46 Bab 46: Persiapan dan Lembah Tulang Naga
47 Bab 47: Penemuan dan Pesaing
48 Bab 48: Siapa yang Merampok Siapa?
49 Bab 49: Penjaga Harta Karun
50 Bab 50: Kembali dengan Kemenangan dan Kecemburuan
51 Bab 51: Alkimia dan Pil Penempa Jiwa
52 Bab 52: Langkah Kedua dan Sebuah Undangan
53 Bab 53: Sebulan Persiapan dan Seorang Tamu Tak Terduga
54 Bab 54: Satu Serangan Pedang
55 Bab 55: Turnamen Dimulai
56 Bab 56: Membersihkan Panggung
57 Bab 57: Benturan Dua Pedang
58 Bab 58: Babak Kedua dan Perisai yang Tak Terkalahkan
59 Bab 59: Pedang Melawan Perisai
60 Bab 60: Jalan Menuju Perempat Final
61 Bab 61: Semi Final - Pertemuan Dua Angin
62 Bab 62: Final - Gila Melawan Tenang
63 Bab 63: Sang Juara, Hadiah, dan Pertanyaan dari Master Sekte
64 Bab 64: Setengah Kebenaran dan Setengah Kebohongan
65 Bab 65: Hadiah dan Peringatan Baru
66 Bab 66: Tiga Hari, Rumor, dan Kolam Pencucian Roh
67 Bab 67: Mandi dalam Energi Murni
68 Bab 68: Tiga Hari dan Ambang Terobosan
69 Bab 69: Fondasi Kekacauan Primordial
70 Bab 70: Jalan Keluar dan Pertemuan yang Tidak Menyenangkan
71 Bab 71: Dominasi dan Panggilan Penatua
72 Bab 72: Aula Penegakan Hukum
73 Bab 73: Gelombang Baru dan Paviliun Teknik
74 Bab 74: Teknik yang Terlupakan
75 Bab 75: Ledakan Balasan dan Panggilan Mengejutkan
76 Bab 76: Tim Para Rival
77 Bab 77: Perlombaan Menuju Tebing Elang
78 Bab 78: Kabut Hitam dan Desa yang Mati
79 Bab 79: Pertempuran Pertama Melawan Bayangan
80 Bab 80: Simbol Mata dan Level Ketiga
81 Bab 81: Domain Penelan dan Keputusasaan
82 Bab 82: Mundur
83 Bab 83: Gencatan Senjata yang Dipaksakan
84 Bab 84: Pesan yang Terkirim dan Pertemuan di Jalan
85 Bab 85: Ganjaran dan Peringatan
86 Bab 86: Tiga Hari di Kolam Pemurnian Roh
87 Bab 87: Perisai Kaisar Kura-kura Hitam
88 Bab 88: Aula Kontribusi dan Daftar Pertukaran
89 Bab 89: Kelahiran Kembali sebagai Benteng
90 Bab 90: Tantangan di Arena
91 Bab 91: Perisai yang Tak Tergoyahkan
92 Bab 92: Monolog Pertahanan
93 Bab 93: Peringkat 51 dan Akhir Pertunjukan
94 Bab 94: Gema Kemenangan dan Tatapan dari Puncak
95 Bab 95: Benteng Pribadi dan Panggilan dari Puncak
96 Bab 96: Peta Bintang dan Gelombang yang Tersembunyi
97 Bab 97: Pedang Tersembunyi dan Misi Pertama
98 Bab 98: Pembentukan Tim dan Sumpah di Bawah Pedang
99 Bab 99: Persiapan dan Analisis Sebelum Badai
100 Bab 100: Paviliun Kitab dan Rahasia Terlarang
101 Bab 101: Revisi Rencana dan Tatapan Baja
102 Bab 102: Memasuki Rawa Jiwa yang Membusuk
103 Bab 103: Kabut Darah dan Pengalihan Perhatian
104 Bab 104: Retret yang Mengerikan dan Tatapan Baru
105 Bab 105: Perangkap di Dalam Perangkap
106 Bab 106: Tempat Berlindung dan Analisis Penuh Kengerian
107 Bab 107: Perburuan dan Jejak yang Menipu
108 Bab 108: Tulang Punggung Ular dan Keputusan di Tepi Jurang
109 Bab 109: Lemparan Kepercayaan dan Jembatan Kehidupan
110 Bab 110: Gema di Kabut dan Psikologi Terbalik
111 Bab 111: Fajar, Jebakan Terakhir, dan Pintu Keluar
112 Bab 112: Kembali, Laporan, dan Badai yang Akan Datang
113 Bab 113: Hadiah, Refleksi, dan Benih Kekuatan Baru
114 Bab 114: Paviliun Harta Karun dan Pilihan yang Tidak Terduga
115 Bab 115: Tempering Racun dan Lautan Guntur
116 Bab 116: Kekuatan Baru dan Sebuah Kunjungan
117 Bab 117: Puncak Disiplin dan Tugas yang Berbahaya
118 Bab 118: Persiapan Cerdas dan Ketidakpercayaan
119 Bab 119: Memasuki Gigi Naga dan Jejak Pertama
120 Bab 120: Anomali Formasi dan Jebakan yang Terlihat
121 Bab 121: Di Dalam Sarang dan Jantung Operasi
122 Bab 122: Insting, Anjing Bayangan, dan Pelarian yang Dipercepat
123 Bab 123: Perburuan, Pilihan, dan Kecerdikan Jiang Chen
124 Bab 124: Murka Petir dan Peluang dalam Kekacauan
125 Bab 125: Kembali, Laporan, dan Reaksi Tetua Fei
126 Bab 126: Ganjaran, Peringatan, dan Gelombang yang Timbul
127 Bab 127: Fokus Kultivasi dan Badai yang Akan Datang
128 Bab 128: Perjalanan Sendiri dan Aliansi yang Tak Terduga
129 Bab 129: Rencana Nekat dan Ngarai Penjaga
130 Bab 130: Infiltrasi dan Jantung Kegelapan
131 Bab 131: Tarian Pedang di Gerbang Neraka
132 Bab 132: Kiamat Ungu dan Kehancuran Kristal
133 Bab 133: Pelarian dalam Kegelapan dan Harga sebuah Kemenangan
134 Bab 134: Verifikasi, Kehormatan, dan Kebencian yang Mendidih
135 Bab 135: Kembalinya Tim dan Puncak Pilihan
136 Bab 136: Pakta Iblis dan Benih Keraguan
137 Bab 137: Umpan, Perangkap, dan Sinyal Peringatan
138 Bab 138: Perangkap di Dalam Perangkap
139 Bab 139: Pengakuan, Pelarian, dan Jejak Pengkhianatan
140 Bab 140: Pagi Hari Setelahnya dan Permainan Catur Dimulai
141 Bab 141: Misi Terselubung dan Persiapan Mematikan
142 Bab 142: Perbatasan Tanpa Hukum dan Leksi Pertama
143 Bab 143: Informasi Berdarah dan Jalan Menuju Lembah
144 Bab 144: Ngarai Angin Senyap dan Simfoni Pemburu
145 Bab 145: Tarian Maut di Ngarai Senyap
146 Bab 146: Kompas Pelacak Jiwa dan Gerbang Racun
147 Bab 147: Eksekusi di Bawah Pohon Busuk Hati
148 Bab 148: Harta Karun Pengkhianat dan Peta Jalan Menuju Kegelapan
149 Bab 149: Batu Gerbang dan Pesan Hantu
150 Bab 150: Pesta di Kota Bulan Perak
151 Bab 151: Pertemuan di Paviliun dan Wajah Sang Hantu
152 Bab 152: Jaring yang Menutup dan Keputusasaan Sang Hantu
153 Bab 153: Perjalanan Pulang yang Sunyi dan Badai yang Menanti
154 Bab 154: Gempa di Gerbang Sekte dan Intervensi yang Tak Terduga
155 Bab 155: Sidang di Balai Tetua Agung dan Bukti yang Tak Terbantahkan
156 Bab 156: Fajar Eksekusi dan Pintu Menuju Kekuatan Baru
157 Bab 157: Kekuatan dari Kolam Roh Surgawi
158 Bab 158: Status Baru dan Harta
159 Bab 159: Pelajaran Kedua dan Kehendak Pedang
160 Bab 160: Sebulan Meditasi dan Gema dari Luar
