Tidak ada waktu untuk berpikir atau merasa ngeri. Begitu perintah Jiang Chen keluar, kelima jenius itu bereaksi dengan kecepatan kilat, membentuk formasi punggung-membelakangi di tengah jalan utama desa.
Swwwuuusssshhh—
Kabut hitam yang dingin dan berbau busuk itu menyapu desa seperti gelombang pasang yang sunyi, menelan rumah-rumah batu dalam kegelapan. Suara-suara merayap dan berdesis memenuhi udara saat siluet-siluet itu mendekat dari segala arah. Temperatur anjlok, dan tekanan spiritual yang menindas menekan mereka, mencoba merusak moral mereka.
"Mereka datang!" raung Kuang Tian, matanya bersinar dengan semangat pertempuran yang gila, bukan ketakutan.
Sosok pertama muncul dari kabut. Itu adalah makhluk humanoid yang tingginya hampir delapan kaki, kurus kering seperti mumi, dengan lengan dan kaki yang panjangnya tidak proporsional. Ia tidak memiliki wajah—tidak ada mata, hidung, atau mulut—hanya permukaan hitam yang halus. Seluruh tubuhnya tampak terbuat dari bayangan padat yang bergejolak.
"MATI!"
Kuang Tian adalah yang pertama menyerang. Dengan ayunan pedang besarnya yang dahsyat, ia menebas makhluk itu menjadi dua bagian.
Namun, tidak ada darah atau daging. Kedua bagian tubuh makhluk itu hanya larut kembali ke dalam kabut hitam di sekitarnya, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Sesaat kemudian, dua makhluk baru yang identik terbentuk dari kabut di tempat yang sama.
"Apa-apaan ini?!" seru Kuang Tian kaget.
Pada saat itu, puluhan makhluk bayangan lainnya telah keluar dari kabut, mengepung mereka sepenuhnya. Mereka bergerak tanpa suara, merayap di tanah dan dinding seperti laba-laba raksasa, cakar hitam panjang mereka menggores batu.
"Jangan biarkan mereka mendekat!" teriak Feng Ming. Ia melepaskan serangkaian tebasan angin yang tajam, memotong beberapa makhluk menjadi berkeping-keping, tetapi seperti sebelumnya, mereka hanya larut dan terbentuk kembali, jumlah mereka seolah tak ada habisnya.
"Sia-sia! Serangan fisik tidak mempan!" kata Zhao Heng dengan fru…
Kaisar Alkemis Abadi.
Bab 79: Pertempuran Pertama Melawan Bayangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat 🙂🙂🙂🙂
2026-05-02
0
Tamima II
mundur untuk mencari solusinya💪💪💪💪💪💪
2026-04-10
0
Amad R Laros
bunuh titik lemhnya d mata
2026-05-05
0