Mereka melanjutkan permainan psikologis yang berbahaya itu sepanjang malam. Suara dentuman, percikan api, dan teriakan mengejek Jiang Chen menjadi musik latar yang aneh dalam pelarian mereka. Kabut tebal menjadi sekutu mereka, menyembunyikan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki apa-apa selain gertakan dan keberanian.
Kelelahan menggerogoti mereka tanpa ampun. Otot-otot mereka menjerit, dan cadangan Qi mereka hampir habis hanya untuk mempertahankan lapisan pelindung tipis terhadap Miasma. Setiap langkah di atas punggung bukit yang licin membutuhkan konsentrasi yang luar biasa.
"Aku... aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan," kata Kuang Tian terengah-engah, suaranya serak. Bahkan staminanya yang luar biasa pun ada batasnya.
Tepat pada saat itu, secercah harapan pertama muncul.
Di cakrawala timur, kegelapan mulai menipis, digantikan oleh semburat abu-abu pucat. Fajar akan segera tiba.
"Lihat," bisik Feng Ming, menunjuk ke depan. "Ujung dari Tulang Punggung Ular. Aku bisa melihat hutan di depan. Kita hampir keluar!"
Pemandangan itu menyuntikkan gelombang energi baru ke dalam kelompok yang kelelahan itu. Mereka mempercepat langkah mereka, didorong oleh janji keselamatan yang sudah di depan mata.
Namun, Jiang Chen tidak ikut merasakan kelegaan itu. Dia tahu bahwa ini adalah momen yang paling berbahaya. Saat Zagan melihat mereka hampir lolos, keputusasaan akan membuatnya mengabaikan kewaspadaannya dan melancarkan serangan terakhir yang membabi buta.
"Jangan lengah," peringat Jiang Chen, suaranya tegang. "Ini belum berakhir. Dia akan melakukan serangan habis-habisan sekarang."
Saat mereka mencapai ujung terakhir dari punggung bukit berbatu, yang menurun menuju tanah hutan yang lebih stabil, Jiang Chen berhenti.
"Kalian teruslah berjalan," perintahnya. "Aku akan menyiapkan satu 'kejutan' terakhir untuknya."
"Bos, jangan!" protes Kuang Tian. "Kita keluar bersama!"
"Ini bukan waktunya untuk berdebat!" balas Jiang Chen dengan tajam. "Lari ke hutan dan bersembunyi. A…
Kaisar Alkemis Abadi.
Bab 111: Fajar, Jebakan Terakhir, dan Pintu Keluar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Darwito
uxuxux
2026-06-14
0
Arie Chaniago70
👍👍👍👍💪💪💪💪🙂🙂🙂
2026-05-04
0
Nico Taylor
kenapa lari2...? bukankah mereka sdh bisa terbang.
2026-04-20
1