161 Bab 161: Gendering Perang dan Misi Perburuan
162 Bab 162: Langkah Pertama Sang Pemburu
163 Bab 163: Kota yang Penuh Ketakutan dan Bisikan di Kedai Teh
164 Bab 164: Malam Pengalihan dan Bisikan Kematian
165 Bab 165: Abu, Peta, dan Target Berikutnya
166 Bab 166: Peta Jalan Kematian dan Sarang Elang
167 Bab 167: Tarian Kematian dan Jadwal Sang Mangsa
168 Bab 168: Penyergapan di Jalur Berbatu
169 Bab 169: Menjadi Ular dan Gerbang Benteng
170 Bab 170: Ruang Peta dan Rencana Pembakaran
171 Bab 171: Malam Kiamat di Benteng Batu Hitam
172 Bab 172: Pesan yang Terbakar dan Fajar yang Baru
173 Bab 173: Kembali ke Sekte dan Badai yang Akan Datang
174 Bab 174: Ujung Tombak dan Keheningan Sebelum Badai
175 Bab 175: Gelombang Hitam dan Tarian Para Hantu
176 Bab 176: Terobosan Berdarah dan Sang Jenderal
177 Bab 177: Inti Emas dan Kehendak Petir
178 Bab 178: Satu Serangan, Satu Kesempatan, Satu Pengorbanan
179 Bab 179: Sang Penyelamat dan Akhir Pertempuran
180 Bab 180: Paviliun Obat Roh dan Harga Kemenangan
181 Bab 181: Ikrar di Sisi Tempat Tidur
182 Bab 182: Balai Jasa dan Sebuah Petunjuk Mustahil
183 Bab 183: Pertemuan di Puncak dan Sebuah Berkah
184 Bab 184: Persiapan dan Sebuah Janji Perpisahan
185 Bab 185: Kota Perbatasan Batu Hitam
186 Bab 186: Rawa Mayat Hidup
187 Bab 187: Tari Petir dan Bisikan Dingin
188 Bab 188: Di Bawah Permukaan dan Jalan Tersembunyi
189 Bab 189: Serangan Tunggal dan Pengejaran di Balik Bayangan
190 Bab 190: Amukan Sang Ratu dan Satu Kesempatan Terakhir
191 Bab 191: Tiga Napas di Jurang Neraka
192 Bab 192: Ziarah Sunyi di Bawah Tanah
193 Bab 193: Jejak Kaki di Hutan dan Tekad yang Diperbarui
194 Bab 194: Permainan Kucing dan Tikus di Hutan Berkabut
195 Bab 195: Guntur di Ngarai yang Sunyi
196 Bab 196: Kebijaksanaan Sang Petapa dan Benteng yang Tak Terlihat
197 Bab 197: Kelahiran Kembali di dalam Cangkang Kura-kura
198 Bab 198: Perjalanan Sang Pemburu dan Peta Bintang di Benak
199 Bab 199: Ular Tua di Gerbang Keluar
200 Bab 200: Tiket Keluar yang Dibayar dengan Darah
201 Bab 201: Setetes Harapan di Lautan Keputusasaan
202 Bab 202: Perburuan di Lembah Teratai Hitam
203 Bab 203: Tarian Api dan Petir
204 Bab 204: Panen yang Tak Terduga
205 Bab 205: Kembali ke Peradaban dan Perhitungan Harta Karun
206 Bab 206: Api Dingin Penempaan Tubuh
207 Bab 207: Terobosan di Tengah Malam
208 Bab 208: Perjumpaan di Persimpangan Jalan
209 Bab 209: Awan Gelap di Cakrawala
210 Bab 210: Keputusan di Tengah Kejatuhan
211 Bab 211: Darah Pertama di Hutan yang Hancur
212 Bab 212: Sangkar Petir dan Keputusasaan
213 Bab 213: Tarian Pedang Melawan Ular Kembar
214 Bab 214: Perbedaan Antara Surga dan Bumi
215 Bab 215: Mainan yang Menarik dan Hutang Budi
216 Bab 216: Akibat dan Kemarahan yang Tertunda
217 Bab 217: Kembalinya Orang yang Telah Mati
218 Bab 218: Paviliun Harapan Terakhir
219 Bab 219: Kunjungan dari Aula Obat
220 Bab 220: Kebangkitan dan Sumpah Persaudaraan
221 Bab 221: Nasihat dari Seorang Alkemis dan Rencana yang Berani
222 Bab 222: Panggung Telah Disiapkan
223 Bab 223: Tamparan Pedang di Wajah
224 Bab 224: Tuduhan Balik di Bawah Tatapan Ribuan Mata
225 Bab 225: Pukulan dari Langit dan Pintu Keluar yang Tak Terduga
226 Bab 226: Akibat, Sekutu, dan Badai yang Akan Datang
227 Bab 227: Benang Merah di Lautan Teks
228 Bab 228: Saksi yang Ketakutan dan Taruhan Terakhir
229 Bab 229: Sidang Darurat dan Kartu Truf Beracun
230 Bab 230: Penghakiman, Keputusasaan, dan Hadiah Kemenangan
231 Bab 231: Kediaman Baru, Awal yang Baru, dan Musuh yang Mengintai
232 Bab 232: Pintu yang Diketuk dan Paviliun Harta Karun
233 Bab 233: Lantai Informasi dan Nama yang Terlarang
234 Bab 234: Tantangan di Atas Panggung Resolusi
235 Bab 235: Tawa di Atas Panggung
236 Bab 236: Tangan yang Menghancurkan Langit dan Keheningan yang Memekakkan Telinga
237 Bab 237: Pesan Telah Terkirim
238 Bab 238: Keuntungan, Peringatan, dan Misi Baru
239 Bab 239: Tim, Persiapan, dan Tatapan dari Jauh
240 Bab 240: Perjalanan, Jebakan Halus, dan Serangan Pertama
241 Bab 241: Interogasi Es, Reaksi Tim, dan Ancaman yang Sebenarnya
242 Bab 242: Jantung Lembah dan Panen Berdarah
243 Bab 243: Hadiah yang Tak Terduga dan Jalan Pulang yang Gelap
244 Bab 244: Tarian Api Emas
245 Bab 245: Keheningan yang Berbeda dan Pertanyaan yang Tak Terjawab
246 Bab 246: Gema Kemenangan dan Badai yang Mengancam
247 Bab 247: Keseimbangan Yin dan Yang, dan Benih Konspirasi Baru
248 Bab 248: Amukan yang Direncanakan dan Naga yang Menunggu
249 Bab 249: Kehancuran, Kepanikan, dan Permainan yang Berubah
250 Bab 250: Imbalan, Peringatan, dan Mata di Ibu Kota
251 Bab 251: Gerbang ke Danau Roh dan Gelombang Pertama Pemurnian
252 Bab 252: Pusaran yang Mengguncang dan Terobosan yang Tak Terhindarkan
253 Konsolidasi, Perintah Tertinggi, dan Benih Inti Emas
254 Keluar dari Karantina, Lautan yang Tenang, dan Kabar Kompetisi
255 Kembali ke Puncak, Rencana Sepuluh Bulan, dan Langkah Pertama
256 Pedang Tanpa Nama dan Hutang Budi yang Tak Ternilai
257 Pilar Ketiga, Daftar yang Mustahil, dan Tungku yang Menyala
258 Gempa Alkimia, Pil Dua Warna, dan Hutang yang Dilunasi
259 Penempaan Naga Giok, Rasa Sakit yang Memurnikan, dan Kekuatan Murni
260 Arena Terakhir, Misi Puncak, dan Tatapan Serigala
261 Tarian Pedang di Tengah Gerombolan
262 Duel Melawan Bayangan dan Cahaya yang Membakar
263 Kembalinya Sang Pemburu, Guncangan di Aula Misi, dan Janji yang Ditepati
264 Badai di Puncak Bambu, Pil Petir Kehidupan, dan Jaminan Terakhir
265 Enam Bulan Keheningan, Panggilan ke Panggung Besar, dan Tim yang Terpilih
