Gema kata-kata Jiang Chen—"hidangan utama"—menggantung di udara, sebuah penghinaan terakhir yang ditujukan kepada Paviliun Api Ungu. Di podium mereka, suasana bukan lagi amarah, tetapi keputusasaan murni. Wajah Penatua Yan yang tadinya merah padam kini menjadi pucat pasi. Dia melihat ke tiga murid yang tersisa, dan melihat mata mereka yang dipenuhi ketakutan. Mereka telah patah.
"Seseorang... naik ke sana," bisiknya, suaranya serak dan kalah.
Seorang pemuda yang tinggi dan berotot, yang dikenal sebagai 'Perisai Api' karena teknik pertahanannya yang luar biasa, menelan ludah. Namanya Wei Long. Dia adalah petarung terkuat ketiga mereka. Dia melihat kengerian di mata rekan-rekannya dan tahu tidak ada orang lain yang akan maju. Dengan napas dalam-dalam yang gemetar, dia melangkah maju. Dia tidak melakukannya karena kesombongan, tetapi karena sisa-sisa terakhir dari harga diri sektenya. Dia lebih baik mati terhormat daripada hidup sebagai pengecut.
"Saya akan pergi, Penatua," katanya dengan suara berat.
Dia melompat ke atas panggung, mendarat dengan mantap. Dia tidak membuang waktu dengan kata-kata. Dia segera mengaktifkan teknik pertahanan terkuatnya. Sebuah perisai api ungu yang tebal dan berputar terbentuk di depannya, dan seluruh tubuhnya diselimuti oleh lapisan armor Qi yang membara. Dia tidak berniat menyerang; dia hanya berharap bisa bertahan lebih dari lima detik.
Di seberang panggung, Jiang Chen menghela napas, seolah-olah dia bosan dengan semua ini.
Untuk pertama kalinya di arena, dia meletakkan tangannya di gagang Pedang Tanpa Nama.
Gerakan itu mengirimkan gelombang antisipasi ke seluruh kerumunan. Bahkan Jian Wuchen, yang tadinya duduk dengan tenang, sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan.
Sssshhhk.
Suara pedang yang ditarik dari sarungnya terdengar sangat jelas. Itu bukan suara yang keras, tetapi tajam dan bersih.
Jiang Chen tidak menerjang. Dia tidak melepaskan aura. Dia hanya berdiri di tempatnya dan, dengan gerakan pergelangan tangan yang begitu cepat da…
Kaisar Alkemis Abadi.
Pengorbanan Terakhir, Pesan Pedang, dan Arena Milik Dua Orang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Rikko Nur Bakti
hohoho
2026-07-01
0
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt
2026-05-11
1
Nanik S
Pedang lawan Pedang
2026-03-25
1