Setelah satu jam meditasi yang tegang, aura kelompok itu telah stabil. Kelelahan masih membayangi mereka, tetapi kepanikan telah digantikan oleh fokus yang dingin dan tajam.
"Waktunya bergerak," bisik Jiang Chen, dengan hati-hati mengintip keluar dari celah di kulit pohon. Kabut Miasma tampak lebih tebal di bawah cahaya redup senja yang menembus kanopi. "Kita tidak bisa kembali ke jalan kita datang. Zagan mungkin masih di sana, dan area itu sekarang menjadi ladang spora yang mematikan bagi siapa pun, termasuk kita."
Feng Ming membentangkan peta mentalnya. "Ada rute alternatif. Lebih panjang, dan membawa kita melewati area yang disebut 'Rawa Tulang Punggung Ular'. Peta menggambarkannya sebagai serangkaian punggung bukit sempit yang berkelok-kelok di atas lumpur hisap. Berbahaya, tetapi kemungkinan besar tidak dijaga."
"Itu jalan kita," putus Jiang Chen. "Tetap dalam formasi. Zhao Heng di depan, Kuang Tian di belakang. Jangan gunakan Qi lebih dari yang diperlukan untuk melindungi diri dari Miasma. Jangan membuat suara."
Mereka menyelinap keluar dari tempat perlindungan pohon mereka seperti lima hantu, menyatu dengan bayang-bayang rawa. Setiap langkah diperhitungkan, setiap napas ditahan. Mereka bergerak dalam keheningan total, hanya berkomunikasi melalui isyarat tangan. Pengalaman mendekati kematian telah menempa mereka menjadi unit yang jauh lebih disiplin.
Mereka telah berjalan selama sekitar dua puluh menit, bergerak dengan kecepatan yang lambat namun stabil, ketika Ling Xiaoxiao tiba-tiba berhenti. Tangannya terangkat, memberi isyarat untuk berhenti total.
"Ada sesuatu," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar. Matanya menyipit, fokus pada sesuatu di kejauhan yang tidak bisa dilihat oleh yang lain. "Sesuatu sedang melacak kita."
"Aku tidak merasakan apa-apa," kata Kuang Tian, indra spiritualnya memindai sekeliling.
"Ini bukan sesuatu yang bisa kau rasakan dengan Qi," jawab Ling Xiaoxiao, wajahnya tegang. "Ini adalah aroma jiwa. Aku pernah membacanya. Aula Asura te…
Kaisar Alkemis Abadi.
Bab 107: Perburuan dan Jejak yang Menipu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Darwito
jcjccjjc
2026-06-14
0
Djafar Suwito
👍👍
2026-05-29
0
Arie Chaniago70
👍👍💪💪💪💪🙂🙂🙂🙂☕☕☕
2026-05-04
0