266 Provokasi di Atas Awan dan Aturan Permainan
267 Pertemuan Para Jenius, Pedang Tanpa Debu, dan Bara Api yang Meremehkan
268 Gerbang Lembah, Kristal Poin Pertama, dan Strategi yang Berbeda
269 Persimpangan Jalan, Jalan Sang Pemburu, dan Tawa di Kegelapan
270 Pertarungan Para Pemburu Api dan Serangan dari Bayangan
271 Kemarahan Api Ungu, Es dan Api yang Bertabrakan, dan Warisan Sang Naga
272 Reaksi di Luar, Pertemuan Para Ikan, dan Aliansi yang Tak Terduga
273 Perburuan Dimulai, Umpan Balik, dan Perangkap di Dalam Perangkap
274 Ngarai Tulang Naga, Panggung Telah Siap, dan Satu Melawan Sembilan
275 Tarian Pedang, Hati Formasi, dan Tabrakan Puncak
276 Keruntuhan, Pemenang yang Berdiri, dan Harga Kemenangan
277 Badai di Luar, Naga yang Terluka, dan Tempat peristirahatan
278 Pertempuran di Dalam, Gema dari Masa Lalu, dan Sutra Matahari & Bulan
279 Sangkar Penghinaan, Pengampunan Sang Pemenang, dan Tirai yang Terbuka
280 Menghadapi Badai, Tuduhan Para Pecundang, dan Perlindungan Sang Penatua
281 Ruang yang Sunyi, Penjelasan Sang Naga, dan Aturan Arena
282 Arena Obsidian, Tantangan Pertama, dan Tangan Api Penghancur
283 "Berikutnya", Dominasi Total, dan Keputusasaan Lawan
284 Pengorbanan Terakhir, Pesan Pedang, dan Arena Milik Dua Orang
285 Tarian Pedang, Gema Baja, dan Dua Filosofi
286 Sungai Bintang vs Samudra Ekuinoks, Retakan di Kesempurnaan, dan Pemenang Sejati
287 Mahkota Obsidian, Harga Kemenangan, dan Surat Undangan
288 Pemulihan, Bayangan di Malam Hari, dan Tamu Tak Diundang
289 Upacara Pembagian, Retakan Lama, dan Langkah ke Dunia Luar
290 Perjalanan ke Utara, Serangan di Jalan, dan Pertemuan Tak Terduga
291 Gadis Berlencana Bangau, Luka Misterius, dan Nama yang Dikenal
292 Latihan Pagi, Aliran Ganda, dan Mata yang Mengamati
293 Jalur Pegunungan, Serangan dari Atas, dan Perangkap Ketiga
294 Kabut Putih, Suara Gesekan, dan Pintu Batu
295 Gulungan Mata Bayangan, Harga Pengetahuan, dan Jalan yang Berubah
296 Pertemuan dengan Penatua Bai, Tawaran Kedua, dan Pilihan
297 Tes Pertama, Mata yang Menilai, dan Nama yang Mencuat
298 Penyambutan Murid Baru, Bayangan di Balik Kursi, dan Tantangan Pertama
299 Tamu Malam, Perjanjian Diam-Diam, dan Jejak Langkah di Atap
300 Pertemuan di Kabut, Pancingan Keluarga Ye, dan Langkah Ketiga
301 Batu Inti Awan, Ular Kabut Hitam, dan Serangan yang Terkoordinasi
302 Dua Sisi Keseimbangan, Lemparan Spekulatif, dan Jalan Ketiga
303 Gerbang Keluar, Kebenaran yang Terungkap, dan Dua Wajah Penyesalan
304 Gua Tersembunyi, Penyerapan Inti Awan, dan Keseimbangan Sejati
305 Perburuan yang Berubah, Jebakan yang Gagal, dan Pertunjukan Kekuatan Sejati
306 Harga Sebuah Kesombongan, Pesan yang Ditinggalkan, dan Tatapan dari Jauh
307 Gema di Puncak Pohon, Tawaran di Tepi Jurang, dan Permainan Baru
308 Waktu yang Tersisa, Pelajaran Keseimbangan, dan Gerbang yang Terbuka Kembali
309 Penghitungan Tanda Roh, Hadiah Tiga Penatua, dan Undangan ke Ruang Tertutup
310 Menara Pusat, Papan Catur Go, dan Pertanyaan Sebenarnya
311 Rak Paling Atas, Catatan Awan dan Keseimbangan, dan Papan Catur yang Lebih Besar
312 Malam yang Sunyi, Penemuan Nama, dan Sebuah Keputusan
313 Pagi yang Sibuk, Perpustakaan Terlarang, dan Sosok Berjubah Merah
314 Gulungan Rahasia, Kenangan yang Terkunci, dan Pilihan yang Harus Dibuat
315 Jejak Nama, Gudang Lama, dan Suara dari Masa Lalu
316 Guru Feng, Makam di Balik Air Terjun, dan Kebenaran yang Terkubur
317 Kembali ke Akademi, Mata-Mata di Bayangan, dan Tanda di Pergelangan Tangan
318 Gudang Belakang, Pertemuan Rahasia, dan Nama yang Disebut
319 Terowongan Barat, Bau Darah, dan Pintu Batu Pertama
320 Tiga Lantai di Bawah, Ruang Inti, dan Pengkhianat Kedua
321 Momentum yang Berbalik, Pengorbanan, dan Wujud Asli Penatua Bai
322 Fajar di Gua, Cerita Seorang Ibu, dan Musuh yang Sebenarnya
323 Kembali ke Sarang, Wajah-Wajah Penuh Kepura-puraan
324 Operasi Malam Hari, Pintu yang Terkunci oleh Kenangan, dan Kunci Berbentuk Awan
325 Umpan dan Pancing, Paviliun Awan Puncak, dan Permainan Cermin
326 Umpan Dilempar, Ikan yang Serakah, dan Perpustakaan Tersembunyi
327 Perburuan di Lautan Kertas, Gema dari Masa Lalu, dan Buku Harian Sang Pengamat
328 Peluru Pertama, Perubahan Rencana, dan Undangan ke Aula Penatua
329 Dalam Sarang Naga, Pertanyaan Beracun, dan Pertaruhan Terakhir
330 Tur Sang Pemenang dan Jalan Setapak di Bawah Tanah
331 Kunci Darah dan Hati, Turunnya Sang Naga, dan Harta Karun di Dalam Kotak
332 Topeng yang Hancur, Pelarian Melawan Waktu, dan Kedatangan yang Tak Terduga
333 Hujan Kertas Hitam, Perisai Daging, dan Retaknya Langit
334 Kebangkitan Sang Legenda, Hancurnya Sebuah Tirani, dan Fajar yang Baru
335 Setelah Badai, Pengakuan, dan Awal Pemulihan
336 Hadiah, Pilihan, dan Jalan di Depan
337 Panggilan Dunia Luar, Ikatan yang Tak Terputus, dan Gerbang yang Terbuka
338 Langkah Pertama, Kota Lembah Awan
339 Benih Keraguan, Peran Seorang Ahli, dan Penawaran yang Menghina
340 Penawaran Balasan, Terungkapnya Penipuan, dan Keadilan di Pasar
341 Riak Keadilan, Pencarian yang Sia-sia, dan Kompas Batin
342 Perjalanan ke Barat, Bisikan Tanah yang Sekarat, dan Pegunungan yang Layu
343 Penjaga Tanpa Jiwa, Konvoi Tengah Malam, dan Kargo Manusia
344 Jubah Hitam, Hati Baja, dan Denyut Nadi Formasi
345 Menara Obsidian, Penjaga Praetorian, dan Peta Jiwa
346 Laboratorium Daging, Sang Alkemis Gila, dan Langkah Menuju Puncak
347 Gertakan Sang Aktor, Pintu yang Terbuka, dan Tatapan Sang Prelate
348 Pertanyaan Fatal, Serangan Kejutan, dan Tarian Badai
349 Strategi Sang Penari, Pengorbanan Sang Pion, dan Pedang Keseimbangan
