Menara obsidian itu menjulang seperti sebilah pedang kegelapan yang menancap di jantung lembah. Tidak ada jendela, hanya permukaan hitam legam yang seolah menyerap semua cahaya dan harapan. Energi yang dipancarkannya begitu pekat dan menindas, bahkan Inti Keseimbangan di dalam dada Jiang Chen terasa seperti tertekan oleh beban yang berat.
Hanya ada satu jalan menuju menara itu: sebuah jembatan batu yang sempit yang melintasi bagian terdalam dari lubang tambang. Cahaya hijau yang sakit-sakitan dari dasar lubang menerangi jembatan itu dari bawah, menciptakan bayangan yang menari-nari seperti hantu.
Dan di pangkal jembatan, berdiri dua penjaga yang berbeda dari yang lain.
Mereka lebih besar, seluruh tubuh mereka dilapisi lempengan logam hitam yang diukir dengan rune-rune hijau yang berdenyut. Di tangan mereka, mereka tidak memegang tombak biasa, melainkan bilah gergaji raksasa yang berputar perlahan, mengeluarkan suara dengungan rendah yang mengancam. Mata mereka tidak kosong seperti boneka lainnya; di dalamnya ada satu titik cahaya merah yang bergerak-gerak, seolah-olah mereka memiliki kesadaran buatan yang kejam. Ini adalah Penjaga Praetorian, penjaga elite dari Sekte Mesin Kematian.
Jiang Chen tahu ia tidak bisa melewati mereka dengan kekerasan. Pertarungan sekecil apa pun akan memicu alarm di seluruh kamp. Ia harus menggunakan penyamarannya, tetapi ia ragu token identifikasi biasa akan cukup untuk memasuki jantung operasi ini.
Sambil tetap berada dalam bayang-bayang, ia mengamati. Setelah sekitar lima belas menit, seorang anggota sekte berjubah hitam lainnya mendekati jembatan. Ia memiliki aura yang sedikit lebih kuat dari anggota biasa, mungkin seorang wakil pengawas.
Ketika ia mendekat, salah satu Penjaga Praetorian mengangkat tangannya. Rune di telapak tangannya bersinar. Pengawas itu melakukan hal yang sama, menempelkan telapak tangannya yang bersarung tangan ke telapak tangan penjaga itu. Terjadi kilatan energi sesaat saat rune mereka saling mengautentikasi. S…
Kaisar Alkemis Abadi.
Menara Obsidian, Penjaga Praetorian, dan Peta Jiwa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 396 Episodes
Comments