Fajar menyingsing di atas Lembah Pinus, bukan dengan warna keemasan yang lembut, tetapi dengan semburat merah darah yang mengerikan, seolah-olah langit sendiri mengantisipasi pertumpahan darah yang akan datang. Di bawah, lautan perkemahan Aula Asura mulai bergerak. Suara genderang perang yang dalam dan berirama mulai bergema, seperti detak jantung monster raksasa yang terbangun.
"Mereka mulai," bisik Jiang Chen.
Dari punggungan tempat mereka bersembunyi, Tim Pedang Tersembunyi menyaksikan dengan napas tertahan saat pasukan Aula Asura membentuk barisan. Mereka seperti gelombang pasang berwarna hitam, sebuah massa manusia yang dipenuhi dengan niat membunuh, membentang dari ujung ke ujung dataran. Di barisan depan, monster-monster pengepungan yang tampak mengerikan—pelontar batu raksasa dan pendobrak gerbang yang ditarik oleh binatang buas lapis baja—didorong maju.
Kemudian, sebuah terompet tanduk yang melengking panjang memecah udara.
"SERAAAANG!"
Raungan seribu orang meledak serempak, mengguncang lembah hingga ke fondasinya. Gelombang hitam itu mulai bergerak, perlahan pada awalnya, lalu semakin cepat hingga menjadi badai manusia yang tak terbendung, berlari menuju dinding Pos Terluar Lembah Pinus.
"Tembak!" sebuah suara yang diperkuat Qi, kemungkinan besar suara Tetua Yun, terdengar dari benteng.
Langit tiba-tiba menjadi gelap oleh ribuan anak panah yang melesat dari dinding benteng. Hujan kematian itu menghujam barisan depan Aula Asura, menjatuhkan ratusan penyerang dalam sekejap. Tapi itu seperti mencoba menghentikan tsunami dengan kerikil. Gelombang kedua dan ketiga langsung mengisi kekosongan, terus maju tanpa rasa takut, menginjak-injak rekan mereka yang jatuh.
Pelontar batu musuh membalas, melemparkan batu-batu seukuran gerobak ke arah dinding. Setiap benturan menimbulkan suara ledakan yang memekakkan telinga dan mengirimkan getaran ke seluruh tanah. Pertempuran telah dimulai dengan kekerasan penuh.
Di tengah kekacauan yang memekakkan telinga itu, Jiang Chen t…
Kaisar Alkemis Abadi.
Bab 175: Gelombang Hitam dan Tarian Para Hantu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Darwito
viivib
2026-06-15
0
oboy Novel
bukan itu saja...musuh 1000 3kali ganda dari jumlah mereka bererti cuman 300an tiba² tetua Yun teriak tembak...beribu anak panah...dari mana ya....siapa yg tembak beribu tu....aduh....biar logik la....kita tahu ni cuman cerita tapi biar adem...
2026-05-08
3
Arie Chaniago70
👍👍👍👍💪💪💪💪😃😃😃😃😃🌹🌹🌹☕☕☕
2026-05-06
0