350 Simfoni yang Sumbang, Retakan di Pualam, dan Hutang yang Harus Dibayar
351 Kembalinya Debu, Tangisan Bumi, dan Fajar yang Baru
352 Gema dalam Jiwa, Sungai yang Menangis, dan Pemurnian di Bawah Air Terjun
353 Kota di Tepi Air, Debu Kelabu di Dasar Sungai, dan Bisikan di Kedai Teh
354 Stasiun Penimbangan, Arogansi Sang Mandor, dan Jejak yang Ditinggalkan
355 Ingatan yang Terkunci, Nama Terkutuk, dan Hutang Darah dari Kehidupan Lampau
356 Halaman Tersembunyi, Instrumen Pencari Jiwa, dan Salam untuk Sang Ratu
357 Fajar di Atas Abu, Hadiah dari Sungai, dan Arah yang Baru
358 Istana Giok Abadi, Cermin Takdir yang Retak, dan Kemurkaan Sang Ratu
359 Gelombang yang Datang, Jaring yang Merapat, dan Topeng Sang Penyembuh
360 Pemeriksaan di Persimpangan, Batu Pencari Jiwa, dan Ketenangan Sang Dokter
361 Gerbang Pillarstone, Kedai Anggur Phoenix Merah, dan Rumor tentang 'Sang Alkemis
362 Paviliun Harta Karun Tersembunyi, Bunga Api Es yang Cacat
363 Kediaman Alkemis, Token Bintang Satu, dan Keputusan yang Sulit
364 Tamu di Malam Hari, Diagnosis dari Jarak Jauh, dan Syarat Sang Dokter
365 Kamar yang Sekarat, Diagnosis Sang Kaisar, dan Pil Kehidupan Palsu
366 Imbalan Seorang Penatua, Pencerahan Seorang Alkemis
367 Perjalanan ke Pegunungan Guntur, Ujian Token Giok, dan Bisikan dari Jarak Jauh
368 Pertemuan di Jalur Gunung, Amukan Kera Guntur, dan Debu Penenang Saraf
369 Pelajaran di Alam Liar, Rumput Roh Guntur, dan Kebijaksanaan Seorang Dokter Desa
370 Kota Sutra Giok, Perpisahan yang Berarti, dan Langkah Pertama di Sarang Musuh
371 Klinik Jalanan, Penyakit Dingin Jiwa, dan Jarum Api Yang
372 Keributan di Alun-Alun, Utusan dari Serikat, dan Undangan yang Tak Terhindarkan
373 Ketenangan di Tengah Badai, Pil Sembilan Transformasi Naga, dan Terobosan Alam R
374 Panggung Konferensi, Tantangan dari Jenius Serikat, dan Pelajaran dalam Kesombon
375 Tawaran dari Para Penatua, Permintaan Seorang 'Dewa', dan Kunci Menuju Perpustak
376 Arsip Terlarang, Berkas Alkemis Jin, dan Pilihan yang Tidak Terduga
377 Asisten yang Bingung, Tugas Pertama yang Aneh, dan Seni 'Membuang'
378 Proyek Cermin Jiwa, Kelompok Emosi Ramuan, dan Validasi yang Mengejutkan
379 Daftar Belanja yang Mustahil, Batasan Sumber Daya Serikat,
380 Ruang Formasi, Seni Penyelarasan, dan Undangan dari Angin Tersembunyi
381 Rumah Lelang Angin Tersembunyi, Penawaran yang Gila, dan Rival yang Tak Terlihat
382 Guncangan di Serikat, Lawan yang Terungkap, dan Awal Pembangunan Formasi
383 Resonansi Harmonis, Lahirnya Formasi, dan Fondasi untuk Pertarungan Jiwa
384 Pembukaan Formasi, Rencana Tersembunyi, dan Pesan ke Lembah Raja Obat
385 Kenangan dari Kehidupan Lampau, Tantangan Resep Kuno, dan Gejolak di Istana Ratu
386 Badai di Dunia Alkimia, Daftar Bahan yang Baru, dan Perburuan yang Dimulai
387 Peran yang Meyakinkan, Bayangan di Gang, dan Kesalahan Sepersekian Detik
388 Frekuensi Parasit, Pelajaran dalam Kewaspadaan, dan Umpan yang Dilepaskan
389 Perangkap di Distrik Kumuh, Konfrontasi di Bawah Bulan
390 Interogasi di Bawah Bulan, Rahasia Proyek Cermin Jiwa, dan Penghapusan Memori
391 Fajar Setelah Perburuan, Peta Kelemahan, dan Langkah Pertama Sang Alkemis
392 Kristal Resonansi Terbalik, Gema dari Kehidupan Lampau
393 Debu Penekan Panas, Sabotase di Jantung Industri, dan Retakan yang Melebar
394 Perspektif Seorang Kaisar, Sabotase Jembatan, dan Simfoni Kekacauan
395 Hadiah Beracun, Kepanikan di Istana, dan Efek Samping dari Proyek yang Gagal
396 Kembali ke Alkimia, Benih Keraguan, dan Resep Penangkal yang Hampir Sempurna
Episodes

Updated 396 Episodes

1
Bab 1: Terlahir Kembali dari Abu
2
Bab 2: Tamu Tak Diundang
3
Bab 3: Paviliun Seribu Ramuan
4
Bab 4: Resep yang Mengguncang Dunia
5
Bab 5: Kediaman Baru dan Persiapan
6
Bab 6: Api di Dalam Jiwa
7
Bab 7: Tamu Pertama dan Tangan Pertama
8
Bab 8: Gelombang yang Tercipta
9
Bab 9: Pil Tempaan Giok dan Elder Feng
10
Bab 10: Nilai Seorang Sekutu
11
Bab 11: Konfrontasi di Bawah Langit Kota
12
Bab 12: Gelombang di Keluarga Jiang
13
Bab 13: Perpisahan dan Fondasi Baru
14
Bab 14: Persiapan Menjelang Badai
15
Bab 15: Memasuki Hutan Binatang Kabut
16
Bab 16: Sang Pemburu dan Jebakan
17
Bab 17: Pembalasan Dendam di Lembah
18
Bab 18: Binatang Buas Sejati dan Pertemuan Tak Terduga
19
Bab 19: Kekuatan Sejati dan Hati yang Terguncang
20
Bab 20: Bunga Roh Tujuh Warna dan Penguasa Langit
21
Bab 21: Penaklukan di Atas Langit
22
Bab 22: Penguasa Hutan dan Puncak Papan Peringkat
23
Bab 23: Gelombang Kejut dan Aturan Baru
24
Bab 24: Malam Tanpa Tidur dan Rencana Beracun
25
Bab 25: Umpan yang Dilempar dan Racun yang Dikembalikan
26
Bab 26: Panggung Penghinaan
27
Bab 27: Hadiah dari Penguasa Kota
28
Bab 28: Terobosan Beruntun dan Lawan Semifinal
29
Bab 29: Pertarungan Puncak
30
Bab 30: Perpisahan dan Panggung yang Lebih Besar
31
Bab 31: Pertemuan di Jalan
32
Bab 32: Maplewood City dan Pertemuan Kembali yang Tak Terhindarkan
33
Bab 33: Sebuah Permintaan dan Informasi
34
Bab 34: Perjalanan Bersama dan Ujian Kecil
35
Bab 35: Persimpangan Jalan dan Token Paviliun
36
Bab 36: Kota Langit Berkabut
37
Bab 37: Kekuatan Sebuah Token
38
Bab 38: Pendaftaran Murid Luar
39
Bab 39: Menghancurkan Rekor
40
Bab 40: Murid Inti dan Puncak Bambu Hijau
41
Bab 41: Rahasia Puncak Bambu Hijau
42
Bab 42: Kelahiran Kembali Puncak Bambu Hijau
43
Bab 43: Para Penatua yang Terkejut
44
Bab 44: Terobosan dan Paviliun Kitab Suci
45
Bab 45: Sembilan Langkah Bayangan yang Tidak Lengkap
46
Bab 46: Persiapan dan Lembah Tulang Naga
47
Bab 47: Penemuan dan Pesaing
48
Bab 48: Siapa yang Merampok Siapa?
