Gempa kecil terasa di bawah pijakan sepatu botku. Di ujung lembah, sebuah bayangan raksasa muncul menembus kabut pagi. Itu adalah Spider-Tank seri Juggernaut—sebuah benteng berjalan setinggi gedung tiga lantai dengan meriam plasma ganda di punggungnya. Logikanya, satu tembakan dari benda itu bisa meratakan seluruh hutan ini.
"Dan, itu gede banget..." Kurumi bergumam, tapi dia nggak melepaskan genggaman tangannya.
Aku menarik napas panjang, membetulkan letak jaketku yang masih dipakai Kurumi agar tidak melorot saat dia bertarung nanti. "Secara teknis, itu adalah tumpukan besi tua yang sangat mahal. Dan mereka baru saja mengganggu waktu makan ikan kita."
Aku menoleh ke arahnya, memberikan senyum tipis yang hanya kuberikan untuknya. "Siap buat dansa terakhir di Volume 3, Sayang?"
Kurumi tersipu, tapi matanya menyala biru terang. "Siap, Robot Bucin!"
Kami melesat bersamaan. Kecepatanku sekarang jauh lebih stabil berkat kehadiran Kurumi di sisiku. Aku tidak perlu lagi menahan amarah; aku hanya perlu memfokuskan energi ungu ini untuk melindunginya.
BOOM!
Meriam plasma Juggernaut meledak di belakang kami, mengubah pohon pinus menjadi abu seketika. Aku melompat ke udara, menggunakan kekuatan kinetik untuk meluncur seperti peluru menuju kaki depan tank tersebut.
"Kurumi, ambil sisi kanan! Lumpuhkan sensor optiknya!" teriakku.
Kurumi melompat dengan lincah, mendarat di salah satu kaki besi tank itu. Dia tidak perlu memukul; dia hanya menempelkan telapak tangannya ke sensor optik utama.
SKREEEEEEEEE!!!
Gelombang resonansi frekuensi tinggi terpancar dari tangannya, menghancurkan kaca pelindung dan membakar sirkuit kamera tank tersebut. Juggernaut itu mulai bergerak liar karena buta.
Di saat yang sama, aku mendarat di sendi kaki utamanya. Aku mencengkeram hidrolik baja itu dengan tangan kananku yang sudah bermutasi sempurna. Energi ungu mengalir, melelehkan baja itu seolah-olah hanya plastik.
KREEEAAAKKK!
Satu kaki tank itu patah. Benteng berjalan itu miring, menc…
Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi
Chapter 48: [Volume 3] — Kencan di Medan Perang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 157 Episodes
Comments