Tidak ada wasit yang berteriak "mulai". Tidak perlu. Pertarungan dimulai saat keheningan di antara kedua pemuda itu menjadi begitu berat hingga pecah dengan sendirinya.
Yang bergerak pertama adalah Jian Wuchen.
Dia tidak menerjang. Dia tidak melepaskan aura yang mengintimidasi. Dia hanya mengambil satu langkah ke depan, dan dalam sepersekian detik itu, dia lenyap.
Swoosh!
Satu-satunya hal yang menandai gerakannya adalah kilatan perak yang melesat melintasi panggung obsidian, secepat bintang jatuh. Dia muncul kembali tepat di depan Jiang Chen, pedang peraknya sudah dalam gerakan menusuk, ujungnya bergetar dengan Qi yang begitu murni dan terkonsentrasi hingga tampak seperti setetes cahaya cair. Serangan itu sunyi, efisien, dan tanpa cacat. Itu adalah perwujudan dari jalan pedang yang murni.
Di hadapan serangan yang bisa menembus gunung itu, Jiang Chen tetap tenang. Dia tidak mundur. Dia tidak menghindar. Dia hanya mengangkat Pedang Tanpa Nama untuk menemuinya.
CLANG!
Suara benturan logam yang paling tajam dan paling jernih yang pernah didengar siapa pun di arena itu bergema. Bukan suara benturan kasar, tetapi gema yang merdu, seolah-olah dua lonceng kristal telah dibunyikan.
Sebuah gelombang kejut yang tak terlihat meledak dari titik benturan, membuat udara bergetar dan meniupkan debu dari permukaan panggung.
Jiang Chen terdorong mundur satu langkah. Hanya satu langkah, tetapi itu sudah cukup untuk menunjukkan kekuatan luar biasa di balik tusukan Jian Wuchen yang tampak sederhana.
Mata Jian Wuchen menyala. Serangan itu adalah ujian, dan Jiang Chen telah lulus. Tanpa jeda, dia mengubah tusukan itu menjadi tebasan. Pedangnya menari, menciptakan jaring cahaya perak yang menyelimuti Jiang Chen. Setiap tebasan tepat, setiap sudut sempurna. Itu bukan lagi pertempuran, tetapi sebuah pertunjukan seni pedang tingkat tertinggi.
Namun, Jiang Chen bukanlah penonton. Dia adalah penari tandingan.
Pedang Tanpa Nama di tangannya menjadi perpanjangan dari dirinya. Dia tidak mencoba un…
Kaisar Alkemis Abadi.
Tarian Pedang, Gema Baja, dan Dua Filosofi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
Rikko Nur Bakti
gaaasss
2026-07-01
0
Arie Chaniago70
good good mantap 🌹🌹🌹
2026-05-11
1
Nanik S
Maaantaaap Tor
2026-03-25
2