49
Bab 49: Penjaga Harta Karun
50
Bab 50: Kembali dengan Kemenangan dan Kecemburuan
51
Bab 51: Alkimia dan Pil Penempa Jiwa
52
Bab 52: Langkah Kedua dan Sebuah Undangan
53
Bab 53: Sebulan Persiapan dan Seorang Tamu Tak Terduga
54
Bab 54: Satu Serangan Pedang
55
Bab 55: Turnamen Dimulai
56
Bab 56: Membersihkan Panggung
57
Bab 57: Benturan Dua Pedang
58
Bab 58: Babak Kedua dan Perisai yang Tak Terkalahkan
59
Bab 59: Pedang Melawan Perisai
60
Bab 60: Jalan Menuju Perempat Final
61
Bab 61: Semi Final - Pertemuan Dua Angin
62
Bab 62: Final - Gila Melawan Tenang
63
Bab 63: Sang Juara, Hadiah, dan Pertanyaan dari Master Sekte
64
Bab 64: Setengah Kebenaran dan Setengah Kebohongan
65
Bab 65: Hadiah dan Peringatan Baru
66
Bab 66: Tiga Hari, Rumor, dan Kolam Pencucian Roh
67
Bab 67: Mandi dalam Energi Murni
68
Bab 68: Tiga Hari dan Ambang Terobosan
69
Bab 69: Fondasi Kekacauan Primordial
70
Bab 70: Jalan Keluar dan Pertemuan yang Tidak Menyenangkan
71
Bab 71: Dominasi dan Panggilan Penatua
72
Bab 72: Aula Penegakan Hukum
73
Bab 73: Gelombang Baru dan Paviliun Teknik
74
Bab 74: Teknik yang Terlupakan
75
Bab 75: Ledakan Balasan dan Panggilan Mengejutkan
76
Bab 76: Tim Para Rival
77
Bab 77: Perlombaan Menuju Tebing Elang
78
Bab 78: Kabut Hitam dan Desa yang Mati
79
Bab 79: Pertempuran Pertama Melawan Bayangan
80
Bab 80: Simbol Mata dan Level Ketiga
81
Bab 81: Domain Penelan dan Keputusasaan
82
Bab 82: Mundur
83
Bab 83: Gencatan Senjata yang Dipaksakan
84
Bab 84: Pesan yang Terkirim dan Pertemuan di Jalan
85
Bab 85: Ganjaran dan Peringatan
86
Bab 86: Tiga Hari di Kolam Pemurnian Roh
87
Bab 87: Perisai Kaisar Kura-kura Hitam
88
Bab 88: Aula Kontribusi dan Daftar Pertukaran
89
Bab 89: Kelahiran Kembali sebagai Benteng
90
Bab 90: Tantangan di Arena
91
Bab 91: Perisai yang Tak Tergoyahkan
92
Bab 92: Monolog Pertahanan
93
Bab 93: Peringkat 51 dan Akhir Pertunjukan
94
Bab 94: Gema Kemenangan dan Tatapan dari Puncak
95
Bab 95: Benteng Pribadi dan Panggilan dari Puncak
96
Bab 96: Peta Bintang dan Gelombang yang Tersembunyi
97
Bab 97: Pedang Tersembunyi dan Misi Pertama
98
Bab 98: Pembentukan Tim dan Sumpah di Bawah Pedang
99
Bab 99: Persiapan dan Analisis Sebelum Badai
100
Bab 100: Paviliun Kitab dan Rahasia Terlarang
101
Bab 101: Revisi Rencana dan Tatapan Baja
102
Bab 102: Memasuki Rawa Jiwa yang Membusuk
103
Bab 103: Kabut Darah dan Pengalihan Perhatian
104
Bab 104: Retret yang Mengerikan dan Tatapan Baru
105
Bab 105: Perangkap di Dalam Perangkap
106
Bab 106: Tempat Berlindung dan Analisis Penuh Kengerian
107
Bab 107: Perburuan dan Jejak yang Menipu
108
Bab 108: Tulang Punggung Ular dan Keputusan di Tepi Jurang
109
Bab 109: Lemparan Kepercayaan dan Jembatan Kehidupan
110
Bab 110: Gema di Kabut dan Psikologi Terbalik
111
Bab 111: Fajar, Jebakan Terakhir, dan Pintu Keluar
112
Bab 112: Kembali, Laporan, dan Badai yang Akan Datang
113
Bab 113: Hadiah, Refleksi, dan Benih Kekuatan Baru
114
Bab 114: Paviliun Harta Karun dan Pilihan yang Tidak Terduga
115
Bab 115: Tempering Racun dan Lautan Guntur
116
Bab 116: Kekuatan Baru dan Sebuah Kunjungan
117
Bab 117: Puncak Disiplin dan Tugas yang Berbahaya
118
Bab 118: Persiapan Cerdas dan Ketidakpercayaan
119
Bab 119: Memasuki Gigi Naga dan Jejak Pertama
120
Bab 120: Anomali Formasi dan Jebakan yang Terlihat
121
Bab 121: Di Dalam Sarang dan Jantung Operasi
122
Bab 122: Insting, Anjing Bayangan, dan Pelarian yang Dipercepat
123
Bab 123: Perburuan, Pilihan, dan Kecerdikan Jiang Chen
124
Bab 124: Murka Petir dan Peluang dalam Kekacauan
125
Bab 125: Kembali, Laporan, dan Reaksi Tetua Fei
126
Bab 126: Ganjaran, Peringatan, dan Gelombang yang Timbul
127
Bab 127: Fokus Kultivasi dan Badai yang Akan Datang
128
Bab 128: Perjalanan Sendiri dan Aliansi yang Tak Terduga
129
Bab 129: Rencana Nekat dan Ngarai Penjaga
130
Bab 130: Infiltrasi dan Jantung Kegelapan
131
Bab 131: Tarian Pedang di Gerbang Neraka
132
Bab 132: Kiamat Ungu dan Kehancuran Kristal
133
Bab 133: Pelarian dalam Kegelapan dan Harga sebuah Kemenangan
134
Bab 134: Verifikasi, Kehormatan, dan Kebencian yang Mendidih
135
Bab 135: Kembalinya Tim dan Puncak Pilihan
136
Bab 136: Pakta Iblis dan Benih Keraguan
137
Bab 137: Umpan, Perangkap, dan Sinyal Peringatan
138
Bab 138: Perangkap di Dalam Perangkap
139
Bab 139: Pengakuan, Pelarian, dan Jejak Pengkhianatan
140
Bab 140: Pagi Hari Setelahnya dan Permainan Catur Dimulai
141
Bab 141: Misi Terselubung dan Persiapan Mematikan
142
Bab 142: Perbatasan Tanpa Hukum dan Leksi Pertama
143
Bab 143: Informasi Berdarah dan Jalan Menuju Lembah
144
Bab 144: Ngarai Angin Senyap dan Simfoni Pemburu
145
Bab 145: Tarian Maut di Ngarai Senyap
146
Bab 146: Kompas Pelacak Jiwa dan Gerbang Racun
147
Bab 147: Eksekusi di Bawah Pohon Busuk Hati
148
Bab 148: Harta Karun Pengkhianat dan Peta Jalan Menuju Kegelapan
149
Bab 149: Batu Gerbang dan Pesan Hantu
150
Bab 150: Pesta di Kota Bulan Perak
151
Bab 151: Pertemuan di Paviliun dan Wajah Sang Hantu
152
Bab 152: Jaring yang Menutup dan Keputusasaan Sang Hantu
153
