Sekarat, dan Pegunungan yang Layu
Gerbang barat Kota Lembah Awan tertutup di belakang Jiang Chen, membungkam hiruk pikuk kehidupan kota. Jalanan yang tadinya ramai kini berganti menjadi jalan tanah yang sepi, berkelok-kelok menuju hutan belantara yang luas. Di dalam dirinya, Inti Keseimbangan yang tadinya tenang kini berdengung dengan nada rendah yang penuh kecemasan, menariknya ke arah barat seperti jarum kompas yang menunjuk ke kutub anomali.
Selama dua hari pertama perjalanannya, pemandangan di sekelilingnya masih normal. Hutan-hutan lebat penuh dengan kehidupan, suara burung dan serangga menjadi musik latar perjalanannya, dan sungai-sungai kecil yang ia lewati airnya jernih dan dingin. Namun, Jiang Chen bisa merasakan perubahan yang halus. Semakin jauh ia berjalan ke barat, semakin tipis jaring-jaring energi kehidupan alam.
Pada hari ketiga, perubahan itu tidak lagi halus. Itu menjadi nyata dan mengganggu.
Pepohonan mulai tampak sakit. Daun-daunnya yang seharusnya hijau subur kini berwarna kuning pucat dan terkulai, meskipun ini bukan musim gugur. Ranting-rantingnya tampak kering dan rapuh. Tanah di bawah kakinya yang tadinya gembur dan gelap, kini menjadi kering dan pecah-pecah, seolah-olah hujan tidak pernah menyentuhnya selama bertahun-tahun.
Keheningan adalah hal yang paling menakutkan. Suara burung telah lenyap. Tidak ada lagi gemerisik tupai atau kelinci di semak-semak. Hutan yang tadinya hidup kini terasa seperti kuburan yang sunyi. Udara terasa berat dan stagnan, tanpa aroma bunga atau tanah basah.
Inti Keseimbangan di dalam dada Jiang Chen terasa sesak, seolah-olah ia sedang berada di ruangan yang kehabisan oksigen. Ia bisa merasakan penderitaan bumi itu sendiri. Energi kehidupan alam tidak hanya berkurang; ia secara aktif terkuras, ditarik oleh sesuatu yang rakus dan tak terlihat.
Menjelang sore di hari ketiga, ia bertemu dengan sumber kehidupan lain—seorang pria tua, mungkin seorang pemburu atau penebang kayu, yang berjalan tergesa-gesa ke arah timur,…
Kaisar Alkemis Abadi.
Perjalanan ke Barat, Bisikan Tanah yang Sekarat, dan Pegunungan yang Layu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments
reader sejati
kemanakah ibu kandung Jian Chen?
2026-04-23
2
Sumardiyono
asyik baca lupa komen🤣
2026-04-30
0
Rikko Nur Bakti
hhhaaaa
2026-07-01
0