Bab 153: Perjalanan Pulang yang Sunyi dan Badai yang Menanti
154
Bab 154: Gempa di Gerbang Sekte dan Intervensi yang Tak Terduga
155
Bab 155: Sidang di Balai Tetua Agung dan Bukti yang Tak Terbantahkan
156
Bab 156: Fajar Eksekusi dan Pintu Menuju Kekuatan Baru
157
Bab 157: Kekuatan dari Kolam Roh Surgawi
158
Bab 158: Status Baru dan Harta
159
Bab 159: Pelajaran Kedua dan Kehendak Pedang
160
Bab 160: Sebulan Meditasi dan Gema dari Luar
161
Bab 161: Gendering Perang dan Misi Perburuan
162
Bab 162: Langkah Pertama Sang Pemburu
163
Bab 163: Kota yang Penuh Ketakutan dan Bisikan di Kedai Teh
164
Bab 164: Malam Pengalihan dan Bisikan Kematian
165
Bab 165: Abu, Peta, dan Target Berikutnya
166
Bab 166: Peta Jalan Kematian dan Sarang Elang
167
Bab 167: Tarian Kematian dan Jadwal Sang Mangsa
168
Bab 168: Penyergapan di Jalur Berbatu
169
Bab 169: Menjadi Ular dan Gerbang Benteng
170
Bab 170: Ruang Peta dan Rencana Pembakaran
171
Bab 171: Malam Kiamat di Benteng Batu Hitam
172
Bab 172: Pesan yang Terbakar dan Fajar yang Baru
173
Bab 173: Kembali ke Sekte dan Badai yang Akan Datang
174
Bab 174: Ujung Tombak dan Keheningan Sebelum Badai
175
Bab 175: Gelombang Hitam dan Tarian Para Hantu
176
Bab 176: Terobosan Berdarah dan Sang Jenderal
177
Bab 177: Inti Emas dan Kehendak Petir
178
Bab 178: Satu Serangan, Satu Kesempatan, Satu Pengorbanan
179
Bab 179: Sang Penyelamat dan Akhir Pertempuran
180
Bab 180: Paviliun Obat Roh dan Harga Kemenangan
181
Bab 181: Ikrar di Sisi Tempat Tidur
182
Bab 182: Balai Jasa dan Sebuah Petunjuk Mustahil
183
Bab 183: Pertemuan di Puncak dan Sebuah Berkah
184
Bab 184: Persiapan dan Sebuah Janji Perpisahan
185
Bab 185: Kota Perbatasan Batu Hitam
186
Bab 186: Rawa Mayat Hidup
187
Bab 187: Tari Petir dan Bisikan Dingin
188
Bab 188: Di Bawah Permukaan dan Jalan Tersembunyi
189
Bab 189: Serangan Tunggal dan Pengejaran di Balik Bayangan
190
Bab 190: Amukan Sang Ratu dan Satu Kesempatan Terakhir
191
Bab 191: Tiga Napas di Jurang Neraka
192
Bab 192: Ziarah Sunyi di Bawah Tanah
193
Bab 193: Jejak Kaki di Hutan dan Tekad yang Diperbarui
194
Bab 194: Permainan Kucing dan Tikus di Hutan Berkabut
195
Bab 195: Guntur di Ngarai yang Sunyi
196
Bab 196: Kebijaksanaan Sang Petapa dan Benteng yang Tak Terlihat
197
Bab 197: Kelahiran Kembali di dalam Cangkang Kura-kura
198
Bab 198: Perjalanan Sang Pemburu dan Peta Bintang di Benak
199
Bab 199: Ular Tua di Gerbang Keluar
200
Bab 200: Tiket Keluar yang Dibayar dengan Darah
201
Bab 201: Setetes Harapan di Lautan Keputusasaan
202
Bab 202: Perburuan di Lembah Teratai Hitam
203
Bab 203: Tarian Api dan Petir
204
Bab 204: Panen yang Tak Terduga
205
Bab 205: Kembali ke Peradaban dan Perhitungan Harta Karun
206
Bab 206: Api Dingin Penempaan Tubuh
207
Bab 207: Terobosan di Tengah Malam
208
Bab 208: Perjumpaan di Persimpangan Jalan
209
Bab 209: Awan Gelap di Cakrawala
210
Bab 210: Keputusan di Tengah Kejatuhan
211
Bab 211: Darah Pertama di Hutan yang Hancur
212
Bab 212: Sangkar Petir dan Keputusasaan
213
Bab 213: Tarian Pedang Melawan Ular Kembar
214
Bab 214: Perbedaan Antara Surga dan Bumi
215
Bab 215: Mainan yang Menarik dan Hutang Budi
216
Bab 216: Akibat dan Kemarahan yang Tertunda
217
Bab 217: Kembalinya Orang yang Telah Mati
218
Bab 218: Paviliun Harapan Terakhir
219
Bab 219: Kunjungan dari Aula Obat
220
Bab 220: Kebangkitan dan Sumpah Persaudaraan
221
Bab 221: Nasihat dari Seorang Alkemis dan Rencana yang Berani
222
Bab 222: Panggung Telah Disiapkan
223
Bab 223: Tamparan Pedang di Wajah
224
Bab 224: Tuduhan Balik di Bawah Tatapan Ribuan Mata
225
Bab 225: Pukulan dari Langit dan Pintu Keluar yang Tak Terduga
226
Bab 226: Akibat, Sekutu, dan Badai yang Akan Datang
227
Bab 227: Benang Merah di Lautan Teks
228
Bab 228: Saksi yang Ketakutan dan Taruhan Terakhir
229
Bab 229: Sidang Darurat dan Kartu Truf Beracun
230
Bab 230: Penghakiman, Keputusasaan, dan Hadiah Kemenangan
231
Bab 231: Kediaman Baru, Awal yang Baru, dan Musuh yang Mengintai
232
Bab 232: Pintu yang Diketuk dan Paviliun Harta Karun
233
Bab 233: Lantai Informasi dan Nama yang Terlarang
234
Bab 234: Tantangan di Atas Panggung Resolusi
235
Bab 235: Tawa di Atas Panggung
236
Bab 236: Tangan yang Menghancurkan Langit dan Keheningan yang Memekakkan Telinga
237
Bab 237: Pesan Telah Terkirim
238
Bab 238: Keuntungan, Peringatan, dan Misi Baru
239
Bab 239: Tim, Persiapan, dan Tatapan dari Jauh
240
Bab 240: Perjalanan, Jebakan Halus, dan Serangan Pertama
241
Bab 241: Interogasi Es, Reaksi Tim, dan Ancaman yang Sebenarnya
242
Bab 242: Jantung Lembah dan Panen Berdarah
243
Bab 243: Hadiah yang Tak Terduga dan Jalan Pulang yang Gelap
244
Bab 244: Tarian Api Emas
245
Bab 245: Keheningan yang Berbeda dan Pertanyaan yang Tak Terjawab
246
Bab 246: Gema Kemenangan dan Badai yang Mengancam
247
Bab 247: Keseimbangan Yin dan Yang, dan Benih Konspirasi Baru
248
Bab 248: Amukan yang Direncanakan dan Naga yang Menunggu
249
Bab 249: Kehancuran, Kepanikan, dan Permainan yang Berubah
250
Bab 250: Imbalan, Peringatan, dan Mata di Ibu Kota
251
Bab 251: Gerbang ke Danau Roh dan Gelombang Pertama Pemurnian
252
Bab 252: Pusaran yang Mengguncang dan Terobosan yang Tak Terhindarkan
253
Konsolidasi, Perintah Tertinggi, dan Benih Inti Emas
254
Keluar dari Karantina, Lautan yang Tenang, dan Kabar Kompetisi
255
Kembali ke Puncak, Rencana Sepuluh Bulan, dan Langkah Pertama
256
Pedang Tanpa Nama dan Hutang Budi yang Tak Ternilai
257
Pilar Ketiga, Daftar yang Mustahil, dan Tungku yang Menyala
258
Gempa Alkimia, Pil Dua Warna, dan Hutang yang Dilunasi
259
Penempaan Naga Giok, Rasa Sakit yang Memurnikan, dan Kekuatan Murni
260
Arena Terakhir, Misi Puncak, dan Tatapan Serigala
261
Tarian Pedang di Tengah Gerombolan
262
Duel Melawan Bayangan dan Cahaya yang Membakar
263
Kembalinya Sang Pemburu, Guncangan di Aula Misi, dan Janji yang Ditepati
264
Badai di Puncak Bambu, Pil Petir Kehidupan, dan Jaminan Terakhir
265
Enam Bulan Keheningan, Panggilan ke Panggung Besar, dan Tim yang Terpilih
266
Provokasi di Atas Awan dan Aturan Permainan
267
Pertemuan Para Jenius, Pedang Tanpa Debu, dan Bara Api yang Meremehkan
268
Gerbang Lembah, Kristal Poin Pertama, dan Strategi yang Berbeda
269
Persimpangan Jalan, Jalan Sang Pemburu, dan Tawa di Kegelapan
270
Pertarungan Para Pemburu Api dan Serangan dari Bayangan
271
Kemarahan Api Ungu, Es dan Api yang Bertabrakan, dan Warisan Sang Naga
272
Reaksi di Luar, Pertemuan Para Ikan, dan Aliansi yang Tak Terduga
273
Perburuan Dimulai, Umpan Balik, dan Perangkap di Dalam Perangkap
274
Ngarai Tulang Naga, Panggung Telah Siap, dan Satu Melawan Sembilan
275
Tarian Pedang, Hati Formasi, dan Tabrakan Puncak
276
Keruntuhan, Pemenang yang Berdiri, dan Harga Kemenangan
277
Badai di Luar, Naga yang Terluka, dan Tempat peristirahatan
278
Pertempuran di Dalam, Gema dari Masa Lalu, dan Sutra Matahari & Bulan
279
Sangkar Penghinaan, Pengampunan Sang Pemenang, dan Tirai yang Terbuka
280
Menghadapi Badai, Tuduhan Para Pecundang, dan Perlindungan Sang Penatua
281
Ruang yang Sunyi, Penjelasan Sang Naga, dan Aturan Arena
282
Arena Obsidian, Tantangan Pertama, dan Tangan Api Penghancur
283
"Berikutnya", Dominasi Total, dan Keputusasaan Lawan
284
Pengorbanan Terakhir, Pesan Pedang, dan Arena Milik Dua Orang
285
Tarian Pedang, Gema Baja, dan Dua Filosofi
286
Sungai Bintang vs Samudra Ekuinoks, Retakan di Kesempurnaan, dan Pemenang Sejati
287
Mahkota Obsidian, Harga Kemenangan, dan Surat Undangan
288
Pemulihan, Bayangan di Malam Hari, dan Tamu Tak Diundang
289
Upacara Pembagian, Retakan Lama, dan Langkah ke Dunia Luar
290
Perjalanan ke Utara, Serangan di Jalan, dan Pertemuan Tak Terduga
291
Gadis Berlencana Bangau, Luka Misterius, dan Nama yang Dikenal
292
Latihan Pagi, Aliran Ganda, dan Mata yang Mengamati
293
Jalur Pegunungan, Serangan dari Atas, dan Perangkap Ketiga
294
Kabut Putih, Suara Gesekan, dan Pintu Batu
295
Gulungan Mata Bayangan, Harga Pengetahuan, dan Jalan yang Berubah
296
Pertemuan dengan Penatua Bai, Tawaran Kedua, dan Pilihan
297
Tes Pertama, Mata yang Menilai, dan Nama yang Mencuat
298
Penyambutan Murid Baru, Bayangan di Balik Kursi, dan Tantangan Pertama
299
Tamu Malam, Perjanjian Diam-Diam, dan Jejak Langkah di Atap
300
Pertemuan di Kabut, Pancingan Keluarga Ye, dan Langkah Ketiga
301
Batu Inti Awan, Ular Kabut Hitam, dan Serangan yang Terkoordinasi
302
Dua Sisi Keseimbangan, Lemparan Spekulatif, dan Jalan Ketiga
303
Gerbang Keluar, Kebenaran yang Terungkap, dan Dua Wajah Penyesalan
304
Gua Tersembunyi, Penyerapan Inti Awan, dan Keseimbangan Sejati
305
Perburuan yang Berubah, Jebakan yang Gagal, dan Pertunjukan Kekuatan Sejati
306
Harga Sebuah Kesombongan, Pesan yang Ditinggalkan, dan Tatapan dari Jauh
307
Gema di Puncak Pohon, Tawaran di Tepi Jurang, dan Permainan Baru
308
Waktu yang Tersisa, Pelajaran Keseimbangan, dan Gerbang yang Terbuka Kembali
309
Penghitungan Tanda Roh, Hadiah Tiga Penatua, dan Undangan ke Ruang Tertutup
310
Menara Pusat, Papan Catur Go, dan Pertanyaan Sebenarnya
311
Rak Paling Atas, Catatan Awan dan Keseimbangan, dan Papan Catur yang Lebih Besar
312
Malam yang Sunyi, Penemuan Nama, dan Sebuah Keputusan
313
Pagi yang Sibuk, Perpustakaan Terlarang, dan Sosok Berjubah Merah
314
Gulungan Rahasia, Kenangan yang Terkunci, dan Pilihan yang Harus Dibuat
315
Jejak Nama, Gudang Lama, dan Suara dari Masa Lalu
316
Guru Feng, Makam di Balik Air Terjun, dan Kebenaran yang Terkubur
317
Kembali ke Akademi, Mata-Mata di Bayangan, dan Tanda di Pergelangan Tangan
318
Gudang Belakang, Pertemuan Rahasia, dan Nama yang Disebut
319
Terowongan Barat, Bau Darah, dan Pintu Batu Pertama
320
Tiga Lantai di Bawah, Ruang Inti, dan Pengkhianat Kedua
321
Momentum yang Berbalik, Pengorbanan, dan Wujud Asli Penatua Bai
322
Fajar di Gua, Cerita Seorang Ibu, dan Musuh yang Sebenarnya
323
Kembali ke Sarang, Wajah-Wajah Penuh Kepura-puraan
324
Operasi Malam Hari, Pintu yang Terkunci oleh Kenangan, dan Kunci Berbentuk Awan
325
Umpan dan Pancing, Paviliun Awan Puncak, dan Permainan Cermin
326
Umpan Dilempar, Ikan yang Serakah, dan Perpustakaan Tersembunyi
327
Perburuan di Lautan Kertas, Gema dari Masa Lalu, dan Buku Harian Sang Pengamat
328
Peluru Pertama, Perubahan Rencana, dan Undangan ke Aula Penatua
329
Dalam Sarang Naga, Pertanyaan Beracun, dan Pertaruhan Terakhir
330
Tur Sang Pemenang dan Jalan Setapak di Bawah Tanah
331
Kunci Darah dan Hati, Turunnya Sang Naga, dan Harta Karun di Dalam Kotak
332
Topeng yang Hancur, Pelarian Melawan Waktu, dan Kedatangan yang Tak Terduga
333
Hujan Kertas Hitam, Perisai Daging, dan Retaknya Langit
334
Kebangkitan Sang Legenda, Hancurnya Sebuah Tirani, dan Fajar yang Baru
335
Setelah Badai, Pengakuan, dan Awal Pemulihan
336
Hadiah, Pilihan, dan Jalan di Depan
337
Panggilan Dunia Luar, Ikatan yang Tak Terputus, dan Gerbang yang Terbuka
338
Langkah Pertama, Kota Lembah Awan
339
Benih Keraguan, Peran Seorang Ahli, dan Penawaran yang Menghina
340
Penawaran Balasan, Terungkapnya Penipuan, dan Keadilan di Pasar
341
Riak Keadilan, Pencarian yang Sia-sia, dan Kompas Batin
342
Perjalanan ke Barat, Bisikan Tanah yang Sekarat, dan Pegunungan yang Layu
343
Penjaga Tanpa Jiwa, Konvoi Tengah Malam, dan Kargo Manusia
344
Jubah Hitam, Hati Baja, dan Denyut Nadi Formasi
345
Menara Obsidian, Penjaga Praetorian, dan Peta Jiwa
346
Laboratorium Daging, Sang Alkemis Gila, dan Langkah Menuju Puncak
347
Gertakan Sang Aktor, Pintu yang Terbuka, dan Tatapan Sang Prelate
348
Pertanyaan Fatal, Serangan Kejutan, dan Tarian Badai
349
Strategi Sang Penari, Pengorbanan Sang Pion, dan Pedang Keseimbangan
350
Simfoni yang Sumbang, Retakan di Pualam, dan Hutang yang Harus Dibayar
351
Kembalinya Debu, Tangisan Bumi, dan Fajar yang Baru
352
Gema dalam Jiwa, Sungai yang Menangis, dan Pemurnian di Bawah Air Terjun
353
Kota di Tepi Air, Debu Kelabu di Dasar Sungai, dan Bisikan di Kedai Teh
354
Stasiun Penimbangan, Arogansi Sang Mandor, dan Jejak yang Ditinggalkan
355
Ingatan yang Terkunci, Nama Terkutuk, dan Hutang Darah dari Kehidupan Lampau
356
Halaman Tersembunyi, Instrumen Pencari Jiwa, dan Salam untuk Sang Ratu
357
Fajar di Atas Abu, Hadiah dari Sungai, dan Arah yang Baru
358
Istana Giok Abadi, Cermin Takdir yang Retak, dan Kemurkaan Sang Ratu
359
Gelombang yang Datang, Jaring yang Merapat, dan Topeng Sang Penyembuh
360
Pemeriksaan di Persimpangan, Batu Pencari Jiwa, dan Ketenangan Sang Dokter
361
Gerbang Pillarstone, Kedai Anggur Phoenix Merah, dan Rumor tentang 'Sang Alkemis
362
Paviliun Harta Karun Tersembunyi, Bunga Api Es yang Cacat
363
Kediaman Alkemis, Token Bintang Satu, dan Keputusan yang Sulit
364
Tamu di Malam Hari, Diagnosis dari Jarak Jauh, dan Syarat Sang Dokter
365
Kamar yang Sekarat, Diagnosis Sang Kaisar, dan Pil Kehidupan Palsu
366
Imbalan Seorang Penatua, Pencerahan Seorang Alkemis
367
Perjalanan ke Pegunungan Guntur, Ujian Token Giok, dan Bisikan dari Jarak Jauh
368
Pertemuan di Jalur Gunung, Amukan Kera Guntur, dan Debu Penenang Saraf
369
Pelajaran di Alam Liar, Rumput Roh Guntur, dan Kebijaksanaan Seorang Dokter Desa
370
Kota Sutra Giok, Perpisahan yang Berarti, dan Langkah Pertama di Sarang Musuh
371
Klinik Jalanan, Penyakit Dingin Jiwa, dan Jarum Api Yang
372
Keributan di Alun-Alun, Utusan dari Serikat, dan Undangan yang Tak Terhindarkan
373
Ketenangan di Tengah Badai, Pil Sembilan Transformasi Naga, dan Terobosan Alam R
374
Panggung Konferensi, Tantangan dari Jenius Serikat, dan Pelajaran dalam Kesombon
375
Tawaran dari Para Penatua, Permintaan Seorang 'Dewa', dan Kunci Menuju Perpustak
376
Arsip Terlarang, Berkas Alkemis Jin, dan Pilihan yang Tidak Terduga
377
Asisten yang Bingung, Tugas Pertama yang Aneh, dan Seni 'Membuang'
378
Proyek Cermin Jiwa, Kelompok Emosi Ramuan, dan Validasi yang Mengejutkan
379
Daftar Belanja yang Mustahil, Batasan Sumber Daya Serikat,
380
Ruang Formasi, Seni Penyelarasan, dan Undangan dari Angin Tersembunyi
381
Rumah Lelang Angin Tersembunyi, Penawaran yang Gila, dan Rival yang Tak Terlihat
382
Guncangan di Serikat, Lawan yang Terungkap, dan Awal Pembangunan Formasi
383
Resonansi Harmonis, Lahirnya Formasi, dan Fondasi untuk Pertarungan Jiwa
384
Pembukaan Formasi, Rencana Tersembunyi, dan Pesan ke Lembah Raja Obat
385
Kenangan dari Kehidupan Lampau, Tantangan Resep Kuno, dan Gejolak di Istana Ratu
386
Badai di Dunia Alkimia, Daftar Bahan yang Baru, dan Perburuan yang Dimulai
387
Peran yang Meyakinkan, Bayangan di Gang, dan Kesalahan Sepersekian Detik
388
Frekuensi Parasit, Pelajaran dalam Kewaspadaan, dan Umpan yang Dilepaskan
389
Perangkap di Distrik Kumuh, Konfrontasi di Bawah Bulan
390
Interogasi di Bawah Bulan, Rahasia Proyek Cermin Jiwa, dan Penghapusan Memori
391
Fajar Setelah Perburuan, Peta Kelemahan, dan Langkah Pertama Sang Alkemis
392
Kristal Resonansi Terbalik, Gema dari Kehidupan Lampau
393
Debu Penekan Panas, Sabotase di Jantung Industri, dan Retakan yang Melebar
394
Perspektif Seorang Kaisar, Sabotase Jembatan, dan Simfoni Kekacauan
395
Hadiah Beracun, Kepanikan di Istana, dan Efek Samping dari Proyek yang Gagal
396
Kembali ke Alkimia, Benih Keraguan, dan Resep Penangkal yang Hampir Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!